IMG-LOGO
Humor

Mengurangi Sampah Plastik

Senin 29 Juli 2019 15:50 WIB
Bagikan:
Mengurangi Sampah Plastik
Ilustrasi humor (ist)
Suatu hari, perempuan muda bernama Tina menghadiri jamuan makan malam teman seangkatan kuliahnya yang asli kelahiran Madura. Dalam acara itu juga dihadiri ratusan teman lainnya.

Hadir di lokasi acara, mata Tina hanya tertuju pada penggunaan kemasan makanan dan minuman yang terbuat dari plastik.

Seketika ia gemas sendiri karena tentu saja sampah plastik yang dihasilkan menggunung, terutama aqua gelas.
 
Tina merupakan salah seorang aktivis yang bergerak di bidang pengelolaan sampah sekaligus mengadakan edukasi terkait pengurangan sampah plastik.

“Kamu tak seharusnya menggunakan perangkat yang dapat menimbulkan menggunungnya sampah plastik, seperti aqua gelas,” ujar Tina menegur teman tersebut.

“Iya Tin, apa yang salah? Saya kan hanya memakai aqua gelas bukan aqua plastik,” seloroh temannya. Tina yang lagi minum tersedak. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 27 Juli 2019 10:30 WIB
Tips Menjadi Haji Mabrur
Tips Menjadi Haji Mabrur
Ilustrasi humor (NU Online)
KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) sering kedatangan orang-orang yang meminta doa agar hajinya mabrur.
 
Namun sebelum mendoakan, ia terlebih dahulu menekankan pentingnya pemahaman tentang haji daripada sibuk meminta doa kemabruran haji.

Gus Baha bertanya terlebih dahulu kepada sang tamu, apakah mereka sudah memahami syarat dan rukun haji. Jika belum paham, ia meminta mereka untuk belajar.

"Kiai, saya mau haji, syarat rukunnya apa? Seandainya tanya begitu, saya kan bisa menerangkan," ucap Gus Baha.

Gus Baha menganalogikan doa haji mabrur bagi orang yang belum berpengetahuan haji itu sama dengan mendoakan selamat orang yang belum bisa mengendarai motor.

“Orang yang minta didoakan jadi haji mabrur itu seperti orang yang gak bisa mengendarai sepeda motor tapi minta didoakan selamat," katanya.

"Ini sama dengan hajinya gak bisa, tapi kok minta didoakan selamat," sambungnya. (Ahmad)
 
 
Selasa 23 Juli 2019 10:30 WIB
Respons Gus Dur Ketika Diminta Mundur Romo Magnis
Respons Gus Dur Ketika Diminta Mundur Romo Magnis
null
Salah seorang sahabat Gus Dur di Forum Demokrasi Romo Franz Magnis Suseno kala itu diminta sejumlah tokoh yang juga kawan-kawan Gus Dur untuk memberikan masukan dan pandangan untuknya mengenai situasi politik yang dihadapi. Empat minggu sebelum Gus Dur dilengserkan pada 23 Juli 2001, delapan orang kawan mendatangi Gus Dur di istana.

Di istana ada putri Gus Dur yang senantias setia mendampingi ayahnya, Yenny Wahid. Romo Magnis berbicara apa adanya kepada Yenny bahwa Gus Dur sebaiknya mundur ketimbang diturunkan. Mendengar aspirasi tersebut, Yenny mewanti-wanti mungkin Gus Dur bakal marah.

Tetapi Yenny tetap mempersilakan Romo Magnis dan kawan-kawan untuk menyampaikan langsung saran tersebut kepada Gus Dur.

Mendengar saran untuk mundur, ternyata Gus Dur tidak marah di tengah situasi yang serba panas kala itu. Dengan tenang Gus Dur menjelaskan kepada kawan-kawannya yang aktif di Forum Demokrasi mengapa dirinya tidak mau melakukan pengunduran diri. Intinya, apa yang dia lakukan benar. Justru DPR dan MPR-lah yang inkonstitusional.

Di tengah ketegangan politik yang menginginkannya untuk mengundurkan diri itu, Gus Dur justru sempat menanggapinya dengan joke: “Saya disuruh mundur? Maju saja masih dituntun?” kata Gus Dur disambut tawa kawan-kawannya itu. (Fathoni)
 

*) Disarikan dari buku ‘Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa’ (2017)
Selasa 23 Juli 2019 9:15 WIB
Ketika Aktivis IPNU dan PMII Mendemo Gus Dur
Ketika Aktivis IPNU dan PMII Mendemo Gus Dur
Ilustrasi (kemdikbud.go.id)
IPNU dan PMII adalah organisasi sayap NU di ranah kepelajaran, kepemudaan, dan kemahasiswaan, meski yang satu hubungannya adalah struktural dan yang lainnya ideologis. Keduanya adalah keluarga besar NU, ibarat santri kepada kiainya.
 
Sebagai bagian dari keluarga besar NU, tentu kebijakan kedua organisasi kepemudaan (OKP) ini tak akan bertentangan apalagi melawan orang tua mereka. Kultur ketakziman orang muda terlebih santri kepada orang tua: ulama atau kiai, begitu kental di NU dan dunia pesantren, sampai saat ini.
 
Namun ada yang aneh di akhir-akhir Gus Dur menjabat sebagai ketua umum PBNU. Hal ini pernah diceritakan oleh almarhum KH Bukhori Masruri (alias Abu Ali Haidar) Semarang, pencipta lagu-lagu Nasida Ria yang melegenda itu, dalam suatu ceramahnya.
 
Waktu itu, bangsa Indonesia akan memilih pemimpin baru. Poros Tengah yang dikomandani oleh Amien Rais mengusulkan nama Gus Dur sebagai calon Presiden Republik Indonesia.
 
Tak lama berselang, ada demo yang dilakukan anak-anak IPNU dan PMII. Mereka berorasi dan membawa spanduk bertuliskan, antara lain: "Gus Dur Jangan Mau Jadi Presiden! Itu hanya akal-akalan Amien Rais", dan sejenisnya. Intinya: IPNU dan PMII menolak Gus Dur dicalonkan sebagai presiden, karena hanya akan dibuat main-main.
 
Kiai Bukhori yang setelah itu berada di kantor Pimpinan Pusat GP Ansor bertemu dengan anak-anak yang demo tersebut. Ia penasaran, kemudian bertanya kepada salah satu dari mereka.
 
"Kamu ngapain demo? Siapa yang menyuruh?" tanya Kiai Bukhori.

"Gus Dur yang menyuruh, Kiai," jawabnya, yang membuat Kiai Bukhori semakin bertanya-tanya dalam hati: kok Gus Dur yang meyuruh, keperluannya untuk apa?
 
Benarlah, setelah demo itu, muncul statemen dari Amin Rais yang menegaskan bahwa Poros Tengah tidak main-main mengusung Gus Dur sebagai calon presiden Republik Indonesia.
 
Mengetahui hal itu, Kiai Bukhori yang bersahabat karib dengan Gus Dur sedari kecil itu pun berseloroh: "Oalah, ya memang statemen itulah yang diharapkan. Dasar Gus Dur ini memang kancil, banyak akalnya!" 😂😂😂 (Ahmad Naufa)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG