ISIS Dilaporkan Bangkit Kembali di Suriah

ISIS Dilaporkan Bangkit Kembali di Suriah
Ilustrasi kebangkitan kembali ISIS. (Reuters)
Ilustrasi kebangkitan kembali ISIS. (Reuters)
Damaskus, NU Online
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan mulai bangkit kembali di Suriah. Padahal beberapa bulan lalu kelompok teroris di bawah pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ini diumumkan telah dikalahkan total, menyusul benteng pertahanan terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, yang berhasil ditaklukkan pada Maret lalu.

Menurut laporan hasil evaluasi Pentagon (Inspektorat Jenderal Kementerian Pertahanan Amerika Serikat), ISIS tengah kembali mengumpulkan pasukannya yang tersisa untuk menyusun kekuatan baru dan bersiap untuk bangkit kembali di Suriah.

“Meski telah kehilangan wilayah kekhalifahan, ISIS melakukan konsolidasi anggota di Irak dan juga mulai bangkit kembali di Suriah," demikian isi laporan Pentagon, diberitakan CNN, Rabu (7/8).

Laporan itu merupakan kesimpulan dari analisa lapangan yang dilakukan AS pada 1 April hingga 30 Juni 2019 lalu. Diperkirakan ada sekitar 14-18 ribu anggota ISIS yang masih tersisa asaat ini, dimana 3 ribu dari mereka adalah warga negara asing.

Pentagon melanjutkan, ISIS terus bergerak di bawah tanah dan menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan ideologi mereka dan merekrut anggota baru. Penarikan tentara Amerika Serikat (AS) dari wilayah-wilayah bekas ISIS menjadi dinilai menjadi salah satu faktor kelompok teroris tersebut bakal bangkit kembali.

“Penarikan bertahap pasukan AS sangat mempengaruhi kemampuan tentara sekutu, terutama dalam pelatihan dan peralatan untuk menghadapi ISIS yang melakukan konsolidasi,” kata Wakil Irjen Kemenhan AS, Glenn Fine.

Pada tahun lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan menarik kembali pasukannya dari Suriah karena mengklaim ISIS sudah berhasil dikalahkan total. Oleh sebab itu, Trump menilai keberadaan pasukan AS di Suriah sudah tidak dibutuhkan lagi.

Laporan itu cukup masuk akal mengingat pada saat markas terakhir ISIS di Baghouz ditaklukkan, juru bicara ISIS merilis rekaman audio yang menyatakan bahwa kekhalifahan belum selesai. Pemimpin kelompok ISIS Abu Bakar al-Baghdadi saat itu diyakini tengah berada di Irak.

“Kami memperbarui sumpah kami untuk terus berperang dan mengejar sisa-sisa mereka (ISIS) hingga mereka sepenuhnya dibersihkan," kata Juru Bicara SDF, tentara Kurdi yang menjadi sekutu AS Mustafa Bali kala itu, dikutip Reuters, Sabtu (23/3). (Red: Muchlishon)
BNI Mobile