IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Cara Kader Fatayat NU di Kendal Berbagi Waktu Sukseskan Organisasi

Selasa 30 Juli 2019 7:0 WIB
Bagikan:
Cara Kader Fatayat NU di Kendal Berbagi Waktu Sukseskan Organisasi
Para juara lomba bidang Administrasi pada Pekan Olahraga dan Seni Perempuan (POSP) yang digelar oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal 2019.
Kendal, NU Online
Pekan Olahraga dan Seni Perempuan (POSP) PAC Fatayat NU Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, telah ditutup Ahad (29/7) kemarin. Di balik kemeriahan gelaran organisasi perempuan NU itu terselip kisah perjuangan dari para kadernya yang militan.
 
Bagaimana tidak, selain sebagai ibu rumah tangga para kader yang sebagian memiliki kesibukan di luar rumah masih harus membagi waktu untuk menyukseskan program tahunan organisasinya itu. Dengan kondisi demikian, mereka harus pandai-pandai mengatur waktu antara keperluan di dalam rumah tangga dan kesibukannya di luar dengan tanggungjawabnya di organisasi.
 
Lazimnya sebuah perlombaan, setiap peserta perlu melakukan serangkaian latihan sebelum bertanding di medan pertandingan. Hal ini juga berlaku bagi kader Fatayat di masing-masing ranting yang akan mengikuti POSP di tingkat kecamatan. Apalagi untuk satu cabang lomba yang dimainkan oleh banyak personil. Mereka harus bisa mencari waktu yang tepat agar semua personel bisa berlatih bersama. 
 
"Bisa latihan bersama kalau malam hari. Biar malam hari pun, kami masih tidak bisa lepas dari anak. Tapi dengan semangat dan keyakinan, alhamdulilah kami bisa mempersembahkan yang terbaik," terang Siti Awaliyah, personel paduan suara Desa Kalirejo yang meraih juara I. 

Faizatul Laily Fuadah, peraih juara I untuk cabang lomba Administrasi dari Desa Sendangkulon, menyampaikan hal senada. Sehari-hari aktivitas guru MDTU NU 07 Nurul Huda Sendangkulon ini sibuknya bukan main. Sore hari mengajar madrasah, malamnya masih memberikan les privat untuk siswa SD/MI/SMP. Karena semangatnya untuk berkhidmah pada organisasi, dia tak menyerah dan berusaha untuk meluangkan waktu di tengah kesibukannya. 
 
Di antara perempuan-perempuan Fatayat NU yang rela mengorbankan waktunya untuk menyukseskan program organisasi, masih ada lagi Ajeng Nafrina. Istri dari Muhammad Ulil Amri yang tak lain Kepala Desa Laban dan sekaligus Ketua PC Ansor Kendal ini, tetap berkiprah di organisasi sosial kemasyarakatan di tengah kesibukan sang suami.
 
"Administrasi itu kunci dari keberhasilan organisasi. Termasuk di Fatayat NU tingkat ranting. Tertib administrasi ini sebagai bentuk kepatuhan pada aturan organisasi dari tingkat pusat hingga satuan terkecil di ranting," imbuh Ajeng Nafrina, juara kedua lomba Administrasi dari ranting Desa Laban.
 
POSP yang digelar PAC Fatayat Kecamatan Kangkung tahun ini dilaksanakan dalam dua hari terpisah, yakni Ahad (21/7), dan ditutup Ahad (28/7). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ranting yang berjumlah 15 desa. Sebagai juara umum kontingen dari ranting Desa Kaliyoso yang berhasil meraih 4 medali dari 9 cabang lomba dengan perolehan 7 poin.

"POSP merupakan ajang untuk menjaring kader Fatayat yang berkualitas yang meliputi bidang olahraga, seni dan organisasi. Selamat untuk para juara, semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi kader-kader lainnya untuk mempersembahkan yang terbaik bagi organisasi, masyarakat dan tentu saja bagi keluarganya," kata Siti Ni’matullatif, Ketua PC Fatayat Kabupaten Kendal, saat menutup POSP PAC Fatayat Kangkung di Desa Jungsemi. (Muhammad Sulhanudin/Kendi Setiawan)
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 30 Juli 2019 22:30 WIB
PP Ansor: Usai Konferensi, Ansor Lasem Segera Aksi
PP Ansor: Usai Konferensi, Ansor Lasem Segera Aksi
Koperancab GP Ansor Lasem, Rembang, Jateng
Rembang, NU Online
Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, KHM Luthfi Thomafi mengatakan, pengurus Ansor Lasem yang baru saja terpilih segera melengkapi pengurus dan segera bekerja merealisasikan program-program yang telah disusun.
 
"Jangan terlalu banyak diskusi, GP Ansor Lasem harus lebih banyak action (kerja) daripada lebih pandai berbicara serta adu argumen terutama dalam hal kaderisasi," tandasnya.
 
Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah  Bertempat di PP Al Aziz Lasem, selasa (30/7).
 
Dikatakan, banyak sekali program-program Ansor yang harus segera direalisasikan di tingkat anak cabang, terutama masalah pengkaderan baik untuk Ansor maupun Banser.  
 
"Saya hanya ingin berpesan kepada ketua terpilih, dan jajaran pengurus ke depan untuk lebih intensif dalam bekerja di organisasi (Action). Jangan terlalu banyak berbicara dan adu argumen yang pada akhirnya semua program terbengkalai. Apa yang ada dipikiran pengurus, segera koordinasikan dan kerjakan," ujar Gus Luthfi. 
 
Ketua GP Ansor Lasem terpilih periode 2019-2021, Ahmad Suhud mengatakan, pihaknya berterimakasih atas segala bentuk dukungan baik dari Pimpinan Cabang hingga Pimpinan Pusat dan tak lupa kepada tokoh NU Lasem KH Shidiq Hassan sekaligus pengasuh PP Al Aziz Lasem.
 
"Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan baik dari pihak PC sampai dengan Pimpinan Pusat GP Ansor. Dan tak lupa, saya juga sangat berterima kasih kepada Pengasus PP. Al Aziz Lasem yang telah berkenan memberikan dukungan dan fasilitas terhadap GP Ansor Lasem," ujar Suhud.
 
Ahmad Suhud terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PAC GP Ansor Lasem untuk masa khidmat 2019-2021 berjanji untuk segera merealisasikan apa yang menjadi amanat Gus Luthfi dalam hal pengkaderan.
 
"Apa yang telah disampaikan Gus Luthfi adalah perintah dari Pimpinan Pusat GP Ansor, maka kami setelah terpilih akan segera melengkapi kepengurusan dan merealisasikan program kerja termasuk dalam hal pengkaderan," janjinya.
 
Kegiatan konferancab Ansor Lasem dihadiri oleh Perwakilan PW GP Ansor Jateng, PP GP Ansor, PC GP Ansor Rembang, PAC Ansor, Banser, Kecamatan Lasem,  dan tokoh NU Lasem. (Misbahul Munir/Muiz)
Selasa 30 Juli 2019 22:0 WIB
Aswaja Center di Jawa Barat akan Dibentuk Hingga MWCNU
Aswaja Center di Jawa Barat akan Dibentuk Hingga MWCNU
KH Abun Bunyamin (kiri) dalam Dialog Kebangsaan.
Bandung, NU Online
Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) Center yang digagas oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Barat sejak 2014 lalu akan terus diperkuat. Saat ini Aswaja Center baru sampai di Pengurus Cabang NU (PCNU).
 
Upaya itu dilakukan PWNU dengan membentuk forum diskusi Aswaja Center di semua tingkatan kepengurusan NU. Antara lain dari PWNU sampai dengan tingkat Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) di semua kecamatan di Jawa Barat.

Mustaysar PWNU Jawa Barat, KH Abun Bunyamin mengatakan kemaunnya membentuk Aswaja Center di seluruh MWCNU agar akidah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah makin berkembang di tengah masyarakat. Juga bisa menangkal radikalisme agama yang mulai menjamur di Jawa Barat.

“Itu salah satu upaya mengembangkan akidah Ahlusunnah wal Jamaah, dan secara massif akan terus digulirkan sampai di tingkatan MWCNU,” kata kiai yang juga Pengasuh Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta ini, Selasa (30/7).
 
Kemudian, untuk menunjang ajaran Islam Ahlusunnah wal Jamaah di Jawa Barat pihaknya akan terus memperkuat kekompakan di kalangan internal NU. Mengajarkan Ahlusunnah wal Jamaah sampai ke akar rumput di masyarakat penting agar ajaran Islam ramah terus berkembang di Jawa Barat.

“Bagaimana aliran radikalisme di tanah Jawa Barat musnah kalaupun tidak musnah berkurang,” ujarnya.
 
Ia mengajak seluruh pengurus NU untuk waspada terkait gerakan kaum radikal di Jawa Barat sebab kelompok tersebut sudah masuk ke berbagai lini seperti masjid dan sekolah. Selain itu, Mustaysar PWNU Jawa Barat asal Purwakarta ini juga meminta kepada seluruh pengurus NU untuk meningkatkan pemahaman akidah Aswaja.

“Makanya kita hrus meningkatakn peningaktan pemahaman Aswaja tentang keimanan keislaman dan keihsanan di kalangan anak anak muda Jawa Barat ini,” tutupnya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
Selasa 30 Juli 2019 20:30 WIB
LPBINU Mojokerto Bekali Anggotanya Pertolongan di Air
LPBINU Mojokerto Bekali Anggotanya Pertolongan di Air
LPBINU Mojokerto gelar pelatihan pertolongan di air
Mojokerto, NU Online
Kejadian kecelakaan di air untuk wilayah Kabupaten Mojokerto semakin meningkat saja dari waktu ke waktu. Hal ini tak lepas dari keberadaan Sungai Brantas membelah wilayah Mojokerto. Tidak hanya itu, beberapa sungai besar dengan arus kencang juga ada di  Mojokerto.
 
Kejadian banjir bandang dan banjir luapan juga sering terjadi. Sehingga kecelakaan di air sering terjadi di kabupaten bekas pusat Kerajaan Majapahit. Untuk itu, Lembaga Penangggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Mokokerto menggelar pelatihan Water Rescue 2019. 
 
Kegiatan ini diikuti oleh semua relawan yang tergabung dalam LPBI NU ditambah kader-kader Banser yang masuk dalam wadah BAGANA Kabupaten Mokokerto.
"Dalam  kegiatan ini LPBI NU mengundang narasumber dari Basarnas Surabaya. Karena lembaga inilah yang  berkompeten dalam hal Search And Rescue (SAR)," kata ketua LPBI-NU Mojokerto Saiful Anam, Senin (30/7).
 
Dikatakan, saat pelatihan yang terdaftar sebagai peserta sebanyak 60 orang. Termasuk perwakilan dari organisasi atau lembaga yang bergerak dalam bidang kebencanaan. Di antaranya Welirang Komuniti Rescue, Semar, Sako Pramuka LP Ma'arif, bahkan CBP KPP milik IPNU dan IPPNU juga mewakilkan anggotanya untuk bersama-sama mencari ilmu pertolongan di air ini.
 
Pelaksanaan pelatihan dihelat di Aula PCNU Kabupaten Mojokerto untuk penyampaian materi serta praktek kering. Sementara praktek basah dilaksnakan di Dam Pudaksari Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal.
 
"Kita menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto atas segala ruang dan waktu serta sebagian pendanaan yang telah disediakan untuk LPBINU. Amanah ini semoga menjadi hal yang berdampak manfaat dan barakah," ungkapnya.
 
Dalam kegiatan ini, Kantor Badan Nasional Penanggulanga Bencana (BNPB) atau lebih dikenal dengan Basarnas telah mengirimkan tiga personilnya untuk menjadi narasumber dalam pelatihan.
 
Kegiatan ini juga mendapat support dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto serta dari komunitas peduli kemanusiaan dari Surabaya bernama GERPIK.
 
"Kami sampaikan terima kasih tak terhingga kepada Kepala Pelaksana BPBD Mojokerto dan GERPIK atas support pinjaman peralatannya sehingga pelatihan ini berjalan dengan lancar. Semoga sinergitas ini membawa kebaikan buat umat," tambah Saiful.
 
Ketua PCNU Mojokerto KH Adzim Alawy menyatakan bahwa para relawan yang fokus untuk menolong sesama adalah para pendekar Allah. Sehingga siap menolong, siap menebar kemanfaatan bagi kemansiaan. Ia juga mendoakan semoga para pendekar Allah ini selalu dicukupi segala kebutuhan hidupnya, diberi kelancaran rizki, dan kesehatan oleh  Allah.
 
"Kalian adalah tentara Allah bidang kemanusian, semoga sehat selalu," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG