IMG-LOGO
Daerah

Makmurkan Masjid dengan Ketepatan Takmir Kelola Keuangan

Senin 19 Agustus 2019 18:0 WIB
Bagikan:
Makmurkan Masjid dengan Ketepatan Takmir Kelola Keuangan
Diklat kader penggerak masjid di Jombang, Jatim
Jombang, NU Online
Sebuah masjid, terlebih masjid yang dikelola warga Nahdlatul Ulama (NU) didorong untuk benar-benar makmur dengan aneka kegiatan bermanfaat untuk para jamaahnya. Upaya memakmurkan masjid tidak lepas dengan pola pengelolaan keuangan masjid itu sendiri.
 
Demikian ini menjadi salah satu materi pembahasan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kader Penggerak dan Pengelola Masjid, Ahad (18/8) di Masjid At-Taufiq, Desa Kedungbetik, Jombang, Jawa Timur.
 
Kegiatan yang digelar oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kedungbetik, Kecamatan Kesamben bersinergi dengan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kesamben ini menggandeng Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang.
 
"Kegiatan ini bermaksud memberikan wawasan kepada takmir masjid tentang hukum uang masjid dan penggunaannya," kata Ketua LTMNU Jombang, Moh Makmun.
 
Dikatakan, takmir masjid perlu mengetahui terkait model uang yang dikelolanya. Menurutnya, uang masjid dibedakan menjadi dua. Pertama uang pembangunan yang diperuntukkan untuk membangun, merenovasi, dan memperbaiki fisik masjid. 
 
"Yang kedua adalah uang kotak amal atau infaq masjid. Uang ini bisa digunakan untuk kegiatan yang bertujuan memakmurkan masjid dalam bentuk beragam kegiatan," jelasnya.
 
Dijelaskan Makmun, memakmurkan masjid memiliki dua pengertian, yakni memakmurkan masjid bersifat hissiyah (fisik) dan bersifat maknawiyah (non fisik).
 
"Bersifat hissiyah seperti membangun, merenovasi, membeli lampu, memasang jam dinding, karpet dan lainnya. Sedangkan bersifat maknawiyah seperti majelis taklim, majelis dzikir, i'tikaf, shalat berjamaah, dan lain sebagainya," jelasnya.
 
Pria yang juga dosen di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan, Jombang ini lebih jauh menjelaskan, takmir masjid hendaknya bisa memetakan antara uang waqaf dan uang infaq atau sedekah. Jika uang itu adalah infaq, kata dia, seorang takmir tak perlu harus berpikir panjang untuk menggunakannya guna mendukung kegiatan-kegiatan yang dinilai dapat memakmurkan masjid yang dikelola.
 
"Bahkan memberikan konsumsi untuk pengajian rutin di masjid juga boleh diambilkan dari kotak amal. Sebab uang kotak infaq bukanlah wakaf, melainkan infaq," ujarnya.
 
Sedangkan wakaf, imbuhnya, harus memenuhi unsur-unsur yang ada. Yakni ada yang mewakafkan, ada yang menerima wakaf, ada benda yang diwakafkan dan ijab qabul wakaf. 
 
"Untuk kotak amal tidak ada unsur ijab qabul antara penerima uang kotak (takmir) dengan pemberi uang kotak, sehingga uang itu disebut sedekah atau infaq dan peruntukkannya adalah untuk memakmurkan masjid," ucapnya.
 
Dalam uang wakaf, ia mencontohkan seseorang menyerahkan uang ke takmir masjid, kemudian mengucapkan 'uang ini untuk pembangunan masjid'. Adanya ucapan yang demikian ini memiliki makna mengikat. "Uang tersebut tidak bisa digunakan selain hanya untuk membangun atau merenovasi masjid," ungkap Gus Makmun sapaan akrabnya.
 
Pada kesempatan ini, diisi juga materi terkait manajemen memakmurkan masjid yang diisi oleh Wakil Ketua PCNU Jombang, H Didin A Shalahudin. Pria yang juga Takmir Masjid Baitul Mukminin Alun-alun Jombang ini menjelaskan bagaimana sejatinya menyusun kegiatan kemakmuran masjid, strategi apa yang dilakukan serta apa saja upaya memakmurkan masjid.
 
"Dengan tujuan menggerakkan potensi muharik masjid dengan kegiatan yang lebih inovatif. Tak terkesampingkan juga untuk memperkuat akidah Aswaja," tutur Gus Didin sapaan akrabnya.
 
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 60 takmir masjid NU di wilayah Kecamatan Kesamben. Sepanjang forum berlangsung, semua peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. (Syamsul Arifin/Muiz)
Bagikan:

Baca Juga

Senin 19 Agustus 2019 22:0 WIB
Wagub Jateng Apresiasi Kinerja PPIH
Wagub Jateng Apresiasi Kinerja PPIH
Wagub Jateng sambut kedatangan jamaah haji kloter 1 embarkasi Solo
Boyolali, NU Online
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen bersyukur, jamaah haji kloter 1 tiba di Tanah Air dalam kondisi sehat. Namun mereka dipesan, apabila jemaah haji mengalami keluhan kesehatan ketika berada di kampung halaman, segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke puskesmas terdekat.
 
Alhamdulillah kita bisa berkumpul lagi di Asrama Haji Donohudan dalam keadaan sehat. Dalam 14 hari ke depan kalau ada keluhan sakit, segera ke puskesmas terdekat untuk memperoleh penanganan yang bersifat langsung dan cepat,” ujarnya.
 
Gus Yasin panggilan akrab Taj Yasin mengapresiasi kinerja PPIH yang telah memberikan pelayanan prima kepada para jamaah haji. Petugas kesehatan haji siaga 24 jam untuk mengatasi keluhan yang dialami para jamaah haji.
 
“Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh petugas PPIH yang telah membantu jamaah haji kloter ini. Khususnya petugas kesehatan yang setiap detik siap menjalankan tugas 24 jam. Meski adakalanya yang bekerja tengah malam dengan ikhlas, sehingga jamaah haji dalam keadaan sehat,” tuturnya. 
 
Ahad (18/7) kemarin sebanyak 357 jemaah haji kloter 1 dari Kabupaten Sukoharjo mulai berdatangan kembali ke tanah air melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali disambut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Asrama Haji Donohudan.
 
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Tahun 1440 H/2019 Farhani mengatakan, jamaah haji dari Jawa Tengah dan DIY yang semula tercatat masuk di Asrama Haji Donohudan ada 34.772 orang. Dari jumlah sebanyak itu, tercatat 16 orang di antaranya tidak dapat diberangkatkan karena sakit dan hamil.
 
Dengan demikian, lanjutnya, penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Solo diberangkatkan 34.756 orang jamaah. Dari jumlah sebanyak itu, dilaporkan jumlah jamaah yang wafat sebanyak 26 orang, terdiri atas satu orang wafat di Asrama Haji Donohudan, satu orang wafat di pesawat dan 24 orang wafat di Arab Saudi.
 
“Khusus untuk kloter jamaah haji dari Kabupaten Sukoharjo yang jumlahnya mencapai 357 orang. Bahakn ada titipan dari kloter lain yang jumlahnya tiga jemaah, sedangkan dari kloter 1 Kabupaten Sukoharjo satu jemaah wafat, sehingga dari kloter ini berkurang satu orang,” ujarnya.
 
Menurutnya, untuk memberikan pelayanan prima, kesehatan para jemaah haji akan terus dipantau sejak mereka tiba di Tanah Air, sehingga jika muncul keluhan kesehatan dari jemaah haji dapat segera diobati.
 
Insyaallah PPIH siap memberikan pelayanan 30 hari ke depan dari kloter 1 sampai kloter 97. Semua sudah kita persiapkan, antisipasi, dan rapatkan. Mudah-mudahan sukses kloter 1 terbang dari Jedah ke Adi Soemarmo berjalan aman dan lancar, begitu pula kloter 2 hingga kloter 97,” tuturnya. (Samsul/Muiz)
Senin 19 Agustus 2019 21:0 WIB
PMII Jombang Siap Sambut Kader Baru Melalui Mapaba
PMII Jombang Siap Sambut Kader Baru Melalui Mapaba
Tim kaderisasi PMII Jombang siap terima anggota baru melalui Mapaba
Jombang, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Jawa Timur siap menyambut Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) 2019. 
 
Sejumlah pengurus PMII melalui Tim Kaderisasi sudah merancang serta merumuskan gagasan yang nantinya digunakan dalam pelaksanaan Mapaba yang sebentar lagi akan dilaksanakan. 
 
Ketua Umum PC PMII Jombang, M Irham Tamrin mengatakan, tim kaderisasi sudah cukup intens melakukan rapat koordinasi guna memastikan kesiapannya untuk menyambut Mapaba. 
 
"PMII Jombang telah membentuk tim khusus untuk melaksanakan kegiatan Mapaba di beberapa perguruan tinggi yng ada di Jombang," ujarnya.
 
Dikatakan, dalam koordinasi yang dilakukan, dirumuskan terkait mekanisme pagelaran Mapaba dan sejumlah pendukung pelaksanaan Mapaba, sehingga Mapaba yang dilaksanakan oleh masing-masing pengurus komisariat dan pengurus rayon benar-benar berjalan lebih baik daripada sebelumnya.
 
"Saya berharap semua tim kaderisasi, mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dirumuskan PC PMII Jombang, agar kegiatan Mapaba berjalan dengan baik," tegasnya.
 
Menurut Irham, ini merupakan langkah nyata dari PC PMII Jombang untuk mempertegas kembali aturan yang sudah ada dalam skala nasional. SOP ini kemudian akan disebar kepada semua kepengurusan dalam berbagai jenjang di PMII khususnya di Jombang.
 
Ia menyebut, SOP adalah untuk mengatur program pendidikan yang ada di PMII. Salah satunya yang diatur adalah terkait dengan materi-materi yang disampaikan di Mapaba serta indikator dari setiap materi. Kemudian juga strategi yang harus dipakai oleh pemateri guna mencapai indikator yang sudah ditetapkan.
 
"SOP ini sangat dibutuhkan, nantinya keberlangsungan dari pendidikan formal yang ada di PMII bisa tertata dengan rapi," katanya kepada NU Online, Senin (19/8).
 
Pria 25 tahun ini menambahkan, anggota dan kader PMII harus memahami esensi dari setiap aturan yang ada di PMII, termasuk bagaimana menerjemahkan aturan-aturan terkait dengan pendidikan formal. "Kita kan organisasi kaderisasi, jadi ada aturan atau rule main yang jelas, kalau sudah ada rulenya kita harus ikuti, jangan sampai tidak," ujarnya.
 
SOP sendiri sejatinya sudah ada sejak kepengurusan PC PMII Jombang masa 2016-2017 silam. Namun, selama kurun waktu satu tahun setelahnya aturan ini nampak diabaikan oleh para pengurus. Ia menilai peran Tim Kaderisasi tersebut sebenarnya sangat penting untuk mencetak kader PMII yang sesuai dengan visi dan misi PMII.
Oleh karena itu, PC PMII Jombang melalui Tim Kaderisasi kembali menggodok aturan-aturan untuk dijadikan acuan bagi seluruh kader, terutama saat pelaksanaan Mapaba.
 
"Tentunya acuan yang diambil dalam penggagasan SOP ini tetap bermuara kepada peraturan organisasi, hasil Muspimnas, dan pedoman kaderisasi," jelasnya.
 
"Dan supaya pola pendidikan dan mekanismenya bisa berkesinambungan dengan aturan nasional yang sudah ada lebih dahulu," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Senin 19 Agustus 2019 20:30 WIB
Perkuat Aswaja, AIS Banten Gelar PKPNU untuk Gawagis dan Nawaning  
Perkuat Aswaja, AIS Banten Gelar PKPNU untuk Gawagis dan Nawaning  
Kegiatan PKPNU di lingkungan pesantren se Banten
Tangerang, NU Online
Arus Informasi Santri (AIS) Banten pada hari kemerdekaan Republik Indonesia (17/8) menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang bertempat di Pesantren Miftahul Khaer Curug Tangerang, asuhan KH. Hafidz Gunawan.
 
Kegiatan PKPNU ini berlangsung selama tiga hari yakni Sabtu-Senin (17-18/8) diikuti oleh 120 peserta dari gawagis Banten (Putra Kiai), nawaning Banten (Putri Kiai), dan santri yang berasal dari berbagai daerah pesantren di Provinsi Banten.
 
Tim PKPNU, H Adnan mengatakan, kegiatamn PKPNU di Banten menyasar semua lini. Kali ini pada gus dan ning yang berasal dari pesantren di Provinsi Banten.
 
"Kita ingin para gus dan ning juga paham dengan ajaran ahlussunnah waljamaah dengan berbagai permasalahannya. Jika selama ini PKPNU menyasar kader NU di luar pesantren, maka kali ini para putra putri kiai juga diberi bekal yang sama tentang aswaja an-nahdliyah," ujarnya.
 
Acara pelatihan yang dibuka oleh tim PKPNU Nasional H Adnan dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Pengasuh Pesantren Miftahul Khaer, KH Hafidz Gunawan, Koordinator wilayah PKPNU Banten Gus Hubab, dan Korda/wakorda AIS Banten Ferdiansyah Irawan dan Muhammad Thohir.
 
Korwil PKPNU Banten Gus Hubab berharap, dari acara PKPNU ini seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan lancar dan bisa menyerap semua ilmu yang diberikan pada Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama ini.
 
"Peserta dikader selama 3 hari agar dapat menyerap sekaligus memahami NU, aswaja, dan amaliyahnya selama ini," jelasnya.
 
KH Hafis gunawan sangat mendukung kegiatan PKPNU ini di adakan di Tangerang, dirinya berpesan kepada peserta untuk terus bersemangat bagi kader NU Banten untuk tetap berjuang dan berkhidmah di NU.
 
Kehadiran gawagis dan nawaning Banten diharapan dapat memperkuat perjuangan NU dalam mempertahankan ajaran aswaja an-nahdliyah di bumi Banten," bebernya.

Korda PKPNU Banten, Ferdiansyah menyatakan bahwa kegiatan PKPNU ini sangat bermanfaat bagi seluruh santri Banten yang berhaluan Ahlussunah Waljamaah An-Nahdliyah.
 
"Dengan mengikuti PKPNU ini gawagis, nawaning, dan santri Banten diharapkan lebih solid dan menjaga marwah NU Banten," ungkapnya.
  
Korwil PKPNU Banten Gus Hubab kepada NU Online, Senin (19/8) menyampaikan rencana ke depan kegiatan PKPNU tidak hanya dilakuan di kalangan gawagis dan nawaning saja, akan tetapi lebih luas kapada pengasuh pesantren se Provinsi Banten.
 
“Ke depan kami akan melaksanakan PKPNU Bukan hanya di kalangan gawagis, nawaning, dan santri Banten saja tapi juga untuk seluruh pengasuh pesantren se-Banten akan kami laksanakan secara bertahap, demi memperkuat Ahlussunah Waljamaah di Banten,” pungkasnya. (Red: Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG