Dengan Tahfiz, MAN 2 Jember Ingin Cetak Santri Milenial

Salah satu sudut pandang gedung MAN 2 Jember
Salah satu sudut pandang gedung MAN 2 Jember, Dengan Tahfiz, MAN 2 Jember Ingin Cetak Santri Milenial
Salah satu sudut pandang gedung MAN 2 Jember, Dengan Tahfiz, MAN 2 Jember Ingin Cetak Santri Milenial

Jember, NU Online

Kendati bukan pondok pesantren, tapi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 2 Jember Jawa Timur bertekad untuk mencetak santri-santri milenial. Untuk itu, lembaga yang terletak di Jalan Manggar Nomor 72, Gebang Poreng, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur ini menyediakan program tahfiz, yaitu program khusus untuk menghafal Al-Qur'an bagi siswa-siswi MAN 2 Jember.

 

Menurut Wakil Kepala Sekolah MAN 2 Jember, Nurul Hidayat, program tahfiz tersebut dimaksudkan untuk melengkapi ilmu yang disuguhkan bagi siswa-siswi MAN 2 Jember. Sehingga kelak (saat lulus), mereka tidak cuma menguasai ilmu pengetahuan agama dan umum tapi juga fasih membaca Al-Qur'an, bahkan hafal kitab suci umat Islam itu.

 

“Harapan kita, mereka tidak saja cakap dalam ilmu, tapi juga fasih bahkan hafal Al-Qur’an. Sehingga kecakapannya komplit,” ujarnya kepada NU Online di MAN 2 Jember, Senin (5/8).

 

Ia menambahkan, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta fasih merupakan tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, apalagi lulusan sekolah yang notabene berbasis keagamaan. Di luar itu, kefasihan dalam membaca Al-Qur'an merupakan salah satu syarat menjadi imam shalat.

 

“Ilmu agama dan umum cakap, fasih membaca Al-Qur'an, bahkan hafal, dan bisa memahami isinya. Itu ‘kan sudah ciri-ciri santri milenial. Dan itulah yang ingin dicapai MAN 2 Jember,” jelasnya.

 

Program tahfiz MAN 2 Jember dirikan sejak dua tahun lalu, memilki dua pilihan. Yaitu tahfiz intensif dengan target hafalan 20 juz, dan tahfiz reguler dengan hafalan 1 juz. Untuk yang disebut terakhir, seluruh siswa-siswi harus bisa karena merupakan syarat kelulusan.

 

“Jadi walaupun si siswa nanti dinyatakan lulus, bahkan lulus terbaik sekalipun tapi tidak setor hafalan satu juz, maka dia ditunda kelulusannya,” tambah Nurul.

 

Setiap awal tahun ajaran baru tahfiz intensif membuka kesempatan bagi siswa-siswi baru untuk masuk dalam program tahfiz dengan kuota 60 orang siswa-siswi/tahun. Namun untuk bisa menjadi peserta tahfiz intensif minimal hafal minimal dua juz dan sangup diasramakan, dan beberapa syarat lain. Target 20 juz itu harus dicapai selama menempuh pendidikan (3 tahun).

 

“Target jangka panjang agar mereka yang berminat melanjutkan kuliah di perguruan tinggi Timur Tengah yang rata-rata mengharuskan hafal beberapa juz, kita bisa masuk di situ,” pungkasnya.

Pewarta : Aryudi AR

 

BNI Mobile