IMG-LOGO
Nasional

Idul Adha 1440 H Jatuh pada Ahad 11 Agustus 2019

Kamis 1 Agustus 2019 21:3 WIB
Bagikan:
Idul Adha 1440 H Jatuh pada Ahad 11 Agustus 2019
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Muhammadiyah Amin memimpin Sidang Isbat, Kamis (1/8).
Jakarta, NU Online
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI baru saja menuntaskan gelaran Sidang Isbat penentuan awal bulan Dzulhijjah. Hasil sidang itu menetapkan 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada Selasa, 2 Agustus 2019. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah bertepatan dengan Ahad, 11 Agustus 2019. 
 
“Memutuskan, Menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada hari Ahad tanggal 11 Agustus 2019,” kata Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mewakili Menteri Agama usai Sidang Isbat di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag Jakarta, Kamis (1/8) malam. 
 
Keputusan ini, lanjut Amin, berdasarkan hasil Sidang Isbat usai memantau 92 titik di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, terdapat 10 titik pemantau yang melihat hilal secara langsung.
 
“Dari pengamatan di sejumlah tempat, posisi hilal terpantau pada posisi lebih dari 2-3 derajat. Berdasarkan hisab sudah di atas ufuk 2 derajat 4 menit sampai 3 derajat 57 menit,” terangnya.
 
Ia menambahkan, dari segi hisab dan rukyatul hilal, maka sebagaimana yang dipedomani berdasarkan Fatwa MUI Nomor 2 tahun 2004 tentang penentuan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah. Bulan Zulqa'dah 1440 Hijriyah menjadi 29 hari. 
 
“Mudah-mudahan keputusan ini membawa berkah bagi kita semua. Atas nama pemerintah, kami menyampaikan selamat menempuh bulan Zulhijjah dan Idul Adha 1440 Hijriah,” tandasnya.
 
Secara terpisah, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) juga mengikhbarkan bahwa Idul Adha 1440 H jatuh pada hari Ahad (11/8).
 
"Idul Adha 1440 Hijriah bertepatan dengan hari Ahad (dimulai malam Ahad), 11 Agustus 2019," kata KH A. Ghazalie Masroeri, Ketua LF PBNU, pada Kamis (1/8).
 
Kabar tersebut diperoleh dari hasil rukyatul hilal yang berhasil menangkap hilal pada Kamis (1/8) sore atau bertepatan dengan 29 Dzulqodah 1440 H. Mengingat hal tersebut, maka awal Dzulhijah 1440 H bertepatan dengan Jumat (2/8). 
 
"Awal Dzulhijjah 1440 H / 2019M bertepatan dengan hari Jumat (dimulai malam Jumat), 2 Agustus 2019," terangnya.
 
Data hilal Markaz Jakarta menunjukkan bahwa hilal hakiki berada pada 3 derajat 56 menit, sedangkan hilal yang bisa dilihat 3 derajat 35 menit. Sementara itu, hilal dapat dilihat selama 15 menit 42 detik.
 
Adapun tim perukyat LF PBNU berhasil menangkap bulan muda itu setidaknya di enam tempat, yakni di Condrodipo Gresik, Jawa Timur, oleh Ust H Inwanuddin, H Asyhar, Ust Umar, Ust Syamsul Ma’arif, dan Ust Syamsul Fuad.
 
Selain itu, Ust Moh. Nufail, Ust A Tolhah, Ust. M. Kholik, dan Ust Khudori berhasil melihatnya di Pondok Pesantren Bayt al Hikmah, Pasuruan, Jawa Timur. Tim perukyat LF PBNU di Tanjungkodok, Lamongan, Jawa Timur, KH Khotib Asymuni dan Ust Abd Mujib, juga berhasil melihat hilal.
 
Di samping itu, H Sulthon dan Wiwik Harisprasetyo juga melihat hilal dari Gedung UMK Kudus, Jawa Tengah. Sementara di POB Masjid Jami’ Denanyar, Jombang, Jawa Timur, tiga orang berhasil menangkap hilal, yakni Sulastri, Kikinda, dan Fika. (Syakir NF/Musthofa Asrori)
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 1 Agustus 2019 23:15 WIB
Kemenag Lantik 42 Pejabat Baru di Bidang Pendidikan Islam
Kemenag Lantik 42 Pejabat Baru di Bidang Pendidikan Islam
Pelantikan pejabat eselon III dan pejabat IV di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamis (1/8).
Jakarta, NU Online
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Kamaruddin Amin, melantik 10 pejabat eselon III dan 32 pejabat IV di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Kemenag lantai 8, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/8) sore.
 
Tampak hadir menyaksikan pelantikan, Sekretaris Ditjen Pendis, Imam Safei, Direktur PAI Rohmat Mulyana, Direktur KSKK Madrasah Ahmad Umar, dan Direktur PTKI Arsykal Salim.
 
Kamaruddin Amin menjelaskan, rotasi jabatan adalah hal biasa dalam setiap organisasi. Kebiasaan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dalam merespon setiap tantangan. 
 
“Rotasi adalah hal biasa dalam dinamika birokrasi. Rotasi dilakukan sebagai upaya merespon tantangan organisasi dan meningkatkan kinerja sebuah organisasi. Mari pahami, bahwa pelantikan sebagai sebuah tradisi biasa,” ujarnya.
 
Kamarudin berpesan kepada pejabat yang dilantik, bahwa hal pertama yang mesti dilakukan adalah  mempelajari aturan secara konperhensif terkait tugas masing-masing. Menurutnya, ketika seseorang diberi amanah, maka dirinya diasumsikan sebagai orang yang  paham, dan paling pas pada posisi yang diduduki.
 
“Mari kita emban amanah ini dengan baik, dengan dedikasi, dengan komitmen, dengan penuh integritas, sekaligus diniati sebagai sarana beribadah kepada Allah,” ajak Guru Besar lulusan Jerman ini. 
 
Berikut daftar pejabat Eselon III dan IV yang dilantik;
 
Eselon III
Drs. Safriansyah sebagai Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

M. Munir, S.Ag, M.A. sebagai  Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dr. Ainurrafiq, M.Ag    sebagai  Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Ruchman Basori, M.Ag sebagai Kepala Subdirektorat Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Muhammad Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed, Ph.D    sebagai Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Drs. Agus Sholeh, M.Ed sebagai Kepala pada Subdirektorat Pendidikan Agama Islam pada SMP/SMPLB Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dr. H. Syafiuddin, MA sebagai Kepala Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Rahmawati, S.Psi, MM sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dr. Sarpani, S.Ag, M.Pd.I sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Al Qur'an Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Aceng Abdul Azis, S.Ag, M.Pd sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Eselon IV
 
Danang Sulistya Hady, S.T., M.M. sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Anggaran Madrasah, Guru, dan Tenaga Kependidikan pada Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Kartika Sari, SE sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Anggaran Sekretariat, Pendidikan Diniyah, Pondok Pesantren, dan Pendidikan Agama Islam pada Bagian Perencanaan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dodi Irawan Syarip, S.Si, M.TI sebagai Kepala Subbagian Data dan Sistem Informasi Madrasah, Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada Bagian Data, Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Aziz Saleh, ST, M.Si sebagai Kepala Subbagian Data dan Sistem Informasi Diniyah, Pondok Pesantren dan Pendidikan Agama Islam pada Bagian Data, Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Sholla Taufiq sebagai Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat dan Publikasi pada Bagian Data, Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Firdah Thawil, S.Pd.I, M.Pd sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Bagian Umum dan Barang Milik Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dwi Waluyo Adi, S.Sos sebagai Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Milik Negara pada Bagian Umum dan Barang Milik Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Setio Kusnaningsih, S.Pd sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah pada Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Bekti Indramaji, S.PI sebagai Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan pada Subdirektorat Sarana dan Prasarana Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 
 
Brurry Hariyanto, S.Sos sebagai Kepala Seksi Kelembagaan dan Kerja Sama Raudlatul Athfal pada Subdirektorat Kelembagaan dan Kerja Sama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 
 
Maryunah, SE, M.M sebagai Kepala Seksi Kesiswaan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah pada Subdirektorat Kesiswaan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Fakhrurozi, SS, M.Si sebagai Kepala Seksi Kesiswaan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan pada Subdirektorat Kesiswaan Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Rusdi, SH.I, M.Ag sebagai Kepala Seksi Bina Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan pada Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Ahmad Mahfud Arsyad, S.Ag, M.Ag sebagai Kepala Seksi Bina Program Studi pada Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
R. Nurul Islam, S.Ag, M.Ed sebagai Kepala Seksi Evaluasi Akademik pada Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Muhammad Aziz Hakim, M.H. sebagai Kepala Seksi Pengembangan Profesi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pada Subdirektorat Ketenagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Amiruddin, MA sebagai Kepala Seksi Kemahasiswaan pada Subdirektorat Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dr. A. Rafiq Zainul Mun'im, S.Th.I., M.Fil.I sebagai Kepala Seksi Bina Kelembagaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta pada Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Zulfakhri Sofyan Pono, B.Sc, M.Ed sebagai Kepala Seksi Kerjasama pada Subdirektorat Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Drs. Iwan Yusuf sebagai Kepala Seksi Publikasi Ilmiah pada Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dr. Abd Basir, S.Pd.I, M.Pd.I sebagai Kepala Seksi Pengabdian Kepada Masyarakat pada Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Suharno, SH, M.Si sebagai Kepala Seksi Ketenagaan pada Subdirektorat Pendidikan Agama Islam pada PAUD dan TK Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
DR. Adimin Diens, S.Ag, M.Pd sebagai Kepala Seksi Bina Keagamaan Mahasiswa pada Subdirektorat Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum Direktorat Pendidikan Agama Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Dra. Vidiyanti    sebagai Kepala Seksi Ketenagaan pada Subdirektorat Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Muhammad Arief Fatulloh, S.Pd.I sebagai Kepala Seksi Sarana, Prasarana dan Kelembagaan pada Subdirektorat Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Drs. Ahmad Rusdi, M.Pd.I sebagai Kepala Seksi Kurikulum pada Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Agus Umar, S.Ag, SS, M.Hum sebagai Kepala Seksi Ketenagaan pada Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Winuhoro Hanum Bhawono, S.T. sebagai Kepala Seksi Sarana, Prasarana dan Kelembagaan pada Subdirektorat Pendidikan Diniyah dan Mahad Aly Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Moh. Baehaki, SH, M.Si sebagai Kepala Seksi Ketenagaan dan Kesantrian pada Subdirektorat Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Lukman, S.Pd, M.Pd sebagai Kepala Seksi Kurikulum pada Subdirektorat Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
 
Fatkhul Manan, S.Sos sebagai Kepala Seksi Ketenagaan pada Subdirektorat Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 
 
Muhtadin, S.Ag sebagai Kepala Seksi Kesantrian pada Subdirektorat Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (Red-Zunus Muhammad) 
Kamis 1 Agustus 2019 15:0 WIB
PBNU Apresiasi Presiden Jokowi Berikan Amnesti Baiq Nuril
PBNU Apresiasi Presiden Jokowi Berikan Amnesti Baiq Nuril
Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj (istimewa)
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan rasa syukur atas amnesti (pengampunan) yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Baiq Nuril Maknun. Amnesti dinilai sebagai wujud keberpihakan Jokowi kepada rakyat yang terzalimi.
 
“Saya Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atas nama seluruh warga Nahdliyin mengucapkan rasa syukur, terima kasih, apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Presiden Bapak Ir H Joko Widodo atas perkenan beliau mengeluarkan amnesti untuk saudari Baiq Nuril,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (31/7) malam.
 
Menurut Kiai Said, perjuangan Baqi Nuril sampai mendapatkan amnesti berkat upaya kerasnya dalam memperjuangkan keadilan. Baiq disebutnya bukan tipe orang yang mudah putus asa. “Dia (Baiq) berusaha sekuat tenaga, tidak putus asa, sampai menghasilkan amnesti dari presiden,” ucapnya.
 
Terakhir, kiai yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Tasawuf dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini pun mendoakan Jokowi mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah.
 
“Semoga Allah memberikan balasan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
 
Sebagaimana diketahui, persoalan ini bermula pada medio 2012. Saat itu, Baiq Nuril masih berstatus sebagai pegawai honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Satu ketika dia ditelepon atasannya, Muslim. Perbincangan antara Muslim dan Baiq Nuril berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Dari 20 menit perbincangan itu, hanya sekitar 5 menitnya yang membicarakan soal pekerjaan. Sisanya, Muslim malah bercerita soal pengalaman seksualnya bersama dengan wanita yang bukan istrinya.
 
Perbincangan itu pun terus berlanjut dengan nada-nada pelecehan terhadap Baiq Nuril. Terlebih Muslim menelepon Baiq lebih dari sekali. Baiq Nuril pun merasa terganggu dan merasa dilecehkan secara verbal oleh Muslim. Tak hanya itu, orang-orang di sekitar Baiq menuduhnya memiliki hubungan gelap dengan Muslim.
 
Merasa jengah dengan semua itu, Baiq Nuril berinisiatif merekam perbincangannya dengan Muslim. Hal itu dilakukannya guna membuktikan dirinya tak memiliki hubungan dengan atasannya itu. Kendati begitu, Baiq Nuril tidak pernah melaporkan rekaman itu karena takut pekerjaannya terancam.
 
Hanya saja, ia bicara kepada rekan kerjanya, Imam Mudawin, soal rekaman itu. Namun, rekaman itu malah disebarkan oleh Imam ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mataram. Proses pemindahan rekaman dari ponsel ke laptop dan ke tangan-tangan lain sepenuhnya dilakukan oleh Imam.
 
Muslim tidak terima atas tersebarnya rekaman itu. Dia kemudian melaporkan Baiq Nuril ke polisi. Padahal rekaman tersebut disebarkan Imam. Kasus ini kemudian berlanjut hingga ke persidangan. Setelah laporan diproses, Pengadilan Negeri Mataram memutuskan Baiq Nuril tidak bersalah dan membebaskannya dari status tahanan kota.
 
Kalah dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum mengajukan banding dan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). MA kemudian memutus Baiq Nuril bersalah. Meski demikian, Kejaksaan Agung Negeri RI menunda eksekusi Baiq Nuril karena polemik persepsi keadilan yang terus berkembang di masyarakat. Di samping itu, Baiq Nuril juga mengajukan surat permohonan penundaan eksekusi. 
 
Pada awal Januari 2019, Baiq Nuril mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) dengan pasal kekhilafan hakim. Namun, pengajuan PK tersebut juga ditolak MA.
 
Perjuangan dalam mencari keadilan tidak berhenti, Baiq Nuril melanjutkan dengan mengajukan amnesti kepada Presiden Jokowi. Setelah menerima pengajuan amnesti, Presiden Jokowi langsung mengirim surat ke DPR untuk memberikan pertimbangan terhadap amnesti bagi Baiq Nuril.

Melalui sidang paripurna ke-23, DPR menyetujui agar Presiden Jokowi memberi amnesti kepada terpidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Baiq Nuril. Setelah itu, Presiden Jokowi menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberian amnesti bagi Baiq Nuril. 
 
Dengan terbitnya amnesti ini, maka Nuril yang sebelumnya divonis Mahkamah Agung (MA) melanggar UU ITE pada tingkat kasasi, bebas dari jerat hukum. Keppres tersebut ditandatangani oleh Presiden pada Senin (29/7/). (Husni Sahal/Muchlishon)
Kamis 1 Agustus 2019 12:0 WIB
46 Orang Ikuti Terapi Zamatera Pagar Nusa
46 Orang Ikuti Terapi Zamatera Pagar Nusa
Terapi Zamatera oleh Pagar Nusa di Masjid An-Nahdlah PBNU, Rabu (31/7) malam.
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Pencak Silat Pagar Nusa menggelar pengobatan terapi gratis di Masjid An-Nahdlah, Gedung PBNU lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Rabu (31/7) malam.

Sebanyak 46 orang mengantri pada beberapa terapis dari Pagar Nusa. Mereka menyampaikan berbagai macam penyakitnya, seperti sakit di bagian kaki, badan, hingga sesak nafas.

Dengan cekatan, para terapis melakukan berbagai macam teknik, seperti menarik kaki, memutar pinggang, hingga menarik kepalanya. Tulang-tulang pun menjadi renggang dan tidak kaku.

Sodikin, Komandan Corps Brigade Pembangunan (CBP) Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), mengaku setelah diterapi badannya menjadi segar. Nafasnya pun, yang tadinya dirasa sesak, sudah begitu longgar. "Segar," katanya sembari menghirup nafas dalam-dalam.

Muhammad Zaini, Dewan Pakar Ketabiban PP Pagar Nusa, mengungkapkan bahwa terapi yang dilakukan tadi merupakan penemuannya yang disebut dengan Zamatera, akronim dari Zaini Manipulation Therapeutic.

Zaini menyampaikan bahwa terapinya ini sangat cepat dan tepat mengarah ke titik persoalan. "Keunggulannya cepat, efektif, dan langsung ke sasaran," katanya.

Saat menerapi orang yang merasa nafasnya kurang leluasa, ia hanya membutuhkan satu menit untuk membuat nafas orang tersebut kembali lega.

Terapinya ini fokus pada tulang belakang. Pasalnya, kendali setiap orang ada pada sistem sarafnya. Sementara seluruh saraf melalui tulang belakang. "Maka terapi yang sangat efektif dan rasional adalah zamatera ini," ujarnya.

Pria asal Salatiga itu menyampaikan bahwa terapi ini seperti yang biasa dilakukan para santri untuk merenggangkan otot dan tulangnya sampai bunyi. Namun, ia menjelaskan hanya saja Zamatera digabungkan dengan teori pengetahuan anatomi tubuhnya.

"Hanya saja ini saya sesuaikan dengan kaidah-kaidah medisnya ini bagaimana. Jadi terapis ini harus memahami bagaimana susunan tulang belakang, bagaimana sistem saraf, siapa yang boleh menerima terapi dan siapa yang tidak boleh," terangnya.

Zaini mengatakan bahwa ke depan beberapa anggota Pagar Nusa akan dilatih terapi tersebut. Hal itu sudah ada dalam rancangan pembahasan program kerja.

Di samping itu, ia mengaku bahwa ia sudah menerapkan terapi ini kepada beberapa tokoh, seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan sebagainya.

Kegiatan itu dilaksanakan usai Istighatsah untuk Indonesia Aman dan Damai yang digelar oleh Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU). (Syakir NF/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG