IMG-LOGO
Daerah

Isi MPLS, Banser Rembang Kenalkan Aswaja An-Nahdliyah ke Siswa

Kamis 18 Juli 2019 13:0 WIB
Bagikan:
Isi MPLS, Banser Rembang Kenalkan Aswaja An-Nahdliyah ke Siswa
Banser Rembang, Jateng di SMK Umar Fatah
Rembang, NU Online
Barisan Ansor Serba Guna (Banser), siapa yang tidak kenal dengan korp kebanggaan warga Nahdlatul Ulama, yang dimiliki Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Ternyata tak salah, para pendahulumu memberikan nama Banser. Karena, sebagaimana artinya, mereka yang sering disebut Tentara Nahdlatul Ulama (TNU) ini keberadaannya sangat bermanfaat. 

Bukan hanya untuk kalangan nahdliyin, atau umat islam belaka, mereka yang berbaiat di bawah panji kebesaran Ansor dan NU itu juga sering membantu masyarakat di luar agamanya. Tidak hanya keamanan, sosial kemasyarakat, dan pertolongan kedaruratan. 

Selain bergerak di ruang lingkup keamanan dan sosial seperti Bagana, Balantas, dan lain-lain, Pasukan Banser juga menyempatkan untuk mendedikasikan dirinya ke dunia pendidikan. Seperti halnya yang dilakukan oleh Banser X-10 Rembang Jawa Tengah pada Rabu (17/7) pagi dilibatkan untuk menggembleng siswa–siswi yang baru masuk di SMK tersebut. 

Dalam kesempatan itu, para pemuda Ansor diminta untuk memberikan pelatihan Tata Upacara Bendera (TUB) dan Pelatihan Baris Berbaris (PBB), serta wawasan keislaman dari sudut pandang ahlussunnah waljamaah. Tepat pukul 07.00 WIB, bel SMK Umar Fatah yang berlokasi di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang, Kebuapaten Rembang, Jawa Tengah berbunyi.

Seluruh siswa didik mulai masuk ke dalam kelasnya masing-masing, kecuali siswa baru. Tiba-tiba datang beberapa rombongan orang yang mengenakan seragam doreng bersepatu PDL lengkap dengan kopelnya ikut berkumpul di halaman bersama dengan para siswa baru SMK Umar Fatah.

Mereka adalah anggota Banser Rembang yang dilibatkan untuk memberikan pelatihan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung. Dengan suara lantangnya Banser memberikan aba-aba, agar seluruh siswa bersiakap siap. 

Sejak hari Senin kemarin, seluruh siswa kelas 10 yang berjumlah 319 siswa yang terdiri dari 10 kelas dengan jurusan (Teknik Sepeda Motor (TSM) 5 Kelas, Multi Media (MM) 2 kelas, dan  Teknik Komputer & Jaringan (TKJ) 3 kelas mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah. Seperti sekolahan lain pada umunya, setiap siswa baru harus mengikuti masa orientasi sekolah atau biasa disebut dengan MPLS. Panitia MPLS menyiapkan 4 hari siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Rembang H Zainal Arifin mengatakan, dalam kesempatan itu, Banser mendapatkan jadwal untuk mengisi kegiatan MPLS selama dua hari. Dengan materi TUB, PBB, dan keislaman dalam perspektif Nahdlatul Ulama.

"Salah satu yang kami tekankan kepada siswa baru adalah cinta terhadap tanah airnya, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia, Hubbul Wathan Minal Iman. Sehingga kecintaan sebuah bangsa terhadap tanah airnya dapat senantiasa terpelihara sedari kecil," tandasnya.

Dijelaskan, keikutsertaan Banser dalam MLPS karena mendapat tugas tugas untuk terlibat dalam MPLS di SMK Umar Fatah dengan materi selain TUP dan PBB, juga tentang materi cinta tanah air agar mereka senantiasa ingat tempat mereka bersujud itu bumi Indonesia, dan senantiasa mensyukurinya.

Ia menambahkan, ke depan pihak Banser Rembang akan melakukan sejumlah program yang dapat dikerjasamakan dengan sekolah, guna menebar faham ramah, cinta tanah air, dan toleran."Kita ke depan akan mengevaluasi program kerja Banser mungkin bisa lebih menggarap adik-adik siswa agar tidak mudah terpapar radikalisme," pungkasnya. 

Ketua Panitia MPLS SMK Umar Fatah Yanuar menyampaikan, sekolah menyiapkan waktu 4 hari bagi siswa baru untuk mempelajari tentang lingkungan sekolah, terhitung sejak hari Senin kemarin. Ada beberapa materi unggulan sebagai perkenalan untuk siswa yang baru menginjakkan kakinya di sekolah menengah. Salah satunya, tentang TKJ, ilmu keagamaan, dan TUB, serta PBB.

"Memang kita menyiapkan empat hari untuk siswa baru terhitung sejak Senin kemarin. Banyak hal, mulai dari TKJ, pendidikan keislaman, sampai dengan PBB, sudah kita kenalkan sedari awa," kata Yanuar. (Ahmad Asmui/Muiz)

Bagikan:
Kamis 18 Juli 2019 23:45 WIB
ISNU Kabupaten Blitar Gelar Uji Kompetensi
ISNU Kabupaten Blitar Gelar Uji Kompetensi
Uji kompetensi digelar PC ISNU Kabupaten Blitar.
Blitar, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Blitar, Jawa Timur bekerja sama dengan  Indonesia Kompeten mengadakan uji kompetensi. 

Kegiatan yang berlangsung Rabu (17/7) ini diikuti Pengurus Anak Cabang (PAC) dan PC ISNU, serta peserta umum. Acara berlangsung di Graha NU Blitar, Jalan Desa Jatinom, Kanigoro, Blitar.

"Dalam pelaksanaan kegiatan ini kami bekerja sama dengan  Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP dari Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP Manajemen Wirausaha dan Produktifitas Merdeka atau MWPM,” kata Imam Maliki.

BNSP sendiri merupakan sebuah lembaga independen yang dibentuk pemerintah untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (5) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam penjelasannya, Imam yang juga sebagai ketua penyelenggara kegiatan mengemukakan bahwa uji kompeten sebagai ikhtiar dan prosedur. “Ya, agar  menjadi warga Indonesia kompeten di bidangnya,” tegasnya.

Ditanya mengapa harus memiliki kompetensi, Imam mengemukakan hal tersebut demi memastikan diterimanya para pekerja di dunia industri. “Agar skills kita diakui di dunia industri dan mengikuti standar yang ada,” jelasnya.

Imam mengemukakan bahwa sertifikasi sebagai hal yang tidak dapat dihindari. Justru dengan piranti tersebut keterampilan yang dimiliki seseorang mendapatkan pengakuan. 

"Hasilnya  menjadikan kita lebih dipercaya di dunia industri dan usaha," tambah Mohammad Subhan selaku panitia yang lain.

Dirinya mengungkapkan bahwa para peserta yang ikut dalam kopetensi terdiri dari para pelaku Usaha Mikro Kecil  dan Menengah atau  UMKM, pelajar , mahasiswa,  pofesional, guru, dosen, trainer, mentor hingga konsultan.

Panitia sendiri tak semata mencari keuntungan menggelar acara ini. "Kegiatan ini bersubsidi,” tegasnya.

Dengan mengikuti ujian, maka tidak semata keterampilan yang diperoleh. “Para peserta dapat memanfaatkan bimbingan dan konsultasi pra uji kompetensi,” kata Wakil Ketua PC ISNU Blitar tersebut

Demikian juga, sejumlah manfaat lain akan diperoleh. “Seperti jejaring dan informasi peluang usaha,” urainya.

Oleh sebab itu, diharapkan peserta akan mengikuti seluruh rangkaian hingga rampung. “Nantinya mereka juga menjadi mitra dan mendapat sertifikat uji kompetensi oleh negara bagi yang lulus," tandasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Kamis 18 Juli 2019 22:0 WIB
Kemenag NTB Ajak Kepala Madrasah Jadi Pelopor Tangkal Radikalisme
Kemenag NTB Ajak Kepala Madrasah Jadi Pelopor Tangkal Radikalisme
Kabid Penmad Kemenag NTB, H Zamroni Aziz
Mataram, NU Online
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zamroni Aziz meminta seluruh kepala madrasah yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu untuk menjadi pelopor menangkal radikalisme dan paham anti Pancasila.

"Kita melihat akhir-akhir ini tindakan dan gerakan radikalisme serta anti Pancasila sudah mulai merambah hingga ke pelosok-pelosok desa. Karena itu, saya mengajak kepada pimpinan madrasah yang hadir untuk menbentengi para guru, karyawan hingga murid-muridnya untuk menangkal gerakan radikalisme dan anti Pancasila," ujar Zamroni.

Ajakan itu disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter, Deradikalisasi Wawasan Keagamaan dan Moderasi Islam bagi Kepala Madrasah, Guru dan Pengawas Madrasah di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, Kamis (18/7).

Dijelaskan, dalam kegiatan ini setidaknya ada 3 (tiga) variabel kunci yang bisa didiskusikan, yakni pendidikan karakter, deradikalisasi wawasan keagamaan, dan moderasi Islam. "Keseluruhan variabel tersebut menjadi peran dan tanggung jawab guru, kepala madrasah, dan pengawas untuk mentransformasi pesan yang terkandung dalam setiap variabel kepada siswa/siswi madrasah," tandasnya.

Dikatakan, lembaga pendidikan di lingkungan Kemenag harus menjadi pelopor gerakan anti radikalisme. Dirinya tidak ingin pendidik, karyawan, dan siswa di lingkungan Kemenag NTB ada yang terpapar faham radikalisme.

"Di samping juga harus menjadi teladan dalam implementasinya setiap hari, baik di lingkungan keluarga, lingkungan madrasah, dan masyarakat," ujar Zamroni yang juga Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor NTB ini.

Ia menegaskan, untuk mengatasi hal itu, maka pendidikan karakter menjadi sangat penting dan bisa melalui doktrin keluarga, sehingga guru dan masyarakat memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter siswa. "Pendidikan karakter bisa melalui sekolah dan keluarga, maka guru dan orang tua memiliki peran penting terhadap tumbuh kembang anak didik," bebernya.

Selain itu, lanjutnya, karakter akan memberikan warna dalam perilaku dan sikap sehari-hari, penguatan karakter menjadi penting karena menjadi basis prinsip dan akan mewarnai setiap keputusan yang diambil oleh seseorang.

"Usia sekolah adalah momentum terbaik untuk memperkuat karakter seseorang dan lembaga madrasah memiliki peran strategis dalam proses pengembangannya," pungkasnya. (Hadi/Muiz)
Kamis 18 Juli 2019 20:30 WIB
Membangun Kesadaran Berorganisasi di Luar Sekolah
Membangun Kesadaran Berorganisasi di Luar Sekolah
Majalengka, NU Online
Dalam membanguan organisasi di luar sekolah diperlukan tekad yang kuat karena banyak rintangan yang mengganggu aktivitas belajar. Untuk itu, diperlukan sinergitas antara belajar dan aktivis. Dan, yang paling utama dari sosialisasi IPNU ke setiap sekolah berbasis NU yaitu untuk membentuk kepengurusan komisariat IPNU-IPPNU di kalangan sekolah.

"Membentuk kepengurusan Komisariat IPNU IPPNU di kalangan sekolah, khususnya Al-Mizan dan umumnya sekolah lain. Tidak hanya itu, melainkan untuk membentuk karakter pelajar yang berakhlakul karimah, kompeten, yang berakidahkan Ahlussunnah wal Jamaah," ujar Syifa Nahdillah Syaechu, Wakil Ketua PC IPNU Majalengka, Jawa Barat.

Berbicara pada acara Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Aula Pertiwi Komplek Pondok Pesantren al Mizan Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Kamis, (18/7), Syifa mengatakan harapan dari kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa organisatoris pada siswa untuk kemajuan dirinya bangsa dan agama.

"Tidak hanya berorganisasi, akan tetapi memberikan motivasi pada siswa untuk selalu menjaga kebhinekaan dan Pancasila," ujarnya.

Menurutnya berorganisasi boleh saja, asal harus jelas dan bervisi dengan agama yang dipegang NU. "Selain itu  untuk memperkokoh pengenalan IPNU-IPPNU di tiap sekolah berbasis NU," katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Islam Al Mizan, Herawati Aries Utami mengatakan kegiatan ini untuk memperkenalkan kepada para siswa baru tentang  oraganisasai di luar sekolah agar mereka siap dan sudah mengenal akan organisasi di luar sekolah.

"Beroragnisasi tidak harus di dalam sekolah tetapi juga di luar juga ada. Tetapi kita jangan asal masuk dan tidak tahu akan ideologi dari tiap organisasi," katanya.

IPNU-IPPNU dikatakan Herawati sangat tepat karena haluannya sudah jelas yakni sesuai dengan kebangsaan dan keagamaan sekaligus.

Salah satu peserta MPLS, Aditia, merasa terbantu dan termotivasi akan adanya organisasi di luar sekolah yang berbasis NU.

"Adanya organisasi di luar sekolah menjadikan saya termotivasi untuk ikut berperan di luar tetapi tidak meninggalkan tugas saya sebagai siswa yaitu belajar," ujar siswa kelas X ini. (Tata Irawan/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG