Ansor Lampung Komitmen Hadir untuk Masyarakat Melalui Kesehatan

Ansor Lampung Komitmen Hadir untuk Masyarakat Melalui Kesehatan
Kartu sehat Ansor Lampung
Kartu sehat Ansor Lampung
Way Kanan, NU Online
Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung berkomitmen hadir untuk masyarakat membutuhkan bantuan kesehatan. Upaya itu dilakukan dengan peluncuran Kartu Keluarga SehATS.
 
"Alhamdulillah, Ketua PW GP Ansor sekaligus panglima tertinggi Banser di Lampung, Hidir Ibrahim memberi restu dan mengarahkah untuk berdiskusi dengan pimpinan cabang yang sudah siap dan segera beraksi," ujar Pelaksana Tugas Kasatsuswil Banser Husada Lampung, Gatot Arifianto, di Way Kanan, Rabu (14/8).
    
Sebelum meluncurkan Kartu Keluarga SehATS, Basada Lampung juga mengkomunikasikannya dengan Kasatkorwil Banser Lampung, Tatang Sumantri. 
    
"Komunikasi dengan Ketua PW Ansor dan Kasatkorwil sudah kami lakukan. Ada restu, maka diteruskan ke Satuan Khusus Unit Basada di beberapa cabang yang sudah siap," ujar Gatot lagi.
    
Peluncuran pertama, ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu, dilakukan PC GP Ansor Pringsewu melalui Satuan Khusus Unit (Satsusnit) Basada setempat, pada Selasa (13/8), di Masjid Nurul Iman, Desa Ganjaran, Kecamatan Pagelaran.
    
"Basada Pringsewu kemarin menggandeng peserta KKN dari STIT Pringsewu menggelar Bakti Sosial Aji Tapak Sesontengan atau ATS. Kita membuka diri bersinergi dengan siapa saja yang mencintai kemanusiaan dan NKRI," katanya.
    
Di Kabupaten Tanggamus, Satsusnit Basada setempat juga beberapa kali bersinergi dengan Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) setempat. Lalu pada Rabu (14/8), menggelar bakti sosial ATS di acara perkemahan Pramuka Kwaran Pugung yang berlangsung di SDN 2 Way Jaha, Pekon (Desa) Way Jaha, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.
    
Peluncuran Kartu Keluarga SehATS selanjutnya dilakukan PC GP Ansor Way Kanan, melalui PAC Ansor Kasui, di Posyandu Desa Tanjung Harapan, Kamis (15/8). 
    
Gatot menuturkan, Kartu Keluarga SehATS nantinya harus dibawa masyarakat menerima saat akan terapi ATS yang akan digelar kontinu.
    
"Kartu tersebut juga sebagai jalan dakwah, mendorong terciptanya pemikiran dan tindakan positif di masyarakat," jelasnya.
    
Ada terjemahan ayat suci Al-Qur'an tercantum di kartu tersebut. Misalnya, QS Ar Rum 41: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
    
"Termasuk kutipan KH Abdurrahman Wahid, agama jangan jauh dari masyarakat. Harapannya, masyarakat memegang, membaca dan melakukan. Faktanya, sampah masih menjadi persoalan di masyarakat kita yang mayoritas muslim. Kesannya, beriman tapi tak tahu firman," paparnya.
    
Nama Kartu Keluarga SehATS dilatarbelakangi metode penyembuhan yang digunakan sebagian besar kader Basada Lampung, yakni ATS, warisan husada leluhur nusantara untuk penyembuhan penyakit medis dan nonmedis, tanpa obat dan tanpa memungut biaya.
    
"Metode penyembuhan alternatif lain ialah bekam. Itu juga sudah diajarkan pada kader. Hanya saja, kalau bekam ada yang bertarif dan berinfaq seikhlasnya karena terkait alat bekam, jarum, alkohol, tissue, dan sarung tangan," kata dia. 
    
Gerakan-gerakan tersebut merupakan upaya mewujudkan tujuan GP Ansor. Antara lain, membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih.
    
"Semoga seluruh kegiatan Banser, kader inti GP Ansor dan sahabat-sahabat di satuan khusus lain, menjadi amal bagi seluruh kader Ansor dan Banser di Lampung," pungkas Gatot Arifianto. (Irawanto/Muiz
BNI Mobile