IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Kunci Toleransi adalah Saling Menghargai 

Senin 5 Agustus 2019 13:0 WIB
Bagikan:
Kunci Toleransi adalah Saling Menghargai 
Pelantikan PAC Ansor Kalinyamatan, Jepara, Jateng
Jepara, NU Online
Kapolres Jepara, Jawa Tengah Ajun Komisarus Besar Polisi (AKBP) Arif Budiman mengatakan bahwa kunci untuk kemajuan Kabupaten Jepara, perlunya saling menghargaai antar sesama. Tanpa itu, maka toleransi yang kita harapkan tidak akan pernah terwujud.
 
"Untuk saling menghargai sesama, maka kunci utama toleransi untuk saling menghargai,” tandasnya. 
 
Hal itu ditegaskan Kapolres dalam acara 'Kalinyamatan Bershalawat, Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri' yang berlangsung di Halaman Mapolsek Kalinyamatan Jepara, Sabtu (3/8) malam. 
 
Dalam kegiatan yang bersamaan dengan Pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kalinyamatan 2019-2021 itu, Kapolres menjelaskan, saling menghargai sesama bisa dimulai dari bangku sekolah, kuliah, maupun meja kerja untuk sama-sama tetap menjaga keamanan, dan ketertiban. 
 
"Apalagi bangsa ini berbineka ada suku Jawa, Sunda maupun yang lainnya tentu memiliki sifat dan karakter dan berbeda. Sehingga satu sama lain harus saling mnghormati tidak boleh saling menghina, mencerca, maupun menista,” jelasnya. 

Sebagai sesama manusia meski memiliki strata yang berbeda. “Ada pegawai, kiai, ulama, petani, namun hakikatnya adalah sama-sama ciptaan Allah,” imbuhnya.

Kepada ratusan jamaah yang memadati halaman Mapolsek, ia menyitir penelitian dari Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) bahwasanya teroris yang demen ngebom maupun menggunakan senjata api untuk aksi terorisnya bisa diambil satu benang merah, mereka memiliki sikap dan sifat intoleran. 
 
“Makanya kita perlu mengajarkan kembali toleransi agar saling menghargai,” lanjutnya lagi. 
 
Di awal paparannya, Arif juga bercerita tentang Mbah Jalil Tulungagung Jawa Timur yang suatu ketika menerima tamu seseorang perempuan berusia 35 tahun yang memohon doa agar dagangannya laris

Singkat cerita dari polisi berpangkat AKBP itu setelah pendiri Pesantren Peta Mbah Jalil mendoakan dagangan perempuan itu benar-benar laris. Sepekan kemudian, perempuan itu sowan kembali ke ndalem Mbah Jalil agar mencabut doa yang mustajab tersebut. 
 
Seperti diketahui bersama, bahwa perempuan yang didoakan Mbah Jalil tersebut adalah seorang pekerja seks komersil (PSK). Dari kisah yang dipaparkan dirinya menyimpulkan seorang kiai, ulama, sesepuh mesti memiliki rasa hormat kepada sesama manusia meskipun kepada orang yang memiliki status tidak terhormat.  
 
"Begitu juga dengan Khalifah kedua Umar bin Khattab sebelum mendapat hidayah dari Allah tergolong orang fasiq. Namun, setelah mendapatkan hidayah, Allah selain memberikan hidayah (petunjuk) juga akhir hidupnya husnul khatimah," tegasnya. 
 
Selain menekankan pentingnya saling menghargai sesama, pihaknya juga mengapresiasi bahwa kegiatan tersebut sangat positif yang harapannya bisa mendinginkan seluruh lapisan masyarakat. “Semoga keamanan dan ketertiban selalu menyertai masyarakat kita. Dan NKRI tegak berdiri hingga akhir zaman,” harapnya.
 
Sebagai bentuk penghargaan PAC GP Ansor Kalinyamatan memberikan kenang-kenangan berupa pigura Nahdlatul Ulama yang diberikan untuk Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Kapolsek Kalinyamatan IPTU Sumardi, dan Pangsit eks Timlo.
 
Kegiatan juga dimeriahkan penampilan Pangsit eks. Musik humor Timlo yang berkolaborasi dengan Darwis Nusantara Acoustic (DNA) dihadiri Ketua MUI Jepara Kiai Masyhudi, Ketua PC GP Ansor Jepara H Syamsul Anwar, Ketua MWCNU Kalinyamatan KH Muhsinin, Kapolsek Kalinyamatan IPTU Sumardi, Muspika, Banom NU se-Kecamatan Kalinyamatan, dan masyarakat umum. 
 
Kegiatan diisi pembacaan maulid yang dipimpin Gus Apang dan Habib Syarif serta diiringi rebana. (Mustaqim/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Senin 5 Agustus 2019 23:30 WIB
Ada Ronaldo di UKT Pagar Nusa Kuningan
Ada Ronaldo di UKT Pagar Nusa Kuningan
Peserta UKT Pagar Nusa Kabupaten Kuningan Jawa Barat
Kuningan, NU Online
Sebanyak 60 santri Pesantren Miftahul Muta'allimin Pangkalan, Kuninngan, Jawa Barat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan Masa Penerimaan Anggota (Mapag) Pagar Nusa Kabupaten Kuningan.
 
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-79 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dr) ini diselenggarakan ba'da dzuhur, Ahad (4/8).
 
" Kegiatan UKT Pagar Nusa ini bertepatan dengan harlah guru bangsa dan warga NU almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan kegiatan ini banyak memberi warna untuk santri, warga Pangkalan, dan NU sendiri," ujar pembina Pesantren, K Zahid.
 
Dijelaskan, setiap harinya santri dibekali ilmu-ilmu salaf dari kitab kuning (turats) dalam sistem klasikal madrasah, pagi hingga siang sekolah formal lalu istirahat sejenak, sore hingga petang dilanjut kembali pengajian di madrasah. 
 
"Sesekali santri harus dibekali ilmu bela diri sebagai ajang kreatifitas santri dan membudayakan kesenian khas nusantara, yakni pencak silat," ujarnya. 
 
Menurut Gus Aep, salah seorang pengasuh pesantren, wadah yang paling tepat untuk santri salaf dalam hal kesenian bela diri adalah Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang dalam hal ini ada badan otonom tersendiri yg khusus membidanginya yaitu Pagar Nusa. 
 
"Itung-itung refreshing dan ekstra kurikuker pondok ya silat ini, juga sebagai kaderisasi NU muda," jelas Aep yang juga Koordinator Generasi Muda NU di wilayah Kecamatan Cipicung.
 
Dijelaskan, Pagar Nusa adalah kependekan dari Pagar NU dan bangsa, didirikan tanggal 3 Januari 1986 di Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur oleh KHMA Maksum Djauhari salah seorang cucu KH Abdul Karim muassis Lirboyo.
 
Namanya terdengar ke seluruh pelosok daerah ketika menjabat Komando Penumpasan PKI dan antek-anteknya di wilayah Kediri dan sekitarnya. Identik dengan rambut gondrongnya, Gus Maksum sapaannya, dikenal sebagai pendekar nomor wahid di kalangan NU.
 
Ketua Pagar Nusa Kabupaten Kuningan, Alvin mengatakan, dari ajang UKT berharap ke depan lebih berkembang lagi dari segi kualitas maupun kuantitas dan aktif dalam setiap even di dunia persilatan.
 
"Insyaallah September depan akan ada pawai dan atraksi dalam hari jadi kota Kuningan, bulan Oktober tepat perayaan upacara Hari Santri Nasional, 22 Oktober juga akan ada pentas seni silat yg istiqamah kami adakan di Pendopo Kabupaten Kuningan, jadi kami harap ada delegasi dari santri yang ikut berpartisipasi dalam even-even tersebut," ujarnya.
 
Salah seorang pengasuh pondok Kiai Muhsin mengatakan, rencananya akan dibuka lagi gelombang berikutnya bagi santri maupun warga sekitar yang hendak bergabung gratis tanpa pungutan. 
 
"Insyaallah santri putri juga akan kami agendakan ikut ekstrakurikuler pencak silat pagar nusa ini," janjinya.
 
Dijelaskan Kiai Zahid, dalam acara UKT Pagar Nusa ini ada sosok peserta bernama Ronaldo, dia adalah santri baru yg berasal dari Sindangbarang Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. 
 
"Tentu bukan Ronaldo eks pemain bola Manchester United. Tetapi Insyàallah kita doakan agar santri-santri ini menjadi atlit, pendekar tangguh yang menjunjung tinggi nilai ahlussunnah waljamaah annahdliyah," pungkasnya. (AC Millah/Muiz)
Senin 5 Agustus 2019 23:0 WIB
Ansor dan Banser Diminta Jihad 'Bijarikum'
Ansor dan Banser Diminta Jihad 'Bijarikum'
Peserta Diklat Ansor Cyber Media, Ansor Banyumas, Jateng
Banyumas, NU Online
Pengasuh Pesantren  El-Madani, Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Gus Muhammad Rif'an Muhajirin menyerukan saatnya jihad dengan jari. Mengingat, saat ini dunia maya (digital) khususnya media sosial, mengharuskan jihad dengan cara yang beda. 
 
"Saya mengajak pada teman-teman Ansor Cyber Media (ACM), wajahidu bijariikum. Ayo kita jihad dengan jari-jari sahabat semua," katanya dalam penutupan Pelatihan Dasar Cyber, Ahad (4/8) kemarin. 
 
Dengan jihad bijariikum, maka tidak perlu lagi memanggul senjata, cukup dengan handphone, tab, dan atau komputer. Semua itu, katanya, dilakukan untuk NU. Bagian dari rasa khidmad nyata pada organisasi yang sangat besar dan membawa berkah ini. 
 
"NU itu besar, kita ini kecil. Maka, mari kita depe-depe dan mendekat dengan cara khidmah kepada NU. Insyaallah sekecil apapun khidmah kita akan membawa kebaikan dan berkah bagi diri dan keluarga," kata Gus Rif'an lagi.  
 
Dikatakan, jika saja warga NU bergerak untuk sama-sama memanfaatkan media sosial untuk berdakwah dan berjihad dengan menebar kebaikan, menebar konten-konten yang sejuk, dan Islam yang ramah, dirinya yakin dunia maya bisa dikuasai.
 
"Jangan sampai kita kalah dengan mereka yang hanya kecil anggotanya, akan tetapi setiap saat menghiasi medsos dengan konten-konten yang berlawanan dengan Islam yang rahmatan lil alamin," tegasnya. 
 
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dasar cyber yang diselenggarakan Sabtu-Ahad (3-4/8) di Pesantren El-Madani ini merupakan rangkaian dari diklat dasar yang digelar ACM Banyumas di bawah koordinasi PC GP Ansor. 
 
"Akan dilakukan diklat serupa di wilayah kecamatan lain se-Banyumas hingga menyeluruh sampai tahun 2020, ujar Wakil Ketua PC GP Ansor Banyumas, Rochiman. 
Ia meminta kepada anggota baru ACM mengutamakan loyalitas dalam organisasi.
 
"Sahabat-sahabat yang sudah mengikuti pendidikan ini harus memiliki loyalitas dan rela berkorban untuk organisasi. Semoga hal itu akan menjadi wasilah hidup berkah sampai anak cucu kita," katanya. 
 
Peserta diklat menerima materi mulai dari fotografi, sindikasi media, hingga pelatihan mengoperasikan drone. Ada juga pelatihan teknis menulis, baik berita pendek hingga, broadcast, dan menulis caption. (Kifayatul Ahyar/Muiz
Senin 5 Agustus 2019 22:30 WIB
Jihad di Media Sosial Harus Dilakukan dengan Cara Berbeda
Jihad di Media Sosial Harus Dilakukan dengan Cara Berbeda
Pelatihan Dasar Cyber oleh PC GP Ansor Banyumas.
Banyumas, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren El Madani, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, Gus M Rif'an Muhajirin menyerukan saatnya jihad dengan jari. Mengingat, saat ini dunia maya (digital) khususnya media sosial, mengharuskan jihad dengan cara yang beda. 
 
"Saya mengajak pada teman-teman Ansor Cyber Media atau ACM wajahidu bijariikum. Ayo kita jihad dengan jari-jari sahabat semua," katanya pada penutupan Pelatihan Dasar Cyber, Ahad (4/8). 
 
Dengan jihad bijariikum, maka tidak perlu lagi memanggul senjata. Cukup dengan handphone, tablet dan atau komputer. Semua itu, katanya, dilakukan untuk NU. Bagian dari rasa khidmah nyata pada organisasi yang sangat besar dan membawa berkah ini. 
 
"NU itu besar, kita ini kecil. Maka, mari kita depe-depe mendekat dengan cara khidmah kepada NU. Insyaallah sekecil apapun khidmah kita akan membawa kebaikan dan berkah bagi diri dan keluarga," ungkap Gus Rif'an.  
 
Diklat dasar cyber diselenggarakan sejak Sabtu hingga Ahad (3-4/8). Ini merupakan rangkaian diklat dasar yang digelar ACM Banyumas di bawah kordinasi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Akan dilakukan diklat serupa di wilayah kecamatan lain se-Banyumas hingga menyeluruh sampai 2020. 
 
Wakil Ketua PC GP Ansor, Rochiman menegaskan supaya anggota baru ACM mengutamakan loyalitas dalam organisasi. "Sahabat-sahabat yang sudah mengikuti pendidikan ini harus memiliki loyalitas dan rela berkorban untuk organisasi. Semoga itu akan menjadi wasilah hidup berkah sampai anak cucu kita," harapnya. 
 
Secara umum, peserta diklat menerima materi mulai dari fotografi, sindikasi media, hingga pelatihan mengoperasikan drone. Ada juga pelatihan teknis menulis, baik berita pendek hingga, broadcast dan menulis caption. 
 
Diharapkan dengan diklat ini akan semakin banyak pegiat media sosial dari kalangan santri dan NU. Hal tersebut tentu demi semakin mengenalkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah  di dunia nyata maupun maya. (Djito el-Fateh/Ibnu Nawawi)
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG