IMG-LOGO
Daerah

Kewajiban Mempunyai Pemimpin

Kamis 25 Juli 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Kewajiban Mempunyai Pemimpin
Pengajian pada Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Pengurus Putri Pesantren Al-Azhar Citangkolo Banjar, Kamis (18/7) malam,
Kota Banjar, NU Online
Setiap kelompok pastilah mempunyai anggota lebih dari tiga orang. Dan, setiap kelompok pastilah mempunyai pemimpin. Hal itu juga sesuai dengan ungkapan Rasulullah Saw dalam haditsnya.
 
"Apabila ummatku berkumpul lebih dari tiga orang maka harus ada pemimpinnya. Nah santri putri lebih dari tiga orang. Maka wajib harus ada pemimpin di antara kalian," kata KH Munawir Abdurrohim, pengasuh pondok pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kota Banjar, Jawa Barat.
 
Berbicara pada acara Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Pengurus Putri periode 2019-2020, Kamis (18/7) malam, Kiai Abdurrohim menegaskan acara yang digelar pada malam Jumat ini merupakan acara yang istimewa bagi umat Muslim.
 
"Karena hari Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Dan, umat Islam mempunyai kitab suci sepanjang zaman yaitu Al-Qur'an. Dengannya, seluruh manusia berpedoman," paparnya.
 
Selain Al-Qur'an ada pula sunah Nabi Saw, ijma, dan  qiyas. "Qiyas inilah yang digunakan oleh para pengurus untuk menentukan dan memecahkan permasalahan untuk mencapai ketertiban dan kenyamanan santri," imbuhnya. 
 
Abah Haji, sapaan akrab Romo KH Munawir mengingatkan kepada seluruh santri untuk rajin dan semangat dalam menjalankan ngaji serta aktivitas belajar dipondok pesantren.

Tak hanya itu, sebelum mengucapkan ikrar pelantikan, ia mengingatkan dan memberikan semangat kepada kepengurusan baru untuk selalu memberikan uswatun hasanah bagi seluruh santri.  Pengurus harus menjadi yang terdepan dalam hal kebaikan.
 
"Sebelum berjamaah, pengurus harus siap dulu. Pengurus harus tanggap dan semangat dalam berbagai kegiatan," ungkapnya.
 
Tak lupa iamengucapkan terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya yang telah mengabdi dan menyumbangkan tenaganya. "Barangsiapa berbuat kebaikan sebesar biji jarah pun maka akan mendapatkan hasilnya, begitu pun sebaliknya. Semoga bisa lebih baik dan lebih baik lagi," pungkasnya. (Siti Aisyah/Kendi Setiawan)
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 25 Juli 2019 22:30 WIB
Hadirnya Pergunu di Tagerang untuk Tangkal Radikalisme
Hadirnya Pergunu di Tagerang untuk Tangkal Radikalisme
Pergunu Tangerang hadir di Matsama
Tangerang, NU Online
Masa Ta’aruf Madrasah di Kota Tangerang Banten tahun ini ada yang berbeda. Kemenag Kota Tangerang menggandeng Pusat Studi Pengembangan (PSP) Nusantara dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Tangerang yang berlangsung dari Senin (15/7) sampai Selasa (23/7) kemarin. 
 
Ketua Pergunu Kota Tangerang Soleh Hapudin menyebutkan, kerjasama ini akan terus dilakukan dan dievaluasi. Selain sebagai pengenalan Pergunu di Kota Tangerang. Kerjasama ini juga sebagai upaya untuk menyiarkan Aswaja an-Nahdliyah ke para siswa dan guru madrasah di Kota Tangerang.
 
“Pergunu termasuk Banom baru di Kota Tangerang. Maka perlu kita kenalkan ke sekolah-sekolah dengan kerjasa sama ini,” terang Hapudin kepada NU Online, Kamis (24/7). 
 
Pergunu Kota Tangerang berharap tidak ada lagi guru-guru yang mengajarkan pemahaman radikal kepada para siswanya. “Kita akan konsen pada pembinaan dan pemantauan guru-guru yang ada di Kota Tangerang,” terangnya. 
 
Salah satu keprihatinannya adalah banyak guru di Tangerang yang salah paham tentang Islam Nusantara. Itu dibuktikan dengan sebagian sekolah yang berpandangan negatif saat salah satu anggota Pergunu datang ke sekolah. 
 
“Isu Islam Nusantara masih sensitif di kalangan guru Kota Tangerang. Ada anggota kita yang hendak menjadi pemateri Matsama, sudah ditanya dulu, Bapak mau menjelaskan Islam Nusantara?” terangnya.
 
Ia melanjutkan, anggota kami diarahkan untuk tidak mengajarkan Islam Nusantara. Padahal, kita di sana hanya menjelaskan tema Islam dan Kebangsaan. Itu menunjukkan di kalangan guru Kota Tangerang masih belum paham tentang Islam Nusantara.
 
“Ini menjadi tugas kami untuk memberikan pemahaman yang tepat tentang Islam Nusantara,” tegas Hapudin.
 
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kota Tangerang Yana Karyana menerangkan, tahun ini ada kurang lebih 150 sekolah yang dikunjungi. Kegiatan tahun ini adalah kegiatan tahun kedua. Sebelumnya hanya sekitar 30-an sekolah. Karena mendapatkan respons bagus dari siswa dan dewan guru, maka program ini diperpanjang.
 
“Sekarang ini kegiatan tahun kedua. Sebelumnya, hanya 30-an sekolah yang dikunjungi. Semoga saja kegiatan ini terus berlangsung setiap tahunnya,” harap Karyana kepada NU Online. (Suhendra/Muiz)
Kamis 25 Juli 2019 21:0 WIB
Ansor Kendal Serahkan Rumah Layak Huni kepada Korban Kebakaran
Ansor Kendal Serahkan Rumah Layak Huni kepada Korban Kebakaran
Penyerahan bantuan pembangunan rumah dari GP Ansor Kendal.
Kendal, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor Kendal, Jawa Tengah menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni kepada Suparjo (30 tahun) korban kebakaran rumah di Desa Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, Rabu (24/7). Penyerahan bantuan ditandai dengan diserahkan kunci rumah.

Serah terima sekaligus laporan pertanggungjawaban penggalangan bantuan dihadiri jajaran pengurus GP Ansor Kendal dari tingkat cabang hingga ranting, Forkompincam Kangkung, Pemerintah Desa dan masyarakat setempat. 
 
Ketua Posko GP Ansor, Ahmad Mustopa menyampaikan sumbangan dari para donatur telah digunakan untuk membangunkan kembali rumah korban yang ludes terbakar dua bulan lalu.
 
Dikatakan, sumbangan yang terkumpul berupa uang sejumlah Rp77.752.000 dan sejumlah material bangunan. Dari dana tersebut, jumlah dana untuk pembangunan rumah beserta instalasi listrik dan air menghabiskan dana sebanyak Rp36.395.000. Sementara sisanya, imbuhnya, diserahkan kepada korban.

"Alhamdulilah, pembangunan rumah dapat mulai dilaksanakan tidak sampai sebulan setelah posko kami bentuk sehari pasca musibah kebakaran, dan hari ini rumah sudah siap ditempati," terang Mustopa yang juga menjabat sebagai Ketua Ansor Ranting Desa Tanjungmojo.
 
Sementara itu, korban merasa sangat bersyukur dapat kembali menempati rumahnya. Komandan Banser desa setempat ini tidak pernah mengira rumahnya yang ludes terbakar dua bulan lalu dapat dibangun kembali. 
Setelah musibah kebakaran itu, yang tersisa hanya pakaian yang saat itu dikenakan oleh korban dan keluarganya, serta kaos Banser yang ditemukan masih utuh di antara puing-puing bekas kebakaran. 
 
"Saya tak tahu harus bilang apa, hanya bisa sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli baik moril maupun materiil," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
 
Ketua PC Ansor Kendal, Muhammad Ulil Amri, berharap korban dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Kepada korban, orang nomor satu di Ansor Kendal ini berpesan agar tidak berkecil hati mengingat kebaikan dari orang-orang yang telah membantunya. Sebaliknya, kepada masyarakat yang hadir dia mengingatkan bahwa musibah yang dialami korban bisa terjadi pada siapa pun.
 
"Sahabat Suparjo adalah prototipe kita. Kebetulan saja korban adalah anggota Banser. Tapi membantu meringankan orang yang sedang terkena musibah itu menjadi kewajiban kita semua sebagai warga masyarakat," tegas Gus Ulil.

Senada, Komandan Koramil 05 Cepiring/Kangkung melalui Babinsa Serma Riyanto mengatakan semangat gotong royong dari peristiwa ini dapat dicontoh oleh masyarakat. Menurutnya, TNI dan Polri tidak hanya konsen dalam pengamanan negara dan Kamtibmas tapi juga hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. 
 
"Ini wujud gotong royong dari semua lapisan masyarakat. Apapun bentuk kepedulian itu. Bukan hanya bantuan materiil, tapi menyemangati korban dalam menghadapi musibah itu juga sangat berarti," timpal Sugiyono, Kades Tanjungmojo.
 
Sebagaimana diberitakan, rumah milik Suparjo di Dukuh Wedari RT 02 RW 05 Desa Tanjungmojo dilalap si jago merah pada Jumat (21/6) sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu istri dan anak korban yang tengah tertidur dibangunkan oleh tetangga yang melihat api menyembul dari kamar ibunya. Menurut olah kejadian perkara oleh Polsek setempat, api diduga berasal dari percikan arus pendek listrik.
 
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Seluruh material rumah yang berasal dari kayu dan perabotan rumah ludes terbakar. Termasuk sepeda motor korban, dan sepeda kayuh milik anaknya juga tidak terselamatkan. Yang tersisa hanya sebagian dinding rumah yang disemen tampak menghitam bekas sengatan api. (Muhammad Sulhanudin/Kendi Setiawan)
Kamis 25 Juli 2019 20:0 WIB
NU Lamongan Tolak Raperda Minuman Beralkohol 
NU Lamongan Tolak Raperda Minuman Beralkohol 
Diskusi Raperda minuman beralkohol digelar dengan menghadirkan utusan dari PCNU Lamongan.
Lamongan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan, Jawa Timur menggelar diskusi cukup mendalam terkait Rancangan Peraturan Daerah atau Raperda Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Para peserta adalah perwakilan dari lembaga dan badan otonom NU setempat.
 
“Ini adalah yang kesekian kali Perda minuman keras atau miras kembali digulirkan dan tetap kita akan tolak,” kata M Basir, Rabu (24/7). 
 
Karena dalam pandangan Wakil Sekretaris PCNU Lamongan tersebut, di kawasan setempat banyak sekali pesantren dan sekolah. “Legalisasi miras hanya akan merusak kesehatan dan moral generasi muda di daerah ini, serta bertentangan pula dengan budaya, sosial dan nilai-nilai agama,” tegasnya.
 
Pengajuan dan pembahasan Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol rencana akan dilakukan dengar pendapat pada Jumat (26/7). 
 
“Oleh sebab itu NU segera mengambil sikap untuk melakukan penolakan. Isi dalam Perda tersebut mengatur tentang jenis minuman yang jelas menguntungkan pengusaha besar,” ungkapnya.
 
Nihrul Bahi Alhaidar sebagai Ketua PC LPBH NU Lamongan secara lebih rinci menjelaskan. “Dalam Perda No 3 Tahun 2004 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Keras sudah cukup gamblang dijelaskan malah yang sekarang memberikan ruang jenis minuman yang bisa diimport dari luar,” jelasnya. 
 
Dalam pandangannya, ini jelas ada pesanan dan misi dari perusahaan besar yang dititipkan dengan adanya Perda ini. “Inilah yang akan berdampak buruk nanti, apalagi dalam pengawasannyapun masih obscuur libel atau obyeknya masih kabur,” terangnya.
 
Terkait langkah cepat yang diambil sebagai lembaga hukum PCNU, maka lewat LPBH NU juga mengambil sikap tegas, “Kita juga akan melawan secara konstitusi, yaitu kita akan berkirim surat kepada DPRD dan Pemkab Lamongan di mana produk hukum berupa Perda ini cacat karena tidak melalui mekanisme dan ada yang disembunyikan,” kata pria yang juga Ketua Peradin Lamongan tersebut.
 
Selain itu karena waktunya sangat mendesak, lembaga dan Banom NU akan menggelar aksi penolakan terhadap Perda ini. Mereka antara lain perwakilan dari LPBH NU, LPBI, LAZISNU, Sarbumusi, Ansor, Banser, Lesbumi, IPNU dan PMII. (Ibnu Nawawi)
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG