IMG-LOGO
Internasional

Saudi Bangun ‘Neom’, Kota Masa Depan dengan Taksi Terbang hingga Bulan Buatan


Rabu 31 Juli 2019 17:00 WIB
Bagikan:
Saudi Bangun ‘Neom’, Kota Masa Depan dengan Taksi Terbang hingga Bulan Buatan
Kota Neom, kota Masa depan Arab Saudi (Tangkapan Layar Youtube Tomonews US).
Riyadh, NU Online
Arab Saudi meluncurkan proyek pembangunan kota masa depan yang diberi nama Neom. Proyek ini ditaksir bakal menghabiskan dana hingga 500 miliar dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp 7.000 triilun. Kata Neom diambil dari bahasa Yunani neos yang berarti baru dan bahasa Arab bermakna masa depan.

Rencananya, kota masa depan Neom bakal dibangun di wilayah yang berdekatan dengan Mesir, sejajar dengan Laut Merah dan Teluk Aqaba serta dekat dengan Terusan Suez. Luasnya mencapai 26.500 kilometer persegi atau 33 kali dari luas Kota New York (783 kilometer persegi).

Adalah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang mencanangkan proyek mega-city tersebut dan menjadikannya bagian dari Visi Saudi 2030. Seperti dilaporkan Wall Street Journal, Jumat (26/7) lalu, tiga perusahaan konsultan terbesar di dunia; McKinsey & Co, Boston Consulting, dan Oliver Wyman telah ditunjuk untuk membantu MBS mewujudkan kota masa depan Saudi itu. 

Berbeda dengan kota-kota Saudi lainnya, Kota Neom akan memiliki banyak teknologi canggih dan bangunan yang futuristik. Bahkan, kota ini digadang-gadang bakal menjadi kota tercanggih di dunia. Berikut fitur dan fasilitas Kota Neom: 

Pertama, taksi terbang. Kota Neom bakal dilengkapi dengan taksi terbang. Dari 11 investasi di Kota Neom, investasi taksi terbang adalah salah satunya karena kendaraan darat dianggap tidak mumpuni untuk moda trasportasi. Dengan menggunakan taksi terbang, maka mobilitas warga Kota Neom akan sangat efektif dan efisien. 

“Neom adalah tentang segala hal yang berorientasi ke masa depan dan visioner. Jadi kita membahas teknologi yang paling baru dan menembus batas, dan dalam beberapa kasus masih dikembangkan dan bersifat teoretis,” kata Chief Executive Neom, Nadhmi Al Nasr.

Kedua, bulan buatan. Bulan buatan (artifisial) di Kota Neom akan menyala setiap malam dan menerangi seluruh kota. Salah satu proposal mengusulkan agar bulan artifisial ini bisa menyiarkan gambar siaran langsung dari luar angkasa. 

Ketiga, pembibitan awan (cloud seeding) untuk menghasilkan hujan. Di negeri-negeri padang pasir, hujan adalah sesuatu yang langka. Namun dengan teknologi cloud seeding (pembibitan awan untuk menghasilkan awan), maka curah hujan akan tinggi. 

Keempat, guru holografik di sekolah. Rencangan Kota Neom juga memperhatikan sistem pendidikan. Nantinya, sekolah-sekolah di Kota Neom akan diajar oleh guru holografik. Kelima, robot-robot canggih. Di Kota Neom juga bakal dikembangkan robot-robot canggih untuk berbagai keperluan, seperti robot bela diri, pembantu robot yang membantu para ilmuan bekerja, hingga robot dinosaurus ala Jurassic Park.

Keenam, energi alternatif. Untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, maka Kota Neom akan menggunakan energi alternatif seperti matahari dan angin, tidak lagi menggunakan minyak bumi. Rencananya, akan disediakan panel surya dan turbin angin untuk memasok energi regenarif yang tentunya lebih murah dan ramah lingkungan.

Ketujuh, sistem pengawasan dan keamanan canggih. Sistem keamanan dan pengawasan Kota Neom menggunakan drone, kamera keamanan, dan teknologi pengenalan wajah untuk melacak setiap orang yang ada di kota tersebut.

Kedelapan, jembatan lintas negara. Di Kota Neom juga bakan dibangun jembatan lintas antar negara yang menghubungkan Arab Saudi, Mesir, dan Yordania. Desain jembatan ini dirancang begitu artistik.

Kesembilan, lima istana megah. Rencananya akan dibangun lima istana megah di Kota Neom. Istana tersebut bakal dibangun dengan arsitektur tradisional Maroko yang berdesain Islam. Keramik-keramik berwarna akan menghiasi istana-istana tersebut. Tidak ketinggalan, sebuah marina dan lapangan golf juga akan menjadi pelengkap di kompleks istana.

Demikian gambaran tentang kota masa depan yang dikembangkan Saudi, Kota Neom. Sebagai sebuah proyek yang sangat besar, pengerjaan Kota Neom diperkirakan bakal akan memakan waktu 30-50 tahun. Tapi fase pertama akan selesai pada 2025 mendatang. (Red: Muchlishon)
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG