Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Beasiswa Guru Madin, Dongkrak Prestasi Murid

Beasiswa Guru Madin, Dongkrak Prestasi Murid
Para petinggi INAIFAS Kencong, Jember, berpose bersama usai menggelar seleksi penerima ‘Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Akademik Sarjana Strata Satu (1) Guru Madrasah Diniyah Tahun 2019’.
Para petinggi INAIFAS Kencong, Jember, berpose bersama usai menggelar seleksi penerima ‘Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Akademik Sarjana Strata Satu (1) Guru Madrasah Diniyah Tahun 2019’.

Jember, NU Online

Wakil Rektor Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyyah (INAIFAS) Kencong, Jember, Mohammad Dasuki menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan SDM (sumber daya manusia) guru madrasah diniyah (Madin) yang diwujudkan dengan program Beasiswa Peningkatan Kualifikasi Akademik Sarjana Strata Satu (1) Guru Madrasah Diniyah Tahun 2019. Sebab, program tersebut sangat membantu dalam mendongkrak mutu guru Madin yang muaranya berujung pada peningkatan prestasi murid.

 

“Itu sudah pasti. Jadi jika ingin murid pintar, gurunya dulu harus dipintarkan,” tukasnya kepada NU Online di kampus INAIFAS Kencong, Jember, Ahad (4/8).

 

Menurut Dasuki, salah satu kendala yang menghambat munculnya prestasi murid-murid Madin adalah lumahnya mutu guru. Dengan program tersebut diharapkan ada standarisasi terkait mutu guru yang mengajar di Madin.

 

“Paling tidak, nanti standar (guru) kualifikasinya sama, sehingga ada pemerataan mutu guru di semua Madin,” jelasnya.

 

Ketua Pengurus Cabang (PC) Lakpesdam Kencong tersebut manambahkan, peran Madin sangat penting sebagai jangkar moral bagi generasi penerus bangsa. Namun kenyataannya selama ini Madin diperlakukan sebagai lembaga pendidikan agama kelas dua. Dan perlakuan masyarakatpun kepada Madin tidak jauh beda. Madin dijadikan alternatif terakhir sebagai tempat sekolah bagi anak-anak mereka.

 

“Tapi mudah-mudah kedepan Madin tak lagi seperti itu. Madin tidak lagi dijadikan pilihan terakhir untuk tempat sekolah karena kualitas gurunya sudah bagus, sarana dan prasarananya juga memadai. Ini harapan kita semua,” urainya.

 

Dikatakan Dasuki, tahun ini INAIFAS mendapatkan alokasi 30 beasiswa guru Madin. Selain INAIFAS, ada 33 PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) yang mendapatkan jatah mahasiswa penerima program S1 tersebut.

 

Tahun ini, selain memberikan beasiswa S1, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengalokasikan anggaran untuk ribuan beasiswa S2 dan Ma'had Aly. Untuk beasiswa S1 kuotanya mencapai 1.020 guru Madin se-Jawa Timur. Tahun depan, pemerintah provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu juga akan memberikan beasiswa S1 bagi guru Madin untuk berkuliah di Universitas al-Azhar, Kairo.

 

“Di INAIFAS sendiri seleksi penerima beasiswa untuk kuota 30 orang itu sudah dilaksanakan Sabtu (3/8) lalu dengan peserta 54 orang. Tesnya baca kitab kuning,” pungkasnya.

 

Pewarta : Aryudi AR

BNI Mobile