IMG-LOGO
Daerah

Seminar IPNU-IPPNU Sekadau: Hakikat NKRI Menerima Perbedaan

Senin 29 Juli 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Seminar IPNU-IPPNU Sekadau: Hakikat NKRI Menerima Perbedaan
Seminar pelajar yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Sekadau, Kalimantan Barat.
Sekadau, NU Online
Negeri ini sarat dengan perbedaan. Dari mulai suku, ras, antargolongan, juga agama. Segala perbedaan tersebut tidak lagi dimaknai sebagai ancaman, malah mempererat kebersamaan. Tugas generasi muda menyadari hal tersebut dan beradaptasi dengan keragaman yang ada.
 
“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam, kita bisa lihat di Sekadau saja sudah berbeda suku dan agama. Maka dengan adanya perbedaan itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI bisa berdiri kokoh sampai hari ini.” 
 
Penegasan disampaikan Sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Chaerudin. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada seminar pelajar yang digelar Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sekadau. Acara atas kerja sama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi.
 
Dalam pandangannya, seminar yang menghadirkan kalangan pelajar dan pemuda yang di dalamnya ditekankan soal keragaman bangsa sangat penting. “Kegiatan ini sangat positif untuk terus dilakukan di kalangan pelajar,” ungkapnya. 
 
Kegiatan mengangkat tema Memperkokoh Wawasan Kebangsaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang dilksanakan pada Sabtu (27/7) di Madrasah Aliyah Negeri Sekadau. 
 
Seminar ini dibuka Asisten 1 Bupati Sekadau Sapto Utomo dan dihadiri undangan di antaranya PCNU, MAN, GP Ansor, Dinas Pendidikan dan Kemenag Sekadau. 
 
Dalam sambutannya, Sapto Utomo menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Sekadau mendukung kegiatan-kegiatan seperti yang dilaksanakan itu dalam rangka menambah wawasan.
 
"Wawasan kebangsaan tidak lepas dari empat pilar yaitu Pancasila, NKRI, Bineka Tunggal Ika  serta Undang-undang Dasar 45," kata Sapto.
 
Adapun pemateri pada kegiatan ini adalah Kesbangpol Sekadau Hermanto, Polres Sekadau yang diwakili oleh Sat Intel Polres Sekadau Albert Yusuf Iskandar, Pimpinan Pusat IPPNU Endah Sugiarti dan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Sekadau Ustadz Bagus Fitrianto.
 
Kegiatan dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari siswa-siswi MAN Sekadau dan perwakilan Sekolah Menengah Atas lainnya di wilayah setempat. (Maulida/Ibnu Nawawi)
Bagikan:

Baca Juga

Senin 29 Juli 2019 23:30 WIB
Kasus Pengibaran Bendera HTI, Ansor dan PCNU Temui Bupati Purwakarta
Kasus Pengibaran Bendera HTI, Ansor dan PCNU Temui Bupati Purwakarta
Suasana pertemuan antara Ansor dan PCNU Purwakarta dengan Bupati Purwakarta.

Purwakaarta, NU Online

Gerakan Pemuda Ansor dan PCNU Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta. Pertemuan dilakukan untuk mendiskusikan terkait pengibaran atribut organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang di Masjid Agung Purwakarta pada acara Dzikir Akbar, Jumat (26/7) lalu.

 

Dalam pertemuan tersebut, hadir antara lain Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika dan Wakil Bupati Purwakarta H Aming serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Purwakarta.

 

Ketua GP Ansor Purwakarta, Cep Muhamad Mahmud, mengatakan pertemuan digelar untuk menindaklanjuti kasus pengibaran bendera terlarang di masjid Agung Purwakarta. Menurutnya, HTI sudah dilarang secara hukum sehingga keberadaannya tentu perlu dilarang pula dengan tidak melakukan kegiatan atau mengibarkan simbol apapun.

 

"HTI secara konstitusi sudah dibubarkan namun sel-sel mereka masih hidup dan terus berkembang, dan kami berharap simbol-simbol terlarang itu tidak lagi berkibar di Purwakarta", katanya seperti rilis yang diterima NU Online, Senin (29/7).

 

Sementara itu, Katib Syuriah PCNU Purwakarta KH Anwar Ahmad Nasihin menegaskan, pelarangan HTI di Indonesia jelas memiliki dasar hukum. Karena itu, Pemda dan masyarakat tidak boleh tinggal diam ketika kelompok radikal itu berulah.

 

“Dalam pemahaman Islam, tauhid itu harus di tanamkan di hati bukan dikibarkan. Kejadian seperti ini bukan hanya sekali, sudah pernah di Garut, jangan sampai terjadi hal-hal seperti kemarin terjadi kembali, ini bisa menjadi problem di masa yang akan datang,” ujarnya.

 

Sedangkan Ketua PCNU Purwakarta, M. Bahir Mukhlis, mengungkapkan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari pada iman. Karena itu wajib hukumnya bagi masyarakat dan pemerintah menjaga Indonesia dari ancaman radikalisme agama.

 

Menanggapi hal itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna mustika berharap segenap lapisan masyarakat bersikap normal, jangan berlebihan. Ia berkomitmen akan mensosialisasikan bahaya radikalisme, termasuk mengajak masyarakat untuk tidak ikut terlibat dengan HTI.

 

“Itu kami lakukan melalui dunia pendidikan. Kami akan terus mensosialisikan bahwa pemerintah daerah melalui dunia pendidikan akan membekali para siswa dari tingkat SD sampai Perguruan tinggi tentang bahaya ikut organisasi terlalarang tersebut,” ujarnya.

 

Menurut dia, kejadian di Masjid Agung beebrapa waktu yang lalu telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian sebagai tindak lanjut laporan dari masyarakat. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR).

Senin 29 Juli 2019 23:0 WIB
Fatayat NU Desa Kaliyoso Sabet Juara Umum POSP Fatayat NU 2019
Fatayat NU Desa Kaliyoso Sabet Juara Umum POSP Fatayat NU 2019
Kontingen Fatayat NU Desa Kaliyoso Bersama Piala yang Diraihnya

Kendal, NU Online

Kontingen Ranting Fatayat NU Desa Kaliyoso Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal berhasil meraih juara umum dalam Pekan Olahraga dan Seni Perempuan (POSP) tahun 2019 yang digelar di lapangan Kecamatan Kangkung, Senin (22/7). Kegiatan yang digelar untuk memperkuat peran perempuan NU itu memperlombakan 15 cabang olahraga.

 

Fatayat NU Desa Kaliyoso berhasil menyabet 4 medali dengan perolehan 7 poin. Atas raihan angka itu kontingen Desa Kaliyoso meraih kemenangan atas kontingen lain. Diantaranya, juara 1 lomba bola voli, juara 3 badminton, juara 2 gobak sodor, dan 3 paduan suara.

 

Ketua Pimpinan Cabang Fatayat Kabupaten Kendal, Siti Ni'mallatif, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana untuk menjaring kader perempuan NU yang berbakat di bidang olahraga. Disisi lain, kegiatan sengaja digelar sekaligus sebagai sarana silaturahim keluarga besar Fatayat NU.

 

"Selamat kepada Ranting Fatayat NU Desa Kaliyoso yang menjadi juara umum. Semoga menjadi motivasi bagi ranting desa lain untuk meningkatkan prestasinya di kegiatan yang akan datang," katanya seperti rilis yang diterima NU Online, Senin (29/7).

 

Sementara itu, seorang peserta lomba kontingen Kaliyoso, Lulu Sandra Martani, mengatakan semua personil sebelumnya telah rutin berlatih. Berbagai upaya dilakukan agar meraih prestasi terbaik.

 

"Kami berlatih mulai dari cara servis bola hingga teknik smash," tuturnya.

 

Di tempat yang sama, Ketua Ranting Fatayat Desa Kaliyoso, mengaku mendelegasikan pengurus harian untuk mengawal persiapan peserta yang akan mengikuti lomba. Seluruh cabang lomba telah disiapkan dengan matang melalui latihan yang rutin.

 

"Bagi kami gelar juara ini berkat kekompakan dari semua pengurus. Bukan hanya peserta atau tim yang ikut lomba, tapi semua pengurus, pemerintah dan masyarakat Desa Kaliyoso," ujarnya.

 

Untuk diketahui, POSP yang digelar PAC Fatayat Kecamatan Kangkung tahun ini diikuti seluruh ranting yang berjumlah 15 desa. Setiap Ranting mengirimkan peserta untuk mengikuti 9 cabang lomba, meliputi Bola Volly, Badminton, Gobag Sodor, Duta Fatayat NU, MC, MTQ, Khitobah, Paduan Suara dan Administrasi. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR)

Senin 29 Juli 2019 22:30 WIB
Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Minta Banser Jaga NKRI
Mustasyar PBNU Abuya Muhtadi Minta Banser Jaga NKRI
Peserta Diklat berpose bersama Abuya Muhtadi

Serang, NU Online

Pelaksanaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten di Pesantren Darunnajah berjalan dengan khidmat, Ahad (28/7). Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah terlibat langsung pada kaderisasi tingkat pertama ini.

 

Bahkan, di hari terakhir Diklat, Ahad kemarin, Mustayar PBNU KH Abuya Muhtadi turut hadir untuk membaiat puluhan peserta Diklat tersebut. Sebelum melakukan pembaiatan, kiai sepuh asli Banten ini memimpin Istigotsah yang diikuti seluruh tamu undangan

 

Dalam sambutannya, Abuya Muhtadi berpesan agar seluruh peserta yang baru saja disahkan sebagai anggota Banser tersebut mampu menjaga NKRI, NU dan berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah wal Jama'ah (Aswaja).

 

"Harus mampu menjaga NKRI, NU dan berpegang teguh pada ajaran Aswaja," ucap Abuya di hadapan seluruh tamu undangan dan peserta Diklat.

 

Kehadiran Abuya Muhtadi menjadi magnet tersendiri karena dapat mendorong semangat anggota baru Ansor. Kiai yang terus membangkitkan kelembagaan NU di Banten itu juga terus menasihati anggota Banser agar dapat membangun jiwa-jiwa Aswaja.

 

Sementara itu, Ketua Ansor Kabupaten Serang, H Alfi berharap agar Banser terus memperkuat ideologi Islam yang tidak bertentangan dengan haluan negara. Ia yakin, tidak ada ajaran agama yang membolehkan berbuat kerusakan di negerinya sendiri.

 

Pada kegiatan penutupan Diklat Terpadu Dasar itu juga turut hadir sejumah tokoh, diantaranya pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khaer Curug, Tangerang, KH. Hafiz Gunawan, Ketua GP Ansor Banten, Ahmad Nuri, Ketua MWCNU Mancak, KH. Khairussoleh, putera Abuya Muhtadi, Aa Ahmad Mufadhol, pengasuh Pesantren Darunnajah, KH Assatiri, Ketua NU Kabupaten Serang, Kiai Ujer Ali, Kasatrreskrim Polsek Mancak, Sofyan dan ratusan tamu undangan dari masyarakat umum. (Abdul Rahman Ahdori/Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG