Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ciri Tobat Seorang Hamba Diterima Allah SWT

Ciri Tobat Seorang Hamba Diterima Allah SWT
Ada enam ciri mereka yang tobatnya diterima Allah SWT. (Foto: NU Online)
Ada enam ciri mereka yang tobatnya diterima Allah SWT. (Foto: NU Online)
Jombang, NU Online 
Setiap manusia punya potensi untuk melakukan maksiat. Hal ini sebagai bukti bahwa manusia bukan malaikat. Oleh karena itu, Allah membuka pintu tobat sebagai jalan keluar bagi pelaku maksiat. 
 
Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH M Soleh menjelaskan perkataan ahli hikmah tentang enam tanda orang yang tobatnya diterima oleh Allah SWT.
 
Ciri pertama yaitu tidak menganggap dirinya tak terbebas dari maksiat. Jadi sangat hati-hati agar tidak terjerumus dalam maksiat lagi. Sibuk mencari kesalahn sendiri.
 
"Nabi Muhammad SAW bersabda, beruntunglah orang yang sibuk mencari aibnya sendiri dan lupa aib orang lain," katanya saat mengisi lailatul ijtima di mushala Ar-Arsy Sidobayan, Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/8).
 
Lanjut Kiai Soleh, tanda kedua adalah menganggap kesenangan dunia bisa menjauhkan dari Allah SWT. Sebaliknya, orang yang tobatnya diterima beranggapan bahwa hidup susah dan riyadlah atau tirakat bisa mendekatkan diri kepada Allah.
 
"Nabi Muhammad SAW bersabda, dunia adalah penjara bagi orang beriman. Orang-orang besar selalu tirakat, lihat KH M Hasyim Asy'ari sebelum mendirikan Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng puasa terus selama tiga tahun. Begitu juga KH Abdul Karim pendiri Pesantren Lirboyo, puasa ngerowot bertahun-tahun," ungkap pengajar di Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum ini.
 
Ciri yang ketiga yaitu suka berkumpul dengan orang baik dan menjauhi kalangan jahat. Dalam bahasa lain, menjauhi orang yang punya potensi mengajak untuk melakukan dosa lagi.
 
Bagi nahdliyin, ciri ketiga ini mudah dilakukan karena NU punya banyak kumpulan orang baik. Seperti saat yasinan bertemu dengan ulama, tahlilan berjumpa dengan kiai, bersama habib pas salawatan bareng, manakiban, istighotsah, pengajian dan lain-lain. 
 
"Berkumpul dengan penjual minyak wangi kecipratan wangi. Kumpul pande besi kecipratan panas api. Kumpul majelis dzikir dan salawat dikuburan hati jadi adem," ujar Kiai Soleh.
 
Keempat, melihat sedikit amal akhirat yang banyak dan melihat banyak harta dunia yang sedikit. Sehingga terus semangat beramal baik setiap hari. 
“Orang model ini merupakan sosok yang qanaah alias menerima setiap pemberian dari Allah SWT,” jelasnya.
 
Ciri selanjutnya yaitu memandang diri sendiri terlalu sibuk masalah dunia seperti sibuk mengurusi rezeki yang sudah ditanggung Allah. Cara pandang ini membuat seseorang tobatnya diterima lantaran zuhud dan wirai.
 
"Keenam yaitu menjaga lisan. Otak dan hatinya sibuk memikirkan dan mengangan-angan dosa serta kesalahan dan tidak mengulangi lagi," ungkap Kiai Soleh.
 
 
Pewarta: Syarif Abdurrahman 
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile