IMG-LOGO
Internasional

UU Disahkan, Muslim India yang Cerai Talak Tiga Istrinya Bisa Dipenjara

Rabu 31 Juli 2019 15:0 WIB
Bagikan:
UU Disahkan, Muslim India yang Cerai Talak Tiga Istrinya Bisa Dipenjara
Ilustrasi talak (Prashant Hirlekar/asianage.com)
New Delhi, NU Online
Parlemen India baru saja mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pidana bagi umat Muslim yang melakukan cerai talak tiga terhadap istrinya. Melalui peraturan itu, seorang Muslim India yang terbukti melakukan talak tiga terancam penjara tiga tahun.

UU baru ini menuai pro dan kontra di India. Kelompok yang menolak berpandangan, hukuman bagi pelaku cerai tiga talak dalam UU tersebut terlalu keras. Mereka juga menilai, tidak lazim mempidanakan kasus perceraian dan negara tidak berhak mengatur urusan rumah tangga seseorang.
 
Anggota parlemen dari Partai All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen, Asaduddin Owaisi, menganggap, UU ini merupakan serangan terbaru terhadap identitas Muslim sejak partai Bharatiya Janata (BJP) berkuasa pada 2014 lalu. 
 
“UU ini melawan Muslimah dan membuat mereka terpinggirkan. UU ini memaksa Muslimah untuk tetap dalam sebuah pernikahan dengan seorang laki-laki yang secara verbal dan emosional menyiksa mereka,” tulis Owaisi di akun Twitternya, (30/7).

Sementara mereka yang mendukung berpendapat, perempuan di India semakin dilindungi dengan lahirnya UU ini. Menurut mereka, talak tiga sangat mendiskriminasi perempuan. 

Menteri Kehakiman India, Ravi Shankar Prasad, menyebut, praktik cerai talak tiga di India terus saja ada meski putusan MA sudah melarangnya. Dilaporkan, ada 574 kasus cerai talak tiga yang dilaporkan setelah MA melarangnya.
 
“Putusan sudah dikeluarkan, namun tidak ada tindakan yang diambil soal talak tiga. Ini mengapa kami mengeluarkan undang-undang ini larena hukum adalah pencegah," katanya, dikutip BBC.
 
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyebut, pengesahan RUU talak tiga itu sebagai sebuah ‘kemenangan bagi keadilan gender’. “Parlemen menghapus talak tiga dan mengoreksi kesalahan historis yang dilakukan pada Muslimah. Ini adalah sebuah kemenangan bagi keadilan gender dan akan memajukan kesetaraan di masyarakat,” kata Modi di akun Twitternya.

Sebagaimana diketahui, dalam Islam seorang suami boleh saja menceraikan istrinya –karena suatu hal- dengan mengucapkan talak tiga kali secara langsung. Namun seiring perkembangan zaman, ada praktik cerai talak tiga yang dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApp, Skype, telepon, atau pun email.

Sejak 2017, Mahkamah Agung India telah memutuskan, praktik seperti itu merupakan tindakan yang melanggar konstitusi. Setelah diputuskan, RUU tentang talak tiga sudah diusulkan. Tapi, RUU itu kemudian berhenti di majelis tinggi parlemen karena sebagian anggota dewan menyebut kalau peraturan tersebut tidak adil.

Parlemen India mengesahkan RUU talak tiga ini pada Selasa (30/7). Pengesahan dilakukan dengan cara pemungutan suara anggota parlemen. Suara perbandingannya adalah 99 orang mendukung dan 84 orang lainnya menolak.
 
Beberapa negara Islam seperti Mesir, Pakistan, Bangladesh, Uni Emirat Arab juga telah melarang praktik cerai talak tiga. (Red: Muchlishon)
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 31 Juli 2019 23:59 WIB
Musim Haji Tahun Ini, Saudi Siapkan Lima Ambulans Udara
Musim Haji Tahun Ini, Saudi Siapkan Lima Ambulans Udara
Ambulans udara yang disiapkan Saudi untuk mengatasi kasus kritis jamaah haji (Saudi Gazette)
Makkah, NU Online
Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi (SRCA) akan menyediakan layanan ambulans udara selama musim haji tahun ini. SRCA bekerja sama dengan mitra menyiapkan lima pesawat dengan peralatan medis darurat dan difungsikan sebagai ambulans udara.

Fasilitas ini dimaksudkan untuk menyediakan perawatan medis darurat dan intensif bagi kasus-kasus kritis yang menimpa jamaah haji. Sehingga jamaah haji mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat ketika mereka sedang membutuhkan.  

Dilaporkan Saudi Gazette, Rabu (31/7), Pihak berwenang telah menyiapkan area pendaratan untuk pesawat-pesawat ini di rumah sakit-rumah sakit di Provinsi Makkah untuk menerima kasus-kasus yang diangkut dengan menggunakan ambulans udara.

Untuk mendapatkan layanan ambulans udara, jamaah haji tinggal mengambil telepon dan mengubungi nomor 997. SRCA kemudian akan meneruskan laporan ke ambulans darat atau udara, tergantung pada informasi yang diterima. Apakah ia betul-betul darurat dan kritis atau tidak.

Dilaporkan, Bulan Sabit Merah Saudi sudah menyiapkan 36 pusat bantuan permanen, 89 pusat bantuan sementara, 370 ambulans dengan teknologi terbaru, dan lebih dari 2.700 petugas. 

Layanan medis darurat tersebut terletak di pusat-pusat kota di Makkah, Masjid Agung, Madinah, Mina, Arafat dan Muzdalifah.
 
Bulan Sabit Merah Saudi (SRCA) di Madinah juga menyediakan pelayanan medis dan darurat bagi para jamaah haji dan pengunjung Masjid Nabawi serta beberapa lokasi yang sering dikunjungi selama musim haji ini. 
 
Mereka siap siaga 24 jam sehari semalam dan melaksanakan tugasnya terutama di Masjid Nabawi dan sekitarnya. Ada sekitar 1.000 relawan, laki-laki dan perempuan, yang ikut terlibat dalam program pelayanan kesehatan bagi para jamaah dan pengunjung Masjid Nabawi selama musim haji tahun ini.   

Call center 911
 
Arab Saudi telah memperluas cakupan fasilitas panggilan darurat (call center) 911 tahun ini. Sebelumnya, layanan call center 911 sudah ada di Makkah sejak lima tahun lalu. Namun, tahun ini Pusat Operasi Keamanan Nasional Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi meluncurkan layanan itu di tiga kota baru, yakni Madinah, Riyadh, dan Syargiyah.
 
Jadi, jika ada jamaah haji yang tersesat, mengalami gangguang medis, membutuhkan bantuan terkait arah jalan, atau kehilangan barang dan tidak tahu harus menghubungi siapa, maka kali ini mereka tidak perlu khawatir. Mereka tinggal mengambil handphonenya dan menghubungi nomor 911. Maka tim layanan call center 911 Saudi akan segera memberikan respons dan bantuan yang dibutuhkan.
 
Layanan ini disiapkan untuk melayani jamaah haji dari berbagai negara. Selain bahasa Arab, seperti diberitakan Arab News, Sabtu (27/7), layanan call center 911 ini juga melayani percakapan dalam banyak bahasa seperti bahasa Urdu, Jerman, Inggris, Perancis, dan Indonesia. (Red: Muchlishon)
Rabu 31 Juli 2019 23:30 WIB
Dianggap Paling Disiplin dan Sopan, Saudi Jadikan Jamaah Haji Asal Indonesia ‘Role Model’
Dianggap Paling Disiplin dan Sopan, Saudi Jadikan Jamaah Haji Asal Indonesia ‘Role Model’
Jamaah haji Indonesia (Setkab.go)
Riyadh, NU Online
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. menuturkan, Arab Saudi telah memberikan label bahwa jamaah haji asal Indonesia itu sopan dan disiplin. Oleh karena itu, Indonesia dijadikan role model sebagai jamaah haji percontohan bagi yang lainnya. 

“Memang beberapa kali kami bertemu dengan petinggi-petinggi Saudi, Indonesia ini dijadikan ‘role model’ sebagai percontohan jamaah haji karena Saudi sudah memberikan label  bahwa jamaah Indonesia itu paling disiplin dan sopan,” kata Agus, seperti diberitakan Antaranews, Rabu (31/7).

Dia menyebut, sebagai jamaah haji yang paling rapi, tertib, dan disiplin di dunia, Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulazis, memberikan apresiasi kepada jamaah haji Indonesia dengan menjemput mereka. 

“Ini apresiasi dari Saudi karena dari sekian tahun , baru jamaah haji Indonesia yang dijemput oleh seorang pangeran, yaitu Pangerang Faisal bin Salman bin Abdulazis al-Saud,” jelasnya. Selain Indonesia, ada beberapa negara yang juga mendapatkan keistimewaan dari Saudi terkait dengan pelayanan haji. Mereka adalah Pakistan, Malaysia, Tunisia, dan Bangladesh.

Agus mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan Saudi untuk melakukan perbaikan-perbaikan terkait dengan fasilitas haji. “Kita sudah komitmen dengan Saudi bahwa kita adalah pelayan-pelayan haji,” ucapnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa Indonesia sedang memperjuangkan kuota haji tahun ini hingga mencapai 250 ribu orang. Jika hal itu tercapai, maka kuota haji Indonesia akan bertambah 19 ribu orang, mengingat jatah haji tahun ini 231 ribu orang. 

“Kami berharap karena kami mintanya berdasarkan arahan Presiden Jokowi, Indonesia tahun ini idealnya di angka 250 ribu kuota sehingga kami masih ada lagi tugas untuk angka 19 ribu dari 231 ribu. Insyaallah tahun-tahun ke depan kita akan selalu melakukan diplomasi haji,” jelasnya.

Keinginan Indonesia untuk menambah kuota haji bukan tanpa alasan. Di Indonesia, orang yang mau menunaikan haji harus menunggu antrean yang panjang, bahkan 20 hingga 40 tahun. Agus mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah Saudi terkait dengan antrean panjang haji di Indonesia.
 
“Pemerintah Saudi tahu Indonesia negara Muslim terbesar sehingga dan sudah selayaknya mendapatkan ‘privilege’ ini,” ujarnya. (Red: Muchlishon)
Rabu 31 Juli 2019 19:45 WIB
PPIH Daker Makkah Lakukan Pembinaan Jemaah Calon Haji Pringsewu
PPIH Daker Makkah Lakukan Pembinaan Jemaah Calon Haji Pringsewu
KH Masrur Ainun Najih memberi pembinaan ibadah di Kloter 51 (Foto: Faizin/NUO)
Makkah, NU Online
Konsultan Ibadah PPIH Daker Makkah, KH Masrur Ainun Najih mengatakan bahwa pemerintah terus melakukan upaya peningkatan dalam kualitas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia. Hal ini dilakukan mulai sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan ibadah haji.
 
Salah satu bentuk peningkatan kualitas tersebut adalah dengan terus memberikan bimbingan kepada jemaah selama berada di tanah suci. Khusus terkait bimbingan ibadah, pemerintah ingin memastikan jemaah telah melaksanakan rangkaian ibadah haji sesuai tuntunan syariat. 
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) ini saat memberikan bimbingan pada jemaah calon haji Kloter JKG 51 di Hotel Mnair Al Osoul Sektor 3 Sisyah, Rabu (31/7).
 
Ia menghimbau kepada para jemaah calon haji dari Kabupaten Pringsewu, Lampung ini untuk mengisi kegiatan jelang wukuf pada 10 Agustus 2019 mendatang dengan memperbanyak dzikir, shalawat, wirid, dan ibadah lainnya.
 
"Agar kegiatan bisa nyaman dan tenang, maka jemaah harus disiplin dan taat dengan segala ketentuan dari pemerintah Indonesia dan Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji. Patuhi instruksi para ketua regu, ketua rombongan, dan petugas kloter," tambah pesannya kepada 405 jemaah dari Pringsewu.
 
Ibadah haji, lanjutnya, merupakan ibadah yang istimewa karena dilaksanakan pada waktu dan tempat yang khusus. Haji juga istimewa karena keseluruhan ibadahnya merupakan rukun fi'li (pekerjaan). Jika pun jemaah tidak mengerti bacaan doa dalam setiap proses ibadahnya, selama tetap melakukan hal tersebut maka sah hajinya.
 
Pada puncaknya, tambahnya, semua jemaah dipastikan berharap pelaksanaan ibadah di tanah suci akan mendapat predikat mabrur. "Ciri haji mabrur itu selalu menebarkan perdamaian, bertutur kata yang menyejukkan dan meningkatnya sedekah kepada orang lain," jelasnya sembari menegaskan bahwa rahasia dari kebahagiaan adalah selalu berbagi dengan sesama.
 
Sementara Pembimbing Ibadah sektor 3 H Ahmad Jahid mengingatkan jamaah bahwa diperkirakan wukuf akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2019. Sementara jamaah gelombang 2 akan menuju Kota Madinah pada 25 hari kedepan.
 
Pada pembinaan tersebut tidak hanya dilakukan penyampaian bimbingan ibadah manasik dan penjelasan teknis rangkaian kegiatan ibadah haji. Para jemaah diajak membangun soliditas tim dengan beberapa kegiatan seperti permainan dan character building (pembentukan karakter). (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG