IMG-LOGO
Internasional

Agar Jamaah Haji Nyaman, Arab Saudi Kurangi Panas di Jalur Pejalan Kaki

Jumat 26 Juli 2019 22:30 WIB
Bagikan:
Agar Jamaah Haji Nyaman, Arab Saudi Kurangi Panas di Jalur Pejalan Kaki
Permukaan sebuah jalur pejalan kaki di Makkah setelah dilapisi ubin penghambat panas (Arab News)
Makkah, NU Online
Otoritas Arab Saudi telah berhasil menyelesaikan fase pertama proyek pelapisan penghambat panas pada permukaan trotoar di jalur pejalan kaki di situs-situs suci Makkah. Proyek tersebut melapisi  3.500 meter persegi jalur pejalan kaki di Mina sampai fasilitas jamarat. 

Direktur Jenderal Situs-situs Suci Makkah, Ahmed Manshi, menjelaskan, proyek tersebut dimaksudkan untuk mengurangi suhu pada permukaan jalur pejalan kaki di sejumlah situs suci di Makkah. Menurutnya, proyek ini akan membantu mengurangi suhu hingga 15-20 derajat celcius. Suhu akan direkam setiap 10 detik selama musim menggunakan sensor yang dipasang di bawah aspal.

"Proyek ini bertujuan untuk mengurangi suhu permukaan trotoar di daerah Shaiben, dan ada kemungkinan untuk memasukkan fasilitas Jamarat, dan melapisi beberapa jalur pejalan kaki dan tempat-tempat suci," jelas Manshi, dikutip dari laman Arab News, Kamis (25/7).

Proyek ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah ketika mereka menjalankah haji. Terutama ketika mereka bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Melalui proyek itu, jalur jalan kaki di Mina hingga fasilitas jamarat diaspal menggunakan ubin yang terkait. Di kedua sisi jalur pejalan kaki disediakan bangku-bangku untuk jamaah beristirahat.

Tabir surya juga telah dipasang untuk melindungi para jamaah haji dari sinar matahari. Jalur pejalan kaki juga dilengkapi dengan penghalang beton untuk mencegah kendaraan memasuki area itu.
 
Sementara untuk penerangan, digunakan tiang berteknologi tinggi dan balok LED. Selain lebih terang, balok LED ini juga lebih hemat dan rendah emisi dari pada lampu penerang biasa. 

Untuk mengukur keberhasilan proyek ini, Manshi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan survei kepada para jamaah selama musim haji tahun ini. Apakah suhu panas di sejumlah jalur pejalan kaki yang dilapisi itu berkurang atau tidak.

Manshi mengaku sudah berkoordinasi dengan Raja Salman terkait dengan proyek tersebut. Ia menyebut, pihaknya telah merekomendasikan untuk melakukan hal yang sama ke jalur-jalur pejalan kaki lainnya di Makkah. (Red: Muchlishon)
Bagikan:

Baca Juga

Jumat 26 Juli 2019 23:30 WIB
Selain Kurma, Ini 7 Oleh-oleh Khas Arab yang Bisa Dibeli Jamaah Haji
Selain Kurma, Ini 7 Oleh-oleh Khas Arab yang Bisa Dibeli Jamaah Haji
Toko oleh-oleh di Makkah (Foto: gitanuha27.devianart.com)
Jakarta, NU Online
Ada banyak oleh-oleh yang bisa dibawa pulang jamaah haji setelah mereka kembali ke negaranya masing-masing. Kurma dan air zamzam adalah di antaranya. Selama ini, kurma dan air zamzam seakan-akan menjadi oleh-oleh wajib para jamaah. Namun di samping dua buah tangan itu, ada beberapa oleh-oleh khas Arab yang tidak kalah menarik.

Pertama, kismis. Kismis Arab terbuat dari anggur yang dikeringkan. Biasanya berwana kuning atau kecokelatan. Kismis Arab sangat berbeda dengan kismis hitam yang ada di Indonesia. Jamaah haji bisa menemukan kismis di sepanjang Jalan King Abdul Azis dan pasar Jafariyah yang lokasinya tidak jauh dari Masjidil Haram. Harga kismis biasanya banderol mulai dari 20 Riyal Saudi (SR) atau setara Rp 74 ribu per kilogramnya.

Kedua, kacang Arab. Kacang Arab berbentuk bulat dan kecil. Ia sangat mudah ditemukan di toko oleh-oleh di Makkah dan Madinah. Selain rasanya enak, kacang Arab juga menyehatkan karena mengandung fosfor, vitamin K, zat besi, magnesium, dan folat. Biasanya kacang ini berwarna krem, namun juga ada warna lainnya seperti merah, hitam, dan cokelat. Harganya mulai dari SR 40 atau Rp 148 ribu per kilogram.

Ketiga, kacang pistachio. Kacang pistachio kerap kali menjadi oleh-oleh jamaah sepulang melaksanakan haji. Daging kacang ini berwarna hijau, sementara kulitnya krem. Kacang pistachio memiliki banyak manfaat, diantaranya mencegah kanker, melindungi saraf, dan menjaga kesehatan jantung. Per kilonya dibaderol dengan harga SR 10-50 atau Rp 37 ribu-185 ribu.  

Keempat, cokelat batu. Jika dilihat sekilas, cokelat batu mirip dengan batu kerikil akuarium. Cokelat ini memiliki bentuk seperti kerikil dan berwarna-warni. Bentuknya yang unik dan rasanya yang manis membuat cokelat batu disukai anak-anak. 

Kelima, buah tin. Buah tin disebutkan memiliki banyak manfaat, diantaranya sumber energi, membentuk sel darah merah, antibakteri, dan melancarkan sistem pencernaan. Perlu diketahui, ada dua jenis buah tin yang bisa dibeli; buah tin kering dan siap kemas. Harganya berbeda-beda, dari Rp 45 ribu – 155 ribu, tergantung jenis dan mereknya.

Keenam, ma’amoul. Ma’moul adalah biskuit atau roti khas Arab yang berisi kurma dengan rasa manis. Harganya mulai dari Rp 18 ribu-180 ribu, tergantung ukurannya. Ketujuh, malban. Malban merupakan sejenis permen jeli. Sebagian orang menyebutnya noughat khas Lebanon. Malban terbuat dari pasta buah anggur dan gelatin. Tekstunya begitu kenyal. Namun sekarang, malban memiliki varian. 

Di samping buah tangah khas Arab berupa makanan di atas, jamaah haji juga bisa membeli oleh-oleh berupa barang seperti tasbih, sajadah, peci, mukena, dan kosmetik Arab. (Red: Muchlishon)
Jumat 26 Juli 2019 19:30 WIB
Presiden Palestina Ancam Putus Kerja Sama dengan Israel
Presiden Palestina Ancam Putus Kerja Sama dengan Israel
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (Reuters)
Yerusalem, NU Online
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menyatakan, dirinya telah memutuskan untuk segera memutus kerja sama atau perjanjian dengan Israel. Ia mengatakan, Palestina akan membentuk tim khusus untuk mempelajari cara menerapkan keputusan penghentian perjanjian tersebut.
 
"Kami mengumumkan keputusan kepemimpinan kami untuk menghentikan implementasi kesepakatan yang ditandatangani dengan Israel," kata Abbas, diberitakan AFP, Kamis (26/7). 
 
Seperti diketahui, selama ini Palestina dan Israel menjalin kerja sama dalam berbagai sektor, mulai dari keamanan hingga perairan.  
 
Abbas dan sejumlah pejabat Palestina sudah beberapa kali mengancam menghentikan perjanjian dengan Israel, namun ancaman itu belum pernah dilaksanakan. Akan tetapi, Abbas kali ini menyatakan ancamannya itu secara jelas dan gamblang. Sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
 
Keamanan di Tepi Barat dinilai akan terkena dampak yang besar jika Palestina betul-betul melaksanakan ancaman pemutusan segala kerja sama dengan Israel. 
 
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Palestina dan Israel semakin tegang, terutama daerah Tepi Barat. Ketegangan itu dipicu aksi Israel yang memangkas pembagian pajak kepada Palestina pada Februari lalu.
 
Sesuai dengan perjanjian damai sementara, Israel mengumpulkan pajak atas nama warga Palestina. Rata-rata pajak yang berhasil dikumpulkan Israel mencapai 222 juta dolar AS per bulannya. Israel kemudian memamgkas aliran dana tersebut sebagai bentuk protes dan tekanan karena kesepakatan damai mandeg pada 2014 lalu.
 
Palestina menyebut, pamangkasan pembagian pajak oleh Israel itu sebagai sebuah pembajakan yang sengaja dilakukan untuk mengancam dan menekan mereka. Dampak dari pemangkasan itu, Otoritas Palestina semakin terdesak, terlebih setelah Amerika Serikat (AS) juga mencabut bantuan sebagian besar bantuannya sebagai bentuk tekanan agar perjanjian damai disetujui. 
 
Ketegangan terbaru kedua negara tersebut adalah ketika Israel menghancurkan sejumlah bangunan di Wadi al-Hummos, Sur Baher, kawasan di bawah Otoritas Palestina, pada Senin (22/7) kemarin. Pihak Israel mengklaim, bangunan-bangunan itu ilegal karena terlalu dekat dengan tembok perbatasan yang dibangun Israel di sekitar Tepi Barat sehingga harus dihancurkan.
 
Otoritas Palestina menilai, apa yang dilakukan Israel itu ilegal dan merupakan kejahatan perang. Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, mendesak Pengadilan Kriminal Internasional menginvestigasi penghancuran rumah warga Palestina itu.
 
Apa yang dilakukan Israel di Wadi al-Hummos itu menjadi kontroversial karena bangunan-bangunan warga Palestina itu sebagian terletak di Tepi Barat, di bawah Otoritas Palestina. (Red: Muchlishon)
Jumat 26 Juli 2019 18:45 WIB
Diancam Bom, Umat Muslim di Jerman Menuntut Perlindungan Keamanan
Diancam Bom, Umat Muslim di Jerman Menuntut Perlindungan Keamanan
Kelompok ultra konservatif unjuk rasa menentang pembangunan masjid di Jerman (picture-alliance/revierfoto)
Berlin, NU Online
Juru bicara Dewan Koordinasi Muslim Jerman, Nurhat Soykan, mengatakan, umat Muslim di negara itu tengah khawatir. Pasalnya pada bulan Juli saja, ada banyak ancaman bom terhadap sejumlah masjid di München, Villingen-Schwenningen, Iserlohn, dan Masjid Besar Köln. Masjid-masjid di Mainz, Duisburg, dan Mannheim juga menerima ancaman serupa.
 
Soykan menyebut, pemerintah Jerman memiliki kewajiban untuk menjamin semua warga negaranya bebas menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, tanpa rasa khawatir akan ancaman dan kekerasan. Dia menegaskan, negara wajib melakukan upaya-upaya untuk membangun sikap saling percaya di antara rakyatnya.
 
"Koeksistensi kita dalam bahaya, dan dengan demikian demokrasi kita. Itu tidak bisa diterima," kata Soykan, diberitakan DW, Kamis (25/7).
 
Pernyataan Soykan dibenarkan Ketua Dewan Pusat Muslim di Jerman, Aiman Mazyek. Dia mengaku khawatir dengan ancaman kekerasan yang meningkat terhadap Muslim. Menurutnya, islamofobia telah mengalami peningkatan di Jerman. Setiap pekannya, ada saja masjid yang diserang dan dinodai. Tidak hanya tempat ibadah, individu juga kerap kali menjadi sasaran. 
 
“Sejak 2017 ketika serangan Islamofobia terhadap Muslim dan masjid pertama kali dicatat telah terjadi peningkatan serangan yang menyebabkan kerusakan fisik," kata Mazyek.
 
Mazyek menambahkan, situasi semakin parah karena banyak korban yang ‘sungkan’ melaporkan kekerasan dan pelecehan kepada pihak yang berwajib karena pasukan polisi dan pengadilan Jerman dinilai belum punya sensibilitas dan pelatihan untuk menangani persoalan ini.
 
Untuk itu, komunitas Musim Jerman mulai gencar mengadakan seminar tentang potensi ancaman, pemeriksaan dan pengawasan, meningkatkan kesadara umat Muslim untuk melapor, dan bagaimana meningkatkan daya tanggap polisi terkait masalah itu.
 
Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer menyatakan, tempat-tempat ibadah memang sering kali menjadi sasaran para teroris. Menurutnya, jika memang ada bukti ancaman terhadap tempat-tempat ibadah maka pihak berwenang akan memberikan perlindungan yang lebih baik. 
 
Dilaporkan, ancaman terhadap masjid-masjid di Jerman belakangan ini diketahui memang tidak benar atau palsu. Namun demikian, Soykan menegaskan bahwa ancaman-ancaman itu membuat umat Muslim di Jerman menjadi cemas dan gelisah ketika pergi ke masjid untuk beribadah.
 
"Tingkat ancaman saat ini diremehkan, dan seruan kami untuk meningkatkan perlindungan masjid belum diperhatikan," kata Soykan, yang belum puas dengan pernyataan Seehofer. 
 
Pada 2017, kejahatan islamofobia di Jerman mencapai 1075 kasus sementara serangan terhadap masjid 239 kasus. Untuk tahun 2018, datanya belum tersedia namun demikian penghitungan awal menunjukkan bahwa korban luka lebih banyak dari pada tahun sebelumnya. Misalnya, pada rentang waktu Januari hingga September 2018 ada 40 orang terluka akibat serangan islamofobia. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG