IMG-LOGO
Daerah

Jaga Amaliah NU, Ansor Dukuhwaru Tegal Kukuhkan Majelis Rijalul Ansor

Ahad 28 Juli 2019 11:0 WIB
Bagikan:
Jaga Amaliah NU, Ansor Dukuhwaru Tegal Kukuhkan Majelis Rijalul Ansor
Pengukuhan Pengurus MDS Rijalul Ansor, Dukuhwaru, Kabupaten Tegal
Tegal, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Dukuhwaru Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menggelar kegiatan perdana Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, Jumat (26/7) malam di Mushala Nurul Hidayah Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal.
 
Dalam kegiatan tersebut sekaligus dikukuhkan Pengurus Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Dukuhwaru masa khidmat 2019-2021 oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Dukuhwaru Nurkhasan.
 
Dalam sambutannya usai pelantikan Nurkhasan mengatakan, Rijalul Ansor merupakan Majelis Dzikir dan Shalawat yang dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor untuk menjaga nilai dan tradisi amaliyah NU. 
 
"Kegiatan ini sebagai bentuk menjaga tradisi amaliah NU dan mempertahankan paham Aqidah Ahlussunnah waljamaah ala Nahdlatul Ulama. Selain itu sebagai upaya konsolidasi kiai dan ulama muda Gerakan Pemuda Ansor di setiap tingkatan," katanya.
 
Menurut Khasan, Majelis Dzikir Shalawat (MDS) Rijalul Ansor tingkat Kecamatan Dukuhwaru rencananya bakal digelar rutin bulanan setiap Jumat Kliwon malam Sabtu Manis setiap bulannya.
 
Dijelaskan, MDS bertugas antara lain mensyiarkan ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh para masyayikh NU dan para Wali penyebar agama Islam di Nusantara.
 
"Tugas lain adalah melaksanakan program-program kegiatan peringatan hari besar Islam sebagai upaya dakwah Islam Ahlussunnah waljamaah ala Nahdlatul Ulama," ujarnya.
 
MDS Rijalul Ansor, lanjutnya juga bertanggung jawab menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan akidah ahlussunnah waljamaah ala NU dan menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin serta menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam.
 
"Semoga kita selalu Istiqamah untuk melaksanakan amaliyah-amaliyah NU seperti tahlilan, maulidan, dan tentunya pengembangan Rutinan Rijalul Ansor," harapnya.
Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Tegal H Sono Sugiarto yang berkesempatan hadir menyambut baik dimulainya rutinan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor tingkat Kecamatan Dukuhwaru.
 
Dirinya berharap, dengan terbentuknya Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor akan membantu dan menopang keberlangsungan program Gerakan Pemuda Ansor.
 
"Saya sangat berbahagia, kegiatan Perdana ini cukup meriah dan syiar. Mudah-mudahan, ke depan rutinan Rijalul Ansor tingkat Cabang Kabupaten Tegal bisa digelar di Kecamatan Dukuhwaru," ungkapnya.
 
Rangkaian acara Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Anak Cabang Kecamatan Dukuhwaru diisi dengan Istighotsah dan pembacaan Manakib serta diakhiri dengan ceramah agama oleh Rais Syuriah MWCNU  Dukuhwaru Kiai Misbahudin.
 
Dalam ceramahnya Kiai Misbahudin berharap, dengan dibentuknya Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor akan menambah Ghirah dalam syiar Islam Ahlussunnah waljamaah Annahdliyah di Dukuhwaru.
 
Kiai Misbahudin juga memaparkan sejumlah tradisi amaliyah Nahdlatul Ulama di antaranya tahlilan, membaca surah yasin, talqin mayit, dan sebagainya.
 
Selain PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Rais MWCNU Dukuhwaru Kiai Misbahudin, hadir dalam kegiatan tersebut yakni Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Blubuk, alumni PKD Ansor, Pengurus PAC Ansor, Satkoryon Banser Dukuhwaru, dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Dukuhwaru. (Reza/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 28 Juli 2019 21:15 WIB
Akhirnya, Syafiq Sauqi Pimpin Ansor Jawa Timur
Akhirnya, Syafiq Sauqi Pimpin Ansor Jawa Timur
Syafiq Sauqi (berkacamata) terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim masa khidmah 2019-2023.
Malang, NU Online
Puncak perhelatan Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur ditandai dengan pemilihan ketua. Dan secara meyakinkan, nama Syafiq Sauqi akhirnya dipercaya sebagai pimpinan tertinggi di salah satu badan otonom NU Jawa Timur ini untuk masa khidmah 2019 hingga 2023. 
 
Kemenangan ini sebenarnya sesuai dengan prediksi berbagai kalangan. Bersaing dengan dua kandidat lain yaitu Gus Abid Umar Faruq dan Ghufron Siroj, Gus Syafiq, sapaan akrabnya mampu unggul dengan suara meyakinkan.
 
Dalam proses penghitungan suara terlihat persaingan antara Gus Abid Umar dengan Gus Syafiq Syauqi. Perolehan suara kelompok akreditasi B dengan nilai 1 suara, Gus Syafiq mendapat 195 suara, sedangkan Gus Abid Umar mendapat 65 suara dan Ra Ghufron Siraj hanya mendapat 4 suara.
 
Sementara 2 suara dinyatakan tidak sah karena tidak ada nama sama sekali. “Total suara akreditasi B sebanyak 266 suara,” kata Alfa Isnaeni selaku pimpinan sidang pleno pemilihan Ketua PW GP Ansor Jatim.
 
Dalam penghitungan suara akreditasi B, Gus Syafiq Syauqi unggul 130 suara atas Gus Abid Umar.
 
Memasuki penghitungan suara akreditasi A yang mendapat nilai 2 suara, suasana semakin tegang. Bahkan pendukung menantu Bupati Tuban itu semakin yakin menang saat nama Syafiq Syauqi disebut oleh petugas penghitungan suara, dengan jawaban lanjutkan.
 
Sebaliknya saat nama Gus Abid Umar disebut, mayoritas peserta yang notabene pendukung Gus Syafiq menjawab direm stop.
 
Ketengangan itu berakhir saat penghitungan suara akreditasi A berakhir. Hasilnya, Ra Ghufron mendapat 4 suara, Gus Abid Umar mendapat 212 suara dan Gus Syafiq Syauqi mendapat 210 suara.
 
Total perolehan suara yang didapat ketiga calon adalah Ra Ghufron Siraj mendapat 8 suara, Gus Abid Umar mendapat 277 suara dan Gus Syafiq Syauqi mendapat 405 suara.
 
“Sehingga yang terpilih menjadi Ketua PW GP Ansor Jatim masa khidmah 2019 hingga 2023 adalah Gus Syafiq Syauqi,” tegas Dansatkornas Banser ini.
 
Proses pemilihan dilanjutkan dengan pembentukan formatur yang diwakili dari wilayah timur, tengah, selatan, utara 1 dan utara 2. “Tugas formatur adalah melengkapi susunan kepengurusan PW GP Ansor Jatim,” pungkas Alfa Isnaini.
 
Memang, persaingan antara sejumlah kandidat telah tersaji dengan ketat sejak pendaftaran calon ketua. Gus Syafiq Syauqi selalu Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Tuban didukung 23 PC dan 263 Pimpinan Anak Cabang (PAC).
 
Sementara Gus Abid Umar didukung 28 PC dan 201 suara. Sedangkan Ghufron Siraj didukung 7 PC dan 36 PAC. (Ibnu Nawawi)
Ahad 28 Juli 2019 20:0 WIB
Sarasehan Budaya, Lesbumi NU Lampung Hadirkan Penyair D Zawawi Imron
Sarasehan Budaya, Lesbumi NU Lampung Hadirkan Penyair D Zawawi Imron
foto: ilustrasi
Bandar Lampung, NU Online
Bertempat di komplek Pesantren Al Muttaqien Jalan Imam Bonjol Gang Terong No 29 Kemiling Raya Bandar Lampung, jajaran keluarga besar Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung akan menggelar Sarasehan Budaya, Selasa (30/7) mendatang.
 
Demikian dijelaskan Sekretaris PW Lesbumi Propinsi Lampung, Khairul Anwar, di sela–sela persiapan Sarasehan Budaya di pesantren setempat, Ahad (28/7) siang.
 
"Sarasehan Budaya ini adalah proses awal rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah (PW) Lesbumi NU Propinsi Lampung masa khidmat 2018 – 2023," jelasnya.
 
"Oleh karena itu pada Rakerwil kali ini kami akan hadirkan tokoh budayawan kebanggaan nahdliyin, Penyair Sang Celurit Emas KH D Zawawi Imron dari Sumenep Madura Jawa Timur," tambahnya.  
 
Dikatakan, kesempatan menghadirkan penyair iai Zawawi Imron akan dimanfaatkan untuk menjalin silaturahim dengan penyair-penyair lokal yang ada di Lampung. 
 
"Bersama para budayawan NU Lampung lainnya kita ingin belajar lebih mendalam, menimba ilmu dari beliau Penyair Sang Celurit Emas Kiai Zawawi Imron yang sudah makan asam garam dalam percaturan sastra Nasional bahkan Internasional. Di mana beliau pada tahun 2012 menerima penghargaan "The S.E.A Write Award" di Bangkok Thailand," bebernya.
 
Ketua Panitia Pelaksana dan Sarasehan Budaya Lesbumi NU Lampung, Rita Linda menambahkan, selain akan dihadiri KH D Zawawi Imron, agenda istimewa ini juga akan dihadiri jajaran pengurus PWNU Lampung, utusan Badan Otonom NU, Lembaga NU, pengasuh pesantren, pengurus PC Lesbumi NU 15 Kabupaten/Kota se Propinsi Lampung, pemerhati kebudayaan, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muiz)
Ahad 28 Juli 2019 18:30 WIB
PMII Hendaknya Aktifkan Kembali Kajian di Masjid Kampus
PMII Hendaknya Aktifkan Kembali Kajian di Masjid Kampus
Pelantikan PC PMII Singkawang, Kalimantan Barat.
Singkawang, NU Online
Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diminta aktif menghidupkan kegiatan kampus. Dan lebih penting lagi bisa menyemarakkan masjid dan lembaga pendidikan seperti pesantren.
 
"Kami mengharapkan tradisi melakukan kajian di masjid-masjid kembali diaktifkan, sehingga apa yang dikhawatirkan yakni gerakan radikalisme dapat sama-sama kita cegah," kata M Syarif Hidayatullah, Ahad (28/7).
 
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bidang Gerakan, Organ Kepemudaan, Ormas dan LSM Pengurus Besar (PB) PMII tersebut saat melantik Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Kegiatan dipusatkan di aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Soelthan M Tsjafioeddin Singkawang.
 
Syarif menyampaikan, agar setelah dilantik, para pengurus untuk tidak menjadikan momen ini sebagai euforia belaka. Sebab ada tanggung jawab besar setelahnya.
 
"Pelantikan jangan dijadikan euforia belaka. Dalam satu periode ke depan menjadi tanggung jawab bagi para pengurus untuk menggerakkan roda organisasi," ujarnya.
 
Ketua PC PMII Kota Singkawang, Irma Suryani, menuturkan bahwa setelah pelantikan, ada tanggung jawab besar yang diemban. Yakni memajukan organisasi yang lebih baik.
 
"Ada tanggung jawab besar yang kami emban. Dan kami harus merujuk pada AD ART dan PO untuk menjadikan organisasi yang lebih maju," ujarnya.
 
Irma mengatakan, keberadaan PMII sebagai organisasi kepemudaan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.
 
Oleh karena itu dalam pandangannya, para kader PMII yang tersebar di sejumlah kampus berperan aktif menjaga kampus. “Agar tidak terkontaminasi dari potensi gerakan radikal yang dapat merongrong keutuhan NKRI,” tegasnya.
 
Dalam pandangannya, keberadaan PMII di antaranya sebagai organisasi yang siap mengcounter gerakan radikalisme. “Terutama mereka yang akan merongrong kampus-kampus di kawasan Singkawang," tandasnya.
 
Pelantikan dihadiri perwakilan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalbar, bidang kemahasiswaan dari kampus STIH,  perwakilan mahasiswa STIH dan STIE, organisasi kepemudaan di antaranya HMI, KAMMI, dan BEM se-Kota Singkawang.
 
Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan pelatihan jurnalistik. Narasumber yang dihadirkan adalah pewarta dari Tribun Pontianak dan NU Khatulistiwa. (Maulida/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG