IMG-LOGO
Daerah

PMII Harus Siap Hadapi Perkembangan Zaman

Rabu 17 Juli 2019 20:45 WIB
Bagikan:
PMII Harus Siap Hadapi Perkembangan Zaman
Peserta pelathan 'rumah digital' PMII Kota Metro, Lampung
Kota Metro, NU Online
Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Metro Provinsi Lampung, Ahmad Sabiqul Mustofa menyatakan, sebagai organisasi terbesar di Indonesia harus siap menghadapi perkembangan zaman. 

"Tentu saya sangat berharap kader-kader PMII harus unggul dalam ilmu, maka Rumah Digital bertujuan membuka wawasan kader di dunia teknologi, kader – kader PMII Cabang Metro harus tambah semangat dan tidak boleh hanya mengikuti sebatas main-main," ujarnya.

Hal itu disampaikan saat dirinya meresmikan Rumah Digital dan Pelatihan Kelas Design Grafis dengan potong tumpeng, di sekretariat PC PMII Metro, Jalan Satelit 1 Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur Kota Metro Provinsi Lampung, Ahad (14/7) lalu.

Dikatakan, tantangan ke depan PMII semakin beragam, sehingga peningkatan kualitas kader menjadi sebuah keharusan, termasuk menghadapi era revolusi industri 4.0.

"Apalagi di ruang Industri sudah memasuki revolusi industri 4,0. Jika kader-kader PMII tidak peka terhadap perkembangan teknologi, dipastikan PMII akan ketinggalan. Rumah Digital ini  akan membuka wawasan kader di bidang digital," ungkap alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro ini.

Inisiator Rumah Digital PMII Metro, Ari Kurniawan kepada NU Online, Selasa (16/7) mengatakan Rumah Digital ini hasil dari kegelisahan dari kurangnya digitalisasi yang belum dikuasai oleh warga kader. 

"Selain itu, Rumah Digital ini menegaskan bahwa syarat utama bagi yang ingin belajar tentang digitalisasi untuk tidak meninggalkan PMII dalam situasi dan kondisi apapun dan mampu mengamalkan ilmunya di masing-masing kepengurusan," tegasnya.

Ditambahkan, sebagai penggagas rumah digital PMII, dirinya berharap dapat memaksimalkan kreasi sehingga menhasilkan karya yang bagus terutama program design grafis, video kreator, pengelolaan website, dan media sosial, serta fotografi.  

"Saya ucapkan terima kasih kepada kader yang berkesempatan hadir dalam peresmian, saatnya sahabat-sahabat berkreasi, tidak perlu banyak orang cukup 18 orang asalkan serius setiap mengikuti kegiatan," ungkap Wakil Ketua 2 PC PMII Metro ini. 

Rumah Digital merupakan wadah kader dibidang digital dengan program design grafis, video kreator, pengelolaan website, media sosial serta fotografi nantinya di realisasikan untuk mengangkat kegiatan Komisariat dan Rayon ke media secara aktif serta kreatif. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muiz)
Bagikan:
Rabu 17 Juli 2019 23:0 WIB
Rais NU Jombang Jelaskan Shalat Gerhana Setelah Shalat Subuh
Rais NU Jombang Jelaskan Shalat Gerhana Setelah Shalat Subuh
Rais PCNU Jombang, KH Abdul Nashir Fattah
Jombang, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH Abdul Nashir Fattah menjelaskan tentang bolehnya shalat gerhana setelah melakukan shalat fardlu subuh. Baik gerhana matahari maupun gerhana bulan.

Hal ini guna menjawab keresahan masyarakat saat terjadi gerhana bulan yang cukup lama pada Rabu (17/7). Awal gerhana pukul 03.03.04 WIB dan akhir gerhana pada pukul 06.01.15 WIB.

Sholat gerhana dilakukan setelah subuh agar jamaah salat gerhana bisa berjumlah banyak. Alasan lainnya yaitu bila dilakukan secara sendiri-sendiri maka banyak jamaah yang tidak bisa melakukan shalat gerhana.

"Boleh, boleh, tidak apa-apa," katanya, Rabu (17/7) kepada NU Online.

Kebingungan ini muncul karena dalam hari-hari biasa umat Islam dilarang melakukan shalat sunat setelah shalat subuh. Sehingga dalam praktek ibadah sehari-hari tidak ada istilah shalat ba'diyah subuh.

"Usai shalat Subuh memang waktu haram salat. Namun keharaman itu tidak berlaku untuk shalat yang memiliki sebab," tambah Kiai Nashir.

Secara lebih rinci Wakil Ketua PCNU Jombang, Kiai Amirul Arifin menjelaskan alasannya tidak ada keharaman shalat gerhana setelah shalat subuh karena shalat gerhana termasuk shalat sunah yang ada sebabnya. Yakni karena adanya peristiwa alam yakni gerhana. "Maka boleh melaksanakan shalat gerhana usai shalat Subuh," tegasnya.

Dikatakan, shalat itu termasuk doa dan salah satu waktu yang bagus untuk berdoa yaitu ada gerhana. "Perlu diingat waktu mustajabah dalam berdoa di antaranya yakni saat adanya peristiwa alam yakni gerhana yang menunjukkan kebesaran Allah, maka dikabulkan oleh Allah doa para hamba-Nya," ujar Kiai Arifin.

Menurutnya, pada setiap peristiwa alam ada tanda-tanda kebesaran Allah. Karena itulah menjadi waktu yang mustajabah untuk berdoa. Bahkan di zaman dahulu saat terjadi gerhana maka anak-anak kecil dibangunkan disuruh bergelantungan di tempat tinggi agar badannya tumbuh tinggi. 

"Yang melakukan ya otomatis menjadi kenyataan. Karena itu termasuk doa. Dan karena pada waktu mustajabah, maka dikabulkan oleh Allah," jelasnya.

Ada juga kebiasaan masyarakat lain, seperti saat terjadi gerhana biasanya orang hamil disuruh mengadakan syukuran kecil-kecilan (selamatan) agar kandungannya selamat. Yang melakukan sering menyaksikan doanya menjadi kenyataan. 

"Saat gerhana memperbanyak doa untuk kebaikan diri, keluarga, keturunan, lingkungan, bangsa, dan negara serta seluruh umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz

Rabu 17 Juli 2019 22:30 WIB
Lepas Ratusan KKN ke Sidoarjo, Unusa Fokus Tiga Bidang Garapan
Lepas Ratusan KKN ke Sidoarjo, Unusa Fokus Tiga Bidang Garapan
Peserta KKN dilepas Rektor Unusa.
Surabaya, NU Online
Setiap kampus selalu memegang tri dharma perguruan tinggi, yakni tiga kewajiban yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat. Dan sebagai bagian dari khidmah kepada masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melepas 522 mahasiswa terjun ke masyarakat. Mereka akan mengikuti rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2019. 

Ratusan mahasiswa tersebut akan mengabdi di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo dengan menyiapkan tiga fokus bidang garapan. Yakni mengawal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pojok literasi, serta Gerakan Desa Ramah Lansia atau Germasia.

Rektor Unusa, Achmad Jazidie secara langsung melepas peserta KKN di halaman Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Rabu (17/7). 

Dirinya berpesan agar mahasiswa bisa menjaga nama baik Unusa ketika berada di tengah masyarakat. “Jaga nama baik almamater kalian dan jadilah duta kampus. Selain itu, peserta KKN harus menyukseskan tiga fokus besar yang telah dikonsep panitia,” katanya.

Tiga fokus tersebut adalah pengawalan laporan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), pojok literasi, serta Gerakan Desa Ramah Lansia atau Germasia. “Tiga fokus itu saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama konsep desa ramah Lansia," ungkapnya.

Jazidie menambahkan, orang berusia lanjut (lansia) jangan dibiarkan berdiam diri dalam rumah tanpa aktivitas. “Agar tetap sehat, biarkan mereka tetap beraktivitas fisik maupun olahraga sesuai kemampuan,” jelasnya.

Selain itu, Lansia juga harus tetap bersosialisasi seperti bertemu, berkumpul dengan teman-temannya dan keluarga. Hal ini bisa mencegah mereka menderita demensia atau pikun. Caranya harus ada sebuah konsep ramah Lansia yang ada di desa.

“Harapannya agar para warga yang sudah lanjut usia tetap bisa beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya," terangnya.
 
Pada 2019, Unusa akan membantu kepala desa yang ada di Kecamatan Jabon dalam menggerakkan masyarakat untuk menerapkan konsep desa ramah Lansia. Hal ini untuk meminimalkan para Lansia agar tidak terkena penyakit pikun.

“Semua usaha baik dari mahasiswa Unusa maupun masyarakat di Kecamatan Jabon harapannya menjadikan kemajuan di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)

Rabu 17 Juli 2019 22:0 WIB
LAZISNU Jombang Dipercaya Salurkan Infaq dan Sedekah Warga Luar Negeri
LAZISNU Jombang Dipercaya Salurkan Infaq dan Sedekah Warga Luar Negeri
foto: ilustrasi
Jombang, NU Online 
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur kerap menerima infaq sekaligus sedekah warga. Tak hanya dari warga di kawasan Jombang sendiri namun luar Kota Jombang, bahkan warga luar negeri.

Menurut Ketua PC LAZISNU Jombang, Ahmad Zainudin, keberadaan LAZISNU di Kota Santri kian dipercaya khalayak luas sebagai lembaga penerima sekaligus penyalur zakat, infaq, dan sedekah yang amanah dan kredibilitasnya sudah tidak diragukan lagi.

"Melihat tren, kepercayaan masyarakat semakin meningkat terhadap LAZISNU Jombang dan ini menambah semangat kami dan segenap pengurus untuk menjaga amanah masyarakat," ujarnya kepada NU Online, Rabu (17/7).

Terbaru, LAZISNU Jombang menerima sedekah dan infaq sejumlah warga yang berada di Australia New Zeland. Melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia New Zeland, infaq dan sedekah tersebut dipercayakan kepada LAZISNU Jombang untuk dikelola danan ditransfer melalui rekening LAZISNU.

"Alhamdulillah kembali diamanahi PCINU Australia New Zeland 600 Dolar Ausie atau Rp5.810.654," kata Ahmad Zainudin.

Infaq dan sedekah tersebut bersumber dari jamaah Do'a dan Dzikir Melbourne yang dikumpulkan selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak Maret hingga Juni 2019. Jamaah ini dikoordinir langsung oleh PCINU Australia.

"Itu merupakan infaq sedekah dari jamaah pengajian Do'a dan Dzikir Melbourne di bawah naungan PCINU Australia selama kurun waktu empat bulan," ujar pria yang juga Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Yalatif, Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Jombang ini.

Jamaah Doa dan dan Dzikir Melbourne lanjut dia, mengamanahkan kepada LAZISNU agar mengalokasikan infaq dan sedekahnya untuk dua hal. Pertama dialokasikan untuk pondok tahfidz dan kedua untuk anak yatim.

"Sesuai kesepakatan jamaah di sana. Jumlah tersebut dibagi menjadi dua, Rp2.905.327 untuk pondok tahfidz dan Rp2.905.327 untuk anak yatim," ucap pria yang biasa disapa Gok Din ini.

Dirinya memastikan, LAZISNU yang dipimpinnya akan senantiasa memegang prinsip amanah. Sejumlah dana yang dikelola LAZISNU akan dialokasikan kepada pihak-pihak yang memang berhak menerimanya. Seperti anak-anak yatim, warga kurang mampu, beasiswa santri tahfidz, dan lain sebagainya sebagaimana program-program LAZISNU yang disusun. (Syamsul Arifin/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG