IMG-LOGO
Daerah

Dilantik, Aswaja NU Center Jabar Diminta Terus Mengaji dan Mengkaji

Selasa 16 Juli 2019 13:30 WIB
Bagikan:
Dilantik, Aswaja NU Center Jabar Diminta Terus Mengaji dan Mengkaji
Pelantikan Pengurus Aswaja NU Center Jabar, Sabtu (13/7).
Bandung, NU Online
Pengurus Aswaja NU Center Jabar masa khidmat 2019-2021 resmi dilantik, Sabtu (13/7). Acara pelantikan dihadiri Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Nuh Addawami di Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat di Jl Galunggung Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Kiai Nuh berpesan agar para pengurus Aswaja center NU Jabar menjalankan tugas dengan baik, disertai membaca dan mendengar. 

"Berjuanglah dengan ikhlas, yakinlah keberkahan Allah Swt akan menyertai jejak langkah  kita semua. Teruslah mengaji dan mengkaji," ucap Kiai Nuh.

Dirinya melanjutkan, menggerakkan Aswaja NU Center berarti berfikir untuk NU, sehingga harus yakin segalanya akan selalu dijamin oleh Allah Swt. 

"Jangan takut, kita berfikir untuk NU disertai niat thalabil ilmi maka segalanya akan ditanggung Allah Swt, termasuk kemudahan rezeki," tegas kiai pendiri Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut.

Sementara itu, Pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM NU), Kiai Asnawi Ridwan menyampaikan apresiasi  terhadap PWNU Jabar yang telah membentuk Aswaja center PWNU Jabar.

"Aswaja NU Center Jabar mutlak perlu dibentuk di tengah arus dan gerakan yang merusak NU. Aswaja NU Center merupakan corong suara dari para ulama Aswaja dengan fikrah Annahdliyah. Pembentukan dan pelantikannya sangat tepat," kata Kiai Asnawi yang merupakan alumnus Pesantren Lirboyo.

Pada kesempatan yang sama ketua Aswaja NU Center Jabar, Kiai Ahmad Yazid Fattah mengatakan pengurus harus solid dalam menyebarkan ajaran Aswaja Annahdliyah khususnya pada Nahdliyin Jabar.

"Kesolidan pengurus dalam memperkuat akidah Aswaja dan mengaplikasikannya dalam lini dimensi kehidupan tentu bisa mencetak generasi pejuang Aswaja Annahdliyah," lugas Kiai Ahmad.

Turut hadir Ketua Pergunu Jabar H Saepuloh, Sekretaris Lembaga Takmir Masjid LTM NU Jabar, Kiai Asep Shodiqin Maulana, Ketua DKM Masjid PWNU Jabar, Kiai Ahmad Dasuki.

Pelantikan ditutup dengan doa oleh Rais Syuriah dan dilanjutkan dengan ber-musafahah, serta ramah tamah dengan jajaran pengurus PWNU Jawa Barat.

Berikut susunan Aswaja NU Center Jabar 2019-2021 berdasarkan SK PWNU Jawa Barat Nomor: 038-SK/PW/A.II/D/06/2019 Tanggal 23 Syawal 1440 H/27 Juni 2019 M.

Penasihat:
KH M Nuh Addawami (Rois PWNU Jawa Barat)
KH Hasan Nuri Hidayatullah (Ketua PWNU Jawa Barat) 

Dewan Pakar:
Dr KH Abun Bunyamin,
Drs KH Mutohar, MA
KH Hadi Hadiatullah, SQ.; MA
Drs KH Ridwan Subagja
Drs H Kiagus Jaenal Mubarok, M.AP
H Ahmad Dasuki 
Ir H Bambang Yasmadi, MT.

Pengurus Harian
Ketua: Ust Ahmad Yazid
Wakil Ketua: Ust Asnawi Ridlwan
Wakil Ketua: Ust Zainal Mufid
Wakil Ketua: Ust Muallif Masykur
Sekretaris: Ust M Mirfaqo
Wakil Sekretaris: Ust Aceng Abdul Muhyi
Wakil Sekretaris: Ust Fajar
Wakil Sekretaris: Ust Dahlia Hadziroh Q
Bendahara: Ust Firmansyah
Wakil Bendahara: Ust H Abdul Hadi

Bidang-bidang
Kajian: Ust Ridwan Farid
Bimbingan: Ust Nanang Umar Hamdan, Ust Hilmi
Publikasi dan Penerbitan: Ust Suhmawardi, Ust Zainuddin.

(Abdul Hakim Hasan/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Selasa 16 Juli 2019 23:30 WIB
NU Pangebatan Brebes Miliki Ambulans Gratis dari Koin NU
NU Pangebatan Brebes Miliki Ambulans Gratis dari Koin NU
Mobil ambulans NU Pangebatan Brebes dari Koin NU.
Brebes, NU Online
Sudah hampir lima bulan ini, Ranting NU Desa Pangebatan, Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah melalui LAZISNU Pangebatan telah memiliki satu unit ambulans, sebagai sarana transportasi layanan umat di bidang kesehatan. Keberhasilan ini tak lepas dari gerakan Kotak Infak (Koin).

Ketua LAZISNU Ranting Pangebatan, H Abdulloh mengatakan, mobil ambulans yang telah hadir sejak 22 Maret 2019 telah melayani pasien tidak hanya dari Pangebatan, namun juga luar desa.

"Ambulans ini bisa digunakan untuk pasien di luar wilayah Pangebatan, namun  kami tetap lebih mengutamakan orang yang ada di wilayah Ranting Pangebatan," paparnya Selasa (12/7).

Ambulans yang dibeli merupakan mobil APV keluaran 2019 dengan harga Rp188.000.000 dan biaya karoseri senilai Rp23.000.000.

Keberhasilan pengadaan ambulans ini tidak lepas dari massifnya program Kotak Infak (Koin) NU yang beredar di Pangebatan. Koin NU di Ranting NU Pangebatan sudah berjalan sejak Januari 2018. 

Pertimbangan membeli ambulans dari Koin NU, karena memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kemudian, dengan hadirnya mobil ambulans tersebut bisa sebagai sarana untuk lebih mengenalkan LAZISNU Pangetan. "Menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat tentang penggunaan sedekahnya," ujar Abdulloh lagi.

Ketua Ranting NU Pangebatan, Taufiq Hasyim berharap, ke depan masyarakat harus benar-benar bisa merasakan layanan gratis ini. Juga semakin mengenal LAZISNU, kemudian menyerahkan ZIS-nya ke LAZISNU. "Timbul imej baru bahwa NU Pangebatan bisa memberi sesuatu untuk masyarakat Pangebatan khususnya, umumnya masyarakat yang ada di wilayah Bantarkawung," kata Taufiq Hasyim.

 Selain pengadaan mobil ambulans, beberapa program lainnya adalah santunan yatim piatu rutin setiap Pengajian Jumat Pon, Bisyarah Guru Madrasah Diniah, dan bantuan sosial. Unutuk merealisasikan program-program LAZISNU tersebut, pengurus LAZISNU berharap kepada warga masyarakat Pangebatan untuk berpartisipasi aktif menitipkan atau menyerahkan sebagian zakat, infak, ataupun sedekahnya kepada LAZISNU Ranting Pangebatan. Bantuan dapat disalurkan baik melalui Koin NU ataupun lewat rekening LAZISNU dengan nomor Rekening: 5869-01-01292-53-8 atas nama LAZISNU Ranting Pangebatan .

Adapun bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans atau informasi lainnya bisa menghubungi nomor 085747890577 (H Abdulloh), 087719551000 (Ali Yasin), atau 085225018830 (Oos Koswara). (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 16 Juli 2019 22:0 WIB
LAZISNU Rembang Buka Klinik Penghapusan Tato Gratis
LAZISNU Rembang Buka Klinik Penghapusan Tato Gratis
LAZISNU Rembang gelar penghapusan tato gratis
Rembang, NU Online
Setelah sukses dengan program Kotak Infaq (Koin) Nanhdlatul Ulama (NU) dan menyantuni ribuan anak yatim piatu se Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada momen-momen tertentu, kali ini Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Rembang kembali membuat program baru untuk umat.

Salah satunya ialah pendirian sebuah klinik kesehatan yang bergerak dibidang penghapusan tato di tubuh manusia. Klinik tersebut bertempat di sebelah kantor LAZISNU Rembang, yang berada di sebelah barat Masjid Al-Burhan Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Atau di Jalan Pantura Rembang Perempatan Pasar Pentungan ke utara sekira 100 meter. Klinik tersebut sudah mulai beroprasi sejak tanggal 9 Juli 2019 kemarin.  

Sejak dibuka pengumuman pendaftaran penghapusan tato gratis melalui media sosial (medsos) sejak bulan Mei lalu, akun medsos LAZISNU Rembang mulai kebanjiran pendaftar. Pada tahap pertama ini  melayani 212 peserta dari dalam maupun luar kota Rembang seperti Pati dan Blora, bahkan Kalimantan rela mendaftar.

Pengelola klinik penghapusan tato Naf'an Fuadi mengatakan, untuk sementara pendaftaran sudah ditutup. Pendaftaran akan kembali dibuka setelah seluruh peserta gelombang pertama sudah menjalani penghapusan tato.

Klinik tersebut baru memiliki satu alat laser penghapusan tato, yang dioperasikan 2 tenaga terlatih.  Buka setiap hari kecuali hari Ahad. Seluruh peserta yang berniat menghapus tato tidak dipungut biaya.

LAZISNU Rembang masih berharap ada darmawan yang mau menyumbangkan satu peralatan penghapusan tato untuk mensukseskan program tersebut.

"Ini pesertanya sudah ada 212 orang untuk tahap pertama. Sementara pendaftaran kita tutup dulu setelah ini selesai kita buka lagi. Dalam sehari kita usahakan untuk menghapus tato 12 orang, karena klinik kita baru memiliki satu alat dengan tenaga laser yang dioperasikan 2 tenaga terlatih," kata Naf'an.

Dijelaskan, sebelum petugas medis mulai melakukan penghapusan, peserta harus berwudu terlebih dahulu sebagai syarat. Selain itu, selama proses penembakan laser berlangsung, peserta juga harus membaca istighfar hingga rampung. Hal tersebut untuk mempertebal niat dan keinginan yang bersangkutan membersihkan diri.

Menurut Naf'an, yang menjadi motivasi peluncuran program penghapusan tato adalah mengamalkan serta mengimplementasikan hukum bersuci atau taharah. "Rata-rata peserta yang mendaftarkan diri adalah mereka yang ingin berhijrah. Karena, selain niat, untuk penghapusan tato dengan menggunakan peralatan canggih sejenis laser memerlukan biaya yang sangat besar," bebernya.

Susatyo (25) warga Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang mengaku ingin berhijrah dan membersihkan diri, salah satunya dengan membersihkan tato yang ada di kakinya. "Ya ingin hijrah dan membersihkan diri, Alhamdulillah tidak sakit kok hanya sedikit panas. Bismillah saja," ungkapnya.

Ia mengaku menggambar tato sejak tahun 2016 pada waktu masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Dengan adanya program tersebut ia mengaku sangat terbantu karena tidak dipungut biaya, alias nol rupiah.

Meski pihak klinik tidak memungut biaya, dua tenaga media tetap mendapatkan hak-haknya dalam bekerja. LAZISNU mengandalkan para donatur yang bersedia membantu saudara seagama untuk memantabkan niat dalam berhijrah. (Ahmad Asmui/Muiz)
Selasa 16 Juli 2019 21:0 WIB
H Adnan Nota Terpilih Jadi Ketua PWNU Sulawesi Barat
H Adnan Nota Terpilih Jadi Ketua PWNU Sulawesi Barat
Jakarta, NU Online
H Adnan Nota terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat periode 2019-2024. Keterpilihan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene itu disahkan melalui keputusan akhir pada Konferensi Wilayah (Konferwil) ketiga PWNU Sulbar di Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga di Kabupaten Majene, Sulbar, Senin (15/7) malam.

Alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alaudin Pare-pare tahun 1993 ini dinyatakan unggul setelah mendapatkan 4 suara. Sementara rivalnya yang juga merupakan Wakil Rektor IAI DDI Polewali Mandar (Polman) M Arsyad mendapatkan dua suara. 

Peserta yang memiliki hak suara pada Konferwil tersebut berjumlah 6 suara terdiri enam Pengurus Cabang yang ada di PWNU Sulbar. 

Kepada NU Online, Selasa (16/7) sore, mantan Wakil Rais PWNU Sulbar periode sebelumnya ini mengaku akan segera melakukan konsolidasi dengan berbagai tokoh NU. Menurutnya, masih banyak yang perlu ditingkatkan terkait dengan pengelolaan organisasi NU. 

“Terutama menghidupkan kembali MWC dan ranting yang ada di kecamatan dan desa,” tutur alumnus PGAN Pare-Pare ini. 

Seluruh program kerja PWNU Sulbar kata dia, akan disusun bersama pengurus pada Rapat Kerja Wilayah yang akan digelar setelah mendapatkan Surat Keputusan dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. 
 
Ia serius ingin terus memperbaiki kelembagaan NU di tanah Sulawesi Barat agar pemahaman ideologi Ahlusunnah Wal Jamaah dapat tersampaikan dengan sistematis oleh kiai kiai NU. 

“Fokus utama saya adalah struktur NU lebih baik,” ujarnya. 

Kemudian, sebisa mungkin Adnan Nota akan melakukan penguatan amaliah Aswaja an-nahdliyah melalui kehidupan masyarakat. Termasuk mensinergikan ulama dan umaro di tanah kemaritiman tersebut. (Abdul Rahman Ahdori)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG