Katib NU Kudus Sebut Ngaji Dialogis Juga Penting

Katib NU Kudus Sebut Ngaji Dialogis Juga Penting
Ngaji dialogis seputar kurban dan aqiqah
Ngaji dialogis seputar kurban dan aqiqah
Kudus, NU Online
Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus, Jawa Tengah KH Amin Yasin menilai penting bagi setiap daerah untuk mengadakan ngaji dialogis. Ia menjelaskan adanya ngaji dialogis bisa memunculkan hal baru dalam Islam, baik itu dalam hal fiqih ataupun bidang keilmuan lain yang sedang dikaji secara bersama.
 
“Kegiatan seperti ngaji dialogis perlu digalakkan, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat maupun narasumber itu sendiri,” ujarnya usai mengisi Ngaji Dialogis seputar Kurban dan Akikah di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Desa Jepang, Mejobo, Rabu (31/7) malam.
 
Kiai Amin menjelaskan, manfaatnya bagi masyarakat tentu saja mendapatkan solusi atas persoalan hukum fiqih atau hal lain dalam Islam. Selain itu, ngaji dialogis juga bisa menjadi ruang 'curhat' bagi masyarakat.
 
"Dengan model dialogis tentu akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru dari jamaah yang bisa jadi berdasarkan pengalaman pribadinya dalam beragama. Sehingga ada interaksi dan rasa saling asah, asih, dan asuh antara ulama dan umat, Tandasnya.
 
“Maka, yang tak kalah penting yaitu manfaat ngaji dialogis bagi narasumber. Karena dengan berbagai pertanyaan dari jamaah, ia akan terdorong untuk terus belajar dan memahami dinamika umat,” imbuhnya.
 
Ngaji dialogis yang diadakan oleh Pimpinan Ranting (PR) Ansor Jepang ini dihadiri oleh pengurus NU beserta Badan Otonom (Banom) dan para panitia kurban perwakilan dari mushala dan masjid se-Desa Jepang. Selain KH Amin Yasin, Ansor Jepang juga menghadirkan Direktur Aswaja Center Kudus, K Moh Islahul Umam sebagai pemateri.
 
Ketua PR GP Ansor Jepang, Moh Ridwan menyampaikan, forum ngaji dialogis ini dibuat untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan yang sering ditemui pada saat hari raya kurban. Sedangkan tujuan menghadirkan kedua narasumber tersebut tentu agar berbagai persoalan itu bisa diselesaikan sesuai dengan Islam Aswaja an-Nahdliyah.
 
“Diskusi tersebut membahas bab-bab yang sering ditemukan ketika hari raya kurban, agar jamaah, utamanya para panitia kurban bisa memahami syariat yang benar soal Kurban dan akikah,” ungkapnya. (Farid/Muiz)
BNI Mobile