IMG-LOGO
Daerah

Manfaatkan Pekarangan Rumah, Tani Millenial dan Kaum Emak di Jombang Tanam Holtikultura

Selasa 6 Agustus 2019 5:15 WIB
Bagikan:
Manfaatkan Pekarangan Rumah, Tani Millenial dan Kaum Emak di Jombang Tanam Holtikultura
Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) sedang menjalankan kerja praktik lapangan di Dusun Dadirejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
Jombang,  NU Online
Matahari baru saja mendaki dari ufuk timur. Dari kejauhan terlihat sekelompok mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, telah disibukkan dengan menyiapkan ragam peralatan. Mulai menggelar tikar, menghubungkan laptop dengan proyektor hingga cek sound system. 
 
Hari itu, Ahad (27/7), mereka sedang mengadakan diskusi pertanian dan pembagian bibit sayuran kepada warga di Dusun Dadirejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.
 
Mayoritas peserta diskusi adalah kaum emak, ibu-ibu  rumah tangga. Mereka berkumpul di rumah salah satu warga usai merampungkan pekerjaan rumah. 
 
Para peserta yang sebagian membawa momongan itu tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan pemateri. Meski terkesan malu-malu, mereka juga mengajukan pertanyaan ke pemateri ketika sesi tanya jawab digelar.
 
Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) akan berada di desa tersebut hingga satu bulan kedepan. Mereka adalah generasi milenial yang sekarang ini sedang menjalankan kerja praktik lapangan bakal hidup berdampingan dan menginap di rumah warga. Membaur menjadi satu, merasakan betul deyut kehidupan masyarakat sekitar.
 
“Ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga. Kita diskusi cara mencari uang lewat pertanian,” jelas koordinator kegiatan, Herman.
 
Suara canda tawa saling bersahutan di antara peserta menjadikan suasana diskusi lebih cair dan mengalir. Sebelumnya, mahasiswa-mahasiswi generasi tani millenial  Unwaha ini lebih dulu menyemai bibit sayuran-sayuran di dalam green house
 
Herman  menjelaskan, jika bibit-bibit itu telah tumbuh selanjutnya akan dibagikan secara adil dan dibantu beberapa perangkat desa setempat. Setiap individu mendapat jumlah bibit sesuai kesepakatan panitia. 
 
“Kami memberikan materi tentang bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan yang kosong dengan penanaman secara holtikultura,” tambah santri Bahrul Ulum Tambakberas ini.
 
Pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam secara holtikultura dinilai sangat efektif dan efisien karena tidak membutuhkan biaya tinggi dan lahan yang luas. Selain itu, dapat meringankan beban ekonomi warga karena tanaman yang digunakan adalah tanaman yang dikonsumsi sehari-hari.
 
“Sayuran yang ditanam seperti kangkung, bayam dan lain-lainnya,” ujar Herman.
 
Mahasiswa Unwaha berharap kegiatan yang dirintis ini bisa berkelanjutan sehingga dapat menjadi alternatif mata pencarian warga. 
 
“Biasanya kalau suaminya kerja, ibu-ibu hanya duduk di rumah. Kali ini pemikiran itu diubah dan masyarakat diajak untuk berkarya,” lanjut Herman.
 
Selama ini, kampus Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah fokus dalam menggarap isu pertanian. Salah satunya dibuktikan adanya beasiswa bagi mahasiswa-mahasiswi yang kuliah di jurusan pertanian. Seminar pertanian dan pembeharuan teknologi pertanian juga terus digarap oleh kampus yang mengambil nama pendiri Nahdlatul Ulama KH Abdul Wahab Hasbullah ini.
 
“Mahasiswa dan dosen kampus kita juga punya beberapa hak paten dalam bidang pertanian. Ini sebuah prestasi yang luar biasa. Bahkan beberapa rekan kita dikirim ke Thailand,” pungkasnya.
 
Sejak tahun 2017, Fakultas Pertanian Unwaha Jombang telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, Pemkab Jombang.  Kerjasama yang dijalin antara lain melaksanakan kegiatan praktikum, praktik kerja lapangan, pengembangan teknologi inovasi bidang pertanian, serta peningkatan dan pengembangan on farm di sektor pertanian. 
 
Kerja sama yang sudah berlansung dua tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan kemampuan mahasiswa. Di samping tentunya bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya para petani di Jombang untuk pemanfaatan pekarangan dan lahan pertanian secara optimal.

Pewarta : Syarif Abdurrahman
Editor : Zunus Muhammad
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 6 Agustus 2019 20:30 WIB
Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Shalat ghaib di Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang
Rembang, NU Online
Sejak sore, ribuan umat Islam dari berbagai daerah terus memadati area Pondok Pesantren Al-Anwar di Sarang, Rembang Jawa Tengah.
 
Selain ikut berduka cita atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maemoen Zubair, mereka juga akan ikut tahlil usai digelar shalat ghaib Habis Maghrib, Selasa (6/8) malam.
 
Mereka datang untuk mengikuti shalat shoib dan tahlil berjamaah yang digelar keluarga besar Mbah Moen untuk mendoakan almagfurlah.
 
 Bahkan terlihat masyarakat dari luar Rembang, hingga Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo juga hadir secara pribadi karena merasa kehilangan sosok ulama sekaligus tokoh bangsa sekaliber KH Maimoen Zubair.
 
Shalat ghaib diawali dengan shalat magrib berjamaah dan dilanjutkan Yasinan dan tahlil bersama ribuan santri dan warga yang hadir.
 
Masyarakat yang ingin mengikuti shalat ghaib untuk Mbah Moen sampai meluber ke jalan masuk menuju Pondok Pesantren Al-Anwar, atau kediaman keluarga Mbah Moen.
 
Salah satu santri dari luar daerah Rembang Ghofur mengaku, ia sengaja datang dari Jenu Tuban Jawa timur untuk ikut berbela sungkawa atas mangkatnya tokoh bangsa itu. 
 
Ia mengaku sejak lama mengenal Mbah Moen sering ngaji pasan kepada almarhum. 
"Saya berangkat siang tadi menunggu kepastian apakah Mbah Moen di kebumikan di Rembang atau di Makkah, ternyata di Makkah. Saya nunggu shalat ghaib berjamaah dan tahlil," katanya sambil sesekali mengusap air mata.
 
Sejak pagi tersiar kabar wafatnya Mbah Moen, Pesantren Al-Anwar Sarang tak henti-henrinya didatangi masyarakat, santri, dan alumni, serta ribuan masyaraat dari berbagai daerah yang cinta kepada almarhum. 
 
Kiai Maimoen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai Maimoen wafat di Makkah pada Selasa (6/8) saat melaksanakan ibadah haji. Jenazah dimakamkan di Makam Ma'la dekat dengan Sayyidah Khodijah Al-Kubro RA, Sayyid Alawi Al-Maliki, dan juga Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. (Ahmad Asmui/Muiz)
Selasa 6 Agustus 2019 20:15 WIB
Malam Ini Warga NU Solo Gelar Shalat Ghaib Mbah Moen
Malam Ini Warga NU Solo Gelar Shalat Ghaib Mbah Moen
Almaghfurlah KH Maemoen Zubair
Solo, NU Online
Suasana duka turut dirasakan Nahdliyin Kota Solo, Jawa Tengah atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Selasa (6/8) di Makkah Arab Saudi.
 
Untuk mengantarkan kepergian sang guru, rencananya mereka bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengadakan kegiatan shalat ghaib dan doa bersama untuk Mbah Moen.
 
"Insyaallah malam ini di Kantor NU Solo akan diadakan acara shalat ghaib dan doa bersama untuk Mbah Maimoen. Siapapun monggo yang berkenan boleh hadir," terang Ketua PCNU Kota Surakarta H. Masyhuri, kepada NU Online.
 
Dijelaskan, selain menindaklanjuti instruksi PBNU tentang shalat ghaib dan doa bersama, di PCNU Solo juga akan diselenggarakan rangkaian kegiatan lainnya, yakni shalat anisil qabri dan mahasinul janazah.
 
"Semoga ini dapat menjadi bakti kami, para santri untuk guru kami, Simbah Kiai Maimoen," ungkap Masyhuri.
 
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Dian Nafi menerangkan akan kealiman Kyai Maimoen. 
 
"Beliau teladan yang sangat alim, menjadi panutan bagi ribuan kiai di tanah air, tekun membimbing santri, dan sangat cerdas mengupayakan titik temu," kata dia.
 
Selain itu, dari hasil didikan Kiai Maimoen, muncul generasi kiai penerus yang tersebar di nusantara dan manca negara.
 
"Jika kita ingin mencari figur ulama yang negarawan, maka beliau termasuk yang unggul. Akhlak beliau, sungguh terpuji. Semoga tumbuh terus generasi kiai seperti beliau. Amin," terang Gus Dian, yang juga pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan.
 
Khususon ila Simbah Kiai Maimoen Zubair. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Muiz)
Selasa 6 Agustus 2019 19:45 WIB
Sorban Pekalongan Berangkatkan Calon Jamaah Haji Plus
Sorban Pekalongan Berangkatkan Calon Jamaah Haji Plus
PT Sorban Nusantara Pekalongan berangkatkan calon Jamaah Haji Plus
Pekalongan, NU Online
PT Sorban Nusantara yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Umroh dan Haji Plus travel resmi milik Gerakan Pemuda Ansor, Selasa (6/8) pagi di Kantor Cabang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melepas dua orang calon jamaah haji plus.
 
Pelepasan dipimpin oleh KH Afnan Chafidz yang juga menjabat Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan bertempat di Kantor Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan Jalan Raya Karangdowo No 10 Kedungwuni.
 
Dua orang yang diberangkatkan yakni Siswo alias Mahfudi bin Rasijan dan Ibu Khoirun Naila binti Kahari yang beralamat di Desa Ketitang Kidul Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. 
 
Mahfudi mengungkapkan, dirinya sangat puas dengan pelayanan dari PT Sorban Nusantara Cabang Pekalongan sebelum pemberangkatan ini. Di mana seluruh persiapan keperluan jamaah, manasik hingga paspor bisa dipenuhi dengan cepat.
 
"Saya sangat puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh pengurus PT Sorban Nusantara Cabang Pekalongan, mulai dari pelengkapan berkas, manasik, pembuatan pasport, suntik miningitis dan lain-lain," ungkapnya.
 
Dikatakan, meskipun pada awalnya dirinya agak ragu, apakah dengan saya mendaftar setelah lebaran Idul Fitri kemarin saya bisa langsung berangkat di tahun ini juga. Namun kekhawatiran saya langsung sirna setelah mendapat kabar bahwa tahun ini bisa langsung berangkat.
 
Marketing PT Sorban Nusantara cabang Pekalongan, Sartono mengungkapkan, selain haji plus, pihaknya juga melayani umroh baik paket reguler maupun paket khusus.
 
"Selain haji plus, kami juga melayani umroh dengan berbagai macam penawaran. Ada yang 9 hari dan 12 hari dengan bermacam pula harga yang ditawarkan dengan fasilitas yang dijamin memuaskan para Jamaah dan pastinya dengan harga yang bersaing dengan biro yang lain," ungkapnya.
 
Dijelaskan, PT Sorban Nusantara yang ada di Pekalongan merupakan kantor cabang, berapapun yang mendaftar untuk umroh maupun haji plus tetap bisa dilayani untuk diberangkatkan bergabung dengan cabang lain di seluruh Indonesia.
 
"Kami akan tetap memberangkatkan berapapun pesertanya. Karena kami tidak berdiri sendiri,melainkan gabungan cabang-cabng seluruh Indonesia, sehingga pesertanya cukup banyak setiap angkatan," paparnya.
 
"Kemudahan dan kenyamanan calon jamaah menjadi prioritas kami. Salah satu kemudahan yang kami tawarkan adalah tabungan umroh yang sangat membantu para calon jamaah untuk bisa mengunjungi Baitullah," imbuhnya. 
 
"Program tabungan ini kami bekerja sama dengan KSPPS Angkasa yang juga merupakan lembaga keuangan mikro syari'ah yang lahir dari PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
 
Selain Kiai Afnan, nampak hadir dalam pelepasan calon jamaah, yakni Pengurus Sorban Nusantara Cabang Pekalongan, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, serta keluarga calon jamaah haji plus. (Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG