IMG-LOGO
Internasional

Delapan Bayi Lahir di Tanah Suci Selama Musim Haji 2019

Senin 12 Agustus 2019 18:30 WIB
Bagikan:
Delapan Bayi Lahir di Tanah Suci Selama Musim Haji 2019
Ilustrasi bayi (pinterest)
Makkah, NU Online
Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan, ada delapan bayi lahir di Tanah Suci selama musim haji tahun ini. Rumah Sakit Ibu dan Anak Makkah mencatat, ada lima kelahiran, dua di Arafah dan satu di Mina.

Bayi-bayi yang dilahirkan di Arafah dilahirkan oleh para jamaah haji yang tengah melaksanakan wukuf pada Sabtu (10/8), hari kedua haji. Namun, tidak diketahui apakah ibu bayi-bayi lainnya juga seorang jamaah haji.

Diberitakan Arab News, Senin (12/8), seorang jamaah haji asal Libya, Suad Mohammed Barbush (40), melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Jabal Rahmah. Suad menamai anaknya itu Arafah. Biasanya orang tua setuju anak mereka yang lahir di Gunung Arafah diberi nama Arafah atau Arafat. 

Jamaah haji lain yang juga melahirkan, Maimunah Ali (23), melahirkan di Rumah Sakit Arafat Timur pada Sabtu (10/8) sore waktu setempat. Dia bersalin beberapa jam setelah naik ke Gunung Arafat pada pagi harinya sebagai bagian dari ritual haji. Maimunah dan suaminya, Abu Bakr, menamai anak mereka Mohammed bin Salman. Kondisi ibu dan bayi dinyatakan dalam keadaan stabil. 

Dilaporkan, lebih dari 2,4 juta orang melaksanakan ibadah haji pada tahun ini. Ada lima rukun haji yang harus dilakukan mereka selama menunainakn haji. Pertama, ihram atau berniat ihram. Kedua, wukuf di Padang Arafah. Wukuf dimulai dari waktu Shalat Dzuhur 9 Dzul Hijjah hingga shubuh tanggal 10 Dzul Hijjah. Jamaah memiliki dua pilihan untuk melaksanakan wukuf di Arafah; mereka bisa mengambil waktu siang sampai setelah maghrib, ataupun malam harinya sampai jelang subuh.

Ketiga, Thawaf Ifadhah. Setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, jamaah haji kemudian menuju Masjidil Haram untuk thawaf ifadhah, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Keempat, berlari-lari kecil (sa’i) dari bukit Shafa dan Marwah, dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Kelima, mencukur rambut (tahallul). Rukun haji kelima ini dilaksanakan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai. Adapun waktunya, sekurang-kurangnya adalah setelah lewat tanggal 10 Dzulhijjah. (Red: Muchlishon)
Bagikan:

Baca Juga

Senin 12 Agustus 2019 20:0 WIB
Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsha Dinilai Bisa Sulut Ketegangan Agama
Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsha Dinilai Bisa Sulut Ketegangan Agama
Bentrokan antara polisi Israel dan jamaah Masjid Al-Aqsha. (Ammar Awad/Reuters)
Yerusalem, NU Online
Pasukan keamanan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsha dan menyerang jamaah yang tengah menjalankan Shalat Idul Adha pada Ahad (11/8). Dilaporkan 14 orang mengalami luka-luka akibat dari insiden itu.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengutuk aksi yang dilakukan pasukan Israel tersebut. Menurut Presiden Palestina, Israel harus bertanggung jawab atas serangan tersebut. Insiden itu dinilai bisa meningkatkan ketegangan di antara dua negara.

“Kita mesti menjadikan pemerintah Israel bertanggung jawab karena polisinya menerobos ke dalam halaman Masjid Al-Aqsha dan menyerang jamaah, yang merupakan provokasi terhadap perasaan umat Muslim dan menjadi bahan bakar buat situasi dan meningkatkan ketegangan yang akan menyeret wilayah ini ke lingkaran kekerasan,” kata juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeinah, dikutip WAFA, Ahad (11/8).

Presiden Palestina juga mendesak negara-negara Arab dan internasional untuk mencegah dan menghentikan tindakan sewenang-wenang Israel di wilayah Yerusalem, terutama Masjid Al-Aqsha. 

Sementara itu, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyebut, penyerangan Masjid Al-Aqsha oleh pasukan Israel pada Idul Adha merupakan bentuk agresi kejam. Menurut PLO, insiden itu sengaja dirancang untuk menyulut ketegangan politik dan agama di Palestina.

“Serangan Israel ini dan dukungan politis terhadap ekstremisme menyulut sentiment keagamaan dan berpotensi menjerumuskan wilayah ini ke dalam perang sektarian. Tindakan-tindakan itu mencerminkan agenda berbahaya dan tidak bertanggung jawab yang harus dihadapi dengan pengutukan internasional yang tegas dan menyeluruh,” kata pejabat PLO.

Diketahui, polisi Israel menyerang puluhan ribu umat Islam yang sedang menjalankan Shalat Idul Adha di Masjid Al-Aqsha, Kota Tua Yerusalem. Serangan itu terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan pejabat ekstremis sayap-kanan Israel mendesak agar kaum Yahudi fanatik diizinkan tempat suci umat Muslim itu pada hari raya Idul Adha. Untuk itu, polisi Israel menyerang dan mengeluarkan umat Muslim dari Masjid Al-Aqsha. (Red: Muchlishon)
Senin 12 Agustus 2019 14:0 WIB
Lumpuhkan Tersangka, Seorang Lansia Berhasil Gagalkan Penembakan di Masjid Norwegia
Lumpuhkan Tersangka, Seorang Lansia Berhasil Gagalkan Penembakan di Masjid Norwegia
Masjid Al-Noor Norwegia. (Lefteris Karagiannopoulos/Reuters)
Oslo, NU Online
Penembakan terjadi di Masjid Pusat Dakwah Islam Al-Noor Berum, Nowegia, pada Sabtu (10/8) kemarin. Penembakan bermula ketika seorang laki-laki tidak dikenal membawa senjata dan masuk ke masjid yang terletak di dekat Oslo, ibu kota Norwegia, tersebut. Dia kemudian menembakkan sejumlah tembakan ke arah jamaah.
 
Namun, aksi pria bersenjata tersebut segera berhasil dilumpuhkan Mohamed Rafiq (65). Seorang saksi mata mengungkapkan, Rafiq menyerang pria bersenjata tersebut dan melumpuhkannya –bersama jamaah lainnya- ke lantai sebelum polisi sampai di tempat lokasi. Atas aksi heroiknya itu, Rafiq mengalami luka-luka.  
 
"Saya berterima kasih atas semua bantuan dan dukungan yang telah saya terima," kata Rafiq, dikutip dari Independent, Ahad (11/8).
 
Ia kemudian menceritakan bagaimana dirinya melumpuhkan pria bersenjata tersebut dan jamaah lainnya, Mohamed Iqbal, memukul kepalanya. 
 
“Dia meletakkan jari di mataku, seluruh jari,” kata Rafiq dengan wajahnya masih menunjukkan tanda-tanda bekas perkelahian, kepada Reuters. 
 
Pihak kepolisian Oslo memuji aksi heroik Rafiq yang berani menyerang pelaku penembakan Masjid Al-Noor. Pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa satu-satunya orang yang terluka dalam insiden penembakan di Masjid Al-Noor adalah Rafiq.
 
“Jelas bahwa upaya mereka berhasil mencegah kejadian ini memiliki konsekuensi yang lebih parah,” kata juru bicara kepolisian Oslo, Rune Skjold, seperti dilansir dari Buzzfeed News. 

Dilansir laman Reuters, Ahad (11/8, tersangka penembakan adalah pria muda berkulit putih. Asisten kepala polisi Rune Skjold mengatakan, tersangka membawa beberapa senjata api dan telah mengekspresikan pandangannya yang anti-imigran dan politik kanan.
 
"Kami sedang menyelidiki ini sebagai upaya melakukan aksi terorisme," katanya.
 
Dilaporkan, tersangka diduga telah membunuh salah satu keluarganya. Polisi menyebut, seorang perempuan ditemukan tewas di rumah tersangka.
 
Diketahui, pada saat kejadian penembakan itu hanya ada tiga orang yang berada di Masjid Al-Noor. Juru bicara masjid Waheed Ahmed menejaskan, ketiga orang tersebut tengah mempersiapkan perayaan Hari Raya Idul Adha. (Red: Muchlishon)
Senin 12 Agustus 2019 10:30 WIB
Semarak Idul Adha di Western Australia
Semarak Idul Adha di Western Australia
Pengurus NU dan jamaah berfoto bersama usai melaksanakan shalat Idul Adha di The Leisurelife Centre 34 Kent Street east Victoria Park.

Canberra, NU Online

Idul Adha di Western Australia cukup marak. Ada belasan lokasi yang ditempati melaksanakan shalat Idul Adha, Ahad (11/8). Tempat pelaksanaan shalat idul Idha tidak semuanya dilangsungkan di masjid, namun sebagian digelar di gedung komunitas milik konsulat jenderal yang disewa oleh ormas atau komunitas pengajian yang menyelenggarakannya.

 

“Antusiasme beragama di kalangan Muslim Perth cukup meningkat. Ini bisa dilihat dari semaraknya pusat-pusat kegiatan komunitas Muslim, termasuk Nahdhatul Ulama,” tutur Koordinator Diskusi dan Kajian Nahdhatul Ulama Perth, Ridwan al-Makassary sebagaimana rilis yang diterima NU Online, Ahad (11/8) malam.

 

Menurut Ridwan, setidaknya ada dua lokasi shalat Idul Adha yang cukup ramai dikunjungi oleh sebagian besar warga Muslim Perth, termasuk warga Nahdhlatul Ulama. Pertama di The Leisurelife Centre 34 Kent Street east Victoria Park. Yang bertindak sebagai khatib adalah Ustad Rendy Saputra, dan Imam adalah Uztad Abdul Wahed Jufri. Acara yang diselenggarakan oleh KJRI Perth bekerjasama dengan komunitas Muslim di Perth Western Australia tersebut dikelola oleh sebuah panitia, yaitu Panitia Bersama Akhirat 2019.

 

“Namanya memang begitu, Panitia Bersama Akhirat 2019. Sebagian warga NU juga shalat Id di tempat itu,” ujarnya.

 

Lokasi shalat Idul Adha yang kedua adalah di South Perth Community Hall di South Perth. Penyelenggaranya Western Australia Multicultural taklim and Zikir Association (Wamtaza) Inc. Imam sekaligus khotibnya adalah Ustadz M. Mumu Mubarak Omo, tokoh NU Perth. Ustadz Mumu, dalam khotbahnya menapak tilasi sejarah peristiwa kurban dan ibadah haji yang menjadi pembelajaran buat umat Islam untuk bisa menjadi Muslim yang baik dan bertakwa.

 

“Haji, dan atau berkurban tujuannya satu, yaitu membentuk pribadi yang takwa,” ujar Ridwan.

 

Yang menarik, setelah dilaksanakan shalat Idul Adha, semua jamaah menyantap makanan yang telah disediakan oleh panitia.

 

Pewarta : Aryudi AR

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG