IMG-LOGO
Internasional

Keragaman dalam Keberagamaan, Pengalaman Ibadah Haji

Senin 22 Juli 2019 12:30 WIB
Bagikan:
Keragaman dalam Keberagamaan, Pengalaman Ibadah Haji
Jamaah haji Indonesia (kanan) bersama jamaah haji negara lain
Makkah, NU Online 
Haji merupakan ibadah yang memerlukan kekuatan fisik dan psikis. Terlebih pada tahun 2019 ini, cuaca di tanah suci Makkah ataupun di Madinah mencapai 45-50 derajat. Bila fisik tidak dijaga, ibadah pun akan terganggu. Semua petugas haji menyerukan agar jamaah haji mengontrol kesehatan dirinya. 

“Tidak perlu umrah berulang-ulang kali bila ternyata berdampak memburuknya kesehatan,” demikian salah satu anjuran tim kesehatan Indonesia yang bertugas di Sektor 03 Nomer 308 Hotel Retaj Al-Rayyan Makkah. 

Namun demikian, tingginya suhu udara tak melemahkan semangat calon jamaah haji Indonesia. Terhitung sampai tanggal 18 Juli 2019 Kementerian Agama RI telah memberangkatkan ± 78.952 orang jamaah haji Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah sampai mencapai kuota tahun ini sekitar 231.000 orang.

Ratusan ribu jamaah Indonesia ini akan bertemu dengan ribuan bahkan jutaan jamaah haji dari berbagai negara di belahan dunia. Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan pusat utama para jamaah haji untuk beribadah. Mulai dari berjamaah 5 shalat fardhu, shalat-shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, membaca shalawat, berdzikir, thawaf, ziarah ke makam Rasulullah SAW sampai menebar sedekah baik berupa harta, benda ataupun jasa.

Jutaan manusia ini tidak mungkin homogen dalam pemahaman dan praktik keagamaannya. Jutaan hamba Allah ini tidak mungkin pula homogen atau satu level dalam strata sosialnya. Heterogen dan kemajemukan adalah sebuah keniscayaan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Salah satu contoh pelaksanaan shalat di Masjid Nabawi terdapat jamaah perempuan yang tetap terlihat lehernya, tangan dan kakinya tanpa penutup, sebagaimana layaknya jamaah laki-laki. Ditemukan juga ibu-ibu shalat dengan tangan kanannya mengayun-ayun dorongan bayi agar si bayi tidak menangis selama ditinggal shalat. Demikian pula, model penutup aurat juga sangat beragam.

Fenomena bervariasi ini juga ditemukan pada jamaah laki-laki. Akan tetapi semuanya berjalan dengan lancar. Masing-masing menjalankan ibadahnya sesuai keyakinan dan keilmuan yang mereka pelajari. Inilah keragaman dalam beragama. Keragaman ini akan menumbuhkan nilai-nilai positif bila dihadapi dengan jiwa toleransi yang mapan, saling memahami, menghormati, dan menyayangi di antara jamaah. Meski syahadat sama, kiblat sama, kitab suci sama, tetapi aplikasi secara teknis berbeda-beda.

Perbedaan-perbedaan ini terlebur dengan kesatuan tujuan, kekhusyukan munajat. Semua bermuara pada keagungan dan keesaan Allah SWT dan kecintaan yang luar biasa pada baginda Rasulullah saw sang penebar kasih sayang "raḥmatan lil-'ālamīn".

Indahnya keragaman dalam keberagamaan ini semoga terus terbawa sampai pulang ke tanah air. Sikap toleransi, saling sayang, saling menhormati, saling memahami antar manusia meski berbeda agama ataupun sama agama tapi beda aliran tetap terus terjaga.

"Inti keberagamaan adalah pemuliaan kemanusiaan." (Lilik Ummi Kaltsum/M. Najib Tsauri/Abdullah Alawi)
 
Bagikan:

Baca Juga

Senin 22 Juli 2019 21:30 WIB
Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur
Israel Hancurkan Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur
Ilustrasi buldoser Israel menghancurkan rumah warga Palestina di Yerusalem Timur (Dan Balilty/AP)
Yerusalem, NU Online
Aparat keamanan Israel mulai menghancurkan sejumlah rumah warga Palestina di Yerusalem Timur pada Senin (22/7) pagi waktu setempat. Israel tetap melakukan penggusuran meski sebelumnya ada protes dari pihak Palestina dan komunitas internasional. 

Ratusan polisi dan tentara Israel ditemani buldoser tiba sebelum fajar di wilayah Wadi al-Hummos di Sur Baher, kawasan yang dihuni warga Palestina antara Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Israel mengklaim, bangunan-bangunan itu ilegal karena terlalu dekat dengan tembok perbatasan yang dibangun Israel di sekitar Tepi Barat. Dikutip laman Xinhua, Senin (22/7), ada 12 bangunan milik warga Palestina di Yerusalem Timur yang dihancurkan. Tiga keluarga yang terdiri dari 17 orang –termasuk sembilan anak-anak- akan dipindah setelah bangunan mereka dihancurkan. 

Warga yang rumahnya dibongkar melancarkan aksi perlawanan. Diberitakan AFP, (22/7), seorang laki-laki berteriak-teriak ketika dipaksa keluar dari rumahnya. “Saya ingin mati di sini,” kata pria itu. 

Otoritas Palestina menilai, apa yang dilakukan Israel itu ilegal dan merupakan kejahatan perang. Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mendesak Pengadilan Kriminal Internasional menginvestigasi penghancuran rumah warga Palestina itu.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Israel memerintahkan agar menghancurkan 70 apartemen di Sur Baher karena dianggap terlalu dekat dengan tembok perbatasan dan tidak memiliki izin. Para warga Palestina menyangkal tuduhan tersebut. Mereka mengaku sudah mendapatkan izin membangun dari Otoritas Palestina.
 
Sesuai data yang dikeluarkan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, Israel hanya menyetujui hanya 1,5 persen dari izin bangunan konstruksi keseluruhan yang diminta oleh Palestina. 

Sur Baher merupakan sebuah kawasan Palestina di pinggiran tenggara Yerusalem Timur. Wilayah ini telah diduduki oleh Israel selama Perang Enam Hari 1967 silam. Setelah perang itu, Israel juga mencaplok Yerusalem Timur dan mendeklarasikan seluruh Kota Yerusalem sebagai ibu kota abadi Israel yang tidak terpisahkan pada 1980. Langkah Israel ini tidak diakui sebagian besar komunitas internasional. (Red: Muchlishon)
Senin 22 Juli 2019 20:30 WIB
Videonya Viral di Saudi, Kakek Uhi Diundang Raja Salman Naik Haji
Videonya Viral di Saudi, Kakek Uhi Diundang Raja Salman Naik Haji
Kake Uhi dan keluarganya bertemu dengan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia (Arab News)
Jakarta, NU Online
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis mengundang seorang kakek asal Indonesia, Uhi, (94) untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Undangan itu hadir setelah video kakek kaki meminta Raja Salman memberangkatkannya untuk berhaji viral di jagat maya Arab Saudi.

Dalam video itu, kakek Uhi dan sejumlah keluarganya memperkenalkan diri satu-satu persatu dan menanyakan kabar Raja Salman. Mereka mengaku miskin, tidak punya uang, dan kemudian memohon kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) agar menghajikan dirinya dan keluarganya. Di video itu, kakek Uhi disebutkan sudah berusia 140 tahun.

Dilaporkan Arab News, pada Selasa, 16 Juli lalu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed al-Thaqafi, mengundang kakek Uhi dan keluarganya untuk bertemu di kantornya di Jakarta. Dalam kesempatan itu, al-Thaqafi mengatakan video kakek Uhi sudah sampai pada Raja Salman dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Al-Thaqafi diperintahkan untuk segera memproses keberangkatan kakek Uhi dan keluarganya.

"Keduanya (Raja Salman dan Putra Mahkota MBS) memerintahkan untuk segera memproses keberangkatan ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji," kata al-Thaqafi seperti dilansir Antara.

Dilaporkan, banyak dermawan Arab Saudi yang menyampaikan niat baiknya untuk memberangkatkan haji kakek Uhi dan keluarganya setelah videonya itu viral sebelum akhirnya akhirnya video itu sampai kepada Raja Salman.

Sebagai informasi, Raja Salman sebelumnya mengundang 200 anggota keluarga korban penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan 1.000 orang dari keluarga syuhada Palestina untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Undangan itu merupakan bagian dari Program Hosting Penjaga Dua Masjid Suci, yang dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dawah, dan Bimbingan Saudi setiap tahunnya.

Seperti dikutip laman kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, Selasa (16/7), undangan untuk berhaji tersebut diharapkan bisa mengurangi penderitaan yang dirasakan keluarga korban penembakan massal di Christchurch, Selandian Baru. Di samping itu, ini juga menjadi langkah nyata Kerajaan Saudi dalam memerangi teroris dan aksi terosisme. (Red: Muchlishon)
Senin 22 Juli 2019 18:50 WIB
PBNU Kukuhkan Kepengurusan PCINU Skotlandia
PBNU Kukuhkan Kepengurusan PCINU Skotlandia
PBNU sesaat setelah melantik PCINU Skotlandia, Sabtu (20/7) di Kota Glasgow.
Glasgow, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa NU Skotlandia resmi dilantik, Sabtu (20/7) lalu. Pelantikan dilaksanakan berdasarkan pada Surat Keputusan PBNU No.342/A.II.04.d/04/2019 yang dibacakan secara resmi oleh Wakil Sekjen PBNU H Ulil Abshar.

Setelah mengambil baiat dan melantik pengurus baru, Ketua PBNU H Robikin Emhas menjelaskan posisi penting PCINU sebagai mediator yang menjbatani tersebarnya fikrah nahdliyyah ke dunia Internasional.

“NU harus mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama toleran (ummatan wasathan), tanpa kekerasan, tanpa diskriminasi, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW. Salah satu tugas PCINU Scotland adalah berusaha mengikis Islam phobia di Eropa,” ujar Robikin kepada para pengurus baru.

Acara yang di gelar di aula SUMSA (Strathclyde University Muslim Students Association) semenjak jam 12.00 waktu setempat dihadiri oleh beberapa perwakilan dari komunitas masyarakat Indonesia di Skotlandia.

Sebagai ketua tanfidziyah baru, Tata Sutardi dalam sambutannya menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin menyebarkan ajaran islam ahlussunnah wal jama'ah di Skotlandia.

Selain prosesi pelantikan, PCINU Skotlandia juga mendapat banyak pemahaman tentang ke-NU-an dari Kordinator pemateri Madrasah Kader NU Endin Soefihara.

Pada kesempatan ini Kang Endin menjabarkan bahwa NU tidak hanya soal organisai, tetapi juga tentang pergerakan, keilmuan dan amaliyah. Selanjutnya acara ditutup dengan jamaah shalat dzuhur dan makan siang bersama. (Red: Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG