IMG-LOGO
Opini

Merawat Indonesia: Berguru pada Kopi


Senin 29 Juli 2019 19:00 WIB
Bagikan:
Merawat Indonesia: Berguru pada Kopi
Ilustrasi kopi dan Indonesia (via Good News from Indonesia)
Oleh Rahmat Zuhair

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam, sampai orang-orang di daratan sebelah iri dengan kekayaan yang dimiliki oleh alam Indonesia. Mereka mencari berbagai cara untuk dapat menguasai harta kekayaan Indonesia, baik dengan menciptakan sistem perekonomian yang bersifat paradoks maupun menciptakan ketidakenakan hati anak bangsa sehingga membuat kita semua loyal kepada orang orang di daratan seberang.

Kekayaan alam Indonesia menjadi sumber utama kekuatan ekonomi baik itu dijual secara langsung maupun diolah, tetapi pada realitanya yang dijual dalam bentuk gelondongan masih lebih banyak daripada yang diolah. Itulah sebuah tantangan untuk Indonesia saat ini, kita tidak akan masuk terlalu jauh ke dalam permasalahan tersebut tetapi penulis ingin membisikkan bahwa masih ada sisi lain yang dapat kita manfaatkan dari kekayaan alam kita, salah satunya adalah dari Kopi kita dapat belajar banyak hal, dari kopi kita dapat merengkuh makna ke Indonesiaan sebenarnya, dan kopi bak seorang guru di dalam berindonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbaik, bahkan produksi tahunan yang mencapai 600.000 ton mampu menyuplai 7 persen kebutuhan kopi dunia. Menurut data Kementerian Pertanian RI (Kementan RI), Indonesia merupakan produsen kopi terbesar di dunia, setelah Brasil dan Kolombia. Kopi bukan sekadar komoditas ekspor belaka tetapi banyak pelajaran terkait bagaimana berkehidupan sebagai bangsa yang baik dan selaras dengan norma-norma yang ada. Beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kopi di antaranya: kafein dalam kopi, jadilah pemacu semangat

Indonesia lahir dari semangat kebersamaan dan kegotongroyongan, kata merdeka dapat kita ucapkan karena adanya orang-orang yang memposisikan dirinya layaknya kafein dalam kopi. Kafein merupakan satu kandungan di dalam kopi yang membuat kita tetap terjaga dan semangat, karakter dan pribadi seperti kafein harus tertanam di setiap pribadi anak Indonesia.
 
Pentingkah menjadi kafein di dalam berindonesia? Sangat penting, karena Indonesia saat sekarang masih termasuk negara berkembang dengan demikian masih membutuhkan dorongan semangat dan keoptimisan dari anak bangsa agar bisa melangkah lebih jauh dan menjadi salah satu negara maju yang ada di dunia.

Dicaffeoylquinic Acid, Penangkal Serangan Luar

Senyawa pada kopi ini merupakan antioksidan yang sangat berguna untuk menangkal radikal bebas. Salah satu karakter yang terpenting dan harus dimiliki oleh anak bangsa dapat kita pelajari dari kopi yaitu menangkal radikal bebas, kondisi pada saat ini memaksa kita untuk pintar dalam menyeleksi kebudayaan luar yang berkembang saat ini.

Penting bagi anak bangsa menjaga indonesia dari perang ideologi dan kebudayaan dari luar yang sangat masif, karakter yang mampu menangkal radikal bebas yang ada (ideologi, kebudayaan yang tidak cocok dengan nilai-nilai keindonesiaan) harus menjadi karakter anak Indonesia saat ini. Karena keadaan sekarang bukan lagi penjajahan secara fisik tetapi penjajahan dalam hal ideologi dan kebudayaan, dan bergurulah dari kopi yang mampu menangkal radikal bebas.

Trigonelline, Pemimpin Level 5

Meski cenderung berasa pahit, dalam kopi ada rasa manis. Zat inilah yang membuat secangkir kopi menjadi lebih terasa manis. Senyawa ini sama dengan konsep Kepemimpinan Level 5 yang diungkap oleh Jim Collins dalam bukunya yaitu Good to Great. Ditengah anggapan orang orang kebanyakan bahwa kopi rasanya pahit, ada satu senyawa yang berusaha di belakang layar (sedikit orang yang tahu) membuat kopi memiliki rasa manis.

Karakter seperti inilah yang harus dimiliki oleh setiap insan Indonesia, karena orientasi dari pemipin seperti bukanlah pada ketenaran dan juga bagaimana supaya orang-orang melihat kerja kerja yang dia lakukan tetapi orientasinya adalah karya-karya besar dan objek yang dia perjuangkan mendapat tepuk tangan dari orang lain bukan mendapat cacian. Manusia Indonesia harus seperti ini, kita haruslah menjadi orang orang yang berjuang dan mengabdi untuk Indonesia bukan untuk membesarkan nama sendiri tetapi membesarkan nama Indonesia.

2-Ethyphenol, Penghasil Aroma

Zat ini menghasilkan aroma pada kopi, menjadikan kopi harum dan menjadi salah satu alasan orang-orang menyukai kopi. Anak Indonesia haruslah mengambil peran layaknya zat ini, menghasilkan aroma untuk Indonesia, tentu saja aromanya adalah aroma yang memikat. Salah satu langkah konkretnya adalah berusaha menjadikan diri sendiri agar lebih produktif dalam menjalankan usaha sehingga aroma produktif tersebut tercium oleh investor-investor luar negeri sehingga memikat investor tersebut sehingga mereka berinvestasi di Indonesia dan menjadikan perekonomian Indonesia dapat berjalan dengan baik.

Dalam Tarikh Ibnu Toyyib dikatakan: "Kopi adalah penghilang kesusahan pemuda, senikmat-nikmatnya keinginan bagi engkau yang sedang mencari ilmu. Kopi adalah minuman orang yang dekat pada Allah di dalamnya ada kesembuhan bagi pencari hikmah di antara manusia. Kopi diharamkan bagi orang bodoh dan mengatakan keharamannya dengan keras kepala."

Kopi merupakan minuman para sufi yang digunakan untuk taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah SWTyang mana memiliki banyak faidah baik secara rohani ataupun medis. Mencari hikmah dari sebuah kopi adalah sebuah pekerjaan yang sangat penting karena di dalamnya terdapat pelajaran hidup yang dapat kita petik, ketika mendapatkan sebuah hikmah di antara manusia maka akan terjadi sebuah kedamaian di antara umat manusia.

Kita sebagai bangsa yang dikaruniai dengan kekayaan alam yang luar biasa haruslah menjadi bangsa yang mengedepankan syukur di dalam bernegara. Sebuah sikap yang sangat dibutuhkan Indonesia sekarang adalah rasa syukur, karena dengan adanya ucapan syukur dari berbagai elemen bangsa Indonesia menjadi sebuah langkah awal yang menjadikan Indonesia dapat berjalan dengan baik dan mencapai kemajuan dan kesejahteraan.

Salah satu rasa syukurnya adalah dengan memanfaatkan kekayaan alam yang sudah diberikan dengan bijak, bukan hanya dijadikan komoditas tetapi dijadikan sumber inspirasi untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu. lewat tulisan ini penulis mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mensyukuri nikmat ini dan yakinlah syukur adalah salah satu perekat kebinekaan.
 
 
Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Ekonomi IPB, Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG