Gusdurian Iran: Tasawuf Rekatkan Sunni-Syiah di Iran

Gusdurian Iran: Tasawuf Rekatkan Sunni-Syiah di Iran
Kajian budaya Lesbumi Subang, Jabar
Kajian budaya Lesbumi Subang, Jabar
Subang, NU Online
Kehidupan warga Sunni dan Syiah di Negeri Iran punya hubungan yang cukup baik, rekatnya hubungan antar masyarakat di Iran tidak lepas dari peran para ulama sufi yang berhasil membangun akar-akar sufisme di negeri bangsa Persia itu. 
 
"Daerah yang menjadi basis sufisme tersebut adalah wilayah yang berada di perbatasan dengan negara tetangga," ujar Ketua Gusdurian Iran Purkon Hidayat.
 
Hal demikian disampaikan saat mengisi kegiatan Kajian Budaya Interkoneksi Jaringan Tasawuf Nusantara dan Persia yang digelar oleh Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indnesia (Lesbumi) NU Subang di aula PCNU Kabupaten Subang, Rabu (14/8)
 
"Di daerah-daerah perbatasan Iran dengan negara lain itu semuanya Sunni, saya lihat di sana kondisinya cukup kondusif dan damai, kecuali di daerah Sistan Baluchistan yang sampai hari ini masih sering terjadi konflik dan saya belum bisa masuk ke sana karena masih cenderung rawan," tandasnya.
 
Sistan Baluchistan, tambah Purkon, bisa dijadikan sebagai contoh bahwa di daerah tersebut tidak punya basis sufisme sehingga sampai hari ini sering terjadi konflik antar saudara, namun perlu ditekankan bahwa konflik yang terjadi di Sistan Baluchistan bukan dipicu oleh masalah perbedaan mazhab melainkan lebih karena kesenjangan ekonomi.
 
"Secara geografis Sistan Baluchistan merupakan daerah kering sehingga pergerakan ekonomi terbilang lambat apalagi saat ini Iran sedang diisolasi dalam perdagangan dunia," ungkap Dosen tamu University of Tehran itu
 
Selain itu, ia menceritakan bahwa tradisi syair di Iran masih cukup kuat sebagaimana tradisi pepujian di daerah pasundan. Suatu hari ada seorang penyair membawakan puisi yang disiarkan secara langsung di televisi, namun sayangnya dalam puisi yang ia bacakan terdapat rangkaian kata yang menyudutkan Sahabat Khulafaur Rasyidin.
 
"Saat itu juga pembawa acara, cameraman dan direktur program acara itu semuanya dipecat karena telah menayangkan acara yang dianggap tidak baik," tandasnya.
 
Dalam kesempatan itu juga Purkon menyampaikan bahwa Nusantara dan Persia mempunyai hubungan yang erat terutama dari sisi ajaran tasawuf, hal ini terlihat dari beberapa kesamaan tradisi dan seni bangunan masjid di dua negeri itu. (Aiz Luthfi/Muiz)
BNI Mobile