IMG-LOGO
Humor

Kisah di Balik Kemah Pramuka

Rabu 14 Agustus 2019 23:0 WIB
Bagikan:
Kisah di Balik Kemah Pramuka
Ilustrasi (via Pesantren Nurul Jadid Paiton)
Perkemahan Pramuka Penggalang di sebuah kecamatan memasuki kegiatan mencari jejak. Semua peserta yang terbagi ke dalam kelompok melewati berbagai macam rintangan dan lain-lain, termasuk Pos Pengetahuan Umum.

Setelah sekian banyak kelompok yang melewati Pos Pengetahuan Umum, tibalah grup Kelinci untuk menerima pertanyaan dari kakak-kakak Pramuka.

“Baik, kepada grup Kelinci, coba terangkan dengan singkat hubungan antara Pramuka dengan Pancasila?” tanya kakak Pramuka.

Udin yang menjadi ketua grup Kelinci agak kebingungan. Ia lalu meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan anggota grupnya.

“Ya, bagaimana hubungan keduanya?” tanya kakak Pramuka lagi.

“Siap, baik-baik saja, kakak,” jawab Udin lantang. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Senin 5 Agustus 2019 19:0 WIB
Antara Mati Lampu dan Mati Listrik
Antara Mati Lampu dan Mati Listrik
Ilustrasi (ist)
Akhir pekan lalu tak seperti biasanya, masyarakat luas dikagetkan dengan terganggunya aliran listrik yang menyebabkan aktivitas kehidupan yang terkait dengan listrik terhenti.

Perusahaan terkait melakukan pemadaman cukup lama. Belum ada yang mengetahui kapan listrik kembali menyala.

Setelah pemadaman yang hampir memakan waktu 12 jam tersebut, listrik kembali menyala. Namun, ada sebuah toko lampu yang masih padam. Penjaga toko belum mengecek kondisi listrik kala itu.

Seketika ada seorang pembeli yang mengampiri tokonya dan berbincang terkait pemadaman listrik.

“Mas, kok tokonya masih gelap?” tanya sang pembeli.

“Iya nih, PLN enggak kira-kira matiin listrik,” jawabnya.

“Tapi toko yang lain udah nyala, Mas. Mungkin toko sampean mati lampunya bukan mati listriknya,” seloroh pembeli.

“Iya, ya...,” ucap penjaga toko clingak-clinguk (tengak-tengok). (Ahmad)
Jumat 2 Agustus 2019 22:25 WIB
Kelakar Gus Dur soal Demokrasi Orde Baru
Kelakar Gus Dur soal Demokrasi Orde Baru
KH Abdurrahman Wahid (Dok. Pojok Gus Dur)
Setahun sebelum reformasi 1998, Gus Dur diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta dalam program dialog kebangsaan.

“Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang, Gus?” tanya sang reporter.

“Kita sampai di Bekasi gitulah,” kata Gus Dur enteng.

Seketika, jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa orde baru akan marah.

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.

“Itu artinya tidak jalan dong, Gus?” lanjut reporter.

“Ya, situ sudah tahu gitu kok masih nanya,” seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter. (Fathoni)

*) Disarikan dari buku "Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa" (2017)
Rabu 31 Juli 2019 8:30 WIB
Saat Bom Dikira Kentut
Saat Bom Dikira Kentut
Ilustrasi humor (ist)
Di tengah kecamuk Perang Dunia II antara Nazi Jerman dan tentara Amerika Serikat, ada seorang nenek yang tinggal di gedung persewaan tempat tinggal.

Saat tentara Amerika menuju titik kumpul musuh di depan gedung tersebut, tetiba tentara Nazi meluncurkan bom yang melululantakkan gedung tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada musim panas tahun 1942. Si nenek terkena sasaran bom. Asap berangsur-angsur mengepul habis, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari gedung tersebut. Nampaknya semua penghuni tewas.

Saat barisan korps ambulans hendak mengevakuasi para korban di gedung itu, tiba-tiba para petugas mendengar suara tawa yang keluar dari arah reruntuhan gedung.

Tim penolong mengidentifikasi arah suara seorang nenek di sisa-sisa reruntuhan bata dan genting di sebuah toilet.

Tim penolong menggali dan benar di situ ada seorang nenek tua yang tak mengalami luka sedikit pun dan sedang tertawa terbahak-bahak.

Saat ditanya ada kejadian apa, sang nenek menjawab: "Saya kentut pertama kali di atas kloset, gedung ini tiba-tiba runtuh. Aneh sekali," ucapnya heran sambil terus terbahak-bahak. (Fathoni)
 

*) Kisah di atas terinspirasi dari film ‘Fury’ (2014) yang mengisahkan perang antara Nazi dan tentara Amerika Serikat.
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG