IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Wagub Jatim Ajak Ansor Taklukkan Revolusi Industri 4.0

Ahad 28 Juli 2019 18:15 WIB
Bagikan:
Wagub Jatim Ajak Ansor Taklukkan Revolusi Industri 4.0
Wakil Gubernur saat sambutan pada Konferwil XIV GP Ansor Jatim.
Malang, NU Online
Bangsa Indonesia, termasuk negara lain di belahan dunia harus kian menyiapkan diri agar bisa berperan aktif pada revolusi industri 4.0. Bila memungkinkan dan ini harus yakni bagaimana menaklulkkannya sehingga bisa memiliki peran yang lebih besar di jadi pemenang.
 
Penegasan ini disampaikan Emil Elitianto Dardak saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Wilayah XIV Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Ahad (28/7).
 
“Pemprov Jatim bersama GP Ansor siap menaklukan revolusi industri 4.0. Ini 
jadi landasan membangun Jatim yang diberkahi,” kata mantan Bupati Trenggalek tersebut. 
 
Di hadapan ribuan kader yang serba memakai jas hijau, Emil Dardak mengatakan kader Ansor di semua daerah mulai dari tingkat ranting, pimpinan anak cabang yang ada di kecamatan, cabang atau kepengurusan tingkat kabupaten dan kota sampai wilayah atau provinsi merupakan aset yang harus dirawat.
 
"Mari kita bangun Jawa Timur bersama dan Ansor merupakan kekayaan dan aset yang sangat besar bagi kemajuan Jawa Timur ke depan," katanya. 
 
Orang nomor dua di Jawa Timur tersebut memberikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan Konferwil GP Ansor Jatim yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang tersebut.
 
Pada kesempatan yang sama, dirinya mengaku bangga kepada GP Ansor Jatim karena menjadi barometer pemuda NU di level nasional. 
 
"Kami mendengar bahwa apa yang disampaikan panitia penyelenggara tadi, bahwa Ansor Jawa Timur menjadi barometer organisasi pemuda NU di tingkat nasional, " ungkapnya.
 
Baginya, GP Ansor menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu harus menjadi rujukan dan referensi di seluruh Indonesia. 
“Kalau bicara mengenai nilai kebangsaan, Ansor berada di depan menjaga 
nilai kebangsaan,” ujarnya. 
 
Menurut Emil, tidak ada sejarah panjang dalam membela kebangsaan NKRI seperti GP Ansor. Karena itu, reputasi ini harus terus dijaga dan ditegakkan. Karenanya, Emil menjelaskan bahwa Pemprov Jatim siap mendengarkan dan menampung aspirasi yang berkembang dari GP Ansor dalam membangun Jatim. 
 
Mantan Bupati Trenggalek ini. juga berharap agar Konferwil XIV GP Ansor Jatim dapat berjalan dengan lancar, bermartabat dan baik. (Ibnu Nawawi)

 
Bagikan:

Baca Juga

Ahad 28 Juli 2019 23:45 WIB
Visi Indonesia: Kemampuan Komunikasi dan Pemahaman Literasi Digital Jadi Prasyarat Generasi Milenial
Visi Indonesia: Kemampuan Komunikasi dan Pemahaman Literasi Digital Jadi Prasyarat Generasi Milenial
Pendiri Lembaga Visi Indonesia, Muhammad Abdul Idris dan Rektor STAI Madinatul Ilmi, Asep Kusnadi saat membuka Kelas Komunikasi dan Menulis, Jumat (26/7) di Depok, Jawa Barat.
Depok, NU Online
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, akhir tahun 2018 lalu jumlah populasi Indonesia mencapai 265 juta jiwa. Kemudian, pada 2024, angkanya berpotensi meningkat hingga 282 juta dan sekitar 317 juta jiwa pada 2045.

Dari total populasi saat ini, generasi milenial berusia 20-35 tahun mencapai 24 persen, atau setara dengan 63,4 juta dari 179,1 juta jiwa yang merupakan usia produktif (14-64 tahun). 
 
Melihat data penduduk yang terus meningkat, tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak hanya besarnya jumlah anak muda. Akan tetapi, tantangan itu juga terkait bagaimana menyiapkan daya saing generasi muda untuk siap berkompetisi khususnya dalam hal kesiapan kerja mereka. 
 
Menjawab kesiapan daya saing anak muda dan selaras dengan inisiatif Pra Kerja Pemerintahan Joko Widodo, tugas besarnya adalah bagaimana menyiapkan kompetensi dasar kerja.
 
Premis-premis itulah yang menjadi dasar Lembaga Visi Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan “Kelas Menulis dan Komunikasi” yang digelar sejak Jumat-Ahad (26-28) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madinatul Ilmi, Depok, Jawa Barat.
 
Pendiri Lembaga Visi Indonesia, Muhammad Abdul Idris mengatakan, era digital saat ini menuntut setiap orang punya kemampuan menulis dan komunikasi yang efektif. Dengan kemampuan itu, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang masuk dalam angkatan kerja, mampu membangun rasa percaya diri. 
 
“Kelas menulis sangat penting untuk diajarkan sedini mungkin, khususnya bagi para pemuda. Dengan kemampuan menulis dan komunikasi paling tidak menjadi bekal dasar pemuda membangun rasa percaya diri,” terangnya. 
 
Idris menambahkan bahwa kemampuan menulis dan komunikasi saat ini dibutuhkan pada profesi apapun sehingga bisa menjadi modal dasar penting untuk melakukan lompatan dan kontribusi lebih besar ke depannya untuk bangsa. 
 
Hal yang sama diungkapkan Rektor STAI Madinatul Ilmi, Asep Kusnadi. Menurutnya, anak-anak usia muda harus terus menggali kemampuan pribadinya. 
 
"Menjadi sebuah kewajiban dan keharusan anak muda harus terus menggali potensi dan kemampuan. Salah satu yang penting adalah kemampuan menulis dan komunikasi. Dua hal ini pasti melekat dengan profesi apapun,” kata Asep saat membuka acara. 
 
Pada kesempatan terpisah, Deputi Pengembangan Pemuda Asrurn Ni’am Soleh mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan kelas menulis dan komunikasi karena salah satu program Kementerian Pemuda dan Olahraga salah satunya adalah peningkatakan kualitas pemuda. 
 
“Kemenpora akan mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia terutama pemuda. Saya menyambut baik dengan kegiatan pelatihan kelas menulis dan komunikasi. Menulis dan komunikasi salah satu skill yang harus dimiliki pemuda," ujar Niam.
 
Kegiatan kelas menulis dan komunikasi ini diikuti kurang lebih 60 pemuda dari berbagai organisasi. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Jabodetabek, namun juga beberapa dari daerah lain. 
 
“Senang sekali peserta kegiatan kelas menulis dan komunikasi datang dari berbagai daerah. Tidak hanya wilayah Jabodetabek tapi ada juga dari Cirebon dan Indramayu. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar ketua panitia Muhammad Khotim. 
 
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa acara kegiatan kelas menulis dan komunikasi sangat bermanfaat dan menyenangkan.
 
“Materi-materi yang diberikan sangat bermanfaat dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan,” ujar salah satu peserta. 
 
Kelas menulis dan komunikasi diisi dengan berbagai materi seperti public speaking, dasar-dasar jurnalistik, pengelolaan website, manajemen media sosial, teknik pembuatan power point dan pengelolaan data berbasis excel. Harapannya, para peserta mampu menguasai ketrampilan dan kompetensi dasar tersebut dan mampu mengembangkannya di 'dunia nyata' setelah kegiatan pelatihan selesai digelar. (Red-Zunus Muhammad) 
Ahad 28 Juli 2019 20:30 WIB
Gus Yaqut: Ansor Jatim Jadi Barometer Ansor Internasional
Gus Yaqut: Ansor Jatim Jadi Barometer Ansor Internasional
H Yaqut Qoumas di acara Konferwil XIV GP Ansor Jatim
Malang, NU Online
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H Yaqut Qoumas bahwa keberadaan Ansor di Jawa Timur sebagai tolok ukur bagi keberadaan kepengurusan serupa tidak hanya di dalam negeri. Bahkan hingga internasional. Karenanya, sejumlah persyaratan administrasi dilakukan secara rigit dan ketat.
 
“Ansor Jatim menjadi barometer Ansor internasional sebab Ansor sudah punya cabang di Taiwan, Malaysia, Saudi Arabia, Korea, Mesir dan sebentar lagi di Australia yang semuanya berkiblat pada Ansor Jatim,” kata Gus Yaqut, Ahad (28/7).
 
Anggota DPR RI ini mengakui, kalau saja Ansor Jatim tidak ditata dengan tegas dan rigid maka dikhawatirkan nantinya menjadi tidak karu-karuan dan kerjanya cuma mengajukan proposal. “Sehingga harus jelas standar kinerja menjadi pengurus Ansor. Tidak boleh main-main,” tegasnya.
 
Hal tersebut disampaikan Gus Yaqut di sela Konferensi Wilayah XIV GP Ansor Jatim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang. 
 
Dirinya secara khusus meminta maaf bila ada kepengurusan yang akreditasi nilainya tidak sesuai harapan. Sehingga konsekwensinya tidak memiliki hak pilih pada Konferwil kali ini.
 
“Maka yang bersangkutan harus mengoreksi diri. Apa yang kurang hendaknya diperbaiki, supaya pada momentum konferensi yang lain bisa ikut. Saya kira itu fair,” imbuhnya.
 
Kalau ada pihak atau kepengurusan yang hendak menggugat nilai akreditasi, maka itu sama halnya dengan pengkhianat. “Kecuali yang akan menggugat, itu kalau istilah KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim, red) adalah pengkhianat. Jadi kita lihat siapa yang pengkhianat di antara kita,” tegasnya.
 
Menurutnya, pertimbangan lain akreditasi dilakukan secara ketat, sebab Ansor itu adalah NU masa depan sekaligus masa depan NU sehingga tidak boleh main-main.
 
“Bagaimana para kiai meletakkan beban masa depan NU kepada Ansor kalau kita tidak benar mengurus organisasi, maka jangan tunggu lama NU akan binasa dari muka bumi,” urainya.
 
Dengan mimik serius, Gus Yaqut mengemukakan kalau NU binasa di muka bumi itu antara lain disebabkan salah mengelola Ansor. “Maka kita semua yang akan dibakar di neraka lebih dulu. Karenanya yang benar ngurusi Ansor,” pintanya.
 
“Saya serius tidak main-main, sebab NU didirikan bukan semata untuk syiar Islam Ahlussunah wal Jamaah,” jelasnya. 
 
Kalau NU sekadar mendakwakan ajaran Aswaja an-Nahdliyah, maka para muassis NU dari mulai hadratussyekh KH M Hasyim Asy,ari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH Bisri Syansuri tidak perlu repot-repot mendirikan NU. 
 
Kalau hanya kepentingan dakwah Aswaja an-Nahdliyah, para muassis cukup mengenalkannya di Pesantren Tebuireng yang diasuh KH M Hasyim Asy’ari. Demikian pula KH Bisri Syansuri mencukupkan di Pesantren Mamba’ul Ma’arif di Denanyar, serta KH Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren  Bahrul Ulum Tambakberas.
 
“Tapi ini karena untuk Indonesia,” bebernya.
 
Baginya, kalau NU sirna di muka bumi, maka Indonesia juga akan sirna. “Kita tak mau negara yang kita cintai dan didirikan oleh para muassis NU akhirnya binasa karena kita tidak benar ngurusi Ansor,” tandasnya. 
 
Dirinya juga tidak segan-segan mengeluarkan mereka yang tidak satu komando. “Saya akan ingat dan saya catat, kalau sampai satu pun yang keluar dari barisan ini maka saya akan mengeluarkan sabahat-sahabat. Barisan itu harus rapi,” tegasnya.
 
Menurutnya, para pengurus sebenarnya hanya numpang besar di Ansor. “Ansor tanpa kita sudah besar,” katanya.
 
Di hadapan undangan, Gus Yaqut mengingatkan supaya jangan pernah mengecewakan muassis jamiyah NU. “Sahabat-sahabat tidak usah menunggu masuk neraka, siapa yang berkhianat akan berhadapan dengan saya,” katanya.
 
Khusus kepada kandidat Ketua PW GP Ansor Jatim, Gus Yaqut mengingatkan bahwa mereka semua adalah sahabat. “Sesuai dengan materi pertama ikut kaderisasi, tolong diingat bagaimana membedakan siapa kawan dan siapa lawan. Kita tidak boleh memilih kawan tapi juga tak boleh salah memilih lawan,” jelasnya.
 
“Tolong akhiri Konferwil ini dengan baik-baik. Ingat Jatim ini barometer dunia untuk GP Ansor. Atas nama GP Ansor di seluruh dunia, saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada KH Marzuki Mustamar karena difasilitasi menggelar Konferwil di pondok yang penuh berkah,” pungkasnya. (Ibnu Nawawi)
Ahad 28 Juli 2019 17:45 WIB
Kiai Said: Agama Harus Dikelola untuk Kemajuan Umat
Kiai Said: Agama Harus Dikelola untuk Kemajuan Umat
Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj
Garut, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, agama harus di kelola dan dibangun dengan pendidikan dan kecerdasan untuk kemajuan umat, serta selalu berpatokan pada sumber hukum yang relevan, yakni Al-Qur'an, Hadits, Ijma, dan Qiyas.
 
"Agama harus dikelola dan dibangun dengan pendidikan dan kecerdasan untuk kemajuan umat bersumber pada Al-Qur'an, Hadits, Ijma, dan Qiyas," tandasnya.
 
Hal tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri acara Haul Ke-70 Almarhumain wal Magfurlahuma KH Aceng Muhammad Ishaq bin As-Syekh KH Aceng Muhammad Umar Bashri dan ke-13 KH Aceng Muhammad bin As-Syekh KH Aceng Muhammad Umar Bashri serta peresmian Masjid di Pesantren Fauzan Sukaresmi, Garut, Jawa Barat, Sabtu (27/7).
 
Dikatakan, sebagai pusat pendidikan keagamaan, Pesantren Fauzan harus jadi benteng yang kuat dan kokoh dalam menjaga ajaran Ahlussunnah waljamaah, tidak boleh lemah apalagi kalah dengan yang lain. 
 
"Pesantrens Fauzan harus jadi benteng yang kuat dalam menjaga Islam Ahlussunnah waljamaah, pendirinya kiyai besar, jangan hanya membanggakan leluhurnya, namun keturunannya juga harus membuat kebesaran sendiri, semoga ke depan Pesantren Fauzan semakin maju dan jaya," pungkasnya. 
 
Ketua Pelaksana, KH Abdul Mujib mengucapkan selamat datang dan terima kasihnya, khusus kepada Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj, Pemda Jawa Barat, Pemkab Garut dan seluruh undangan yang telah hadir. 

Kiai Mujib berharap acara haul ini banyak mendatangkan keberkahan bagi kita semua, khususnya semua alumni Pesantren Fauzan wajib menjaga akidah islam Ahlussunnah Waljamaah sebagaimana cita-cita pendiri pesantren, serta di manapun alumni Fauzan berada wajib menjadi penerus Nahdlatul Ulama.
 
"Alhamdulillah rehab masjid yang diresmikan ini, selama tiga tahun setengah telah menghabiskan dana sebesar 5,5 miliar, dan selanjutnya berencana akan merehab pondok putra, dengan taksiran biaya kurang lebih 5,5 miliar," tuturnya.
 
Mewakili Bupati Garut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H Deni Suherlan menyampaikan, Pesantren Fauzan secara nyata telah membantu pemerintah dalam membina dan mendidik masyarakat di kabupaten khususnya, dan warga Jawa Barat pada umumnya. Sudah banyak alumni-alumni dari Pesantren Fauzan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.
 
"Program pembangunan di Pesantren Fauzan ini, akan saya sampaikan ke pimpinan untuk menjadi pembahasan di tingkat Pemerintah Daerah Kabupaten Garut," tutur Sekda.
 
Tampak hadir di acara haul, yakni selain Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, juga hadir Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol Badya Wijaya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Muhammad Nuh Addawami, mewakili Bupati Garut Sekretaris Daerah H Deni Suherlan, unsur Forkopimda, SKPD, Anggota DPRD Garut H Dadan Hidayatuloh, Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirojul Munir, dan ratusan tamu undangan lainnya. (Muhammad Salim/Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG