IMG-LOGO
Daerah

LP Ma'arif Jateng Gandeng Girl Rising Berlatih Metode Cerita

Rabu 14 Agustus 2019 13:0 WIB
Bagikan:
LP Ma'arif Jateng Gandeng Girl Rising Berlatih Metode Cerita
Pelatihan Explore More LP Ma'arif Jateng di Blora
Blora, NU Online 
Usai menjalin kerja sama dengan organisasi Girl Rising yang fokus menangani masalah pendidikan, Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif PWNU Jawa Tengah menindaklanjutinya dengan berbagai program. Salah satunya yang terlaksana pada Selasa (13/8) di MTs Ma'arif 1 Kabupaten Blora.
 
Bersama puluhan guru, LP Ma'arif PWNU Jateng dan Girl Rising menggelar kegiatan Explore More yang menghadirkan Program Manager Explore More Bachri Wasmiyati dan Wakil Ketua LP Ma'arif PWNU Jateng Fakhrudin Karmani.
 
Program Manager Explore More Bachri Wasmiyati mengatakan program ini bertujuan membantu guru-guru dalam membimbing para siswa untuk mengidentifikasi, mengartikulasikan dan berbagi pengalaman. Selain itu, program ini membantu siswa untuk membangun kepercayaan diri, kesadaran diri dan tekad berbuat kebaikan.
 
"Cerita yang disampaikan pada anak memiliki banyak kekuatan. Cerita nyata dari perempuan baik yang disampaikan kepada siswa, menjadi metode pembelajaran efektif, terutama cerita-cerita yang merefleksikan pengalaman di dunia nyata," kata dia.
 
Untuk metodologinya, lanjut dia, menggunakan Tookit Explore Moder, yang dirancang untuk digunakan selama tiga sesi yang dapat dilaksanakan sekali dalam seminggu selama tiga minggu. 

"Kegiatannya, salah satunya menonton film Girl Rising yang dapat dinikmati siswa dengan waktu ideal setiap sesi sekitar 60 menit," beber dia.
 
Dijelaskan dia, program Girl Rising Movement ini merupakan pergerakan yang menggunakan metode story telling untuk menyampaikan sebuah pesan. Cikal bakal dari pergerakan Girl Rising ini dimulai dari sebuah film dengan judul sama yang disutradarai oleh Richard E. Robbins yang berkembang hingga saat ini di dunia pendidikan.
 
Dalam sambutannya, Fakhrudin Karmani mengapresiasi kepedulian Girl Rising dalam menguatkan kompetensi guru-guru Ma'arif dalam menguasai metodologi pembelajaran berbasis cerita. 

"LP Ma'arif PWNU Jateng bekerja sama dengan Girl Rising melalui program Explore More ini ingin memberikan penguatan kepada guru-guru Ma'arif tentang pengetahuan kekuatan cerita-cerita kesuksesan dalam memberikna motivasi kepada peserta didik," kata dia.
 
Kesuksesan, lanjut dia, dimulai dari mimpi. "Dan untuk membangun mimpi, anak-anak harus sering membaca kesuksesan orang lain atau tokoh-tokoh idola," beber dia.
 
Di NU, menurut dia, banyak tokoh idola dari kiai lokal sampai internasional, baik perempuan maupun laki-laki, baik yang sudah wafat atau masih hidup. Sebut saja ibunda KH Hasyim Asyari, yaitu Nyai Halimah, Nyai Hj. Nafiqah, dan lainnya, istri para Wali Songo, sampai istrinya Gus Dur Nyai Sinta Nuriyah. 

"Kalau tokoh kiai laki-laki ya ada Hadratussyekh KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim, Gus Dur, sampai Mbah Maimoen Zubair, dan lainnya. Semua tokoh-tokoh NU ini dapat memberi motivasi kepada siswa-siswi Ma'arif untuk menyiapkan masa depan mereka," kata dia.
 
Ketua PC Ma'arif NU Blora Masngud mengapresiasi program tersebut. Sebab, selama ini kegiatan baru seperti itu jarang terjamah di daerah-daerah. 

"Kami menyampaikan terima kasih atas komitmen pengurus LP Ma'arif Jateng yang memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk penguatan kompetensi guru. Harapannya, pelatihan-pelatihan yang lain harus ditingkatkan uuntuk meningkatkan kompetensi guru Ma'arif di daerah," kata dia. (Hamidulloh Ibda/Abdullah Alawi)
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 14 Agustus 2019 22:30 WIB
Dilantik, LPNU Kota Bandung Komitmen Bangkitkan Peran UKM
Dilantik, LPNU Kota Bandung Komitmen Bangkitkan Peran UKM
Pelantikan Pengurus LPNU Kota Bandung.
Bandung, NU Online
Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Bandung, Jawa Barat resmi dilantik, prosesi pelantikan dilangsungkan di Gedung Kadin Kota Bandung  di Jalan Talaga Bodas, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/8).  

Dalam sambutannya, Ketua LPNU PCNU Kota Bandung, Rahmat Andi berkomitmen membangkitkan peran Usaha Kecil Menengah (UKM) bagi kader-kader NU di Kota Bandung.  

"Potensi pasar di Kota Bandung, terutama dari UKM sangat besar. Ini yang harus kita kembangkan dengan berbagai inovasi dari masyarakat," katanya saat dikonfirmasi NU Online.

Ia menjelaskan, kehadiran UKM saat ini berkontibusi penuh terhadap peningkatan laju perekonomian di Kota Bandung. Persentasenya cukup baik yakni 4 persen, angka itu kata Rahmat, menggambarkan potensi ekonomi di Kota Bandung yang sangat bagus.

Untuk sampai pada tujuannya itu, Rahmat menilai pelaku usaha kecil dan menengah haus bersinergi dengan pemerintah. Sebab permasalahannya semua sama yakni pada persoalan modal UKM yang dianggap tidak naik kelas sehingga tidak bisa menjadi usaha besar.

"Gotong royong yang dibutuhkan, yakni sinergi pemerintah, lembaga stakeholder dan UKM. Bukan hanya pelatihan, tapi menghasilkan sesuatu yang produktif lebih lanjut," ucapnya.

Setelah vakum beberapa tahun, LPNU PCNU Kota Bandung dibawah komandonya berkomitmen penuh terhadap majunya UKM di Kota Bandung terutama untuk internal NU. Misalnya dengan memunculkan kreativitas dan inovasi dari para kaum milenial yang ada di LPNU PCNU Kota Bandung.

"Dengan para pengurus LPNU yang kini berjiwa muda, maka akan muncul inovasi akan perekonomian di Kota Bandung," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Bandung, Agus Syarif, berharap anak muda dapat mencurahkan pikiran, tenaga dan kreasinya untuk kemajuan ekonomi Kota Bandung. Terutama menginventarisir berbagai kelebihan ekonomi di masyarakat.

Ia meminta jangan terjebak dengan kendala seperti persoalan modal dan akses, perkuat kemauan terlebih dahulu agar secara bertahap semua masalah bisa dilewati. Namun, ia juga meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan UKM tersebut sebab akan sangat mempengaruhi perekonomian di Kota Bandung.

"Pelaku usaha kecil dan menengah merupakan garda terdepan perekonomian di Kota Bandung. Ini yang harus didukung oleh semua pihak dan stakeholder, terutama pemerintah," ucapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
Rabu 14 Agustus 2019 21:15 WIB
RMINU Jabar Bakal Gelar Perlombaan Pembacaan Kitab Kuning
RMINU Jabar Bakal Gelar Perlombaan Pembacaan Kitab Kuning
Ilustrasi kitab (via islamrf.org)
Cirebon, NU Online
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat akan menggelar Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) atau Perlombaan Membaca Kitab Kuning bagi santriawan dan santriawati. Kegiatan yang dipastikan dihelat Ahad 1 September 2019 mendatang tersebut digelar dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1441 H.

Ketua Panitia Kegiatan, Ustadz Hamdani mengatakan kegiatan direncanakan dilaksanakan di Pesantren Assalfie Babakan Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat. Jenis kitab yang diperlombakan antara lain Ushul Fiqih, Matan Al-Imrity, Fathul Qorib, Matan Alfiyah Ibnu Malik, Bulughul Maram, dan Ihya Ulumiddin.

“Ushul Fiqih, Matan Al-Imrity untuk usia maksimal 20 tahun, Fathul Qorib, Matan Alfiyah Ibnu Maliki, untuk usia 22 tahun, Bulughul Maram untuk usia 24 tahun dan Ihya Ulumiddin untuk usia 26 tahun,” katanya kepada NU Online, Rabu (14/8) sore.

Pendaftaran dibuka dua jalur, pertama online melalui aplikasi WA kepada panitia menyertakan nama, marhalah, kitab, dan asal pesantren. Sementara jalur offline bisa langsung mendatangi Sekretariat Panitia di Pesantren Assalafie di Gondang Manis Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat.

“Tujuan kegiatan ini yakni untuk mengembangkan kreativitas santri terutama dalam hal membaca kitab kuning. Kedua, meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu agama islam dari sumber kitab-kitab berbahasa arab  dan Ketiga, menjalinkan silaturahim antar Pesantren se-Jawa Barat,” ujarnya.

Kegiatan perlombaan, kata Hamdani, setiap tahun digelar, namun tahun sebelumnya cakupannya hanya Pesantren yang ada di Cirebon saja. Sedangkan yang jangkauannya se-Jawa Barat baru kali ini.

“Alhamdulillah sudah berjalan sudah 5 tahun dengan sebelumnya hanya wilayah 3 Cirebon. Dan alhamdulillah untuk tahun sekarang itu se Jawa Barat,” ungkapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Fathoni)
Rabu 14 Agustus 2019 20:30 WIB
Non Muslim: Sumbang Kurban untuk Berbagi Bersama Muslim
Non Muslim: Sumbang Kurban untuk Berbagi Bersama Muslim
Para pengurus Muslimat NU Jember dan seorang non Muslim tengah memasukkan daging-daging kurban kedalam tas kresek

Jember, NU Online

Sikap elegan NU yang menjunjung tinggi toleransi dan mengayomi penganut agama minoritas menuai simpati dari kalangan non Muslim. Paling tidak, hal itu dialami oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember ketika menggelar penyembelihan hewan kurban di hari tasyrik pertama, Senin (12/8) . Simpati itu ditunjukkan dengan menyumbang seekor kambing untuk disembelih bersama dengan sapi dan beberapa ekor kambing lain di halaman kantor PC Muslimat NU Jember, Jalan KH Shidiq, Talangsari Jember, Jawa Timur.

 

Valeria Grossatudinis Castitas, namanya. Menurut pengakuan wanita dari Gereja Katolik Santo Yusuf ini, pemberian kambing kurban tersebut dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan bersama Muslimat NU di perayaan Idul Adha 1440 Hijriyah.

 

“Saya ingin berbagi dengan saudara-saudara Muslim. Yang mendasari saya ingin bergabung kurban dengan Muslimat NU, saya ingin memberikan yang saya punya dengan berbagi terhadap sesama yang merupakan saudara saya juga,” urainya kepada NU Online.

 

Di tempat yang sama, Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj. Emi Kusminarni menegaskan bahwa sumbangan kurban dari non Muslim itu menunjukkan bahwa dakwah damai yang dilakukan Muslimat NU menembus relung hati lintas iman.
 

“Bukan soal berapa yang disumbangkan, tapi ini menjadi tanda bahwa kerukunan antar umat beragama di Jember, jalan. Hubungan kami dengan non Muslim cair,” tambahnya.

 

Dikatakan Emi, dalam moment-moment kegiatan sosial, PC Muslimat NU Jember kadang melibatkan non Muslim. Tujuannya adalah untuk merajut kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Kebersamaan harus terus dijalin untuk memastikan kerukunan tetap berlanjut. Sebab, jika kerukunan ternoda setitik saja, bisa jadi akan mengundang kekecewaan, atau bahkan kemarahan saudara seagamanya di daerah lain.

 

“Oleh karena itu betapa pentingnya kita mengokohkan kerukunan dengan sesama Muslim, dan jangan lupa kita merajut kebersaman dengan non Muslim,” ungkapnya.

 

Setelah dipotong, daging-daging yang sudah dibungkus kresek itu diberikan kepada pemulung, tukang becak an warga sekitar.

 

Pewarta : Aryudi AR

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG