IMG-LOGO
Nasional

Malam Ini Gerhana Bulan Sebagian, Waktu Tepat Shalat Gerhana


Selasa 16 Juli 2019 16:30 WIB
Bagikan:
Malam Ini Gerhana Bulan Sebagian, Waktu Tepat Shalat Gerhana
ilustrasi
Jakarta, NU Online
Saban tahun setidaknya terjadi dua kali gerhana bulan. Rabu (17/7) dini hari nanti peristiwa tersebut akan terjadi mulai pukul 03.02 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) KH A Ghazalie Masroeri menyampaikan bahwa shalat sunah gerhana mulai dilakukan ketika gerhana bisa disaksikan mata.

"Shalat gerhana disunahkan ketika gerhana kasat mata, bisa disaksikan mata, yaitu antara fase awal gerhana bulan sebagian sampai akhir gerhana bulan sebagian," katanya kepada NU Online, Selasa (16/7) siang.

Sementara jika yang terjadi adalah gerhana penumbra maka menurutnya tidak disunahkan shalat gerhana.

Ma'rufin Sudibyo, pengurus LF PBNU, menerangkan bahwa gerhana bulan sebagian yang terjadi pada 14 Dzulqa'idah 1440 H diperhitungkan akan dimulai pada Rabu (17/7) dinihari pukul 01.44 WIB. Pada saat itu, katanya, bulan tepat mulai bersentuhan dengan penumbra lewat peristiwa kontak awal penumbra (P1). Di menit-menit berikutnya bulan kian jauh memasuki penumbra, namun secara sangat sulit untuk diidentifikasi.

Baca: Tata Cara Shalat Gerhana Bulan
Baca: Hukum Shalat Gerhana Bersama Keluarga di Rumah
"Barulah pada pukul 03.02 WIB berdasarkan hasil perhitungan, bulan akan tepat bersentuhan dengan umbra lewat peristiwa kontak awal umbra (U1). Mulai saat itulah Gerhana Bulan menjadi kasatmata, ditandai dengan mulai menggelapnya bagian cakram bulan yang lama kelamaan kian meluas," terangnya.

Lebih lanjut, Ma'rufin menjelaskan bahwa puncak gerhana diperhitungkan akan tercapai pada pukul 04.31 WIB. Saat itu, menurut perhitungannya, 65 persen cakram bulan akan menjadi gelap.

"Begitu puncak gerhana terlalu, maka luas bagian gelap di cakram bulan secara berangsur-angsur mulai berkurang dan diperhitungkan akan menghilang sepenuhnya pada pukul 06.00 WIB saat kontak akhir umbra (U4) terjadi," katanya.

Selanjutnya, kata Ma'rufin, bulan kembali memasuki penumbra hingga tepat meninggalkan penumbra dalam kontak akhir penumbra (P4) yang diperhitungkan akan terjadi pada pukul 07.18 WIB. 

Dari penjelasan tersebut, anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama itu mengungkapkan bahwa durasi gerhana lima jam 34 menit, yaitu dari kontak awal penumbra hingga kontak akhir penumbra. Sementara durasi kasatmatanya hanya 2 jam 58 menit.

Meskipun demikian, lanjutnya, durasi gerhana di zona waktu wilayah timur tidak selama di wilayah barat. Pasalnya, di wilayah timur waktu jatuh lebih dulu.

Di kota Makassar misalnya, ia mencontohkan, dengan matahari terbit diperhitungkan akan terjadi pada pukul 06.10 WITA (05.10 WIB), maka mengalami gerhana dengan durasi tampak dua jam delapan menit.

Sementara Kota Jayapura yang matahari terbitnya diperhitungkan akan terjadi pada pukul 05.41 WIT (03.41 WIB) maka durasi tampak gerhana hanyalah 39 menit. (Syakir NF/Kendi Setiawan)
Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG