IMG-LOGO
Daerah

Pelajar Dibimbing Tekan Angka Pernikahan Dini dan Perceraian 

Jumat 26 Juli 2019 19:0 WIB
Bagikan:
Pelajar Dibimbing Tekan Angka Pernikahan Dini dan Perceraian 
Utusan dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto mengikuti bimbingan pranikah.
Mojokerto, NU Online
Bimbingan perkawinan pra nikah bagi remaja terus dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kali ini para peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) serta diselenggarakan di Wisma Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama setempat, Kamis (25/7). 
 
Kegiatan merupakan angkatan kelima setelah sebelumnya telah diadakan di beberapa tempat, seperti di SMAN 1 Bangsal, SMK Ma’arif Jatirejo, SMKN 1 Dlanggu. Dan SMKN 1 Sooko telah lebih dulu melakukan kegiatan ini dengan jumlah peserta di setiap kegiatan adalah 50 orang. 
Hal ini tentunya sangat kurang jika dibandingkan dengan tingkat pernikahan di Kabupaten Mojokerto yang rata-rata pertahun sekitar sembilan ribuan peristiwa nikah,” katanya. 
 
Sasaran kegiatan bimbingan ini adalah remaja yang sudah memasuki usia nikah, yakni 16 tahun ke atas yang berasal dari unsur pelajar. Fenomena tingginya angka pernikahan dini dan perceraian khususnya di Mojokerto adalah di antara yang melatabelakangi seminar dan bimbingan pranikah ini.
 
“Bimbingan dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman terkait munakahat bagi remaja sehingga lebih matang dan dewasa dalam membina rumah tangga menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah,“ katanya. 
 
Menurutnya, pemahaman sejak dini itu penting sehingga dapat mengurangi dampak buruk dari kekeliruan dalam membangun mahligai pernikahan. “Baik kekerassan dalam rumah tangga atau KDRT maupun perceraian,” ungkapnya.
 
Abd Aziz selaku Kepala Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto sekaligus narasumber berharap dari pelaksanaan kegiatan ini dapat meningkatkan kedewasaan pola pikir remaja dan pelajar dalam membina maghligai rumah tangga.
 
“Sehingga mampu menyelesaikan permasalahan yang kemungkinan timbul pada saat membina rumah tangga,” harapnya. 
 
Menurutnya Pak Aziz panggilan akrabnya, tingginya angka pernikahan dini di masyarakat disebabkan budaya masyarakat yang masih kolot serta terjadinya kehamilan di luar nikah. 
 
Angka perceraian di masyarakat menurutnya disebabkan juga kekeliruan pasangan suami istri dalam mengelola permasalahan yang muncul ketika berumah tangga. “Sehingga akan berdampak bagi terwujudnya generasi yang cerdas dan berkualitas,”ungkapnya.
 
Dirinya berpesan bagi pentingnya persiapan dalam menghadapi perkawinan. “Hindari pernikahan dini, pergaulan bebas dan jaga nama baik organisasi,” tandasnya.
 
Kegiatan dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, Ketua LKKNU beserta pengurus dan ASN dari Kantor Kementerian Agama setempat. 
 
Narasumber kegiatan adalah Kasi Bimas Islam Abd Aziz, Chasiru Zainal Abidin yang juga dosen Universitas Islam Majapahit dan Rizki Harier Muiz. (Syaiful Alfuat/Ibnu Nawawi)
 
Bagikan:

Baca Juga

Jumat 26 Juli 2019 23:0 WIB
Pelajar Selain Pintar, Harus Berakhlak
Pelajar Selain Pintar, Harus Berakhlak
Sosialisasi dan silaturahim siswa SMK Ma'arif NU Kota Banjar
Kota Banjar, NU Online
Komandan Koramil (Danramil) 1313 Banjar Mayor Inf Agung Subekti  memberikan memotivasi kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma'arif Kota Banjar  supaya menjadi anak yang cerdas namun tetap berakhlak baik.
 
"Anak anak harus menjadi siswa siswi pintar dalam bidang akademik, tetapi tetap berakhlak dan bermoral, karena percuma pintar saja kalau tidak berakhlak," terangnya.
 
Hal tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi yang berlangsung di kampus sekolah tersebut, Kamis (25/7).
 
Dikatakan, seorang anak tidaklah dapat meraih sebuah kesuksesan dengan sendirinya, selain memiliki semangat belajar yang tinggi juga harus mendapatkan motivasi dari orangtuanya. 
 
Selain itu, siswa diharapkan bisa melihat dirinya sudah memiliki kemampuan apa saja, sehingga tidak merasa pintar. Karena hal tersebut dapat menjebak dirinya dan menjadi malas belajar. 
 
"Anak-anak harus bisa merasa, introspeksi diri,  bukan malah merasa bisa, yang akhirnya belajar seenaknya, males," harapnya.
 
Kepala Sekolah SMK Ma'arif Kota Banjar, Jawa Barat Fahmi Subhan Hasany mengatakan, saat ini tidak sedikit siswa-siswi yang kedapatan tidak mau mendengarkan nasehat dari orang tua. 
 
Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh siswa untuk senantiasa mendengarkan nasehat dari orang tua yang pastinya mengandung pesan begitu bagus untuk dilakukan. 
 
"Dengarkan nasehat orang tua, jangan jadi anak yang nakal, tidak mendengarkan perkataan orang tua," ajaknya.
 
Kapolsek Banjar Kompol Dadi Suhendar mengimbau kepada siswa-siswi supaya memilih teman untuk bergaul, jangan sembarang. Dikhawatirkan olehnya, jikalau salah dalam pergaulan dapat mengakibatkan hal yang kurang baik, tentunya sangat merugikan bagi dirinya.
 
"Apa itu kenakalan remaja, apa yang harus diwaspadai oleh anak anak, salah satunya memilih tempat bergaul, teman bergaul dan bukan eksis karena negatif, tapi eksis karena prestasi," imbaunya.
 
Dirinya juga mengajak kepada seluruh siswa-siswi supaya mulai membaca peraturan yang berlaku di Negara Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan supaya mereka dapat mengetahui hal-hal yang melanggar yang akhirnya tidak dilakukan olehnya. 
 
"Anak anak juga dibekali pengetahuan tentang aturan Hukum yg berlaku di negara ini, tentang kejahatan di kalangan remaja, tertib lalu lintas," ajaknya.
 
Camat Banjar Kania berpesan kepada seluruh siswa-siswi di SMK Ma'arif Kota Banjar supaya tetap semangat dalam belajar. Jangan minder jikalau berasal dari keluarga miskin, menurutnya sebuah kesuksesan berasal dari tekad yang kuat untuk meraihnya.
 
"Semangat belajar dan tekun, karena kesuksesan bukan karena kita anak orang kaya, anak pejabat, tapi anak siapapun itu, ketika anak punya keinginan dan kemauan untuk sukses dan berilmu maka Insyaallah sukses," pesannya. (Wahyu Akanam/Muiz)
Jumat 26 Juli 2019 22:0 WIB
PMII Bojonegoro Pertanyakan Kebijakan Bupati Soal Kartu Petani
PMII Bojonegoro Pertanyakan Kebijakan Bupati Soal Kartu Petani
Bupati Bojonegoro luncurkan Kartu Petani Mandiri (KPM)
Bojonegoro, NU Online 
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, secara resmi telah meluncurkan program unggulannya Kartu Petani Mandiri (KPM) di lapangan Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (23/7) kemarin. 
 
Namun Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, mempertanyakan mekanisme realisasi Progam Petani Mandiri (PPM) itu.
 
Ketua Cabang PC PMII Bojonegoro, M Nur Hayan mengapresiasi atas keseriusan Pemkab dalam realisasi KPM yang langsung diluncurkan Bupati Bojonegoro. Sehingga menjadi angin segar bagi semua petani untuk ikut andil dalam mengakses program tersebut.
 
Seharusnya selain diluncurkan, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Pertanian juga menjelaskan ke publik mengenai mekanisme realisasi program PPM, agar masyarakat bisa tercerahkan atas program tersebut. 
 
"Ada beberapa hal yang seharusnya disampaikan oleh Dinas Pertanian, terkait dengan mekanimse realisasi PPM, seperti halnya akses Pelatihan, Pemberdayaan Bumdes, asuransi gagal panen, dan akses beasiswa untuk keluarga Petani," terangnya kepada NU Online Kamis (25/7).
 
Menurut Hayan, dalam Perbup nomor 48 tahun 2018 dan Perbup nomor 20 tahun 2019 belum ada penjelasan mengenai mekanisme realisasi ke empat manfaat tersebut. 
"Hanya menjelaskan manfaat pertama dengan bantuan berupa barang dengan jumlah maksimal 10 juta dan diberikan secara bertahap satu minggu setelah pencairan," jelasnya.
 
Saat peluncuran KPM, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth menyebut KPM yang masuk dalam progam PPM ini adalah satu dari tujuh belas progam unggulan dari Pemkab Bojonegoro.
 
PPM sendiri adalah dana hibah, sehingga program ini tidak dapat di akses setiap tahun. Dengan KPM ke depannya bisa digunakan untuk pelatihan, beli pupuk, hasil panennya akan dibeli oleh BUMDes masing-masing, asuransi gagal panen, dan dapat digunakan untuk mengakses beasiswa.
 
Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awannah menuturkan, jika ada petani yang belum terdaftar di kelompok tani, bisa membuat kelompok tani dengan tetangganya. Sebab, di dalam peraturan sendiri memperbolehkan setiap desa mempunyai lebih dari 1 kelompok tani.
 
"Tidak ada pembatasan jumlah kelompok tani, silahkan buat, maksimal 25 anggota. Para petani juga tidak perlu khawatir tentang penyerapan gabah, nanti akan diserap oleh BUMDes masing-masing, silahkan bicara ke Kades untuk membentuk BUMDes nanti kita juga ada anggaran untuk BUMDes tersebut," pungkas Bupati Anna. (M Yazid/Muiz)
Jumat 26 Juli 2019 21:30 WIB
Gedung Hoofdbestuur NU Surabaya Jadi Saksi Ikrar Mualaf 
Gedung Hoofdbestuur NU Surabaya Jadi Saksi Ikrar Mualaf 
Ketua PCNU Surabaya (baju batik) usai ikrar seorang mualaf di kantor setempat.
Surabaya, NU Online
Rais Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Mas Sulaiman Nur membimbing seorang pria dari Surabaya melakukan ikrar dua kalimat syahadat. Kegiatan dilakukan di aula Gedung Hoofdbestuur PCNU Kota Surabaya, jalan Bubutan, Kamis (25/7). 
 
Sedangkan yang menjadi saksi pada prosesi sakral itu Wakil Rais KH Soleh Sahal, Ketua PCNU, H Muhibbin Zuhri, Wakil Ketua PCNU KH Sholahuddin Azmi. Turut hadir pula Sekretaris PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya Abdul Holil dan Ketua Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor, M Mundir. 
 
"Sudah hapal kalimat syahadat?" tanya Kiai Mas Sulaiman saat akan membimbing pria yang diketahui bernama Jhony Hidajat itu. 
 
"Sudah kiai, tapi nanti sambil dituntun," pinta pria akrab disapa Bang Jhon tersebut.
 
Kemudian, prosesi ikrar tersebut berlangsung khidmat. Hingga akhirnya dua kalimat syadat telah diikrarkan. Suasana yang awalnya demikian hening  berubah menjadi meriah karena semua yang hadir berseru alhamdulillah.
 
"Sah, alfatihah," kata Kiai Mas Sulaiman usai membimbing pria tersebut dan mengganti namanya menjadi Ahmad Junaidi Hidajat.
 
Dalam pengakuan Kiai Mas Sulaiman, nama yang diberikan melewati sejumlah pertimbangan dan musyawarah.
 
"Nama ini tadi hasil musyawarah bersama para pengurus. Jadi, nanti orang-orang yang kenal Bang Jhon tetap manggil seperti biasanya,” kata Kiai Mas Sulaiman.
 
Sedangkan, H Muhibbin Zuhri mengatakan bahwa ini momen bersejarah.
 
“Semoga di tempat yang dulu para muassis (pendiri) NU melakukan perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam sampai melawan penjajahan, menginspirasi kita semua, khususnya kepada Mas Jhon, semoga terus berjuang," tandasnya. (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG