IMG-LOGO
Daerah

Jadi Ketua Ansor Lombok Barat, Hendra akan Perkuat Kemandirian Organisasi 

Sabtu 27 Juli 2019 22:30 WIB
Bagikan:
Jadi Ketua Ansor Lombok Barat, Hendra akan Perkuat Kemandirian Organisasi 
Konfercab Ansor Lombok Barat, NTB
Lombok Barat, NU Online
Terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Hendra akan segera melakukan konsolidasi dan menata kembali kepengurusan Ansor hingga tingkat ranting.
 
"Alhamdulilah saya diberikan amanah dan kepercayaan ini, tentu ini amanah yang sangat berat yg harus saya laksanakan dan jalankan dengan ikhlas," kata Ketua terpilih Hendra kepada NU Online, Sabtu (27/7) siang.
 
Dikatakan, dalam waktu dekat ini akan langsung merapikan struktur kepengurusan GP Ansor di Lombok Barat baik di tingkat kabupaten,  kecamatan, dan ranting dalam waktu dekat. Selain itu dirinya juga akan merekrut dan menghimpun kembali kader-kader terbaik pemuda NU.  
 
"Tentu ini sangat membutuhkan kerjasama dengan semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, PCNU, dan kader kader NU," kata pria yang belum lama ini terpilih menjadi anggota DPRD Lombok Barat dari PKB ini.
 
Lebih jauh dia menjelaskan, akan menguatkan keorganisasian baik di bidang ekonomi,  karena hal ini merupakan kebutuhan mendasar kader dan akan menjadi ajang pembelajaran dalam berwirausaha. 
 
"Bidang ekonomi menjadi titik poin majunya suatu organisasi karena tidak mungkin organisasi tanpa biaya pasti akan membutuhkan biaya dalam menjalankan roda keorganisasian," tandasnya. 
 
Dirinya berjanji akan membawa Ansor Lombok Barat lebih baik dan lebih maju untuk menjadi pioner dalam kemandirian ke organisasian demi memudahkan untuk kegiatan dan dalam menjalankan program kerja nantinya.
 
"Dalam waktu dekat ini akan mencoba usaha di bidang pertanian rumahan seperti budidaya jamur tiram dan budibdaya belut," terangnya.
 
Hendra terpilih sebagai Ketua PC GP Ansor Lombok Barat melalui Konferensi Cabang V Di Pesantren Darunadwah Lombok Barat asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Barat TGH Muzhar pada Jumat 26 Juli 2019.
 
Hadir dalam pembukaan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor NTB HM Zamroni Aziz, Katib PCNU Lombok Barat Ust Ahyar Fadli, Ketua dan Sekretaris PCNU Lombok Barat Ust H Nazar Na'ami, Ust Ali Maksum, dan para bamom serta lembaga NU setempat. (Hadi/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 27 Juli 2019 23:45 WIB
Kiai Madura Ajak Nahdliyin Massifkan Dakwah di Medsos
Kiai Madura Ajak Nahdliyin Massifkan Dakwah di Medsos
Pengajian NU di Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro.
Tangerang Selatan, NU Online
Kiai muda asal Madura, Jawa Timur, KH Kholid Ar-Rifa'i menyerukan kepada segenap Nahdliyin di Masjid Ash Shaff Emerald Bintaro, agar aktif menyebarkan kajian ulama NU di media sosial. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi pergerakan kelompok anti toleransi yang menjamur belakangan ini di dunia maya.
 
"Kalau bisa, kita ini warga nahdliyin harus melek teknologi terutama media sosial," katanya, Rabu (24/7).
 
"Dulu kita diam. Sekarang tidak bisa begitu. Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah di medsos harus bisa mengimbangi dakwah kelompok yang terlalu gampang mengkafirkan dan membidahkan amalan orang NU," lanjut Ketua Umum Forum Kiai Muda NU (FKM-NU) Banten.
 
Kiai Kholid juga berpesan agar jamaah selalu berpegang teguh pada amaliah para ulama. Sebab, ulama adalah pewaris para Nabi.
 
"Konsep akidah Ahlussunnah wal Jamaah menurut NU, yaitu berakidah menurut dua imam; Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi," ungkap kiai yang sering mengisi siaran ceramah di Channel TV dan antv Jawa Timur ini.
 
"Kalau dalam syariat fiqih, kita mengikuti imam empat mazhab yaitu Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali," lanjut pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Tangerang Selatan itu.
 
Sementara dalam hal tasawuf, imbuh dia, NU mengikuti mazhab Imam al-Junaid al-Baghdadi dan madzhab Imam Abu Hamid al-Ghazali.
 
Beberapa rombongan organisasi Nahdliyin tampak hadir dalam pengajian tersebut. Di antaranya perwakilan Alumni Ikatan Mahasiswa Nahdliyin Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (Al Iman PKN STAN), LDNU, Banser-Ansor, dan sebagian warga Emerald District Bintaro.
 
Seperti diketahui, jamaah Nahdliyin Masjid Ash Shaff di Tangerang Selatan ini pernah berselisih pendapat dengan pengurus masjid pada awal Februari 2019 lalu. Kala itu, Yasinan dan Tahlilan rutin yang digelar warga, dipaksa bubar oleh marbot dengan cara mematikan lampu masjid. 
 
Namun, kini warga Emerald District Bintaro semakin bersemangat untuk melakukan Yasinan dan Tahlilan yang dikomandoi oleh Haji Wawan. (Bagus Rosyid/Kendi Setiawan)

 
Sabtu 27 Juli 2019 23:0 WIB
Gelar Konferensi Jangan Nunggu Periode Habis
Gelar Konferensi Jangan Nunggu Periode Habis
Konfercab NU Sumedang, Jabar
Sumedang, NU Online
Banyak sekarang para pengurus organisasi harus menunggu periode kepengurusan habis dulu ketika akan melaksanakan konferensi. Malahan tidak sedikit yang ingin Surat keputusan (SK) nya diperpanjang. Ini tentu kebiasaan salah dan janganlah sampai membudaya.
 
"Di NU Sumedang seing saya jumpai baik di tingkat Majelis Wail Cabang (MWC) maupun ranting NU melaukan hal yang demikian, tentu hal ini tidak baik untuk organisasi sekelas NU," ujar Sekretaris PCNU Kabupaten Sumedang, Jujun Juhanda.
Hal tersebut disampaikan Jujun Juhanda dalam laporan kegiatan Konfercab di Gedung Islamic Centre Sumedang, Sabtu (27/7).
 
"SK Kepengurusan PCNU Sumedang baru akan habis pada bulan Oktober 2019 mendatang, tapi di bulan Juli ini PCNU Sumedang sudah melaksanakan konferensi. Hal ini tentu supaya dijadikan contoh untuk pengurus-pengurus NU di semua tingkatan," bebernya.
 
Konfercab NU Kabupaten Sumedang saat ini mengambil tema Kontekstualisme Fikrah Nahdliyah dalam Meneguhkan Kembali Nasionaliame. Tema ini diambil karena ada kaitannya dengan pascapileg dan pilpres kemarin. Mudah-mudahan dengan adanya Konfercab ini, Nasionaliame warga Sumedang bisa kembali teguh. 
 
Jujun menyampaikan, jumlah peserta Konfercab PCNU Kabupaten Sumedang saat ini sebanyak 180 orang. Terdiri dari perwakilan tiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumedang, perwakilan dari Pengurus PCNU Kabupaten Sumedang, dan Perwakilan Badan Otonom dan lembaga NU yang ada di Sumedang. 
 
Sehari menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13, PCNU Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menggelar sema'an Al-Qur'an dan manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jilani RA. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor NU setempat, Jumat (26/7).
 
“Kegiatan ini bermaksud untuk mendoakan supaya pelaksanaan Konfercab berjalan sukses dan lancar, serta keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Konfercab nanti bisa bermanfaat,” kata Ketua PCNU Kabupaten Sumedang, H Sa'dulloh.
 
Dikatakan, kegiatan semaan sudah menjadi tradisi di PCNU Kabupaten Sumedang, bahwa setiap ada kegiatan besar selalu diawali dengan sema'an Al-Qur'an dan manaqib. 
 
Sema'an dipimpin oleh para hafidz dan hafidzah yang ada di Pengurus Cabang Jam'iyatul Qurra wal Huffadz, Sementara acara manaqib dipimpin oleh para Pengurus Cabang Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Al-Mu'tabaroh (Jatman) Kabupaten Sumedang. (Ayi Abdul Kohar/Muiz)
Sabtu 27 Juli 2019 19:0 WIB
Ribuan Guru NU Peroleh Fasilitas Kesehatan di RSNU Banyuwangi
Ribuan Guru NU Peroleh Fasilitas Kesehatan di RSNU Banyuwangi
Peluncuran Kartu Sehat NU di RSNU Banyuwangi, Jawa Timur.
Banyuwangi, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Jawa Timur menggandeng Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) setempat menandatangani kerja sama bidang kesehatan. Hal tersebut diwujudkan dengan diluncurkannya Kartu Sehat NU di aula rumah sakit setempat, Sabtu (27/7).
 
Kartu sehat NU diterbitkan oleh RSNU untuk ribuan tenaga pengajar yang terdaftar di Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU.
 
Direktur RSNU Banyuwangi dokter Ika Rahayu Susanti mengatakan, kartu sehat NU menjawab solusi kepada pemilik kartu sehat yang terindikasi rawat inap di RSNU akan mendapatkan pelayanan fasilitas VIP dengan biaya perawatan kelas 3.
 
"Untuk sekarang masih 1.415 kartu siap dibagikan kepada guru-guru yang tersebar di Kecamatan Rogojampi, Kabat, Singojuruh, Songgon, Blimbingsari, Srono, Muncar, Cluring, Tegaldlimo, dan Purwoharjo. Ditargetkan akhir 2019, kartu sehat NU secara keseluruhan tersebar di 2.995 guru Ma'arif NU se-Banyuwangi," kata dia.
 
Lebih lanjut, dokter Ika mengatakan kartu sehat NU dapat digunakan langsung oleh pemegang dan keluarga inti yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).
 
"Pemilik yang juga memiliki asuransi kesehatan dengan perawatan kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 dapat digunakan sebagai penjamin dan tetap mendapatkan pelayanan VIP, di RSNU Banyuwangi," terangnya.
 
Pada kesempatan tersebut, dokter Ika juga sampaikan progres program-program RSNU yang telah dan sedang diberikan untuk para pasien.
 
"Pada setiap Jumat ada pelayanan yang bertajuk 'Jum'at Berkah'. Di mana pelayanan ini diberikan secara gratis kepada kalangan wanita yang ingin konsultasi kandungan sampai permasalahan menstruasi. Jika diperlukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG pada wanita hamil cuman dikenakan biaya 50% dari biaya pada normalnya," jelasnya.
 
Ketua PC LP Ma’arif NU Banyuwangi, Ahmad Rodli mengaku program kartu sehat NU yang diluncurkan oleh PCNU bersama RSNU adalah program baru.
 
"Program perdana. Semoga ada terus keberlanjutan program ini. Tidak terikat dengan hanya bergantung pada kebijakan dari Ketua PCNU Banyuwangi tiap periode,” pintanya. 
 
Dirinya juga ingin program ini sustainable selama Rumah Sakit NU berdiri. “Tentu harapan selanjutnya juga harus adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan," tutur Gus Rodli, sapaan akrabnya.
 
Ketua PCNU Kabupaten Banyuwangi KH Ali Makki Zaini di hadapan puluhan pengurus cabang dan kepala sekolah LP Ma'arif NU memberikan arahan untuk terus fokus dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama dalam masing-masing divisi.
 
"Jika bidang garap perjuangan itu dalam pendidikan, maka fokuskan untuk mendidik kader-kader NU ke depan menggapai mimpi. Kita butuh banyak generasi NU yang bergerak di dunia kedokteran. Jangan tanggung dalam pengabdian," tegas Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono tersebut.
 
Dari awal dirinya sudah berpesan kepada para pengurus cabang untuk mempersiapkan program kartu sehat NU ini. “Semoga program ini memberikan banyak manfaat kepada guru-guru yang di bawah naungan LP Maarif NU," pungkas Gus Makki.
 
Sementara salah satu penerima Kartu Sehat NU yang juga sebagai Kepala Sekolah MI Darul Ulum, Tembokrejo, Muncar, M Lukman mengaku bersyukur atas adanya program ini.
 
"Alhamdulillah. Ini adalah bukti bahwa sekarang PCNU Banyuwangi memiliki perhatian penuh kepada guru-guru pengajar Ma’arif, terutama dalam bidang kesehatan. Secara tidak langsung dengan ini memberikan spirit untuk berjuang lebih giat kepada para guru Ma’arif di bidang pendidikan," tandas Lukman. (M Sholeh Kurniawan/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG