IMG-LOGO
Nasional

PCINU Tiongkok Bedah Buku ‘Islam Indonesia dan China’


Rabu 17 Juli 2019 17:30 WIB
Bagikan:
PCINU Tiongkok Bedah Buku ‘Islam Indonesia dan China’
Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok menggelar Bedah Buku ‘Islam Indonesia dan Islam China’ di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (17/7). Kegiatan dalam rangka mendiskusikan bagaimana konsep Islam yang berkembang di Tiongkok dan hubungannya dengan konsep Islam Indonesia. Terutama Islam yang dikembangkan oleh kiai kiai NU. 

Hadir pada kegiatan itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Perwakilan Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Yahya Sutarya, Ketua PCINU Tiongkok Nurwidiyanto, dan sejumlah pengurus PBNU serta ratusan kader muda NU dari berbagai daerah. 

Sebagai pembedah antara lain, Rais Syuriah PCINU Tiongkok KH Imron Rosyadi, Guangdong Islamic Association Wang Yu Xia, Ketua Umum Persatuan Alumni Tiongkok untuk Indonesia (Perhati) Sugeng Rahardjo dan Jurnalis Kompas Iwan Santoso. 

Ketua PCINU Tiongkok Nurwidiyanto mengatakan buku tersebut disusun anak anak muda NU yang sedang belajar di Tiongkok, China. Ia menjelaskan, buku tersebut berbicara mengenai pengalaman keagamaan, keislaman, pendidikan sosial, budaya, politik, ekonomi dan perkembangan teknologi  di negeri tirai bambu.

Nurwidiyanto mengungkapkan tentu ada hal yang mempengaruhi mengapa hadis Nabi menyinggung China sebagai tempat untuk mencari ilmu. Mungkin ujar dia, karena saat itu China sudah mengalami perkembangan teknologi yang maju dibandingkan negara negara lain, termasuk negara Arab. 

“Karena penemuan orang Tiongkok yang terkenal dan diketahui seperti mesin pembuatan kertas, ketika di Arab masih pelepah kurma di China sudah menggunakan mesin,” ucapnya. 

Selanjutnya, misalnya saat itu berbagai belahan dunia masih menggunakan alat tukar berbentuk logam, namun di Tiongkok sudah berbentuk uang kertas. Termasuk saat terjadi perang, di Negeri Tirai Bambu tersebut telah menggunakan senapan bukan pedang.

“Dan ini juga yang harus diketahui oleh kita semua, bahwa di Tiongkok insyaallah Islamnya tidak jauh berbeda dengan kita. Di sana tokoh agamanya santun dan moderat,” tuturnya. 

Kebebasan beragama di China juga telah berlaku sejak puluhan tahun silam. Hal itu dapat dibuktikan misalnya saat ini telah hadir 35 masjid dan 10 Institut Agama Islam. Islam di Tiongkok kata dia, berkembang dengan baik. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG