IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Pelajar Dituntut Ekstra Waspada terhadap Kabar yang Diterima

Sabtu 27 Juli 2019 18:30 WIB
Bagikan:
Pelajar Dituntut Ekstra Waspada terhadap Kabar yang Diterima
Pelatihan jurnalistik pelajar di MA Abu Amr, Pasrepan, Pasuruan, Jawa Timur.
Pasuruan, NU Online
Maraknya media online yang saat ini bertebaran di jagat maya, tentu tidak semuanya bisa dipertanggung jawabkan apakah informasi yang diberikan akurat. Untuk itulah para pelajar agar cerdas dalam memilih media yang digunakan sebagai rujukan informasi. 
 
"Sebagai pelajar harus cerdas dalam memilih media mana yang informasinya bisa dipertanggung jawabkan. Dan pelajar zaman now juga harus bisa memilah mana berita sampah dan mana berita yang benar-benar layak untuk disebarkan ke masyarakat atau tidak," kata Shohib, Jumat (26/7).
 
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Jurnalistik Pelajar yang digelar di MA Abu Amr, Pasrepan, Pasuruan, Jawa Timur.
 
Menurut Shohib, salah memilih media akan membuat kita terjebak dalam arus media yang notabene tidak berbadan hukum, sehingga sangat mudah untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks.
 
"Karena dengan salah ikut menyebarkan berita bohong dan merugikan publik,” katanya. 
 
Hal tersebut bisa membuat seseorang terjerat segudang pasal, di antaranya UU Informasi dan Transaksi Elektronik ITE (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.
 
Oleh karena itu, pada kesempatan yang sama, alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini memberikan tips khusus kepada para pelajar agar cerdas dalam memilih media sebagai rujukan informasi.
 
"Lihat nama medianya apakah sudah resmi berbadan hukum apa belum, karena itu bisa menjadi acuan utama apakah informasi yang diberikan media tersebut bisa dipertanggung jawabkan apa tidak," tegas pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II Dewan Kesenian Kota Pasuruan tersebut.
 
Selanjutnya, tambah Shohib agar tidak salah dalam memilih media, para pelajar harus bisa mencermati susunan redaksi dan sekaligus alamat kantor yang tercantum di media tersebut. "Media resmi pastinya memiliki susunan redaksi dan alamat yang jelas," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, pria yang aktif menulis sejumlah buku ini menambahkan bahwa media yang bisa menjadi rujukan informasi adalah media yang sudah masuk verifikasi dewan pers.
 
"Minimal media tersebut sudah tergabung dalam organisasi media yang telah berbadan hukum, misalnya Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI. Karena untuk masuk dalam anggota AMSI sendiri harus melewati beberapa proses yang salah satu di antaranya dicek keabsahan dari media tersebut," terang pria yang juga Koordinator Daerah (Korda) Amsi Malang Raya tersebut.
 
Menurutnya, apabila media yang akan dijadikan rujukan informasinya berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
 
Sementara itu, Fisona selaku Kepala MA Abu Amr menyampaikan bahwa diharapkan dengan digelarnya pelatihan jurnalistik pelajar di sekolahnya, para pelajar dapat menambah wawasan para pelajar tentang dunia jurnalistik.
 
"Dan minimal mereka nanti menjadi lebih hati-hati untuk tidak menyebarkan berita hoaks. Selain itu, pasca pelatihan jurnalistik ini saya berharap nanti mereka bisa membuat buletin atau majalah sekolahan yang berkualitas dalam menyajikan informasi," tutupnya. (Moh Kholidun/Ibnu Nawawi)
 
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 27 Juli 2019 23:45 WIB
Kiai Madura Ajak Nahdliyin Massifkan Dakwah di Medsos
Kiai Madura Ajak Nahdliyin Massifkan Dakwah di Medsos
Pengajian NU di Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro.
Tangerang Selatan, NU Online
Kiai muda asal Madura, Jawa Timur, KH Kholid Ar-Rifa'i menyerukan kepada segenap Nahdliyin di Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro, agar aktif menyebarkan kajian ulama NU di media sosial. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi pergerakan kelompok anti toleransi yang menjamur belakangan ini di dunia maya.
 
"Kalau bisa, kita ini warga nahdliyin harus melek teknologi terutama media sosial," katanya, Rabu (24/7).
 
"Dulu kita diam. Sekarang tidak bisa begitu. Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah di medsos harus bisa mengimbangi dakwah kelompok yang terlalu gampang mengkafirkan dan membidahkan amalan orang NU," lanjut Ketua Umum Forum Kiai Muda NU (FKM-NU) Banten.
 
Kiai Kholid juga berpesan agar jamaah selalu berpegang teguh pada amaliah para ulama. Sebab, ulama adalah pewaris para Nabi.
 
"Konsep akidah Ahlussunnah wal Jamaah menurut NU, yaitu berakidah menurut dua imam; Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi," ungkap kiai yang sering mengisi siaran ceramah di Channel TV dan antv Jawa Timur ini.
 
"Kalau dalam syariat fiqih, kita mengikuti imam empat mazhab yaitu Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali," lanjut pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Tangerang Selatan itu.
 
Sementara dalam hal tasawuf, imbuh dia, NU mengikuti mazhab Imam al-Junaid al-Baghdadi dan madzhab Imam Abu Hamid al-Ghazali.
 
Beberapa rombongan organisasi Nahdliyin tampak hadir dalam pengajian tersebut. Di antaranya perwakilan Alumni Ikatan Mahasiswa Nahdliyin Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (Al Iman PKN STAN), LDNU, Banser-Ansor, dan sebagian warga Emerald District Bintaro.
 
Seperti diketahui, jamaah Nahdliyin Masjid Ash Shaff di Tangerang Selatan ini pernah berselisih pendapat dengan pengurus masjid pada awal Februari 2019 lalu. Kala itu, Yasinan dan Tahlilan rutin yang digelar warga, dipaksa bubar oleh marbot dengan cara mematikan lampu masjid. 
 
Namun, kini warga Emerald District Bintaro semakin bersemangat untuk melakukan Yasinan dan Tahlilan yang dikomandoi oleh Haji Wawan. (Bagus Rosyid/Kendi Setiawan)

 
Sabtu 27 Juli 2019 23:0 WIB
Gelar Konferensi Jangan Nunggu Periode Habis
Gelar Konferensi Jangan Nunggu Periode Habis
Konfercab NU Sumedang, Jabar
Sumedang, NU Online
Banyak sekarang para pengurus organisasi harus menunggu periode kepengurusan habis dulu ketika akan melaksanakan konferensi. Malahan tidak sedikit yang ingin Surat keputusan (SK) nya diperpanjang. Ini tentu kebiasaan salah dan janganlah sampai membudaya.
 
"Di NU Sumedang seing saya jumpai baik di tingkat Majelis Wail Cabang (MWC) maupun ranting NU melaukan hal yang demikian, tentu hal ini tidak baik untuk organisasi sekelas NU," ujar Sekretaris PCNU Kabupaten Sumedang, Jujun Juhanda.
Hal tersebut disampaikan Jujun Juhanda dalam laporan kegiatan Konfercab di Gedung Islamic Centre Sumedang, Sabtu (27/7).
 
"SK Kepengurusan PCNU Sumedang baru akan habis pada bulan Oktober 2019 mendatang, tapi di bulan Juli ini PCNU Sumedang sudah melaksanakan konferensi. Hal ini tentu supaya dijadikan contoh untuk pengurus-pengurus NU di semua tingkatan," bebernya.
 
Konfercab NU Kabupaten Sumedang saat ini mengambil tema Kontekstualisme Fikrah Nahdliyah dalam Meneguhkan Kembali Nasionaliame. Tema ini diambil karena ada kaitannya dengan pascapileg dan pilpres kemarin. Mudah-mudahan dengan adanya Konfercab ini, Nasionaliame warga Sumedang bisa kembali teguh. 
 
Jujun menyampaikan, jumlah peserta Konfercab PCNU Kabupaten Sumedang saat ini sebanyak 180 orang. Terdiri dari perwakilan tiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumedang, perwakilan dari Pengurus PCNU Kabupaten Sumedang, dan Perwakilan Badan Otonom dan lembaga NU yang ada di Sumedang. 
 
Sehari menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13, PCNU Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menggelar sema'an Al-Qur'an dan manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jilani RA. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor NU setempat, Jumat (26/7).
 
“Kegiatan ini bermaksud untuk mendoakan supaya pelaksanaan Konfercab berjalan sukses dan lancar, serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Konfercab nanti bisa bermanfaat,” kata Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, H Sa'dulloh.
 
Dikatakan, kegiatan semaan sudah menjadi tradisi di PCNU Kabupaten Sumedang, bahwa setiap ada kegiatan besar selalu diawali dengan sema'an Al-Qur'an dan manaqib. 
 
Sema'an dipimpin oleh para hafidz dan hafidzah yang ada di Pengurus Cabang Jam'iyatul Qurra wal Huffadz, Sementara acara manaqib dipimpin oleh para Pengurus Cabang Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Al-Mu'tabaroh (Jatman) Kabupaten Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Muiz)
Sabtu 27 Juli 2019 22:30 WIB
Jadi Ketua Ansor Lombok Barat, Hendra akan Perkuat Kemandirian Organisasi 
Jadi Ketua Ansor Lombok Barat, Hendra akan Perkuat Kemandirian Organisasi 
Konfercab Ansor Lombok Barat, NTB
Lombok Barat, NU Online
Terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Hendra akan segera melakukan konsolidasi dan menata kembali kepengurusan Ansor hingga tingkat ranting.
 
"Alhamdulilah saya diberikan amanah dan kepercayaan ini, tentu ini amanah yang sangat berat yg harus saya laksanakan dan jalankan dengan ikhlas," kata Ketua terpilih Hendra kepada NU Online, Sabtu (27/7) siang.
 
Dikatakan, dalam waktu dekat ini akan langsung merapikan struktur kepengurusan GP Ansor di Lombok Barat baik di tingkat kabupaten,  kecamatan, dan ranting dalam waktu dekat. Selain itu dirinya juga akan merekrut dan menghimpun kembali kader-kader terbaik pemuda NU.  
 
"Tentu ini sangat membutuhkan kerjasama dengan semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, PCNU, dan kader kader NU," kata pria yang belum lama ini terpilih menjadi anggota DPRD Lombok Barat dari PKB ini.
 
Lebih jauh dia menjelaskan, akan menguatkan keorganisasian baik di bidang ekonomi,  karena hal ini merupakan kebutuhan mendasar kader dan akan menjadi ajang pembelajaran dalam berwirausaha. 
 
"Bidang ekonomi menjadi titik poin majunya suatu organisasi karena tidak mungkin organisasi tanpa biaya pasti akan membutuhkan biaya dalam menjalankan roda keorganisasian," tandasnya. 
 
Dirinya berjanji akan membawa Ansor Lombok Barat lebih baik dan lebih maju untuk menjadi pioner dalam kemandirian ke organisasian demi memudahkan untuk kegiatan dan dalam menjalankan program kerja nantinya.
 
"Dalam waktu dekat ini akan mencoba usaha di bidang pertanian rumahan seperti budidaya jamur tiram dan budibdaya belut," terangnya.
 
Hendra terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Lombok Barat melalui Konferensi Cabang V Di Pesantren Darunadwah Lombok Barat asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Muzhar pada Jumat 26 Juli 2019.
 
Hadir dalam pembukaan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor NTB HM Zamroni Aziz, Katib PCNU Lombok Barat Ust Ahyar Fadli, Ketua dan Sekretaris PCNU Lombok Barat Ust H Nazar Na'ami, Ust Ali Maksum, dan para bamom serta lembaga NU setempat. (Hadi/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG