IMG-LOGO
Daerah

Sorban Pekalongan Berangkatkan Calon Jamaah Haji Plus

Selasa 6 Agustus 2019 19:45 WIB
Bagikan:
Sorban Pekalongan Berangkatkan Calon Jamaah Haji Plus
PT Sorban Nusantara Pekalongan berangkatkan calon Jamaah Haji Plus
Pekalongan, NU Online
PT Sorban Nusantara yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Umroh dan Haji Plus travel resmi milik Gerakan Pemuda Ansor, Selasa (6/8) pagi di Kantor Cabang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melepas dua orang calon jamaah haji plus.
 
Pelepasan dipimpin oleh KH Afnan Chafidz yang juga menjabat Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan bertempat di Kantor Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan Jalan Raya Karangdowo No 10 Kedungwuni.
 
Dua orang yang diberangkatkan yakni Siswo alias Mahfudi bin Rasijan dan Ibu Khoirun Naila binti Kahari yang beralamat di Desa Ketitang Kidul Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. 
 
Mahfudi mengungkapkan, dirinya sangat puas dengan pelayanan dari PT Sorban Nusantara Cabang Pekalongan sebelum pemberangkatan ini. Di mana seluruh persiapan keperluan jamaah, manasik hingga paspor bisa dipenuhi dengan cepat.
 
"Saya sangat puas dengan pelayanan yang dilakukan oleh pengurus PT Sorban Nusantara Cabang Pekalongan, mulai dari pelengkapan berkas, manasik, pembuatan pasport, suntik miningitis dan lain-lain," ungkapnya.
 
Dikatakan, meskipun pada awalnya dirinya agak ragu, apakah dengan saya mendaftar setelah lebaran Idul Fitri kemarin saya bisa langsung berangkat di tahun ini juga. Namun kekhawatiran saya langsung sirna setelah mendapat kabar bahwa tahun ini bisa langsung berangkat.
 
Marketing PT Sorban Nusantara cabang Pekalongan, Sartono mengungkapkan, selain haji plus, pihaknya juga melayani umroh baik paket reguler maupun paket khusus.
 
"Selain haji plus, kami juga melayani umroh dengan berbagai macam penawaran. Ada yang 9 hari dan 12 hari dengan bermacam pula harga yang ditawarkan dengan fasilitas yang dijamin memuaskan para Jamaah dan pastinya dengan harga yang bersaing dengan biro yang lain," ungkapnya.
 
Dijelaskan, PT Sorban Nusantara yang ada di Pekalongan merupakan kantor cabang, berapapun yang mendaftar untuk umroh maupun haji plus tetap bisa dilayani untuk diberangkatkan bergabung dengan cabang lain di seluruh Indonesia.
 
"Kami akan tetap memberangkatkan berapapun pesertanya. Karena kami tidak berdiri sendiri,melainkan gabungan cabang-cabng seluruh Indonesia, sehingga pesertanya cukup banyak setiap angkatan," paparnya.
 
"Kemudahan dan kenyamanan calon jamaah menjadi prioritas kami. Salah satu kemudahan yang kami tawarkan adalah tabungan umroh yang sangat membantu para calon jamaah untuk bisa mengunjungi Baitullah," imbuhnya. 
 
"Program tabungan ini kami bekerja sama dengan KSPPS Angkasa yang juga merupakan lembaga keuangan mikro syari'ah yang lahir dari PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
 
Selain Kiai Afnan, nampak hadir dalam pelepasan calon jamaah, yakni Pengurus Sorban Nusantara Cabang Pekalongan, Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, serta keluarga calon jamaah haji plus. (Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Selasa 6 Agustus 2019 20:30 WIB
Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Malam Ini Pesantren Al-Anwar Gelar Tahlilan untuk Mbah Moen
Shalat ghaib di Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang
Rembang, NU Online
Sejak sore, ribuan umat Islam dari berbagai daerah terus memadati area Pondok Pesantren Al-Anwar di Sarang, Rembang Jawa Tengah.
 
Selain ikut berduka cita atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maemoen Zubair, mereka juga akan ikut tahlil usai digelar shalat ghaib Habis Maghrib, Selasa (6/8) malam.
 
Mereka datang untuk mengikuti shalat shoib dan tahlil berjamaah yang digelar keluarga besar Mbah Moen untuk mendoakan almagfurlah.
 
 Bahkan terlihat masyarakat dari luar Rembang, hingga Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo juga hadir secara pribadi karena merasa kehilangan sosok ulama sekaligus tokoh bangsa sekaliber KH Maimoen Zubair.
 
Shalat ghaib diawali dengan shalat magrib berjamaah dan dilanjutkan Yasinan dan tahlil bersama ribuan santri dan warga yang hadir.
 
Masyarakat yang ingin mengikuti shalat ghaib untuk Mbah Moen sampai meluber ke jalan masuk menuju Pondok Pesantren Al-Anwar, atau kediaman keluarga Mbah Moen.
 
Salah satu santri dari luar daerah Rembang Ghofur mengaku, ia sengaja datang dari Jenu Tuban Jawa timur untuk ikut berbela sungkawa atas mangkatnya tokoh bangsa itu. 
 
Ia mengaku sejak lama mengenal Mbah Moen sering ngaji pasan kepada almarhum. 
"Saya berangkat siang tadi menunggu kepastian apakah Mbah Moen di kebumikan di Rembang atau di Makkah, ternyata di Makkah. Saya nunggu shalat ghaib berjamaah dan tahlil," katanya sambil sesekali mengusap air mata.
 
Sejak pagi tersiar kabar wafatnya Mbah Moen, Pesantren Al-Anwar Sarang tak henti-henrinya didatangi masyarakat, santri, dan alumni, serta ribuan masyaraat dari berbagai daerah yang cinta kepada almarhum. 
 
Kiai Maimoen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai Maimoen wafat di Makkah pada Selasa (6/8) saat melaksanakan ibadah haji. Jenazah dimakamkan di Makam Ma'la dekat dengan Sayyidah Khodijah Al-Kubro RA, Sayyid Alawi Al-Maliki, dan juga Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. (Ahmad Asmui/Muiz)
Selasa 6 Agustus 2019 20:15 WIB
Malam Ini Warga NU Solo Gelar Shalat Ghaib Mbah Moen
Malam Ini Warga NU Solo Gelar Shalat Ghaib Mbah Moen
Almaghfurlah KH Maemoen Zubair
Solo, NU Online
Suasana duka turut dirasakan Nahdliyin Kota Solo, Jawa Tengah atas wafatnya ulama kharismatik yang juga Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Selasa (6/8) di Makkah Arab Saudi.
 
Untuk mengantarkan kepergian sang guru, rencananya mereka bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengadakan kegiatan shalat ghaib dan doa bersama untuk Mbah Moen.
 
"Insyaallah malam ini di Kantor NU Solo akan diadakan acara shalat ghaib dan doa bersama untuk Mbah Maimoen. Siapapun monggo yang berkenan boleh hadir," terang Ketua PCNU Kota Surakarta H. Masyhuri, kepada NU Online.
 
Dijelaskan, selain menindaklanjuti instruksi PBNU tentang shalat ghaib dan doa bersama, di PCNU Solo juga akan diselenggarakan rangkaian kegiatan lainnya, yakni shalat anisil qabri dan mahasinul janazah.
 
"Semoga ini dapat menjadi bakti kami, para santri untuk guru kami, Simbah Kiai Maimoen," ungkap Masyhuri.
 
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Dian Nafi menerangkan akan kealiman Kyai Maimoen. 
 
"Beliau teladan yang sangat alim, menjadi panutan bagi ribuan kiai di tanah air, tekun membimbing santri, dan sangat cerdas mengupayakan titik temu," kata dia.
 
Selain itu, dari hasil didikan Kiai Maimoen, muncul generasi kiai penerus yang tersebar di nusantara dan manca negara.
 
"Jika kita ingin mencari figur ulama yang negarawan, maka beliau termasuk yang unggul. Akhlak beliau, sungguh terpuji. Semoga tumbuh terus generasi kiai seperti beliau. Amin," terang Gus Dian, yang juga pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan.
 
Khususon ila Simbah Kiai Maimoen Zubair. Lahu al-fatihah! (Ajie Najmuddin/Muiz)
Selasa 6 Agustus 2019 19:30 WIB
Shalat Ghaib dan Doa Terbaik untuk Mbah Moen dari Ponorogo
Shalat Ghaib dan Doa Terbaik untuk Mbah Moen dari Ponorogo
Tahlilan di Masjid Menara Al-Jariyah Jarakan Ponorogo untuk Mbah Moen.
Ponorogo, NU Online
Indonesia kembali berduka, kehilangan salah satu ulama kharismatik, KH Maimoen Zubair. Beliau merupakan seorang alim, ahli fiqih sekaligus muharrik atau penggerak. 
Selama ini, Mbah Maimoen merupakan rujukan ulama Indonesia dalam bidang fiqh.
 
Hal ini, karena yang bersangkutan menguasai secara mendalam ilmu fiqih dan ushul fiqh. Selain itu juga konsisten memberikan kontribusi bagi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kemaslahatan kehidupan kebangsaan. 
 
Berdasarkan rilis NU Online (6/8) Mbah Moen wafat pada pukul 04.17 (waktu Arab Saudi).
 
Menindaklanjuti edaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), keluarga besar santri, ustadz dan ustadzah khususnya dari unit MTs Ma’arif 1 dan MA Ma’arif Pondok Pesantren Jarakan, Ponorogo, Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan.
 
Hal tersebut dalam bentuk pembacaan pernyataan duka cita, shalat ghaib dan pembacaan tahlil atas wafatnya KH Maimoen Zubair.
 
Kegiatan dilaksanakan siang tadi di Masjid Menara Al-Jariyah Jarakan Jl Soekarno Hatta VI/13 Ponorogo. Kegiatan ini diawai dengan pembacaan profil KH Maimoen Zubair, pernyataan duka cita dari Yayasan Al-Ittihad Ponorogo dan diakhiri dengan shalat ghaib dan tahlil. 
 
Shalat ghaib dan bacaan tahlil tersebut dipimpin oleh Ustadz Sugeng Robbani dari MA MNU Ponorogo.
 
"Kita harus meneladani kegigihan Mbah Kiai Maimoen dalam memperjuangkan agama sekaligus kemaslahatan dalam kehidupan bangsa. Beliau memberikan teladan sikap konsisten, sikap zuhud, kedalaman ilmu dan kemuliaan lainnya untuk para santri,"  demikian rilis pernyataan tertulis sebagaimana dibacakan oleh salah satu ustadz dari Yayasan Al-Ittihad Ponorogo.
 
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 santri didampingi oleh para ustadz dan ustadzah. "Kegiatan ini bersifat spontan dan sebagai upaya membelajarkan para santri untuk meneladani khidmah para ulama untuk menegakkan agama sekaligus menjaga negeri ini," kata Murdianto selaku juru bicara Yayasan Al- Ittihad Ponorogo. (Ali Tamam/Ibnu Nawawi)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG