IMG-LOGO
Humor

Saat Bom Dikira Kentut

Rabu 31 Juli 2019 8:30 WIB
Bagikan:
Saat Bom Dikira Kentut
Ilustrasi humor (ist)
Di tengah kecamuk Perang Dunia II antara Nazi Jerman dan tentara Amerika Serikat, ada seorang nenek yang tinggal di gedung persewaan tempat tinggal.

Saat tentara Amerika menuju titik kumpul musuh di depan gedung tersebut, tetiba tentara Nazi meluncurkan bom yang melululantakkan gedung tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada musim panas tahun 1942. Si nenek terkena sasaran bom. Asap berangsur-angsur mengepul habis, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari gedung tersebut. Nampaknya semua penghuni tewas.

Saat barisan korps ambulans hendak mengevakuasi para korban di gedung itu, tiba-tiba para petugas mendengar suara tawa yang keluar dari arah reruntuhan gedung.

Tim penolong mengidentifikasi arah suara seorang nenek di sisa-sisa reruntuhan bata dan genting di sebuah toilet.

Tim penolong menggali dan benar di situ ada seorang nenek tua yang tak mengalami luka sedikit pun dan sedang tertawa terbahak-bahak.

Saat ditanya ada kejadian apa, sang nenek menjawab: "Saya kentut pertama kali di atas kloset, gedung ini tiba-tiba runtuh. Aneh sekali," ucapnya heran sambil terus terbahak-bahak. (Fathoni)
 

*) Kisah di atas terinspirasi dari film ‘Fury’ (2014) yang mengisahkan perang antara Nazi dan tentara Amerika Serikat.
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Senin 29 Juli 2019 15:50 WIB
Mengurangi Sampah Plastik
Mengurangi Sampah Plastik
Ilustrasi humor (ist)
Suatu hari, perempuan muda bernama Tina menghadiri jamuan makan malam teman seangkatan kuliahnya yang asli kelahiran Madura. Dalam acara itu juga dihadiri ratusan teman lainnya.

Hadir di lokasi acara, mata Tina hanya tertuju pada penggunaan kemasan makanan dan minuman yang terbuat dari plastik.

Seketika ia gemas sendiri karena tentu saja sampah plastik yang dihasilkan menggunung, terutama aqua gelas.
 
Tina merupakan salah seorang aktivis yang bergerak di bidang pengelolaan sampah sekaligus mengadakan edukasi terkait pengurangan sampah plastik.

“Kamu tak seharusnya menggunakan perangkat yang dapat menimbulkan menggunungnya sampah plastik, seperti aqua gelas,” ujar Tina menegur teman tersebut.

“Iya Tin, apa yang salah? Saya kan hanya memakai aqua gelas bukan aqua plastik,” seloroh temannya. Tina yang lagi minum tersedak. (Fathoni)
Sabtu 27 Juli 2019 10:30 WIB
Tips Menjadi Haji Mabrur
Tips Menjadi Haji Mabrur
Ilustrasi humor (NU Online)
KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) sering kedatangan orang-orang yang meminta doa agar hajinya mabrur.
 
Namun sebelum mendoakan, ia terlebih dahulu menekankan pentingnya pemahaman tentang haji daripada sibuk meminta doa kemabruran haji.

Gus Baha bertanya terlebih dahulu kepada sang tamu, apakah mereka sudah memahami syarat dan rukun haji. Jika belum paham, ia meminta mereka untuk belajar.

"Kiai, saya mau haji, syarat rukunnya apa? Seandainya tanya begitu, saya kan bisa menerangkan," ucap Gus Baha.

Gus Baha menganalogikan doa haji mabrur bagi orang yang belum berpengetahuan haji itu sama dengan mendoakan selamat orang yang belum bisa mengendarai motor.

“Orang yang minta didoakan jadi haji mabrur itu seperti orang yang gak bisa mengendarai sepeda motor tapi minta didoakan selamat," katanya.

"Ini sama dengan hajinya gak bisa, tapi kok minta didoakan selamat," sambungnya. (Ahmad)
 
 
Selasa 23 Juli 2019 10:30 WIB
Respons Gus Dur Ketika Diminta Mundur Romo Magnis
Respons Gus Dur Ketika Diminta Mundur Romo Magnis
null
Salah seorang sahabat Gus Dur di Forum Demokrasi Romo Franz Magnis Suseno kala itu diminta sejumlah tokoh yang juga kawan-kawan Gus Dur untuk memberikan masukan dan pandangan untuknya mengenai situasi politik yang dihadapi. Empat minggu sebelum Gus Dur dilengserkan pada 23 Juli 2001, delapan orang kawan mendatangi Gus Dur di istana.

Di istana ada putri Gus Dur yang senantias setia mendampingi ayahnya, Yenny Wahid. Romo Magnis berbicara apa adanya kepada Yenny bahwa Gus Dur sebaiknya mundur ketimbang diturunkan. Mendengar aspirasi tersebut, Yenny mewanti-wanti mungkin Gus Dur bakal marah.

Tetapi Yenny tetap mempersilakan Romo Magnis dan kawan-kawan untuk menyampaikan langsung saran tersebut kepada Gus Dur.

Mendengar saran untuk mundur, ternyata Gus Dur tidak marah di tengah situasi yang serba panas kala itu. Dengan tenang Gus Dur menjelaskan kepada kawan-kawannya yang aktif di Forum Demokrasi mengapa dirinya tidak mau melakukan pengunduran diri. Intinya, apa yang dia lakukan benar. Justru DPR dan MPR-lah yang inkonstitusional.

Di tengah ketegangan politik yang menginginkannya untuk mengundurkan diri itu, Gus Dur justru sempat menanggapinya dengan joke: “Saya disuruh mundur? Maju saja masih dituntun?” kata Gus Dur disambut tawa kawan-kawannya itu. (Fathoni)
 

*) Disarikan dari buku ‘Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa’ (2017)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG