IMG-LOGO
Humor

Kelakar Gus Dur soal Demokrasi Orde Baru

Jumat 2 Agustus 2019 22:25 WIB
Bagikan:
Kelakar Gus Dur soal Demokrasi Orde Baru
KH Abdurrahman Wahid (Dok. Pojok Gus Dur)
Setahun sebelum reformasi 1998, Gus Dur diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta dalam program dialog kebangsaan.

“Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang, Gus?” tanya sang reporter.

“Kita sampai di Bekasi gitulah,” kata Gus Dur enteng.

Seketika, jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa orde baru akan marah.

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.

“Itu artinya tidak jalan dong, Gus?” lanjut reporter.

“Ya, situ sudah tahu gitu kok masih nanya,” seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter. (Fathoni)

*) Disarikan dari buku "Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa" (2017)
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 31 Juli 2019 8:30 WIB
Saat Bom Dikira Kentut
Saat Bom Dikira Kentut
Ilustrasi humor (ist)
Di tengah kecamuk Perang Dunia II antara Nazi Jerman dan tentara Amerika Serikat, ada seorang nenek yang tinggal di gedung persewaan tempat tinggal.

Saat tentara Amerika menuju titik kumpul musuh di depan gedung tersebut, tetiba tentara Nazi meluncurkan bom yang melululantakkan gedung tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada musim panas tahun 1942. Si nenek terkena sasaran bom. Asap berangsur-angsur mengepul habis, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari gedung tersebut. Nampaknya semua penghuni tewas.

Saat barisan korps ambulans hendak mengevakuasi para korban di gedung itu, tiba-tiba para petugas mendengar suara tawa yang keluar dari arah reruntuhan gedung.

Tim penolong mengidentifikasi arah suara seorang nenek di sisa-sisa reruntuhan bata dan genting di sebuah toilet.

Tim penolong menggali dan benar di situ ada seorang nenek tua yang tak mengalami luka sedikit pun dan sedang tertawa terbahak-bahak.

Saat ditanya ada kejadian apa, sang nenek menjawab: "Saya kentut pertama kali di atas kloset, gedung ini tiba-tiba runtuh. Aneh sekali," ucapnya heran sambil terus terbahak-bahak. (Fathoni)
 

*) Kisah di atas terinspirasi dari film ‘Fury’ (2014) yang mengisahkan perang antara Nazi dan tentara Amerika Serikat.
Senin 29 Juli 2019 15:50 WIB
Mengurangi Sampah Plastik
Mengurangi Sampah Plastik
Ilustrasi humor (ist)
Suatu hari, perempuan muda bernama Tina menghadiri jamuan makan malam teman seangkatan kuliahnya yang asli kelahiran Madura. Dalam acara itu juga dihadiri ratusan teman lainnya.

Hadir di lokasi acara, mata Tina hanya tertuju pada penggunaan kemasan makanan dan minuman yang terbuat dari plastik.

Seketika ia gemas sendiri karena tentu saja sampah plastik yang dihasilkan menggunung, terutama aqua gelas.
 
Tina merupakan salah seorang aktivis yang bergerak di bidang pengelolaan sampah sekaligus mengadakan edukasi terkait pengurangan sampah plastik.

“Kamu tak seharusnya menggunakan perangkat yang dapat menimbulkan menggunungnya sampah plastik, seperti aqua gelas,” ujar Tina menegur teman tersebut.

“Iya Tin, apa yang salah? Saya kan hanya memakai aqua gelas bukan aqua plastik,” seloroh temannya. Tina yang lagi minum tersedak. (Fathoni)
Sabtu 27 Juli 2019 10:30 WIB
Tips Menjadi Haji Mabrur
Tips Menjadi Haji Mabrur
Ilustrasi humor (NU Online)
KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) sering kedatangan orang-orang yang meminta doa agar hajinya mabrur.
 
Namun sebelum mendoakan, ia terlebih dahulu menekankan pentingnya pemahaman tentang haji daripada sibuk meminta doa kemabruran haji.

Gus Baha bertanya terlebih dahulu kepada sang tamu, apakah mereka sudah memahami syarat dan rukun haji. Jika belum paham, ia meminta mereka untuk belajar.

"Kiai, saya mau haji, syarat rukunnya apa? Seandainya tanya begitu, saya kan bisa menerangkan," ucap Gus Baha.

Gus Baha menganalogikan doa haji mabrur bagi orang yang belum berpengetahuan haji itu sama dengan mendoakan selamat orang yang belum bisa mengendarai motor.

“Orang yang minta didoakan jadi haji mabrur itu seperti orang yang gak bisa mengendarai sepeda motor tapi minta didoakan selamat," katanya.

"Ini sama dengan hajinya gak bisa, tapi kok minta didoakan selamat," sambungnya. (Ahmad)
 
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG