Pembunuhan Politik Tak akan Merembet ke Indonesia

, Pembunuhan Politik Tak akan Merembet ke Indonesia
, Pembunuhan Politik Tak akan Merembet ke Indonesia

Jakarta, NU Online
Kematian mantan PM Pakistan Benazir Butho akibat penembakan diperkirakan tidak akan menginspirasi kelompok tertentu untuk melakukan pembunuhan para tokoh politik di Indonesia.

Ketua PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah berpendapat saat ini kelompok Islam garis keras yang beberapa waktu lalu melakukan serangkaian pengeboman kini gerakannya semakin lemah setelah sejumlah pentolan mereka seperti Dr. Azhari terbunuh dan lainnya tertangkap.

<>

Disisi lain, para politisi Indonesia cenderung merangkul umat Islam karena bisa menjadi suara dukungan, bukan memusuhinya. “PDIP saja kini berusaha merangkul ummat Islam dengan mendirikan Baitul Muslimin,” katanya kepada NU Online, Senin (31/12).

Dikatakan oleh Mantan Wakil Rektor UIN Jakarta ini bahwa yang selama ini memperoleh ancaman adalah para aktivis Islam Liberal yang kerap mengeluarkan pendapat yang mereka anggap sudah keluar dari koridor keislaman sehingga dianggap sudah keluar dari Islam dan halal darahnya.

Dijelaskannya, terdapat tiga faktor yang menyebabkan seringnya terjadi kekerasan dalam kehidupan politik di Pakistan. Faktor pertama adalah pemahaman Islam yang kurang benar, masalah budaya dan para penguasa berkeinginan untuk mempertahankan posisinya selama mungkin.

Benazir Butho dibunuh karena dia sudah menyatakan perang terhadap para teroris sehingga jika ia terpilih, posisi Islam garis keras yang sekarang ini sedang melakukan kondolidasi di perbatasan Pakistan dan Afganistan akan melemah.

“Mereka yang membantu Amerika dianggap sama dengannya sehingga halal darahnya,” ungkapnya.

Terkait masalah budaya, Alumni Ponpes Tebu Ireng Jombang ini berpendapat bahwa mereka belum siap untuk berdemorkasi secara sesungguhnya sehingga seringkali melakukan berbagai tindakan kekerasan untuk mencapai tujuan.

Pengguasa selama ini juga dianggap ingin melanggengkan posisinya dengan segala cara. Kondisi ini juga menyebabkan kelompok oposisi melakukan perlawanan, meskipun hal ini dilakukan dengan cara-cara kekerasan. (mkf)

BNI Mobile