IMG-LOGO
Daerah

PMII Bojonegoro Pertanyakan Kebijakan Bupati Soal Kartu Petani

Jumat 26 Juli 2019 22:0 WIB
Bagikan:
PMII Bojonegoro Pertanyakan Kebijakan Bupati Soal Kartu Petani
Bupati Bojonegoro luncurkan Kartu Petani Mandiri (KPM)
Bojonegoro, NU Online 
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, secara resmi telah meluncurkan program unggulannya Kartu Petani Mandiri (KPM) di lapangan Desa Ngujung, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (23/7) kemarin. 
 
Namun Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, mempertanyakan mekanisme realisasi Progam Petani Mandiri (PPM) itu.
 
Ketua Cabang PC PMII Bojonegoro, M Nur Hayan mengapresiasi atas keseriusan Pemkab dalam realisasi KPM yang langsung diluncurkan Bupati Bojonegoro. Sehingga menjadi angin segar bagi semua petani untuk ikut andil dalam mengakses program tersebut.
 
Seharusnya selain diluncurkan, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Pertanian juga menjelaskan ke publik mengenai mekanisme realisasi program PPM, agar masyarakat bisa tercerahkan atas program tersebut. 
 
"Ada beberapa hal yang seharusnya disampaikan oleh Dinas Pertanian, terkait dengan mekanimse realisasi PPM, seperti halnya akses Pelatihan, Pemberdayaan Bumdes, asuransi gagal panen, dan akses beasiswa untuk keluarga Petani," terangnya kepada NU Online Kamis (25/7).
 
Menurut Hayan, dalam Perbup nomor 48 tahun 2018 dan Perbup nomor 20 tahun 2019 belum ada penjelasan mengenai mekanisme realisasi ke empat manfaat tersebut. 
"Hanya menjelaskan manfaat pertama dengan bantuan berupa barang dengan jumlah maksimal 10 juta dan diberikan secara bertahap satu minggu setelah pencairan," jelasnya.
 
Saat peluncuran KPM, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth menyebut KPM yang masuk dalam progam PPM ini adalah satu dari tujuh belas progam unggulan dari Pemkab Bojonegoro.
 
PPM sendiri adalah dana hibah, sehingga program ini tidak dapat di akses setiap tahun. Dengan KPM ke depannya bisa digunakan untuk pelatihan, beli pupuk, hasil panennya akan dibeli oleh BUMDes masing-masing, asuransi gagal panen, dan dapat digunakan untuk mengakses beasiswa.
 
Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awannah menuturkan, jika ada petani yang belum terdaftar di kelompok tani, bisa membuat kelompok tani dengan tetangganya. Sebab, di dalam peraturan sendiri memperbolehkan setiap desa mempunyai lebih dari 1 kelompok tani.
 
"Tidak ada pembatasan jumlah kelompok tani, silahkan buat, maksimal 25 anggota. Para petani juga tidak perlu khawatir tentang penyerapan gabah, nanti akan diserap oleh BUMDes masing-masing, silahkan bicara ke Kades untuk membentuk BUMDes nanti kita juga ada anggaran untuk BUMDes tersebut," pungkas Bupati Anna. (M Yazid/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Jumat 26 Juli 2019 23:0 WIB
Pelajar Selain Pintar, Harus Berakhlak
Pelajar Selain Pintar, Harus Berakhlak
Sosialisasi dan silaturahim siswa SMK Ma'arif NU Kota Banjar
Kota Banjar, NU Online
Komandan Koramil (Danramil) 1313 Banjar Mayor Inf Agung Subekti  memberikan memotivasi kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma'arif Kota Banjar  supaya menjadi anak yang cerdas namun tetap berakhlak baik.
 
"Anak anak harus menjadi siswa siswi pintar dalam bidang akademik, tetapi tetap berakhlak dan bermoral, karena percuma pintar saja kalau tidak berakhlak," terangnya.
 
Hal tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi yang berlangsung di kampus sekolah tersebut, Kamis (25/7).
 
Dikatakan, seorang anak tidaklah dapat meraih sebuah kesuksesan dengan sendirinya, selain memiliki semangat belajar yang tinggi juga harus mendapatkan motivasi dari orangtuanya. 
 
Selain itu, siswa diharapkan bisa melihat dirinya sudah memiliki kemampuan apa saja, sehingga tidak merasa pintar. Karena hal tersebut dapat menjebak dirinya dan menjadi malas belajar. 
 
"Anak-anak harus bisa merasa, introspeksi diri,  bukan malah merasa bisa, yang akhirnya belajar seenaknya, males," harapnya.
 
Kepala Sekolah SMK Ma'arif Kota Banjar, Jawa Barat Fahmi Subhan Hasany mengatakan, saat ini tidak sedikit siswa-siswi yang kedapatan tidak mau mendengarkan nasehat dari orang tua. 
 
Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh siswa untuk senantiasa mendengarkan nasehat dari orang tua yang pastinya mengandung pesan begitu bagus untuk dilakukan. 
 
"Dengarkan nasehat orang tua, jangan jadi anak yang nakal, tidak mendengarkan perkataan orang tua," ajaknya.
 
Kapolsek Banjar Kompol Dadi Suhendar mengimbau kepada siswa-siswi supaya memilih teman untuk bergaul, jangan sembarang. Dikhawatirkan olehnya, jikalau salah dalam pergaulan dapat mengakibatkan hal yang kurang baik, tentunya sangat merugikan bagi dirinya.
 
"Apa itu kenakalan remaja, apa yang harus diwaspadai oleh anak anak, salah satunya memilih tempat bergaul, teman bergaul dan bukan eksis karena negatif, tapi eksis karena prestasi," imbaunya.
 
Dirinya juga mengajak kepada seluruh siswa-siswi supaya mulai membaca peraturan yang berlaku di Negara Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan supaya mereka dapat mengetahui hal-hal yang melanggar yang akhirnya tidak dilakukan olehnya. 
 
"Anak anak juga dibekali pengetahuan tentang aturan Hukum yg berlaku di negara ini, tentang kejahatan di kalangan remaja, tertib lalu lintas," ajaknya.
 
Camat Banjar Kania berpesan kepada seluruh siswa-siswi di SMK Ma'arif Kota Banjar supaya tetap semangat dalam belajar. Jangan minder jikalau berasal dari keluarga miskin, menurutnya sebuah kesuksesan berasal dari tekad yang kuat untuk meraihnya.
 
"Semangat belajar dan tekun, karena kesuksesan bukan karena kita anak orang kaya, anak pejabat, tapi anak siapapun itu, ketika anak punya keinginan dan kemauan untuk sukses dan berilmu maka Insyaallah sukses," pesannya. (Wahyu Akanam/Muiz)
Jumat 26 Juli 2019 21:30 WIB
Gedung Hoofdbestuur NU Surabaya Jadi Saksi Ikrar Mualaf 
Gedung Hoofdbestuur NU Surabaya Jadi Saksi Ikrar Mualaf 
Ketua PCNU Surabaya (baju batik) usai ikrar seorang mualaf di kantor setempat.
Surabaya, NU Online
Rais Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH Mas Sulaiman Nur membimbing seorang pria dari Surabaya melakukan ikrar dua kalimat syahadat. Kegiatan dilakukan di aula Gedung Hoofdbestuur PCNU Kota Surabaya, jalan Bubutan, Kamis (25/7). 
 
Sedangkan yang menjadi saksi pada prosesi sakral itu Wakil Rais KH Soleh Sahal, Ketua PCNU, H Muhibbin Zuhri, Wakil Ketua PCNU KH Sholahuddin Azmi. Turut hadir pula Sekretaris PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya Abdul Holil dan Ketua Majelis Dzikir Shalawat Rijalul Ansor, M Mundir. 
 
"Sudah hapal kalimat syahadat?" tanya Kiai Mas Sulaiman saat akan membimbing pria yang diketahui bernama Jhony Hidajat itu. 
 
"Sudah kiai, tapi nanti sambil dituntun," pinta pria akrab disapa Bang Jhon tersebut.
 
Kemudian, prosesi ikrar tersebut berlangsung khidmat. Hingga akhirnya dua kalimat syadat telah diikrarkan. Suasana yang awalnya demikian hening  berubah menjadi meriah karena semua yang hadir berseru alhamdulillah.
 
"Sah, alfatihah," kata Kiai Mas Sulaiman usai membimbing pria tersebut dan mengganti namanya menjadi Ahmad Junaidi Hidajat.
 
Dalam pengakuan Kiai Mas Sulaiman, nama yang diberikan melewati sejumlah pertimbangan dan musyawarah.
 
"Nama ini tadi hasil musyawarah bersama para pengurus. Jadi, nanti orang-orang yang kenal Bang Jhon tetap manggil seperti biasanya,” kata Kiai Mas Sulaiman.
 
Sedangkan, H Muhibbin Zuhri mengatakan bahwa ini momen bersejarah.
 
“Semoga di tempat yang dulu para muassis (pendiri) NU melakukan perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam sampai melawan penjajahan, menginspirasi kita semua, khususnya kepada Mas Jhon, semoga terus berjuang," tandasnya. (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)
Jumat 26 Juli 2019 21:0 WIB
Periode Kepengurusan Berakhir, NU Sumedang Gelar Konfercab
Periode Kepengurusan Berakhir, NU Sumedang Gelar Konfercab
PCNU Sumedang, Jabar
Sumedang, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang Jawa Barat KH Sa'dulloh mengatakan, PCNU Sumedang akan menggelar permusyawaratan tertinggi pengurus tingkat cabang, yakni Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13 NU.
 
"Pelaksanaannya akan dilakukan selama dua hari. Yaitu, Sabtu-Ahad,  (27-28/7) besok," ujar Sa'dulloh saat menggelar Konfrensi Pers di Gedung PCNU Sumedang, Kamis (25/7) kemarin.
 
Dikatakan, Konfercab ini sudah yang ke-13 kali sejak NU di Sumedang berkiprah. Berperan membina masyarakat berlandaskan Islam Ahlussunnah Waljamaah, Islam Rahmatan Lilalamin.
 
"Kita mengusung tema 'Kontektualisme Fikrah Nahdliyyah Dalam Menumbuhkan Kembali Semangat Nasionalisme', khususnya di Kabupaten Sumedang," jelasnya.
 
Ia menuturkan, tema ini diambil karena seperti diketahui dalam beberapa bulan lalu melaksanakan perhelatan Pilpres, Pemilu, dan Pileg yang menyita waktu tenaga dan pikiran. Terutama, melihat panasnya suasana politik, kemudian dikhawatirkan mengarah pada perpecahan bangsa.
 
"Karena itu, semangat nasionalisme dan cinta tanah air perlu dibangunkan dan digaungkan kembali," tegasnya.
 
Sa'dulloh menuturkan, pada Kofercab kali ini tidak hanya digaungkan semangat menjaga persatuan, kesatuan, dan kekeluargaan di kalangan NU saja, tapi NU menginginkan agar seluruh masyarakat, khususnya yang ada di Sumedang kembali bersatu setelah perhelatan Pilpres.
 
"Apalagi, semuanya sudah diputuskan di MK. Kita kembali melaksanakan aktifitas normal sebagai anak anak bangsa," tukasnya.
 
Dijelaskan, Konfercab NU ini melalui sidang sidang komisi akan menentukan dan merumuskan program kerja lima tahun ke depan. Kemudian, yang paling krusial adalah pemilihan pengurus, yaitu Rais dan Ketua PCNU Sumedang masa bakti 2019-2024.
 
"Tentu harapan kami pada masyarakat, terutama warga NU agar Konfercab berjalan lancar dan sukases. Menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi warga NU khususnya dan bagi warga Sumedang umumnya. Dan mendapatkan ridlo dari Allah SWT sehingga apa yang diputuskan serta perjuangan para kiai mendapatkan pahala di sisi Allah SWT," harapnya.
 
Ketua Panitia Konfercab NU Jujun Juhanda mengatakan, pihaknya diberikan mandat PCNU Sumedang untuk melaksanakan tugas kepanitiaan untuk menyukseskan pelaksanaa Konfercab NU. Pihaknya akan berusaha melaksanakan amanah ini dengan sebaik baiknya.
 
"Dua hari ke depan Insyaallah kita akan sama-sama melaksanakan Konfercab meskipun rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan sejak 2 Juni 2019 yang diawali dengan pra Konfercab ke 1," jelasnya.
 
Kemudian, kata dia, pra Konfercab ke 2 dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2019. Tentu hasil Pra Konfercab 1 dan ke 2 akan dibawa ke Konfercab.
 
"Mudah mudahan hasil keputusan keputusan Konfercab mendatang akan menjadi keputusan yang terbaik bagi NU Kabupaten Sumedang," pungkasnya. (Ayi Abdul Kohar/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG