IMG-LOGO
Daerah
JIHAD PAGI

Kenapa Haji Memiliki Nilai Tertinggi dalam Ibadah?


Ahad 21 Juli 2019 16:30 WIB
Bagikan:
Kenapa Haji Memiliki Nilai Tertinggi dalam Ibadah?
null
Pringsewu, NU Online
Ibadah haji ke tanah suci merupakan ibadah paling tinggi nilainya. Salah satu nilai tertinggi tersebut tercermin dari keikhlasan setiap muslim saat menjalankan rukun Islam ke lima ini. Dalam memerintahkan umat Islam untuk berhaji, Allah pun tidak menggunakan perintah langsung dalam Al-Quran.

"Perintah haji dalam Al-Quran tidak menggunakan fi'il amr (kata kerja perintah). Allah mengawali dan mengakhiri perintah haji dengan kata 'Lillah'," jelas Wakil Katib PCNU Pringsewu, Lampung KH Muhammad Nur Aziz saat memaparkan materi hikmah berhaji pada kegiatan Ngaji Ahad (Jihad Pagi) di aula kantor NU Pringsewu, Ahad, 21/7).

Setiap individu yang melakukan ibadah haji lanjut Ketua Umum Ikatan Perdaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pringsewu ini, harus mengedepankan niat ikhlas dan hanya karena Allah semata. Niat 'Lillah' ini tidak bisa diukur dengan akal dan hanya ada keyakinan bahwa ibadah haji merupakan perintah Allah SWT.

"Ibadah haji merupakan ibadah suci. Tempat yang dituju adalah tanah suci dan dzat yang dituju adalah dzat yang suci," jelas Kiai Aziz yang merupakan Pengasuh Pesantren Madinatul Ilmi Pagelaran ini.

Terkait dengan syarat mampu dalam ibadah haji, Kiai Aziz menegaskan, niat dan tekad tinggi lah yang menjadi magnet seseorang dalam berhaji. Karena faktanya banyak orang yang sudah memiliki kemampuan finansial namun masih belum terpanggil untuk berangkat haji.

"Yang menghajikan seseorang itu bukan uang. Magnetnya adalah niat tinggi. Ketika Allah berkehendak maka siapa pun bisa berangkat," tegasnya mengingatkan bahwa materi bukan segalanya dalam berhaji.

Ketika seseorang yang sudah mampu berhaji, dalam hal biaya, namun tidak segera mendaftarkan diri untuk berhaji, maka keikhlasan orang tersebut dalam hidup dipertanyakan. Sudah seharusnya umat Islam menancapkan hadits rasul yang menegaskan bahwa tidak ada balasan bagi orang yang menunaikan haji kecuali surganya Allah SWT.

Hadir pada kegiatan Jihad Pagi tersebut Bupati Pringsewu KH Sujadi beserta istri, Ketua PCNU Pringsewu H Taufik Qurrahim, Ketua MUI Pringsewu KH Hambali, Ketua Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriani, Ketua Fatayat NU Pringsewu Hj Umi Laila, Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung KH Munawir dan para tokoh NU Kabupaten Pringsewu.

Dalam acara tersebut juga dilangsungkan kegiatan Walimatus Safar Lil Haj para pengurus NU Kabupaten Pringsewu yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun 2019 ini. (Muhammad Faizin).
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG