IMG-LOGO
Daerah

Rektor IAIN Jember: Mahasiswa Baru Lokomotif Peradaban

Kamis 22 Agustus 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Rektor IAIN Jember: Mahasiswa Baru Lokomotif Peradaban
Pembukaan PBAK di IAIN Jember. (Foto: Imam Kusnin Ahmad/NU Online)
Jember, NU Online
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Jawa Timur menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru tahun 2019. PBAK dibuka Rektor IAIN Jember, Babun Suharto, Rabu (21/08) di lapangan kampus setempat.
 
Di hadapan 4.117 mahasiswa baru, Babun Suharto meminta seluruh mahasiswa untuk terus memegang teguh nilai ajaran Islam. Dia juga berharap seluruh mahasiswa baru mampu menjadi lokomotif peradaban moderat.
 
“Selamat datang di kampus lokomotif peradaban moderat. Kami menaruh harapan besar agar seluruh civitas akademika dapat menanamkan nilai toleran, kasih sayang, serta selalu menampakkan wajah Islam yang ramah. Harapan itu juga kami tujukan kepada anda semua," ujar  Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini.
 
Babun mengingatkan kepada seluruh mahasiswa IAIN Jember bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai laboratorium moderasi beragama. Karenanya, ia meminta agar mereka dapat berperan dalam menyemai gagasan dan nilai kemanusiaan, kerukunan, serta perdamaian. 
 
“Sejak awal, mari kita tanamkan niat untuk bersama-sama belajar di kampus ini dan mengambil peran masing-masing dalam rangka mewujudkan perdamaian di tengah keragaman ini," kata mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jember itu.
 
Pada pembukaan PBAK, seluruh mahasiswa baru IAIN Jember berikrar kesetian terhadap Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berjanji untuk menjadi agen moderasi beragama yang toleran, moderat, damai, dan ramah.
 
Berikut tiga butir deklarasi yang dibacakan:
Kami Mahasiswa IAIN Jember:
1. Mengakui sebenar- benarnya bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia, Undang- Undang Dasar 1945 adalah dasar negara Republik Indonesia, dan Bineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia.
 
2. Mahasiswa baru IAIN Jember akan selalu setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesi dan menolak keras atas segala tindakan radikalisme, baik atas nama etnis maupun atas nama agama.
 
3. Mahasiswa baru IAIN Jember akan selalu mengutamakan dan memegang prinsip moderasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana Agama Islam yang rahmatan lil alamin. 
 
Pewarta: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
Bagikan:

Baca Juga

Kamis 22 Agustus 2019 22:0 WIB
Cara Santri Tunjukkan Cintanya ke Mbah Moen
Cara Santri Tunjukkan Cintanya ke Mbah Moen
Poster Mbah Moen dibagikan gratis
Rembang, NU Online
Seorang santri Mbah Maimoen Zubair asal Kabupaten Rembang yang saat ini berprofesi sebagai pengusaha percetakan, mencetak foto almagfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan dibagikan secara gratis.
 
Sampai dengan hari ini sudah ada 15 ribu lembar foto Mbah Moen berukuran 20 R yang dicetak dan dibagikan kepada masyarakat yang menghendakinya.
 
Tak hanya dari kalangan warga Kabupaten Rembang, permintaan foto Mbah Moen tersebut juga datang dari luar kota bahkan luar provinsi dan luar pulau. Pengusaha percetakan bernama M Mujib El Muis adalah santri yang  cukup dekat dekat dengan Mbah Moen dan keluarganya. 
 
Dikatakan, dirinya mencetak foto Mbah Moen berawal dari banyaknya warga atau masyarakat untuk mencetak foto Pengasuh Pesantren Al-Anwar itu di tempatnya dengan membayar sesuai harga.
 
"Dari situlah saya yang juga mendapat saran dari dan masukan dari komunitas Santri Gayang Kabupaten Rembang untuk mencetak dan membagikan secara gratis.
 Dengan harapan agar para santri seterusnya tetap dapat melihat wajah sumringah sang guru, meski hanya melalui sebuah foto," jelasnya.
 
Bahkan lanjutnya, untuk memberitahu kepada khalayak tentang foto gratis ia juga membuat pengumuman pembagian foto gratis itu melalui dinding media sosial.
"Setelah mendapat kabar duka dan pasang pengumuman di medsos, saya kebajiran permintaan dan akhirnya saya bagikan secara gratis untuk wilayah Rembang dan sekitarnya," ujarnya.
 
Dijelaskan, untuk Kabupaten Rembang dapat datang langsung ke percetakan Fatma Grafika yang berlokasi di jalan Pantura, sebelah barat Terminal kota Rembang.
 
"Untuk luar kota akan di kirim ke alamat pemesan hanya dengan mengganti biaya ongkos kirim saja. Setiap pengiriman akan mendapatkan 100 sampai 200 lembar foto Mbah Moen dengan ukuran 20 R atau ukuran poster," bebernya.

Menurut Mujib, foto yang dicetak dan dibagikan adalah foto terbaik yang diambil terakhir sebelum Mbah Moen menunaikan rukun Islam kelima tahun 1440 H.  
Foto itu diambil di kediaman Mbah Moen oleh salah satu santri yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPD RI, yakni H Arwani Thomafi atau yang lebih dikenal Gus Arwani.  
 
Kontributor: Ahmad Asmui
Editor: Muiz
Kamis 22 Agustus 2019 21:30 WIB
NU Sumsel Minta Khatib Jumat Tak Provokatif
NU Sumsel Minta Khatib Jumat Tak Provokatif
Kegiatan Bahtsul Masail PWNU Sumatera Selatan
Palembang, NU Online
Sebagai seorang muslim, menjalankan ibadah shalat Jumat merupakan kewajiban yang mesti dijalankan satu pekan sekali. Belakangan muncul berbagai keluhan yang disampaikan jamaah kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan.
 
Para jamaah di beberapa Masjid di Kota Pempek tersebut merasa konten khutbah yang disampaikan melalui bahasa Indonesia itu telah menjurus kepada provokatif. Mereka khawatir persoalan ini menjadi pemicu perpecahan antar umat beragama di kawasan Selat Sunda tersebut.
 
Untuk merespons keluhan dari masyarakat, pada bahtsul masail yang digelar Rabu (21/8) kemarin, PWNU Sumsel mengangkat masalah khutbah provokatif. Kegiatan yang menghadirkan beberapa kiai sepuh di Sumsel itu dilaksanakan di Kantor PWNU Sumsel di Palembang, Sumatera Selatan.
 
Ketua PWNU Sumsel, Kiai Heri Candra mengatakan, masalah itu diangkat karena sudah banyak yang mengeluh dan menyoroti terkait khatib yang memasukan materi dakwahnya bernuansa provokatif. 
 
Menurut dia, persoalan ini serius untuk dibahas karena ada kelompok tertentu yang sengaja menciptakan perpecahan. Jangan sampai masalah tersebut memperparah dinamika yang ada.
 
"Kenapa masalah ini dibahas, karena banyak masyarakat terprovokasi dan mengakibatkan perpecahan di kalangan umat islam," katanya kepada NU Online, Kamis (22/8).
 
Ia menilai, sudah saatnya masyarakat ikut bergerak menjadi penyebar Islam ramah bukan Islam marah. Dengan menggali ajaran-ajaran Islam secara benar dari narasumber utama yakni kiai.
 
"Menurut saya, khutbah seperti itu sudah keluar dari rukun khutbah itu sendiri," tuturnya.
 
Bahtsul masail kali ini suasananya lebih hidup dan ramai, hal itu karena forum para kiai tersebut dihadiri  oleh Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan puluhan jamaah lain.
 
Dalam sambutannya, Gubernur Deru meminta kepada NU untuk komitmen membangun peradaban bangsa yang ramah. Melalui gagasan keilmuan yang dimiliki kiai-kiai NU. Maka, untuk mengimplementasikan itu, Gubernur Deru siap memfasilitasi adanya Muktamar ke-34 NU di Sumatera Selatan.
 
"Insyallah kami siap memfasilitasi kiai," ujarnya di hadapan Kiai Miftachul Akhyar dan ratusan jamaah. 
 
Kontributor: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Muiz
Kamis 22 Agustus 2019 18:45 WIB
RMI-Pemkab Tangerang Fasilitasi Sanitren
RMI-Pemkab Tangerang Fasilitasi Sanitren
KH Moh Mahrusillah saat memberikan sambutan dalam Silaturrahim RMI dengan Para Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Tangerang di Pondok Pesantren Nihaayatuzein, Teluknaga Kabupaten Tangerang

Tangerang, NU Online

Pondok pesantren sebagai lembaga non formal memiliki peran yang sangat penting dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan agamis. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dibenahi pondok pesantren, termasuk sarana dan prasarana. Sanitasi menjadi salah satu sorotan publik terhadap pesantren yang secara umum masih dianggap belum optimal.

 

Hal itu disampaikan Ketua Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Tangerang Jawa Barat, KH Moh Mahrusillah saat memberikan sambutan dalam Silaturrahim RMI dengan Para Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Tangerang di Pondok Pesantren Nihaayatuzein, Teluknaga Kabupaten Tangerang, Kamis (22/9).

 

“Sanitasi berbasis pesantren (Sanitren) menjadi salah satu program unggulan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Tangerang. RMI akan mengawal program itu agar benar-benar sampai dan terlaksana bagi semua pesantren di Kabupaten Tangerang,” terangnya.

 

Menurutnya, sanitasi pondok pesantren terkait erat dengan kualitas kesehatan para penghuninya. Tata lingkungan pesantren yang baik dan sehat dapat menjadi contoh bagi pengembangan tata lingkungan di sekitarnya.

 

“Sanitasi berbasis pesantren ini sangat urgen untuk keberlanjutan pesantren. Mengingat masih banyak pesantren yang kurang memperhatikan kebersihan dan kerapian sanitasinya. Padahal, kebersihan sebagian dari iman itu sangat terkenal di kalangan pesantren,” tegas kiai Mahrus.

 

Ia menambahkabn, RMI Kabupaten Tangerang memiliki kepeduliaan untuk mengawal dan membantu pesantren untuk mendapatkan sanitren. RMI akan terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait, agar program sanitren ini berjalan sesuai rencana.

 

“Program Sanitren 2019 akan dilaksanakan sekitar bulan September-Oktober. Makanya, kami di sini mengundang 20 pesantren sebagai sosialisai program tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang sosialisasi pengenalan RMI di kalangan pengasuh pesantren se-KabupatenTangerang,” tuturnya.

 

Sanitren ini, lanjut Kiai Mahrus, menjadi perhatian pihaknya mengingat komitmen pemerintah Indonesia dalam hal sanitasi dan air bersih sangat tinggi. Sanitren ini menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Maka, semua pihak tidak boleh ketinggalan dalam sanitasi dan air bersih, termasuk di dalamnya pondok pesantren.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kiai, pengurus NU, dan 20 pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Tangerang.

 

Kontributor: Suhendra

Editor: Aryudi AR

 

 

 

 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG