HARLAH KE-8 HPN

HPN Bertekad Lakukan Pemberdayaan Pengusaha secara Berkelanjutan

HPN Bertekad Lakukan Pemberdayaan Pengusaha secara Berkelanjutan
Ketum HPN Abdul Kholik (kedua dari kiri)
Ketum HPN Abdul Kholik (kedua dari kiri)
Jakarta, NU Online
Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) genap berusia 8 tahun, tepatnya pada 14 Juli 2019. Perjalanan selama kurun waktu tersebut, HPN melalui program yang telah dilakukannya berhasil menarik perhatian para pengusaha. Tidak kurang dari 2,8 juta orang menjadi anggota pengusaha NU profesional. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat HPN Abdul Kholik menyatakan bahwa dirinya telah menekankan kepada pengurus agar mengubah paradigma dalam memberdayakan Nahdliyin, yakni dengan tidak semata hanya mengadakan kegiatan seremonial yang bersifat sementara atau jangka pendek, seperti focus group discussion dan training singkat. Sebaliknya, pemberdayaan harus dilakukan dengan program yang dijalankan secara terus-menerus atau berkelanjutan.

“HPN berkeyakinan, pemberdayaan adalah program yang harus dijalankan terus-menerus dan melibatkan anggotanya untuk saling belajar dengan berinteraksi dan bisnis bersama pada suatu ekosistem silaturahmi bisnis, sehingga dapat dibentuk suatu komunitas bisnis yang saling asah dan saling asuh,” kata Kholik kepada NU Online, Jumat (19/7) malam.

Kholik mengaku bahwa upaya yang dilakukannya membutuhkan waktu, tidak mudah untuk mendapat simpati publik, dan keberhasilannya tidak bisa diukur dari berapa materi yang dapat disumbangsihkan oleh HPN. 

"Alhamdulillah setelah 8 tahun kita banyak mencoba, para pengurus HPN telah berketetapan hati memilih menjalankan kegiatan pemberdayaan yang sesungguhnya, meskipun dengan risiko tidak terlihat populis, yakni kurang mengadakan kegiatan yang bersifat seremoni dan memberikan donasi," ucapnya.

“Dan setelah 8 tahun itu pula, alhamdulillah komunitas pengusaha Nahdliyin mulai bersilaturahmi bisnis dan mulai banyak inisiatif membangun sinergi bisnis bersama,” jelasnya.

HPN akan mengadakan tasyakuran dalam rangka memperingati hari lahirnya (Harlah) yang ke-8. Tasyakuran dilaksanakan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (20/7). Di antara agenda yang dilakukannya ialah HPN akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). 

Melalui kerja sama itu, pihaknya berharap dapat membendung integrase vertical bisnis (penggabungan beberapa perusahaan yang meliputi semua fase produksi mulai dari bahan baku sampai barang jadi dalam satu organisasi) dari hulu ke hilir dan perambahan bidang-bidang bisnis melalui disrupsi digital yang dilakukan pemilik modal kuat, seperti rencana umrah digital. Menurutnya, disrupsi digital itu berpotensi mematikan kebaradaan bisnis banyak pengusaha Nahdliyin.

Selain itu, HPN juga akan meluncurkaa ‘Marketplace Digital Greenpage’ bekerja sama dengan pengusaha yang sudah malang melintang di Lembah Silicon (Silicon Valley) Amerika Serikat. (Husni Sahal/Fathoni)
BNI Mobile