IMG-LOGO
Internasional

Gus Yasin Ungkap Wasiat Mbah Moen: Jaga NU

Jumat 9 Agustus 2019 17:30 WIB
Bagikan:
Gus Yasin Ungkap Wasiat Mbah Moen: Jaga NU
KH Maimoen Zubair.
Makkah, NU Online
Salah seorang putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengungkapkan, salah satu wasiat Mbah Moen adalah Nahdlatul Ulama (NU) harus dijaga dan program-program yang dirancang harus bisa dirasakan masyarakat. 
 
“Salah satu wasiat KH Maimoeun Zubair adalah menjaga Nahdlatul Ulama yang program-programnya harus menyentuh dan dirasakan masyarakat,” kata Gus Yasin dalam acara Silaturahmi NU se-Dunia XVII di Hotel Taisir Makkah, Kamis (8/8).
 
Menurutnya, jika NU bisa memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat maka organisasi berlambang bola dunia itu akan menjadi pemimpin yang memiliki kekuatan yang besar. “Saat kehadiran NU mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, maka saat itulah NU Akan menjadi pemimpin dengan kekuatan besar,” lanjutnya.
 
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh –yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut- mengatakan, santri-santri NU harus mampu membawa kebangkitan NU di masa depan. 
 
“Mereka harus mampu meneruskan perjuangan para ulama, khususnya estafet keilmuan dan perjuangan KH Maimoen Zubair yang baru saja meninggalkan Kita,” katanya.
 
Agus mengatakan, Mbah Moen merupakan inspirasi bagi kader-kader muda NU dalam menuntut ilmu dan membumikan Islam rahmatan lil alamin. Tidak hanya itu, Mbah Moen adalah ulama yang loyal berjuang di NU sampai akhir hayat.
“Beliau mengajar para santri sebagai kader-kader penerus NU masa depan dengan gigih dan istiqamah,” imbuhnya.

Salah satu tinggalan Mbah Moen ialah Pondok Pesantren al-Anwar yang didirikan pada tahun 1967 silam. Saat ini, ada 10 ribu santri yang sedang menuntut ilmu di sana. Mereka terbagi dalam 4 pesantren yang dikelola putra-putranya. 
 
Untuk Pesantren Al-Anwar satu berlokasi di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang. Sedangkan ketiga pondok lainnya berada di Desa Kalipang Kecamatan Sarang. Jaraknya kurang lebih 5 KM dari pondok Al Anwar satu. Lokasinya sama-sama berada di tepi jalan Pantura Rembang.
 
Sejak berdiri, Pesantren Al-Anwar merupakan pondok salaf. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan zaman, Mbah Moen bersama dengan putra-putranya mengembangkan pesantren dengan fasilitas pendidikan formal, namun tidak meninggalkan salaf.
 
Al-Anwar satu merupakan pesantren yang murni menjaga kesalafannya sampai dengan saat ini. Sedangkan 3 pondok pesantren lainnya terdiri dari sekolah MI, MTs, SMK, dan Sekolah Tinggi Agama Islam. Namun demikian ketiha pondok ini tidak meninggalkan pelajaran salaf sebagai ciri khas pesantren di Kabupaten Rembang. (Muhammad Faizin/Muchlishon)
Bagikan:

Baca Juga

Jumat 9 Agustus 2019 21:41 WIB
Mesin Pembangkit Listrik Maktab 21 Padang Arafah Terbakar
Mesin Pembangkit Listrik Maktab 21 Padang Arafah Terbakar
Pemadam Kebakaran Memadamkan Api (Foto: Faizin/NUO)
Makkah, NU Online
Terjadi insiden di hari pertama para jemaah haji berada di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, Jumat (9/8). Mesin pembangkit listrik di maktab 21 yang ditempati jemaah Pringsewu dan Surabaya terbakar sekitar pukul 16.00 WAS. Akibatnya, beberapa tenda yang ada di maktab tersebut tidak teraliri listrik sehingga mesin pendingin ruangan mati.

Diawali oleh percikan api, lambat laun mesin pembangkit listrik tersebut terbakar. Sempat terjadi ledakan yang mengakibatkan api membesar dan asap membumbung tinggi ke udara.

"Awalnya lampu dan AC tenda mati, setelah saya keluar saya lihat mesin pembangkit listriknya berasap dan mengeluarkan api," kata Burhan, salah satu jemaah dari JKG 51Pringsewu yang tendanya hanya berjarak beberapa meter dari tempat kejadian.

Beberapa menit setelah api membakar mesin, petugas pemadam kebakaran berhasil mengatasi amukan si jago merah. Empat kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan dan berhasil menjinakkan api dengan segera dan tidak merembet ke tenda jemaah.

Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Belum diketahui pasti penyebab dari kebakaran tersebut. Sejumlah jemaah nampak keluar tenda berkerumun melihat kejadian tersebut.

"Asap sempat masuk ke dalam tenda kami," kata Burhan kepada jurnalis NU Online, yang berada di maktab tersebut.

Beberapa saat setelah kejadian para teknisi terlihat segera berkoordinasi untuk langkah selanjutnya. Sampai dengan berita ini diturunkan, listrik tenda jemaah belum hidup sehingga sebagian jemaah keluar tenda akibat suhu panas dalam ruangan.

Mesin tersebut merupakan sumber alat pendingin udara yang pada tahun ini disediakan oleh pemerintah Arab Saudi untuk kenyamanan jemaah selama wukuf di Arafah. Beberapa fasilitas lain yang diberikan untuk jemaah antara lain konsumsi 3 kali sehari dan penyediaan batu kerikil untuk lempar jumrah.

Para jemaah akan berada di Padang Arafah sampai dengan Sabtu (10/8) petang dan melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah untuk mabit. Pada keesokan harinya, jemaah melaksanakan lempar jumrah Aqabah di Mina. (Muhammad Faizin)
Jumat 9 Agustus 2019 14:0 WIB
Hadapi Tantangan Masa Depan, NU Harus Tingkatkan Tiga Aspek
Hadapi Tantangan Masa Depan, NU Harus Tingkatkan Tiga Aspek
Silaturahim NU Se-Dunia XVIII. (Foto: Faizin/NUO)
Jakarta, NU Online
Wakil Rais Syuriyah Penguru Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur asal Sidoarjo, KH Agus Ali Masyhuri, mengatakan, NU harus meningkatkan tiga aspek untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Pertama, intensifikasi internalisasi ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah. Basis ideologi adalah pondasi yang harus ditanam kokoh sehingga ada ketahanan dan militansi perjuangan, tidak pragmatis dan oportunis. Visi perjuangan ditentukan oleh basis ideologi yang kuat,” kata Kiai Agus, dalam acara Silaturahmi NU se-Dunia XVII di Hotel Taisir Makkah, Kamis (8/8).

Kedua, pengembangan potensi ekonomi warga NU. Dikatakan Kiai Agus, dalam konteks ekonomi ini NU harus banyak berbenah dan belajar supaya tidak selalu menjadi obyek pasar (maf'ul), tapi berkembang menjadi pelaku pasar (fa'il). Hal ini membutuhkan perjuangan panjang, konsistensi, dan komitmen dari semua generasi penerus. 

Ketiga, mengokohkan bangunan budaya lokal yang dirintis Wali Songo. Dia menyebut, acara tahlilan, manaqiban, selametan, dan barzanjian harus dilestarikan karena bisa menguatkan basis kultural NU dengan warganya. 

Dia menambahkan, kaderisasi harus diprogramkan secara serius dan disiplin, tidak dilakukan secara sepele. Sehingga NU bisa meraih prestasi dalam berbagai aspek kehidupan di masa depan. 

“Dalam konteks ini, kaderisasi menjadi keniscayaan yang tidak bisa disepelekan, tapi Harus diprogram secara disiplin,” tegasnya.

Senada dengan Kiai Agus, A’wan PBNU KH Abun Bunyamin Tuhiyat mendorong, kader-kader muda NU harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang kompleks. Mereka harus mampu meneruskan tanggungjawab keilmuan dan perjuangan sosial yang diwariskan para ulama. 

“Mereka harus mampu merebut panggung keilmuan dan kenegaraan sehingga tidak dikuasai orang-orang yang tidak berilmu yang memberikan fatwa sesat dan menyesatkan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin menilai, NU memiliki potensi yang besar di semua bidang. Menurutnya, potensi besar NU harus digerakkan secara optimal supaya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. 

“Islam moderat yang toleran, progresif, dan inklusif menjadi karakteristik utama NU yang harus dikembangkan di tengah masyarakat sehingga benih-benih radikal-intoleran bisa diminimalisir dengan baik,” paparnya. (Muhammad Faizin/Muchlishon)
Jumat 9 Agustus 2019 6:50 WIB
Rektor Universitas Zaitunah Jadi Mustasyar PCINU Tunisia
Rektor Universitas Zaitunah Jadi Mustasyar PCINU Tunisia
PCINU Tunisia bersama Rektor Universitas Zaitunah Tunis, Senin (8/8) di ruang rektorat.
Tunis, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Zaitunah Tunis, Tunisia Prof Hichem Gricha. Pengurus NU Tunisia disambut oleh Prof Hichem di ruang kerja gedung rektorat Universitas Zaitunah.

Terdapat tiga hal penting yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Pertama, menyampaikan permohonan kesediaan rektor sebagai salah satu Mustasyar PCINU Tunisia. Permohonan ini direspon secara positif olehnya.

“Alhamdulillah, Rektor Universitas Zitouna Tunis bersedia menjadi Mustasyar PCINU Tunisia. Mudah-mudahan menjadi awal yang baik untuk terus menjalin silaturahim dan saling bermanfaat untuk umat,” ujar Rais Syuriyah PCINU Tunisia Ahya Jazuli, Senin (8/8) kepada NU Online.

Kedua, rencana pelantikan pengurus pada Kamis (15/8/2019). Pengurus menyampaikan undangan sekaligus menyampaikan surat peminjaman ruang pertemuan Ibnu Khaldun Universitas Zaitunah sebagai tempat acara pelantikan dan musyawarah kerja cabang.

“Prof Hichem bersiap untuk menghadiri acara ini,” terang Ahya.

Ketiga, menyampaikan progres pemberkasan calon mahasiswa baru dari jalur beasiswa Nahdlatul Ulama yang saat ini masih dalam proses seleksi.

Selain Ahya Jazuli, hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Rais Syuriyah Ahmad Lukman Fahmi, Katib Syuriyah Mustafa Kamal, dan Wakil 1 Tanfidziyah Amin Khafidin. (Red: Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG