IMG-LOGO
Internasional

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Wafat

Kamis 25 Juli 2019 20:25 WIB
Bagikan:
Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi Wafat
Mohammed Beji Caid Essebsi (Zoubeir Souissi/Reuters)
Tunis, NU Online
Presiden Tunisia Mohammed Beji Caid Essebsi wafat pada hari ini, Kamis, 25 Juli 2019. Presiden tertua di dunia yang masih menjabat ini meninggal di usia 92 tahun. 

Diberitakan AFP, (25/7), Essebsi dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit pada akhir Juni lalu. Diberitakan, dia kemudian masuk rumah sakit pada hari Rabu kemarin. 

“Segalanya tidak berjalan dengan baik," kata anak presiden tertua di dunia itu, Hafedh Caid Essebsi setelah ayahnya kembali dirawat di rumah sakit.

Belum ada informasi dari pejabat Tunisia mengenai penyakit yang diderita Essebsi. Namun, Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed, pada saat mengunjungi Essebsi saat itu, meminta agar orang-orang tidak menyebarkan berita yang tidak benar. 

Kanselir Jerman Angela Marker menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Essebsi. Menurut Merkel, Essebsi adalah ‘aktor berani yang menapak ke jalan demokrasi.’

Diketahui, Essebsi berhasil memenangkan pemilihan umum bebas Tunisia pada tahun 2014 setelah fenomena Arab Spring melanda negeri itu. Dengan demikian, Essebsi merupakan presiden pertama Tunisia yang dipilih secara bebas.
 
Pada April lalu, Essebsi menegaskan tidak akan mencalonkan diri untuk maju lagi pada pemilihan yang rencananya akan digelar pada 17 November mendatang. Ia mengatakan, sudah saatnya kaum muda mengambil alih posisi itu. 

Dengan meninggalnya Essebsi, sesuai dengan konstitusi Tunisia, maka Perdana Menteri Youssef Chahed bisa mengambil alih tugas presiden tidak lebih dari 60 hari. Jika kekosongan kursi presiden berlangsung lama, maka ketua parlemen Tunisia menjadi pengambil alih tugas presiden hingga 90 hari ke depan. 

Sekedar informasi, dulu Essebsi adalah seorang pengacara yang belajar di Perancis. Ia kemudian terjun ke dunia politik. Selama menjadi politisi, dia pernah menjadi ketua parlemen dan menteri. (Red: Muchlishon)
Bagikan:
Kamis 25 Juli 2019 19:45 WIB
NU-Yayasan Maarif Turki Sepakati Kerja Sama Bidang Pendidikan
NU-Yayasan Maarif Turki Sepakati Kerja Sama Bidang Pendidikan
NU dan Yayasan Maarif Turki sepakat kerja sama dalam bidang pendidikan (istimewa)
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) sepakat menjalin kerja sama bidang pendidikan dengan Yayasan Maarif, Turki (25/7). Kesepakatan itu dicapai saat Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftah Achyar (Kiai Miftah), berkunjung ke Kantor Pusat Yayasan Maarif di Istanbul, Turki. 

Dalam pertemuan tersebut, Rais Aam diterima langsung oleh Ketua Yayasan Maarif, Birol Akgun, Duta Besar Republik Turki Zekeriya Akcam, dan beberapa anggota Dewan Pembina Yayasan Maarif.

Sementara Kiai Miftah didampingi Duta Besar RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal, dan Konjen RI di Istanbul, Herry Sudradjat dalam lawatan tersebut. Di samping itu, beberapa pengurus syuriah PBNU juga turut mendampingi Kiai Miftah, diantaranya KH. Zulfa Mustofa, KH. Manarul Hidayat, Achmaf Sudrajat Salim, dan Mahbub Ma'afi. 

Disebutkan, NU dan Yayasan Maarif Turki membahas beberapa area kerja sama dalam bidang pendidikan. Diantaranya pemberian beasiswa di bidang sains dan teknologi di beberapa universitas di Turki dan penjajakan pengembangan sekolah bersama, termasuk di bidang vokasi (pesantren vokasi). Rencana kerja sama itu akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman bersama.

"NU kan mendukung sepenuhnya visi presiden. Presiden dalam lima tahun ke depan mau memperkuat SDM, khususnya pendidikan vokasi. Jadi NU dengan jaringan pesantrennya juga ingin ikut mengisi visi presiden itu", terang Kiai Miftah, menjelaskan tujuan kerjasama tersebut. 

Menurut Kiai Miftah, Turki merupakan salah satu negara berpenduduk mayoritas Muslim yang industrinya maju. Dikatakan, setiap tahunnya sekolah-sekolah vokasi Turki meluluskan ratusan ribu tenaga teknis yang andal dan langsung bisa diserap pihak industri.

“NU ingin belajar pengalaman itu, karena sebagian besar basis NU saat ini menjadi kawasan-kawasan industri. Lagipula NU mudah bekerjasama dengan Turki karena sebagai sesama penganut Ahlussunah wal Jamaah, pemahaman keislamannya sudah sama", imbuh Kyai Miftah Achyar saat ditanya mengapa memilih Turki.

Ketua Yayasan Maarif, Birol Akgun, menyebut, kerja sama dengan NU merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pengembangan programnya ke depan. “Kami memiliki 99 kerja sama internasional dengan pemerintah dan organisasi Islam non-pemerintah. Ini belum lengkap tanpa Indonesia dalam peta tersebut. Kerja sama dengan NU dan Muhammadiyah akan menjadi komponen sangat penting, apalagi NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia saat ini", katanya. 

Selain bertemu Yayasan Maarif, Kiai Miftah dan rombongan NU dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri Agama Turki (DIANET) dan Presiden YTB (lembaga pemberi beasiswa) untuk membahas kerja sama juga. Selain itu, Rais Aam juga dijadwalkan bersilaturrahmi dengan masyarakat Indonesia di Turki.

Sebagai informasi, Yayasan Maarif adalah yayasan yang dibentuk Pemerintah Turki melalui Undang-Undang pada 2016 lalu. Yayasan tersebut diberikan kewenangan untuk melakukan kerja sama pendidikan, mendirikan dan mengelola pendidikan di luar negeri, mulai dari tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi. Yayasan ini didukung sepenuhnya oleh kementerian-kementerian terkait di Turki. (Red: Muchlishon)
Kamis 25 Juli 2019 19:0 WIB
Ibu Kota Afgnanistan Diguncang Tiga Bom, Puluhan Orang Meninggal
Ibu Kota Afgnanistan Diguncang Tiga Bom, Puluhan Orang Meninggal
Seorang korban bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan. (Omar Sobhani/Reuters)
Kabul, NU Online
Bom bunuh diri mengguncang Kabul, Afghanistan pada Kamis (25/7). Dilaporkan, ada tiga bom yang meledak di ibu kota Afghanistan itu. Akibat dari insiden itu, dilaporkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. 

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi menjelaskan, ledakan pertama terjadi sekitar pukul 08.10 waktu setempat dan menargetkan sebuah bus yang mengangkut pegawai pemerintahan di Kabul Timur.  

“Kemudian seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dekat lokasi serangan bus dan ledakan ketiga terjadi ketika sebuah mobil diledakkan oleh gerilyawan yang tidak dikenal," kata Rahimi, diberitakan Aljazeera.

Ledakan pertama menyebabkan lima orang tewas, sementara ledakan kedua menewaskan tujuh orang dan melukai 20 lainnya. Tidak ada korban dalam ledakan ketiga. Adapun bus yang menjadi target serangan bom bunuh diri itu milik Kementerian Pertambangan dan Perminyakan Afghanistan. 

Kelompok militan Afghanistan, Taliban, mengkalim bertanggung jawab atas salah satu bom bunuh diri di Kabul tersebut, namun membantah terlibat dalam dua ledakan lainnya. Beberapa pengamat menilai, pihak Taliban sengaja meningkatkan serangan untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar dalam perundingan dengan pemerintah Afghanistan. 
 
Di tempat lain pada hari yang sama, tujuh warga sipil –enam perempuan dan seorang anak- tewas dalam pemboman di pinggir jalan di Provinsi Nangarhar, Afghanistan Timur. Sementara empat lainnya, termasuk seorang perempuan, terluka dalam insiden yang terjadi di distrik Khogyani itu. 

Sementara, setidaknya 35 polisi terbunuh dalam sebuah serangan yang dilancarkan Taliban di Provinsi Takhar, Afghanistan Utara. Sebelumnya, pada Rabu (24/7) malam waktu setempat, sedikitnya 12 orang, termasuk enam polisi, terluka dalam pertempuran lima jam dengan Taliban. (Red: Muchlishon)
Kamis 25 Juli 2019 17:0 WIB
Palang Merah Saudi Sediakan Layanan Darurat Jamaah Haji di Madinah
Palang Merah Saudi Sediakan Layanan Darurat Jamaah Haji di Madinah
Palang Merah Arab Saudi siap siaga memberikan pelayanan medis untuk jamaah haji di Madinah (SPA).
Madinah, NU Online
Palang Merah Arab Saudi (SRCA) di Madinah menyediakan pelayanan medis dan darurat bagi para jamaah haji dan pengunjung Masjid Nabawi serta beberapa lokasi yang sering dikunjungi selama musim haji ini.

Juru bicara Palang Merah Saudi di Madinah, Khalid al-Sahli, pihaknya mulai menerapkan program-programnya itu pada awal Juli. Ada sekitar 60 tim darurat yang bekerja per shift nya. Menurut al-Sahli, semua pusat medis darurat mulai mencakup semua jalan menuju Madinah, untuk mengikuti konvoi para jamaah yang tiba atau meninggalkan kota. Sementara, 12 tim kesehatan dengan peralatan canggih mendukung pekerjaan darurat di Madinah untuk menangani semua kasus dan insiden.

Dilaporkan Arab News, Rabu (24/7), ada sekitar 1.000 relawan, laki-laki dan perempuan, yang ikut terlibat dalam program pelayanan kesehatan bagi para jamaah dan pengunjung Masjid Nabawi selama musim haji tahun ini.   

Mereka siap siaga 24 jam sehari semalam dan melaksanakan tugasnya terutama di Masjid Nabawi dan sekitarnya. Tim relawan mendukung tim darurat –yang berbasis di Madinah- selama waktu shalat dan jam-jam sibuk lainnya, saat jamaah berangkat ke Makkah.

Otoritas pusat pelatihan terus menyelenggarakan ‘ceramah’ tentang perawatan darurat untuk anggota pemerintah dan badan-badan swasta yang bekerja untuk melayani para jamaah. Mereka diberikan selebaran untuk keadaan darurat dan cara-cara menggunakan aplikasi "Asefni" (selamatkan saya). Aplikasi ini tersedia di semua sistem ponsel dalam sembilan bahasa. Para jamaah juga dapat menghubungi 997 untuk pelayanan ambulans.

Arab Saudi terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang efektif dan efisien agar jamaah dalam menjalankan haji nyaman dan mudah. Sebelumnya, Saudi meluncurkan program penyediaan air zamzam bagi para jamaah haji di kantor Al-Zamazema, Senin (22/7). Program yang diberi nama Al-Zamzami al-Sagheer itu disponsori oleh Wakil Menteri Agama untuk Haji, Hussein al-Sharif.

Amir bin Faisal Obaid, juru bicara kantor Al-Zamazema, menjelaskan, program dan inisiatif itu bertujuan untuk menyediakan air zamzam bagi para jamaah haji. Layanan ini diberikan kepada seluruh jamaah haji yang berasal dari luar wilayah Arab Saudi. Air zamzam yang didisediakan itu langsung berasal dari sumur zamzam yang terletak di Masjidil Haram, Makkah. (Red: Muchlishin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG