IMG-LOGO
Internasional

Viral Video Habib Syech Al-Habsyi Dapat Pengawalan Khusus Saat Cium Hajar Aswad

Sabtu 3 Agustus 2019 16:24 WIB
Bagikan:
Viral Video Habib Syech Al-Habsyi Dapat Pengawalan Khusus Saat Cium Hajar Aswad
Habib Syech al-Habsyi mendapatkan pengawalan khusus ketika hendak mencium Hajar Aswad.
Jakarta, NU Online
Sebuah video yang memperlihatkan Habib Syech bin Abdullah al-Habsyi yang sedang mencium Hajar Aswad viral di media sosial. Pasalnya, dalam video berdurasi 21 detik itu, Habib Syech terlihat mendapatkan pengawalan khusus dari petugas keamanan Masjidil Haram (askar) ketika hendak mencium batu hitam itu.

Sebetulnya video Habib Syech mencium Hajar Aswad itu sudah diunggah akun Instagram @habibahmad_aliassegaf dan beberapa akun di Youtube pada akhir Januari lalu, namun kemudian menjadi viral di medis sosial beberapa hari terakhir ini. 

“Masya Allah...Al Habib SYECH BIN ABDULLAH AL HABSYI...dengan mudahnya beliau mencium HAJAR ASWAD..semua Askar polisi yg bertugas mempersilahkan & mensterilkan ruang agar sang Habibul barokah ini bisa dgn leluasa menciumnya,” tulis @habibahmad_aliassegaf. 
 
Mengenakan sarung, baju dan serban putih, serta serban berwarna hijau yang disematkan di lehernya Habib Syech al-Habsyi semula dipapah dua orang dari kursi rodanya. Habib Syech kemudian diarahkan untuk menuju ke Hajar Aswad. 

Pada saat yang bersamaan, beberapa askar terlihat sedang menahan para jamaah lainnya di Masjidil Haram dengan sekuat tenaga agar mereka tidak mendekat ke Hajar Aswad, mengingat Habib Syech sedang menuju ke sana. Ketika sampai di depan Hajar Aswad tepat, Habib Syech kemudian ‘memasukkan’ kepalanya dan mencium batu hitam itu sebanyak tiga kali. 

Sebagaimana diketahui, Hajar Aswad adalah batu hitam yang awal mulanya berasal dari surga. Semula dikatakan kalau Hajar Aswad berwarna putih, namun karena dosa-dosa manusia yang menciumnya maka kemudian batu ini berubah menjadi hitam.

Mencium dan mengusapkan tangan pada Hajar Aswad merupakan salah satu dari syariat agama. Hal ini sesuai dengan kisah Sayyidina Umar bin Khattab yang mendatangi Hajar Aswad dan kemudian menciumnya. Ketika itu, Sayyidina Umar mengatakan bahwa dirinya mencium batu hitam itu karena Nabi Muhammad juga melakukannya. 

“Sungguh, aku tahu, kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” Kata Sayyidina Umar dalam sebuah hadits riwayat Bukhari.

Disebutkan bahwa Hajar Aswad memiliki banyak keistimewaan. Diantaranya Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini, menjadi saksi bagi siapa saja yang menyentuhnya pada hari kiamat nanti, memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah, Hajar Aswad sebagai ‘tangan Allah’ di bumi, dan lainnya. (Red: Muchlishon)

Pengubahan konten. Sebelumnya, tulisan ini berjudul ‘Viral Video Mbah Moen Dapat Pengawalan Khusus Saat Cium Hajar Aswad’ karena video ini viral di media sosial sebagai KH Maimoen Zubair. Redaksi telah mencoba melakukan konfirmasi ke sejumlah pihak sebelum mengunggah tulisan awal, tetapi ternyata informasi tersebut kurang akurat. Atas ketidakakuratan ini, redaksi mohon maaf kepada seluruh pihak terkait. Tulisan diedit pada Sabtu, 3 Agustus 2019 pukul 16.24.
Bagikan:

Baca Juga

Sabtu 3 Agustus 2019 22:0 WIB
Kegiatan Jemaah Haji Indonesia di Sela Tunggu Wukuf di Arafah
Kegiatan Jemaah Haji Indonesia di Sela Tunggu Wukuf di Arafah
Suasana Sekitar Masjidil Haram (Foto: Faizin)
Makkah, NU Online
Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan tanggal 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada 2 Agustus 2019. Sehingga puncak haji yakni wukuf di Arafah akan dilakukan oleh seluruh jemaah haji pada Sabtu 10 Agustus 2019.
 
Menunggu ibadah wukuf yang menjadi inti ibadah haji, jemaah haji Indonesia memanfaatkan waktu tersisa dengan berbagai kegiatan baik dalam maupun luar hotel. 
 
Berdasarkan pantauan NU Online di beberapa hotel di kawasan Raudhah dan Syisyah pada Sabtu (3/8), banyak jemaah secara berombongan menunggu kendaraan bus yang akan menghantarkan mereka menuju beberapa tempat miqat untuk melaksanakan umrah.
 
Suasana Makkah memang semakin hari semakin ramai. Pasalnya jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama sudah mulai meninggalkan Kota Madinah menuju Makkah. Hal ini bisa terlihat dari semakin ramainya hotel-hotel dengan aktivitas jemaah.
 
Selain umrah, jemaah juga memanfaatkan waktunya meninjau lokasi Padang Arafah, Muzdalifah, Mina, dan berbagai tempat bersejarah seperti Gua Hira, beberapa masjid bersejarah di kota Makkah, dan mengunjungi berbagai tempat seperti tempat penyembelihan dam dan tempat pembuatan kain penutup (Kiswah) Ka'bah.
 
Mereka juga memaksimalkan waktu dengan berbagai kegiatan ibadah lain seperti shalat berjamaah di Masjidil Haram, dzikir dan Yasinan bersama di Hotel serta menggelar Ngaji Bareng.
 
Namun untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah, para petugas kelompok terbang (kloter) terus mengingatkan jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas berlebih. Ini dilakukan agar pada saat wukuf, seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan dapat mengikutinya dengan sempurna.
 
Seperti himbauan yang disampaikan Ketua Kloter JKG 51, Hilal kepada jemaahnya untuk mempersiapkan dan memaksimalkan persiapan wukuf. 405 orang jemaah yang ada dalam kloter tersebut diimbau mengurangi kegiatan fisik berlebih apalagi di luar ruangan mengingat rata-rata suhu di Makkah saat ini mencapai 42 derajat celcius.
 
"Bagi para orang tua yang memiliki masalah kesehatan kita anjurkan untuk melaksanakan ibadah di hotel saja mengingat kepadatan jemaah di bus dan Masjidil Haram semakin meningkat," katanya kepada NU Online, Sabtu (3/8).
 
Hilal menambahkan bahwa jelang Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) Pemerintah Arab Saudi melakukan persiapan dengan penyesuaian jadwal kendaraan khususnya bus shalawat sebagai angkutan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram.
 
"Sebelum masa Armuzna, angkutan shalawat berhenti beroperasi mulai tanggal 6 Agustus 2019 atau 5 Dzulhijjah 1440 H. Sesudah masa Armuzna angkutan shalawat beroperasi kembali mulai tanggal 15 Agustus 2019 atau tanggal 14 Dzul Hijjah 1440 H," jelasnya.
 
Oleh karena itu ia mengingatkan dan menyarankan jemaah kloternya untuk melaksanakan shalat lima waktu dan ibadah lainnya di hotel atau masjid terdekat yang ada di sekitar hotel. (Muhammad Faizin)
Sabtu 3 Agustus 2019 12:0 WIB
'Misi' di Balik Memberi Makan Merpati di Masjidil Haram
'Misi' di Balik Memberi Makan Merpati di Masjidil Haram
Burung Merpati di Halaman Masjidil Haram (Foto: Faizin/NUO)
Makkah, NU Online
Di tengah ramainya para jemaah haji yang setiap hari lalu lalang di Masjidil Haram, ada pemandangan menarik di halaman masjid suci umat Islam ini. Ribuan burung merpati tampak berkumpul di beberapa titik lokasi memburu makanan yang sengaja disebar oleh beberapa jemaah.
 
Seperti yang terlihat di halaman sekitaran pangkalan terminal Bab Bir yang searah dengan tempat sai. Burung merpati yang mayoritas berwarna abu-abu terbang ke sana kemari di antara langkah-langkah para jemaah. Sebagian tampak bertengger di kabel listrik dan bangunan Masjidil Haram.
 
Sebagian jemaah haji memanfaatkan momen berkumpulnya merpati-merpati ini untuk berfoto dan sesekali mengejar-ngejarnya sebagai hiburan di sela-sela istirahat.
 
Ditemui NU Online, salah satu jemaah haji Indonesia, Syaripudin, merasa senang dengan keberadaan burung merpati tersebut. Di samping sebagai hiburan, ternyata ia punya 'misi' tersendiri dengan memberi makan burung merpati tersebut.
 
"Saya dititipi ini dari tanah air, disuruh ngasih makan burung merpati di Masjidil Haram," kata jemaah asal Lampung ini sambil menunjukkan dua bungkus kantung plastik berisi jagung, Jumat (2/8).
 
Syaripudin mengatakan, dua orang saudara di daerahnya sudah lama berumah tangga dan sampai dengan saat ini belum dikaruniai keturunan. Mereka memiliki keyakinan jika bersedekah dengan memberi makan burung merpati di Masjidil Haram bisa segera dikaruniai momongan.
 
Selain bisa membawa sendiri makanan untuk merpati-merpati tersebut, jemaah juga bisa membeli pakan yang dijual bebas di sekitaran lokasi. Harganya dipatok sebesar 5 riyal (sekitar Rp 20 ribu) setiap kemasan plastik. Kemasan ini berisi aneka macam biji-bijian kesukaan merpati.
 
Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, merpati yang warnanya sering disebut dengan warna megan ini dipercaya sebagai keturunan merpati peliharaan Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW.
 
Burung ini sangat disayang oleh para jemaah dan warga kota Makkah sehingga merpati Aisyah ini berkembang biak di berbagai sudut masjid seperti di sela-sela kotak pendingin udara.
 
Bukan hanya di Masjidil Haram, merpati Aisyah juga banyak hidup di sekitaran Masjid Nabawi. Mereka nampak menikmati kehidupan bersama jemaah haji yang juga menikmati nikmatnya beribadah di tanah suci. (Muhammad Faizin)
Jumat 2 Agustus 2019 18:30 WIB
Saudi Tetapkan Hari Pertama Haji Musim Ini 9 Agustus
Saudi Tetapkan Hari Pertama Haji Musim Ini 9 Agustus
Jamaah haji di Masjidil Haram.
Makkah, NU Online
Arab Saudi mengumumkan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Ahad, 11 Agustus 2019. Keputusan itu dikeluarkan setelah sebelumnya Mahkamah Agung Saudi mengkonfirmasi, bulan sabit Dzul Hijjah telah terlihat pada Kamis (1/8) kemarin. 

Dengan demikian, Saudi juga memastikan bahwa haji musim ini akan mulai dilaksanakan pada Jumat, 9 Agustus 2019 (8 Dzul Hijjah). Kemudian pada 10 Agustus (9 Dzul Hijjah), jamaah haji akan menghabiskan harinya di Padang Arafah untuk wukuf. Sementara hari raya Idul Adha jatuh pada 11 Agustus (10 Dzul Hijjah). Demikian dilaporkan Arab News.

Banyak jamaah haji asal Indonesia, Tunisia, Bangladesh, Malaysia, dan Pakistan yang sudah sampai di Saudi. Dilaporkan, per Kamis (1/8) kemarin, sesuai data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Paspor Saudi, jamaah haji yang sudah tiba di Saudi mencapai 1,336,426 orang. Mereka yang datang via udara sebanyak 1,245,303 orang, via darat 76,199 orang, dan via laut 14,924 orang.

Melaksanakan lima rukun haji

Ketika seseorang melaksanakan ibadah haji, maka ia wajib melaksanakan rukun haji. Hal ini penting diperhatikan karena jika mereka tidak melaksanakan rukun haji, maka hajinya batal dan harus diulang. Sesuai dengan keterangan dalam kitab Fathul Qaribil Mujib, rukun haji ada lima:

Pertama, ihram atau berniat ihram. Kedua, wukuf di Padang Arafah. Wukuf dimulai dari waktu Shalat Dzuhur 9 Dzul Hijjah hingga shubuh tanggal 10 Dzul Hijjah. Jamaah memiliki dua pilihan untuk melaksanakan wukuf di Arafah; mereka bisa mengambil waktu siang sampai setelah maghrib, ataupun malam harinya sampai jelang subuh.

Ketiga, Thawaf Ifadhah. Setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, jamaah haji kemudian menuju Masjidil Haram untuk thawaf ifadhah, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Keempat, berlari-lari kecil (sa’i) dari bukit Shafa dan Marwah, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Kelima, mencukur rambut (tahallul). Rukun haji kelima ini dilaksanakan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai. Adapun waktunya, sekurang-kurangnya adalah setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah. (Red: Muchlishon)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG