IMG-LOGO
Internasional

Layani Jamaah Haji, Saudi Sediakan ‘Call Center 911’ Multi Bahasa

Ahad 28 Juli 2019 0:32 WIB
Bagikan:
Layani Jamaah Haji, Saudi Sediakan ‘Call Center 911’ Multi Bahasa
Ilustrasi jamaah haji (tripulous.com)
Makkah, NU Online
Arab Saudi telah memperluas cakupan fasilitas panggilan darurat (call center) 911 tahun ini. Sebelumnya, layanan call center 911 sudah ada di Makkah sejak lima tahun lalu. Namun, tahun ini Pusat Operasi Keamanan Nasional Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meluncurkan layanan itu di tiga kota baru, yakni Madinah, Riyadh, dan Syargiyah. 

Tidak hanya itu, layanan ini disiapkan untuk melayani jamaah haji dari berbagai negara. Selain bahasa Arab, seperti diberitakan Arab News, Sabtu (27/7), layanan call center 911 ini juga melayani percakapan dalam banyak bahasa seperti bahasa Urdu, Jerman, Inggris, Perancis, dan Indonesia. 

Jadi, jika ada jamaah haji yang tersesat, mengalami gangguang medis, membutuhkan bantuan terkait arah jalan, atau kehilangan barang dan tidak tahu harus menghubungi siapa, maka kali ini mereka tidak perlu khawatir. Mereka tinggal mengambil handphonenya dan menghubungi nomor 911. Maka tim layanan call center 911 Saudi akan segera memberikan respons dan bantuan yang dibutuhkan. 

Pusat Operasi Keamanan Nasional akan mengirimkan pesan melalui ponsel jamaah haji untuk memberitahukan layanan yang diberikan. Bunyi pesan tersebut adalah “Jamaah yang terhormat, melayani Anda adalah sebuah kehormatan dan keamanan Anda adalah tugas kami. Polisi siap untuk memenuhi kebutuhan mendesak Anda pada saluran 911.”

Layanan call center 911 akan tersedia selama 24 jam dan 7 hari dalam sepekan. Selain menerima ‘aduan’ dari jamaah, pusat layanan ini juga selalu memperbaharui informasi mengenai banyak hal –mulai dari informasi badai padang pasir, keberadaan hewan di tengah jalan, hingga penutupan jalan karena kecelakaan- melalui akun Twitternya. 

Layanan call center 911 ini sangat efektif dan cepat sehingga sangat membantu jamaah haji yang tengah mengalami kesulitan atau masalah sementara mereka dalam keadaan darurat atau tidak tahu harus menghubungi siapa. (Red: Muchlishon)
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 28 Juli 2019 8:30 WIB
Rancang Matan di Tiongkok, PCINU Kunjungi Habib Luthfi
Rancang Matan di Tiongkok, PCINU Kunjungi Habib Luthfi
Para mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan PCINU Tiongkok bersilaturahim dengan Habib Luthfi bin Yahya.
Pekalongan, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok terus mengenalkan keberadaan dan keaktifan mereka kepada para masyayikh NU. Setelah beberapa waktu lalu mengunjungi Nyai Sinta Nuriyah, para personelnya bersilaturahim dengan Rais Aam Jamiah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.
 
Kunjungan tersebut dilakukan secara langsung di kediaman Habib Luthfi di Kanzus Shalawat di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (27/7). 
 
Rombongan tiba sehari sebelumnya, harus bermalam sambil menunggu untuk dapat bertemu dengan Habib Luthfi, karena jadwal Habib Luthfi yang padat.
 
"Alhamdulilah kemarin saya diberi kesempatan bisa sowan dan bertemu dengan Abah Maulana Habib Luthfi di Pekalongan, sekaligus memberikan buku Islam Indonesia dan Tiongkok," ungkap Musthafa, salah satu pengurus PCINU Tiongkok yang turut dalam kunjungan tersebut.
 
Menerima kunjungan para pengurus NU Tiongkok yang umumnya pada pemuda dan tengah menempuh pendidikan di Negeri Tirai Bambu, Habib Luthfi tampak sangat bangga dan senang dengan apa yang telah dicapai PCINU Tiongkok.
 
Habib Luthfi berpesan khususnya kepada kader muda NU untuk selalu semangat dan terus berjuang memperjuangkan kemajuan Islam. "Agar jangan saja hanya fokus pada ritual juga kemajuan umat Islam. Kader NU harus bisa mandiri serta maju di sektor teknik, pertanian, ekonomi, teknologi dan sebagainya," kata Habib Luthfi.
 
Ia juga mencontohkan bahwa banyak ulama di luar negeri yang bukan hanya sebagai ulama, namun ahli dalam ilmu pengetahuan dunia. "Banyak dari mereka yang bersorban, namun juga profesor dan doktor dalam banyak disiplin ilmu tertentu," terang Habib Luthfi.
 
Silaturahim tersebut dipimpin oleh Abdul Rosyid (Gus Rosyid) yang merupakan Sekjen Mahasiswa Jamiah Ahlith Thariqah al-Mu'tabarah an-Nahdliyah (Matan). Kesempatan tersebut dimanfaatkan juga untuk menyampaikan kepada Habib Luthi rencana pendirian Matan di Tiongkok.
 
Para mahasiswa NU di Tiongkok memang tengah menggagas rencana pendirian Matan di Tiongkok. Tetapi, dari Pengurus Pusat Matan masih mendiskusikan formatnya untuk pembukaan cabang di luar negeri.
 
Tujuan pendirian Matan oleh PCINU Tiongkok didasarkan oleh niat untuk lebih mengenalkan kembali kepada mahasiswa di luar negeri khususnya Tiongkok tentang dunia tasawuf. Selain itu, untuk mengenalkan perjuangan para ulama tarekat, serta sebagai wadah pengenalan terhadap kecintaan kepada NKRI dari ulama-ulama tarekat. (Kaula Fahmi/Kendi Setiawan)
Ahad 28 Juli 2019 6:0 WIB
PBNU-Turki Gagas Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Dakwah
PBNU-Turki Gagas Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Dakwah
Kunjungan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan rombongan ke Turki, Jumat (26/7).
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal menjalin kerja sama dengan Turki dalam bidang dakwah dan pendidikan. Hal itu terungkap dalam pertemuan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan rombongan dengan YTB di ibu kota Turki, Ankara, Jumat (26/7).
 
"YTB adalah sebuah organisasi diaspora masyarakat Turki yang tinggal di luar negeri. Mereka mengumpulkan dana untuk membuat beberapa program. Salah satu programnya adalah memberikan beasiswa kepada masyarakat asing yang belajar di Turki," kata Ketua NU Care-LAZISNU H Achmad Sudrajat dalam rekaman suara yang dikirimkan ke NU Online.
 
Organisasi YTB berdiri pada tahun 2006. Selama ini YTB kerap melakukan gerakan dalam membangun komunikasi antaar masyarakat Turki dengan masyarakat dari berbagai negara, salah satunya dengan pemberian beasiswa.
 
Dalam kesempatan tersebut, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan tentang NU dengan berbagai aktivitasnya.
 
"Dalam kesempatan tersebut, Ketua YTB Mr Abdullah menyampaikan bahwa YTB siap kerjasama dengan NU dan kemungkinan dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jakarta untuk melihat secara langsung aktivitas yang dilakukan NU," imbuh Achmad Sudrajat.
 
Setelah mengunjungi YTB, rombongan PBNU melanjutkan perjalanan ke sebuah masjid untuk shalat Jumat, pertemuan dengan Kementeran Agama Turki, makan siang, dan diskusi.
 
Kemenag Turki menyampaikan program-program pengabdian seperti urusan masjid, urusan imam, urusan percetakan Al-Qur'an, dan mengurus lembaga-lembaga tahfidz Qur'an.
 
Kemenag Turki juga menjabarkan bahwa di Turki terdiri dari berbagai lembaga sebagai gambaran bahwa masyarakat Turki dalam bidang kesejahtareaan agama terutama setelah runtuhnya Pemerintahan Osmani.
 
Salah satu hal yang menarik dalam pertemuan tersebut, kata Ajat, adalah bagaimana ke depan akan dilakukan kerja-kerja bersama antara diyanat atau Kementerian Agama Turki dengan PBNU.
 
"Beliau (pihak Kementerian Agama Turki) melihat bahwa NU adalah organisasi yang potensial untuk memangun kerja sama yang positif. Di antara (kerja sama) yang akan dibangun adalah pelatihan-pelatihan bareng dan penukaran ulama untuk berkunjung," imbuh Ajat.
 
Diharapkan pula, dalam waktu dekat pihak Kementerian Agama Turki akan mengirimkan delegasi ke PBNU dan melakukan perjanjian tukar menukar ulama, dai, dan iman; serta  dan pengajaran Al-Qur'an.
 
Pada kunjungan tersebut, selain Ketua NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat, turut menyertai adalah Katib Syuriyah PBNU Kiai Zulfa Musthafa, Rais Syuriyah PBNU KH Manarul Hidayat, Dubes Indonesia untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal, Muhammad Ali dan Mahbub Ma'afi dari LBM NU. (Kendi Setiwan)
Sabtu 27 Juli 2019 23:15 WIB
Berdayakan Perempuan, Yenny Wahid Diganjar Rising Women Empowerment Award 2019
Berdayakan Perempuan, Yenny Wahid Diganjar Rising Women Empowerment Award 2019
Yenny Wahid menerima penghargaan Rising Women Empowerment Award di Singapura (Tangkapan layar IG @yennywahid)
Jakarta, NU Online
Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, menerima penghargaan 'Rising Women Empowerment Award 2019’. Yenny dinobatkan sebagai salah satu satu nomine pada kategori Excellence Award karena jasa dan kerja kerasnya dalam memberdayakan perempuan. Diketahui, Yenny bersama Wahid Foundation memberdayakan perempuan melalui progam Desa Damai.

Pemberian penghargaan diselenggarakan oleh KBRI Singapura dan Her Times Magazine di Mandarin Orchard Hotel, Singapura, Selasa (23/7) lalu. Acara itu dihadiri 253 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha hingga tokoh masyarakat asal Singapura dan Indonesia.

Pada saat penobatan, Yenny meminta agar tidak memandang sebelah mata peran perempuan, terutama dalam menjaga perdamaian dunia. Baginya, perempuan memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan dunia saat ini. 

“(Karakteristik perempuan) Seperti soft power, penyabar, gemar bekerjasama dan memecahkan masalah bukan melalui kekerasan,” kata Yenny, dikutip laman Wahid Foundation.

Dia menilai, penghargaan itu menjadi dorongan agar dirinya terus melakukan pemberdayaan perempuan di masyarakatnya. Menurutnya, jika seseorang berhasil memberdayakan seorang perempuan maka orang tersebut telah memberdayakan seluruh komunitas.

“Kami percaya bahwa kesetaraan gender adalah pendorong kemajuan di semua sektor pembangunan di seluruh dunia. Dibutuhkan sebuah desa untuk memberdayakan seorang wanita, tetapi begitu Anda memberdayakan seorang wanita, Anda memberdayakan seluruh komunitas,” tulis Yenny di akun Instagramnya.

Penghargaan Rising Women Empowerment diberikan kepada para tokoh perempuan asal Indonesia dan Singapura yang dinilai berjasa dan menginspirasi dalam program pemberdayaan perempuan di masyarakatnya masing-masing. Para tokoh yang mendapatkan penghargaan ini diharapkan melanjutkan kerjanya, yakni membuat program pemberdayaan perempuan di tingkat regional.

Selain Yenny, ada 11 perempuan dari Indonesia dan Singapura yang memperoleh penghargaan tersebut. Dari Indonesia ada Puan Maharani, Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Eminent Women of The Year), Tri Risma Walikota Surabaya (Excellence Award), Anak Agung Ayu Co-founder Citra Kartini (Philanthropy Award), Rina Ciputra, PT Ciputra Development dan Carmelita Hartoto, President, Andhika Lines (Entrepreneur Award), dan Prof Dr Dewi, Research Professor (Achievement Award).
 
Sementara dari Singapura, ada Yeo Yann Yann, Theatre Performer (Excellence Award), Dr. Gan See Khem, Executive Chairman, HMI Group (Achievement Award), Michelle Cheo, CEO Mewah Group (Entrepreneur Award), Tan Hooi Ling, Co-Founder Grab (Philanthropy Award), dan Fiona Chaw, Founder Aimco Connect Pte Ltd (Youth Award). (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG