IMG-LOGO
Internasional

PCINU Arab Saudi Kembali Gelar Silaturahim NU Sedunia 

Kamis 1 Agustus 2019 23:45 WIB
Bagikan:
PCINU Arab Saudi Kembali Gelar Silaturahim NU Sedunia 
foto: ilustrasi
Makkah, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Arab Saudi kembali akan menggelar Silaturahmi NU Sedunia tahun 2019 di Makkah Al Mukarramah Saudi Arabia pada Kamis 7 Dzulhijjah 1440 H bertepatan 8 Agustus 2019. 
 
Acara yang diselenggarakan setiap musim haji sejak 2002 ini mengangkat tema Merajut Kembali Ukhuwah Wathaniyah Menuju Perdamaian Dunia. 
 
Wakil Ketua Panitia, Musthofa Al Gholayin mengatakan bahwa acara rutin ini merupakan  inisiatif Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi pertama KH Mahfud Mas’ud dan Ketua Tanfidziyah  pertama H Ahmad Fuad  Abdul  Wahab.

"Awalnya acara ini merupakan silaturahim antar PCINU  dari berbagai  negara yang sedang menunaikan ibadah haji. Namun dalam  perkembangannya, dari tahun ke tahun, acara silaturahim ini selain dihadiri berbagai perwakilan PCINU juga dihadiri para masyayikh  PBNU, perwakilan PWNU, dan PCNU seluruh Indonesia juga para Pejabat RI yang sedang melaksanakan ibadah haji," ujarnya.
 
"Kita berharap acara ini akan mempererat jalinan silaturahim serta saling tukar informasi dan koordinasi dengan supervisi PBNU  untuk  pemberdayaan NU ke depan di  masing-masing wilayah sehingga akan  bisa semakin menguatkan syiar Islam Rahmatan lil Alamin," imbuhnya. kepada jurnalis NU Online di Arab Saudi, Muhammad Faizin, Kamis (1/8).
 
Acara ini lanjutnya, juga diharapkan bisa merajut dan memperkuat  ukhuwah wathaniyah serta menetralisir situasi kurang kondusif pascapemilu  2019, sehingga peran NU menjadi semakin optimal dalam  menjaga persatuan bangsa. 
 
"Bahkan dalam ikut membangun perdamaian dunia sebagaimana telah  diakui oleh Dunia Islam," tandasnya.
 
Acara Silaturahim ini akan diselenggarakan pada 7 Dzulhijjah 1440 H pukul 07.30 waktu Arab Saudi di Altayseer Towers Hotel No. 1002 Lantai PR  At-Taysir- Makkah Al Mukarramah.
 
"Sudah banyak tokoh dan pengurus NU dari berbagai penjuru dunia khususnya dari Indonesia yang sudah memastikan hadir," katanya.
 
Diantara yang akan menjadi pembicara seperti Dubes LBBP RI- Arab Saudi/OKI H Agus Maftuh Abegebriel, Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin dan masayikh serta pengurus PBNU. (Muhammad Faizin/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 1 Agustus 2019 21:0 WIB
Khadijah Mellah, Remaja Berjilbab Pertama di Lomba Pacuan Kuda Inggris
Khadijah Mellah, Remaja Berjilbab Pertama di Lomba Pacuan Kuda Inggris
Khadijah Mellah (bbc sport)
London, NU Online
Namanya Khadijah Mellah. Remaja berusia 18 tahun ini bakal tampil di lomba pacuan kuda Glorious Goodwood. Dia akan unjuk gigi di Magnolia Cup, sebuah kejuaraan khusus joki amatir untuk kepentingan amal dan semua pesertanya wanita.
 
Khadijah diyakini sebagai orang pertama yang tampil di ajang pacuan kuda di Inggris dengan mengenakan jilbab. “Sejak belia, saya ingin menjadi orang yang dikenal publik,” kata Khadijah, dilansir lama BBC Sport, Rabu (31/7).
 
Dia mengaku menerima beberapa pesan dari remaja Muslim. Khadijah dinilai mampu memberikan pengaruh positif terhadap mereka.  
 
Khadijah mulai berlajar menunggang kuda saat usianya 11 tahun atau tujuh tahun lalu. Namun, dia belum pernah mengikuti lomba pacuan kuda sebelum April tahun ini. Untuk tampil maksimal di Goodwood Festival, dia mengaku berlatik di Newmarket.
 
“Ketika saya menunggangi kuda di Newmarket, saya benar-benar mencoba mengenali apakah ada perempuan kulit berwarna lainnya, dan ternyata hanya ada satu dari 200 joki," ujarnya. Menurut Yayasan Olahraga Wanita Muslim, selama ini jumlah joki perempuan bertalar belakang Muslim di Inggris hanya ‘satu digit’.
 
Meski demikian, keadaan itu tidak membuat Khadijah terganggu. Ia mengaku senang karena bisa berhubungan dan berkomunikasi dengan dengan banyak orang sehingga mereka saling terhubung.
 
“Hal itu sekaligus membuat saya mendapatkan berkah, karena tidak banyak orang mendapatkan kesempatan untuk mewakili. Itu membuat hidup saya makin bermakna,” katanya.
 
Di Goodwood Festival, Khadijah akan tampil bersama dengan mantan atlet Olimpiade yang kini menjadi joki kuda, Victoria Pendleton, model TV Vogue Williams, dan presenter BBC Alexis Green.
 
Diketahui, suatu ketika ibu Khadijah menemukan sebuah selebaran tentang pacuan kuda di masjid setempat. Khadijah lalu bergabung dengan sebuah klub kuda, Ebony Brixton.  Di klub kuda itu, Khadijah juga aktif menjadi relawan dan pembimbing bagi para joki anak-anak. Meski demikian, dia tidak melupakan sekolahnya. Dia tekun belajar untuk meraih nilai terbaik, di samping menjalani pekerjaan paruh waktu.
 
"Awalnya sangat menakutkan. Saya sangat gugup. Sungguh mengejutkan ketika kuda yang saya tunggangi lari begitu kencang,” cerita Khadijah mengenang pengalaman awal-awal menaiki kuda.
 
Seiring dengan berjalannya waktu, Khadijah akhirnya jatuh cinta pada pacuan kuda. Ia bermimpi suatu hari nanti akan tampil dalam sebuah lomba balapan kuda yang lebih besar dari Goodwood Festival.
 
"Saya tidak pernah mengira akan memiliki masa depan dalam dunia balap kuda. Namun kini setelah saya diperkenalkan pada dunia itu dan saya telah menunggangi kuda pacu selama beberapa minggu terakhir, saya telah jatuh cinta kepadanya dan saya pasti akan terus melakukannya," ungkapnya. (Red: Muchlishon)
Kamis 1 Agustus 2019 19:0 WIB
NU Care Jajaki Kerja Sama dengan Lembaga Sosial Bosnia
NU Care Jajaki Kerja Sama dengan Lembaga Sosial Bosnia
Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, berkunjung ke kantor lembaga sosial Medunarodni Forum Solidarnosti (MFS)-EMMAUS di Bosnia.
Jakarta, NU Online
Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat (Ajat), berkunjung ke kantor lembaga sosial Medunarodni Forum Solidarnosti (MFS)-EMMAUS di Distrik Doboj Istok (Doboj Timur), Bosnia untuk menjalin kerja sama. 
 
“Daerah ini memiliki geografis berupa pegunungan yang indah dan bersih seperti di Kabupaten Malang kalau di Indonesia,” kata Ajat, melalui pesan WhatsApp, Rabu (31/07). Dia berkunjung ke Bosnia beserta delegasi lainnya yang tengah mendampingi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. 
 
Ajat mengungkapkan, pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas kemungkinan kerja sama antara NU Care-LAZISNU dan MFS-EMMAUS. Selama di sana, dia mengaku diajak untuk melihat beberapa proyek yang tengah ditangani lembaga sosial Bosnia itu. 

"Saat berkunjung ke MFS-EMMAUS, delegasi dari PBNU diantarkan untuk meninjau proyek sosial MFS-EMMAUS, diantaranya house of care, pabrik yogurt dan guest house milik MFS,” jelasnya.

“Kami juga berkunjung ke sebuah pesantren di Distrik Tuzla, dengan waktu tempuh 6 jam dari Sarajevo,” lanjutnya.

Dia menjelaskan, kunjungan ke pesantren yang didirikan pada 1625 itu juga bertujuan untuk menjajaki beberapa kerja sama. Diantaranya program pertukaran (exchange program) antara NU Care LAZISNU dan pesantren di Tuzla itu.
Disela perjalanan kembali dari Tuzla menuju Sarajevo, delegasi berkesempatan ziarah ke pemakaman massal di Srebrenica,” ucap Ajat. Diketahui, tempat yang disebut Genoside Srebrenica itu menjadi saksi bisu atas pembantaian puluhan ribu warga Srebenica yang mayoritas Muslim oleh pasukan Serbia. 

“Di tempat inilah sekitar 25 ribu orang warga Srebrenica, Bosnia yang mayoritas Muslim dibantai oleh pasukan Serbia dalam perang saudara tahun 1992 hingga 1995,” pungkasnya. (Azmi Millatie/Wahyu N/Muchlishon)
Kamis 1 Agustus 2019 14:30 WIB
Petugas Kesehatan Haji Terus Pastikan Jemaah Sehat
Petugas Kesehatan Haji Terus Pastikan Jemaah Sehat
Penanganan Masalah Kesehatan di Kloter JKG 51 (Foto: Faizin/NUO)
Makkah, NU Online
Ibadah Haji merupakan kegiatan ibadah yang membutuhkan ketahanan fisik yang baik. Untuk memastikan kesehatan para jemaah haji Indonesia, pemerintah telah menugaskan tenaga kesehatan di setiap kelompok terbang (kloter). Tenaga kesehatan kloter terdiri dari 1 orang dokter dan 2 orang paramedis.
 
Petugas tenaga kesehatan ini juga biasanya ditambah dari tenaga medis, baik dokter atau perawat daerah kabupaten maupun provinsi asal kloter tersebut. Petugas kesehatan ini selalu siap siaga 24 jam memberikan pelayanan kesehatan kepada para jamaah agar dapat melaksanakan rangkaian ibadah dengan maksimal.
 
Seperti di kloter JKG 51, para petugas kesehatan terus memantau kesehatan dan merespon setiap keluhan jemaah. Mereka pun membuat posko kesehatan yang dapat dimanfaatkan para jemaah.
 
"Kebetulan kloter kami berada di dua hotel yang berbeda sehingga petugas kesehatan kami bagi dua regu. Di hotel 114 dan 301 masing-masing ada satu dokter dan satu perawat," kata Warsito, petugas kesehatan kloter JKG 51 dari Kabupaten Pringsewu, Lampung kepada NU Online di hotel 301 Syisah, Kamis (1/8).
 
Ia mengatakan bahwa pihaknya terus memantau kondisi kesehatan jemaah khususnya yang masuk kategori resiko tinggi (resti) dan para jemaah usia lanjut.
 
"Berbagai keluhan kesehatan mulai dari pusing, masalah pencernaan, THT sudah kami antisipasi dengan pengecekan dan obat-obatan," ujarnya.
 
Selain itu, tenaga kesehatan juga terus memberikan penyuluhan kesehatan dan visitasi ke setiap kamar hotel jemaah. Hal ini untuk menumbuhkan optimisme para jemaah sehingga memiliki sugesti untuk senantiasa sehat.
 
"Jelang wukuf ini kita imbau jamaah untuk menjaga kesehatan dengan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang mengakibatkan ketidakseimbangan kesehatan," imbaunya.
 
Petugas kesehatan selalu mengingatkan jemaah dengan berbagai imbauan seperti selalu mengenakan masker saat di tempat-tempat umum, minum satu jam satu gelas walau tidak haus dan memakai pelindung panas seperti payung, kacamata, dan sandal.
 
Bagi para lansia, pihaknya bekerjasama dengan para ketua regu melakukan olahraga senam di lobi dan halaman hotel. Hal ini agar para lansia terus bergerak, memiliki kekuatan dan ketahanan fisik selama di tanah suci. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG