IMG-LOGO
Internasional

Peringati HUT Ke-74 RI, Santri ini Kibarkan Sang Merah Putih di Jabal Nur Makkah


Selasa 20 Agustus 2019 14:30 WIB
Bagikan:
Peringati HUT Ke-74 RI, Santri ini Kibarkan Sang Merah Putih di Jabal Nur Makkah
Ahmad Rubbal Aziz, santri Pesantren Nurul Huda, Pringsewu, Lampung, mengibarkan bendera merah putih di Jabal Nur, puncak tertinggi kota Makkah. (Foto: NU Online/Faizin)
Makkah, NU Online
Seorang santri dari Pondok Pesantren Nurul Huda, Pringsewu, Lampung yang bernama Ahmad Rubbal Aziz, memiliki cara tersendiri dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI. Pada detik-detik proklamasi 17 Agustus 2019 berlangsung ia mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi kota Makkah, yakni Jabal Nur.
 
Aksi ini dilakukan sebagai wujud kecintaannya kepada NKRI walau sedang berada di negeri orang. Saat ini, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji dan memanfaatkan momen HUT ke-74 RI tahun ini untuk mendaki dan mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung yang ketinggiannya mencapai 642 meter tersebut.
 
"Walau berada di negeri orang, namun sebagai pemuda saya ingin mengajak para generasi penerus bangsa untuk bersyukur dan mencintai NKRI, kapanpun, di manapun," jelasnya ditemui NU Online di hotelnya di kawasan Raudhah, Makkah, Senin (19/8).
 
Menurutnya, tidak mudah mencapai puncak gunung di mana terdapat Gua Hira yang menjadi tempat Nabi Muhammad SAW pertama kali mendapatkan wahyu tersebut. Cuaca terik dan keterjalan gunung menjadi tantangan tersendiri baginya.
 
"Saya sudah siapkan bekal cukup dan stamina karena ini pertama kali saya mendaki Jabal Nur," tambah Rubbal, panggilan akrabnya.
 
Dipilihnya puncak Jabal Nur sebagai tempat pengibaran bendera Merah Putih menurutnya sebagai bentuk harapan agar bendera merah putih akan senantiasa bersinar dan menyinari seluruh NKRI untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa.
 
Apalagi saat-saat ini tambahnya, NKRI terus dirongrong persatuan dan kesatuannya oleh berbagai kelompok yang menginginkan perpecahan. Berbagai isu SARA dihembuskan melalui media sosial yang jika elemen bangsa tidak berhati-hati menyaring informasi, maka keutuhan negara bisa terancam.
 
"Mari junjung tinggi bendera Merah Putih untuk menguatkan kembali persatuan dan kesatuan. Kita jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan membawa misi perpecahan di tengah-tengah kehidupan bangsa," ajaknya.
 
Dengan aksi ini, Rubbal juga berharap seluruh elemen bangsa menyadari bahwa para pejuang yang berhasil merebut kemerdekaan sehingga bendera merah putih bisa terus berkibar sampai dengan saat ini sudah mengorbankan jiwa dan raganya. Tidak mudah mendapatkan kemerdekaan yang nikmatnya tiada tara ini.
 
"Alhamdulillah, generasi saat ini yang menikmati dan tinggal mempertahankannya saja. Kita bisa khusyuk beribadah karena kemerdekaan sudah kita raih. Banyangkan negara-negara di dunia yang terus dilanda konflik. Apakah mereka bisa khusyuk beribadah seperti kita," tanyanya.
 
Oleh karenanya, syukur menjadi hal yang sangat penting dilakukan oleh para generasi saat ini. "Siapa yang bersyukur pasti akan ditambah nikmatnya oleh Allah. Sebaliknya, siapa yang mendustai-Nya maka ingat bahwa adzab Allah sangat pedih," pungkasnya mengutip terjemah ayat Alquran surat Ibrahim ayat 7.

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori
Bagikan:
IMG
IMG