IMG-LOGO
Nasional

Gus Muwafiq: Sikap Pengertian Tumbuhkan Suasana Nyaman 


Rabu 14 Agustus 2019 18:00 WIB
Bagikan:
Gus Muwafiq: Sikap Pengertian Tumbuhkan Suasana Nyaman 
KH Muwafiq, Slemat Yogyakarta di acara haul di Mranggen, Demak, Jateng
Demak, NU Online
KH Ahmad Muwafiq mengatakan, Jabal Rahmah yang selalu dikunjungi umat Islam saat berhaji atau umroh menjadi simbul bahwa seluruh umat manusia berasal dari satu asal usul, yakni nabi Adam dan ibu Hawa.
 
“Kita diingatkan, di Jabal Rahmah Nabi Adam dan Siti Hawa ketemu pertama kali saat diturunkan di dunia. Dari sinilah kemudian keturunannya menyebar ke seluruh penjuru dunia,” ujar Gus Muwafiq 
 
Hal itu diungkapkan saat dirinya menyampaikan taushiyah dalam acara haul ke-79 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq di Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/8) malam.
 
Menurutnya, perjumpaan jamaah haji atau umroh dari berbagai penjuru dunia di Jabal Rahmah ini membawa manusia untuk menyaksikan adanya perbedaan di antara mereka, dimulai dari warna kulit, bahasa, budaya, postur fisik dan sebagainya. 
 
Dari perbedaan itu, lanjutnya, umat Islam diingatkan oleh Al-Qur’an untuk lita’aarfuu, saling mengerti tidak hanya saling mengenal saja. Dengan saling mengerti itu maka dapat saling memahami dan menghormati.
 
"Sikap saling pengertian jika diamalkan dengan baik dan benar akan dapat menumbuhkan suasana nyaman dan tenteram di tengah-tengah masyarakat yang beragam," tandasnya.
 
Dia menambahkan, inilah pelajaran berharga dan modal besar untuk mengokohkan persatuan dalam keragaman yang sudah sejak lama diajarkan oleh para ulama Indonesia, termasuk Kiai Abdurrahman, sehingga Islam bisa diterima masyarakat Indonesia dengan senang hati dan gembira.
 
Dengan dmikian, tutur Gus Muwafiq, kalau sekarang ini ada pihak-pihak yang mengatasnamakan gerakan demi persatuan dengan menafikan dan memberangus perbedaan, pihak yang seperti ini perlu belajar sejarah perjalanan para nabi-nabi utusan Allah, terutama Nabi Adam.
 
“Pemahaman ajaran saling pengertian ini sekarang semakin populer, sehingga dunia tertarik untuk mengkajinya. Mereka yang pinter-pinter itu baru meneliti, sementara para kiai Nusantara sudah mengamalkan bahkan menyebarluaskan melalui santri-santrinya sehingga ajaran ini sudah membumi,” tuturnya. 
 
Acara haul ke-79 KH Abdurrahman bin Qosidil Haq di Pesantren Futuhiyyah dihadiri para ulama, kiai, habaib, politisi, santri, dan alumni serta ribuan umat Islam dari berbagai daerah. (Samsul/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG