IMG-LOGO
Nasional

Jokowi Beberkan Garapan Kerja di Periode Kedua Kepemimpinannya


Rabu 21 Agustus 2019 13:15 WIB
Bagikan:
Jokowi Beberkan Garapan Kerja di Periode Kedua Kepemimpinannya
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di hadapan Peserta Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Denpasar, Bali, Selasa (21/8).
Denpasar, NU Online
Selama lima tahun mendatang pemerintahan Joko Widodo akan tetap melanjutkan pembagunan infrastruktur yang telah dimulai pada periode pertama kepemimpinannya. Pada periode kedua, infrastruktur tetap menjadi bagian penting karena Indonesia dinilai masih cukup tertinggal dengan negara-negara lain.

“Kita sudah membangun infrastruktur dalam lima tahun belakang ini. Tapi akan tetap terus kita lanjutkan lima tahun kedepan,” kata Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato di hadapan Peserta Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Denpasar, Bali, Selasa (21/8).

Jokowi menyebut, program prioritas pada masa pemerintahan kedua bersama Wapres KH Ma’ruf Amin yakni ingin membangun sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan yang dihadapi akan semakin besar, mengingat program yang dikerjakan adalah membangun sumber daya manusia yang dimulai sejak dalam kandungan.

“Ini dimulai betul-betul dalam kandungan. Bayi dalam kandungan harus kita urus benar-benar. Nggak bisa kalau nggak dimulai dari situ,” ujarnya.

Jokowi mengatakan Kementerian Kesehatan akan menjadi lembaga utama menangani gizi bayi Indonesia. Ia tidak berharap bayi yang lahir dalam kondisi stunting. Meskipun diklaim dalam lima tahun terakhir ini angkanya telah menurun menjadi 30,8 persen dari sebelumnya 37,2 persen.

“Jangan bermimpi kita bisa bersaing dengan negara-negara lain kalau angka stunting ini nggak bisa kita kecilkan, nggak bisa kita perkecil,” kata Jokowi.

Begitu bayi lahir, lanjutnya, pemerintah harus menyediakan tambahan makanan bergizi dan nutrisi penunjang bagi anak-anak. 

Untuk jenjang pendidikan dasar, kata Jokowi, yang paling penting diperhatikan adalah membangun karakter diri dengan nilai-nilai budi pekerti, etika, termasuk nilai-nilai agama dan toleransi. 

Setelah masuk pendidikan menengah, anak-anak akan mulai diperkenalkan bagaimana membangun kerja sama di antara sesama. Selanjutnya, mereka akan diarahkan untuk masuk ke kejuruan atau bidang-bidang tertentu yang menjadi minatnya.  Sebab di masa mendatang kemampuan (skill) seseorang yang menjadi perhatian utama di dunia kerja.
 
Untuk mengarah ke sana, pemerintah akan mulai melakukan identifikasi yang dibutuhkan untuk pendidikan menengah, misalnya teknisi koding, maupun teknisi programer. Jokowi melihat akan banyak pekerjaan-pekerjaan yang hilang kemudian muncul pekerjaan-pekerjaan baru yang selama ini tidak begitu familiar, bahkan sama sekali tidak pernah dikenal.   

Jokowi juga mengingatkan bahwa masa kini dan masa yang akan datang sudah berubah semua. Kalau tidak disipakan dengan perencanaan yang baik, besar kemungkinan bangsa ini akan ditinggal oleh perubahan revolusi industri ke 4.
 
Untuk tingkatan universitas, sumber daya manusia yang harus dikembangkan adalah menyiapkan mereka mengikuti kompetisi global. Jokowi berharap sumber daya manusia Indonesia bisa bersaing dengan negara lain bukan hanya wilayah regional, tetapi global. 

“Kalau tidak seperti itu perguruan tinggi kita tidak bisa berkompetisi ke kehidupan yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Selain kehadiran Presiden, Muktamar PKB yang pertama kali dihelat di Pulau Dewata ini juga dihadiri pejabat partai politik dan menteri Kabinet Kerja. Di antara mereka, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai NasDem, Surya Paloh, Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Selain itu tampak juga juga Menristek Dikti, M Nasir, Menaker, M Hanif Dhakiri, Menpora, Imam Nahrawi, Menkum HAM, Yasonna Laoly, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Menteri UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster.
 
 
Pewarta: Zunus Muhammad
Editor: Fathoni Ahmad
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG