IMG-LOGO
Daerah

Dengan Tahfiz, MAN 2 Jember Ingin Cetak Santri Milenial

Selasa 6 Agustus 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Dengan Tahfiz, MAN 2 Jember Ingin Cetak Santri Milenial
Salah satu sudut pandang gedung MAN 2 Jember

Jember, NU Online

Kendati bukan pondok pesantren, tapi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2 Jember Jawa Timur bertekad untuk mencetak santri-santri milenial. Untuk itu, lembaga yang terletak di Jalan Manggar Nomor 72, Gebang Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini menyediakan program tahfiz, yaitu program khusus untuk menghafal Al-Qur'an bagi siswa-siswi MAN 2 Jember.

 

Menurut Wakil Kepala Sekolah MAN 2 Jember, Nurul Hidayat, program tahfiz tersebut dimaksudkan untuk melengkapi ilmu yang disuguhkan bagi siswa-siswi MAN 2 Jember. Sehingga kelak (saat lulus), mereka tidak cuma menguasai ilmu pengetahuan agama dan umum tapi juga fasih membaca Al-Qur'an, bahkan hafal kitab suci umat Islam itu.

 

“Harapan kita, mereka tidak saja cakap dalam ilmu, tapi juga fasih bahkan hafal Al-Qur’an. Sehingga kecakapannya komplit,” ujarnya kepada NU Online di MAN 2 Jember, Senin (5/8).

 

Ia menambahkan, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta fasih merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, apalagi lulusan sekolah yang notabene berbasis keagamaan. Di luar itu, kefasihan dalam membaca Al-Qur'an merupakan salah satu syarat menjadi imam shalat.

 

“Ilmu agama dan umum cakap, fasih membaca Al-Qur'an, bahkan hafal, dan bisa memahami isinya. Itu ‘kan sudah ciri-ciri santri milenial. Dan itulah yang ingin dicapai MAN 2 Jember,” jelasnya.

 

Program tahfiz MAN 2 Jember dirikan sejak dua tahun lalu, memilki dua pilihan. Yaitu tahfiz intensif dengan target hafalan 20 juz, dan tahfiz reguler dengan hafalan 1 juz. Untuk yang disebut terakhir, seluruh siswa-siswi harus bisa karena merupakan syarat kelulusan.

 

“Jadi walaupun si siswa nanti dinyatakan lulus, bahkan lulus terbaik sekalipun tapi tidak setor hafalan satu juz, maka dia ditunda kelulusannya,” tambah Nurul.

 

Setiap awal tahun ajaran baru tahfiz intensif membuka kesempatan bagi siswa-siswi baru untuk masuk dalam program tahfiz dengan kuota 60 orang siswa-siswi/tahun. Namun untuk bisa menjadi peserta tahfiz intensif minimal hafal minimal dua juz dan sangup diasramakan, dan beberapa syarat lain. Target 20 juz itu harus dicapai selama menempuh pendidikan (3 tahun).

 

“Target jangka panjang agar mereka yang berminat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi Timur Tengah yang rata-rata mengharuskan hafal beberapa juz, kita bisa masuk di situ,” pungkasnya.

Pewarta : Aryudi AR

 

Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 6 Agustus 2019 20:30 WIB
Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Shalat ghaib di Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang
Rembang, NU Online
Sejak sore, ribuan umat Islam dari berbagai daerah terus memadati area Pondok Pesantren Al-Anwar di Sarang, Rembang Jawa Tengah.
 
Selain ikut berduka cita atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maemoen Zubair, mereka juga akan ikut tahlil usai digelar shalat ghaib Habis Maghrib, Selasa (6/8) malam.
 
Mereka datang untuk mengikuti shalat shoib dan tahlil berjamaah yang digelar keluarga besar Mbah Moen untuk mendoakan almagfurlah.
 
 Bahkan terlihat masyarakat dari luar Rembang, hingga Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo juga hadir secara pribadi karena merasa kehilangan sosok ulama sekaligus tokoh bangsa sekaliber KH Maimoen Zubair.
 
Shalat ghaib diawali dengan shalat magrib berjamaah dan dilanjutkan Yasinan dan tahlil bersama ribuan santri dan warga yang hadir.
 
Masyarakat yang ingin mengikuti shalat ghaib untuk Mbah Moen sampai meluber ke jalan masuk menuju Pondok Pesantren Al-Anwar, atau kediaman keluarga Mbah Moen.
 
Salah satu santri dari luar daerah Rembang Ghofur mengaku, ia sengaja datang dari Jenu Tuban Jawa timur untuk ikut berbela sungkawa atas mangkatnya tokoh bangsa itu. 
 
Ia mengaku sejak lama mengenal Mbah Moen sering ngaji pasan kepada almarhum. 
"Saya berangkat siang tadi menunggu kepastian apakah Mbah Moen di kebumikan di Rembang atau di Makkah, ternyata di Makkah. Saya nunggu shalat ghaib berjamaah dan tahlil," katanya sambil sesekali mengusap air mata.
 
Sejak pagi tersiar kabar wafatnya Mbah Moen, Pesantren Al-Anwar Sarang tak henti-henrinya didatangi masyarakat, santri, dan alumni, serta ribuan masyaraat dari berbagai daerah yang cinta kepada almarhum. 
 
Kiai Maimoen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai Maimoen wafat di Makkah pada Selasa (6/8) saat melaksanakan ibadah haji. Jenazah dimakamkan di Makam Ma'la dekat dengan Sayyidah Khodijah Al-Kubro RA, Sayyid Alawi Al-Maliki, dan juga Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. (Ahmad Asmui/Muiz)
Selasa 6 Agustus 2019 20:15 WIB
Malam Ini Warga NU Solo Gelar Shalat Ghaib Mbah Moen
Malam Ini Warga NU Solo Gelar Shalat Ghaib Mbah Moen
Almaghfurlah KH Maemoen Zubair
Solo, NU Online
Suasana duka turut dirasakan Nahdliyin Kota Solo, Jawa Tengah atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Selasa (6/8) di Makkah Arab Saudi.
 
Untuk mengantarkan kepergian sang guru, rencananya mereka bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengadakan kegiatan shalat ghaib dan doa bersama untuk Mbah Moen.
 
"Insyaallah malam ini di Kantor NU Solo akan diadakan acara shalat ghaib dan doa bersama untuk Mbah Maimoen. Siapapun monggo yang berkenan boleh hadir," terang Ketua PCNU Kota Surakarta H. Masyhuri, kepada NU Online.
 
Dijelaskan, selain menindaklanjuti instruksi PBNU tentang shalat ghaib dan doa bersama, di PCNU Solo juga akan diselenggarakan rangkaian kegiatan lainnya, yakni shalat anisil qabri dan mahasinul janazah.
 
"Semoga ini dapat menjadi bakti kami, para santri untuk guru kami, Simbah Kiai Maimoen," ungkap Masyhuri.
 
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Dian Nafi menerangkan akan kealiman Kyai Maimoen. 
 
"Beliau teladan yang sangat alim, menjadi panutan bagi ribuan kiai di tanah air, tekun membimbing santri, dan sangat cerdas mengupayakan titik temu," kata dia.
 
Selain itu, dari hasil didikan Kiai Maimoen, muncul generasi kiai penerus yang tersebar di nusantara dan manca negara.
 
"Jika kita ingin mencari figur ulama yang negarawan, maka beliau termasuk yang unggul. Akhlak beliau, sungguh terpuji. Semoga tumbuh terus generasi kiai seperti beliau. Amin," terang Gus Dian, yang juga pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan.
 
Khususon ila Simbah Kiai Maimoen Zubair. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Muiz)
Selasa 6 Agustus 2019 19:45 WIB
Sorban Pekalongan Berangkatkan Calon Jamaah Haji Plus
Sorban Pekalongan Berangkatkan Calon Jamaah Haji Plus
PT Sorban Nusantara Pekalongan berangkatkan calon Jamaah Haji Plus
Pekalongan, NU Online
PT Sorban Nusantara yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Umroh dan Haji Plus travel resmi milik Gerakan Pemuda Ansor, Selasa (6/8) pagi di Kantor Cabang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melepas dua orang calon jamaah haji plus.
 
Pelepasan dipimpin oleh KH Afnan Chafidz yang juga menjabat Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan bertempat di Kantor Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan Jalan Raya Karangdowo No 10 Kedungwuni.
 
Dua orang yang diberangkatkan yakni Siswo alias Mahfudi bin Rasijan dan Ibu Khoirun Naila binti Kahari yang beralamat di Desa Ketitang Kidul Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. 
 
Mahfudi mengungkapkan, dirinya sangat puas dengan pelayanan dari PT Sorban Nusantara Cabang Pekalongan sebelum pemberangkatan ini. Di mana seluruh persiapan keperluan jamaah, manasik hingga paspor bisa dipenuhi dengan cepat.
 
"Saya sangat puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh pengurus PT Sorban Nusantara Cabang Pekalongan, mulai dari pelengkapan berkas, manasik, pembuatan pasport, suntik miningitis dan lain-lain," ungkapnya.
 
Dikatakan, meskipun pada awalnya dirinya agak ragu, apakah dengan saya mendaftar setelah lebaran Idul Fitri kemarin saya bisa langsung berangkat di tahun ini juga. Namun kekhawatiran saya langsung sirna setelah mendapat kabar bahwa tahun ini bisa langsung berangkat.
 
Marketing PT Sorban Nusantara cabang Pekalongan, Sartono mengungkapkan, selain haji plus, pihaknya juga melayani umroh baik paket reguler maupun paket khusus.
 
"Selain haji plus, kami juga melayani umroh dengan berbagai macam penawaran. Ada yang 9 hari dan 12 hari dengan bermacam pula harga yang ditawarkan dengan fasilitas yang dijamin memuaskan para Jamaah dan pastinya dengan harga yang bersaing dengan biro yang lain," ungkapnya.
 
Dijelaskan, PT Sorban Nusantara yang ada di Pekalongan merupakan kantor cabang, berapapun yang mendaftar untuk umroh maupun haji plus tetap bisa dilayani untuk diberangkatkan bergabung dengan cabang lain di seluruh Indonesia.
 
"Kami akan tetap memberangkatkan berapapun pesertanya. Karena kami tidak berdiri sendiri,melainkan gabungan cabang-cabng seluruh Indonesia, sehingga pesertanya cukup banyak setiap angkatan," paparnya.
 
"Kemudahan dan kenyamanan calon jamaah menjadi prioritas kami. Salah satu kemudahan yang kami tawarkan adalah tabungan umroh yang sangat membantu para calon jamaah untuk bisa mengunjungi Baitullah," imbuhnya. 
 
"Program tabungan ini kami bekerja sama dengan KSPPS Angkasa yang juga merupakan lembaga keuangan mikro syari'ah yang lahir dari PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
 
Selain Kiai Afnan, nampak hadir dalam pelepasan calon jamaah, yakni Pengurus Sorban Nusantara Cabang Pekalongan, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, serta keluarga calon jamaah haji plus. (Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG