IMG-LOGO
Humor

Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan

Jumat 16 Agustus 2019 16:55 WIB
Bagikan:
Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan
Foto: Arsip Nasional
Suasana menjelang perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI sudah terasa hingga ke semua sudut sekolah menengah pertama di sebuah kota.

Ari siswa kelas delapan di sekolah ikut bergembira menyambut perayaan di sekolahnya itu. Sampai ia pun lupa membuka kembali pelajaran yang akan dihadapinya esok hari, Sejarah.

Benar saja, setelah sang guru masuk kelas, ia menjadi siswa pertama yang mendapat ujian pertanyaan dari gurunya.

“Ari, siapa yang membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI?” tanya sang guru memberikan apersepsi sebelum memulai materi pelajaran.

Lupa dan saking groginya, ia spontan menjawab: “Bukan saya pak.” Seisi kelas tertawa. (Ahmad)
Tags:
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 14 Agustus 2019 23:0 WIB
Kisah di Balik Kemah Pramuka
Kisah di Balik Kemah Pramuka
Ilustrasi (via Pesantren Nurul Jadid Paiton)
Perkemahan Pramuka Penggalang di sebuah kecamatan memasuki kegiatan mencari jejak. Semua peserta yang terbagi ke dalam kelompok melewati berbagai macam rintangan dan lain-lain, termasuk Pos Pengetahuan Umum.

Setelah sekian banyak kelompok yang melewati Pos Pengetahuan Umum, tibalah grup Kelinci untuk menerima pertanyaan dari kakak-kakak Pramuka.

“Baik, kepada grup Kelinci, coba terangkan dengan singkat hubungan antara Pramuka dengan Pancasila?” tanya kakak Pramuka.

Udin yang menjadi ketua grup Kelinci agak kebingungan. Ia lalu meminta waktu sebentar untuk berdiskusi dengan anggota grupnya.

“Ya, bagaimana hubungan keduanya?” tanya kakak Pramuka lagi.

“Siap, baik-baik saja, kakak,” jawab Udin lantang. (Fathoni)
Senin 5 Agustus 2019 19:0 WIB
Antara Mati Lampu dan Mati Listrik
Antara Mati Lampu dan Mati Listrik
Ilustrasi (ist)
Akhir pekan lalu tak seperti biasanya, masyarakat luas dikagetkan dengan terganggunya aliran listrik yang menyebabkan aktivitas kehidupan yang terkait dengan listrik terhenti.

Perusahaan terkait melakukan pemadaman cukup lama. Belum ada yang mengetahui kapan listrik kembali menyala.

Setelah pemadaman yang hampir memakan waktu 12 jam tersebut, listrik kembali menyala. Namun, ada sebuah toko lampu yang masih padam. Penjaga toko belum mengecek kondisi listrik kala itu.

Seketika ada seorang pembeli yang mengampiri tokonya dan berbincang terkait pemadaman listrik.

“Mas, kok tokonya masih gelap?” tanya sang pembeli.

“Iya nih, PLN enggak kira-kira matiin listrik,” jawabnya.

“Tapi toko yang lain udah nyala, Mas. Mungkin toko sampean mati lampunya bukan mati listriknya,” seloroh pembeli.

“Iya, ya...,” ucap penjaga toko clingak-clinguk (tengak-tengok). (Ahmad)
Jumat 2 Agustus 2019 22:25 WIB
Kelakar Gus Dur soal Demokrasi Orde Baru
Kelakar Gus Dur soal Demokrasi Orde Baru
KH Abdurrahman Wahid (Dok. Pojok Gus Dur)
Setahun sebelum reformasi 1998, Gus Dur diundang oleh salah satu stasiun televisi swasta dalam program dialog kebangsaan.

“Gus, jika kemajuan demokrasi kita dianalogikan dengan menempuh perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya, kita sudah sampai di mana sekarang, Gus?” tanya sang reporter.

“Kita sampai di Bekasi gitulah,” kata Gus Dur enteng.

Seketika, jawaban Gus Dur membuat sang reporter terperanjat. Bukan karena jawabannya, tetapi bayang-bayang penguasa orde baru akan marah.

Karena kekhawatiran tersebut, sang reporter berpikir untuk memangkas bagian tersebut jika mau tayang.

“Itu artinya tidak jalan dong, Gus?” lanjut reporter.

“Ya, situ sudah tahu gitu kok masih nanya,” seloroh Gus Dur disambut tawa sang reporter. (Fathoni)

*) Disarikan dari buku "Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa" (2017)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG